Senggani

Senggani
BAB 57 ISTIMEWA


__ADS_3

Aira menyelesaikan tugasnya, dengan karyawan yang lainnya, bahkan dirinya menjalankan amanah yang sangat berat. Aira sangat senang di berikan pekerjaan terhadap dirinya agar dirinya menjadi lebih produktif.


Karyawan yang lain terus membujuk Aira untuk segera meninggalkan dirinya dan menuju ruangan Tuan Muda, tetapi Aira tidak mau, dirinya harus bersama-sama untuk menyelesaikan, karena tadi Aira sudah berbicara kepada Tuan Muda.


Rio yang berjalan menuju ruangannya tidak sabar ingin menyampaikan kepada Aira, perasaan itu sudah Rio ingin untuk mengajak Aira keluar bersama. Rio ingin mengajak Aira makan malam di sebuah restoran yang terkenal di kota.


Aira dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar dirinya cepat untuk menemui Tuan muda.


Taklama akhirnya Aira selesai dan segera untuk menuju ke ruangan Tuan muda.


" Aira sudah tinggalkan kita disini, kamu langsung ke ruangan Tuan muda," Ucap temannya


" Sudah kalian tenang saja, aku akan selesai ini bersama-sama terlebih dahulu jadi kalian tidak usah binggung, toh kalian tadi sudah mendengarkannya bahwa Tuan muda menunggu setelah aku menyelesaikannya kan, jadi kalian tidak usah binggung, " Jawab Aira


" Aira... Sungguh kamu karyawan terbagus yang pernah aku temukan, ya sudah lah," Ucap temannya


" Apa yang aku bilang jika kita kerjasama pasti akan segera selesai, kita hampir selesai," Ucap Aira


" Iya Aira, alhamdulillah tinggal satu lagi, ayo kamu yang angkat, " Jawab Karyawan


" Sudah Aira sekarang kamu bisa keruangan Tuan Muda, kita akan kembali ke ruangan kita lagi nanti kita tunggu disana," Ucap Temannya


" Ya sudah kalian kesana dahulu nanti aku segera menyusul setelah aku selesai menemui Tuan Muda, tolong bawakan dokumen itu ke rumahnya kita ya," Jawab Aira


" Tentu Aira, ya sudah sana jangan pakai lama nanti Tuan Muda nunggu lama," Ucap Karyawan


" Iya sudah aku kesana dulu, " Jawab Aira


Akhirnya Aira berjalan menuju keruangan Tuan muda, mereka menaiki lift dan keluar dengan beda arah jalan.


Isabella yang keluar dari supermarket dengan marah dan menunggu taksi online untuk menghampiri dirinya. Perasaan kesal dan kecewa yang amat membuat Isabella sangat marah. Atas perlakuan Rio terhadapnya.


" Baru ini Mas Rio bersikap beda kepadaku, jika aku aduhkan kepada Eyang pasti Mas Rio akan menjelaskan ke Eyang rencana aku akan ketahuan, ya sudahlah aku harus berhati-hati dengan pelan-pelan rencana berjalan gitu saja deh, pak taksi ya, pesenan saya atas Isabella, ya sudah ayo antar saya ke jalan mangga dua," Ucap Isabella


" Baik Non, silahkan dipakai sabuk pengamannya, kalau sudah kita segera meluncur," Jawab Sopir taksi


" Sudah mari pak," Ucap Isabella


" Iya Non," Jawab sopir taksi


Isabella akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dirinya ingin istirahat.

__ADS_1


Aira berjalan sambil mengabungkan tangannya sambil meremas nya, karena Aira sangat penasaran mengapa diri untuk menemui Tuan Muda. Tak lama itu Aira sampai di depan pintu ruangan Tuan Muda. Aira sembari untuk merapikan baju bahkan rambutnya dengan tangannya. Bahkan dirinya menenangkan dengan mengela nafas untuk merilekskan dirinya agar tidak merasakan tegang yang sangat.


" Aduh aku gemetaran ini, ya sudah aku harus segera masuk ruang Tuan muda," Ucap lirih Aira


Tok... Tok... Tok... Suara pintu ruangan Tuan berbunyi


" Pasti dia Aira, " Silahkan masuk, " Ucap Rio


" Permisi Tuan, " Jawab Aira sambil menutup pintunya


" Ya sudah kemarilah, silahkan duduk, saya ingin bicara bersama dirimu Aira, " Ucap Rio


" Terima kasih Tuan, Aira duduk ya, maaf sebelumnya Tuan mau bicara soal apa ya, maaf apakah Aira banyak salah, apakah Aira belum membayar hutang saya, apakah kerja Aira kurang baik dan benar, maaf Tuan, " Jawab Aira dengan menjabakan semuanya


