Senggani

Senggani
BAB 50 KESIALAN


__ADS_3

Isabella keluar dari ruangan rio dengan perasaan kecewa bahkan dirinya merasa aneh melihat perubahan sikap Rio terhadapnya, Isabella terus mendekati Rio anggar dirinya menjadi nyonya yang dia inginkan. Bahkan Isabella kembali dengan tujuan yang berbeda-beda.


Isabelle menjadi kesal ketika sikap Rio yang berubah kepada dirinya.Isabella sangat kesal bahkan dirinya menuju ke dapur kantor untuk membuat minuman untuk dirinya, tak disangka Aira tidak sengaja membuat Isabella marah dan teriak karena ulah Aira.


Aira yang membawa bahan produksi telah tertumpah mengenai pakaian indahnya akhirnya Isabella membersihkan dirinya dari ulah Aira.