" Bukan Aira, kamu sangat lucu sekali, saya ingin mengajak kamu makan malam denganku, di suatu restoran yang menjadi favorit saya,maukah, " Ucap Rio


" Hah, apa aku di ajak jalan makan malam oleh mas Rio, sungguh terkejut hatiku, " Batin Aira


" Sebelum kenapa Tuan mengajak Aira makan malam dan jalan-jalan, Aira tidak ada hari spesial dan hari bahagia, bahkan Aira tidak melakukan apa-apa mengapa diberi kesempatan makan malam, " Jawab Aira


" Aku lihat kerja kamu sangat baik, padahal masih beberapa waktu kinerja kerja kamu bagus, jadi tidak salah jika akun memberi jadian sederhana banyak mengajak kamu, " Ucap Rio


" Aira sungguhan sederhana hatimu, sampai akun ajak untuk memberikan kepada kamu sempat menolak, " Batin Rio


" Tidak apa saya menyuruhmu karena saya sebagai atasan kamu kamu datang dan ikut apa yang saya katakan, nanti aku tunggu dan kamu harus datang," Ucap Rio


" Ya sudah kalau begitu Tuan, Aira menerimanya Terima kasih Tuan, kalau begitu Aira pamit dahulu, " Jawab Aira


" Baik begitu, oh iya nanti biar Manuel akan menjemput terlebih dahulu, setelah itu kita langsung berangkat kesana," Ucap Rio


" Baik Tuan, mari," Jawab Aira


Aira keluar dari ruang Rio merasa senyum-senyum sendiri karena merasa senang bisa bersama mas Rio, bahkan dirinya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan berdua dengan Rio. Melainkan dengan Rio juga tersenyum sendiri di atas mejanya sambil memainkan bolpoinnya.


Raut muka mereka berdua mulai tidak bisa di bohongi, satu sama lain mulai menaruh hati dan cinta, walaupun Aira mulai saja menaruh hati dengan Rio.


" Asyik aku keluar dengan mas Rio, kesempatan ini aku tunggu-tunggu, aku seneng banget," Ucap Aira sambil memegang dadanya dengan senyuman


.


" Ya sudah aku segera kembali ke ruangan, pasti teman-teman sudah menungguku," Ucap Aira

__ADS_1


Aira berjalan menuju ruangan kerjanya.


" Manuel silahkan menuju keruangan saya sekarang," Ucap Rio


" Baik Tuan segara keruangan sana," Jawab Manuel sambil menutup telpon dan berjalan menuju


Rio menelepon pihak cafe untuk memesan tempat yang sangat indah dan disiapkan sebagus mungkin, hidangan dan menu yang sangat spesial di cafe tersebut, bahkan Rio menyewa make up serta membelikan gaun untuk Aira untuk merubah Aira semalam itu.


Rio sudah mempersiapkan semuanya senang baik, tinggal nanti malam untuk berangkat bersama Aira.


" Maaf Tuan saya disuruh Tuan besar untuk mengambil dokumen yang sudah Tuan kerjakan," Ucap sekertaris


" Oh baik sudah saya selesaikan ambil saja itu, nanti sampai ke Tuan besar semua sudah di kukirim juga di perusahaan jadi tinggal untuk melihat hasilnya saja," Jawab Rio


" Baik Tuan, kalau begitu saya permisi," Jawab Sekertaris


" Iya silahkan," Ucap Rio


Sekertaris keluar yang berdampingan dengan Manuel. Dan Manuel segera masuk keruangan Rio


" Mari Mas, permisi," Ucap Sekertaris


" Iya mari, " Jawab Sekertaris sambil membuka pintu


" Permisi Tuan," Ucap Manuel


" Masuk Manuel," Jawab Rio


" Ada apa Tuan memanggil Manuel, apa ada yang saya bantu," Tanya Manuel


" Nanti malam kamu ada tugas, jemput Aira karena aku mau mengajaknya kelaur makan malam, " Ucap Rio


" Siap Tuan kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu," Jawab Manuel


" Yasudah setelah ini kita langsung pulang saja, saya mau menyiapkan diri, " Ucap Rio


" Baik Tuan kalau begitu saya akan menyiapkan mobil, Manuel tunggu di bawah," Jawab Manuel


" Ya sudah kamu kesana duluan saya akan menyusul," ucap Rio


Waktu semakin sore, Aira dan semua karyawan mulai pulang dan Aira mulai menyiapkan diri untuk menunggu jemputan dari Manuel yang di suruh oleh Rio.

__ADS_1


__ADS_2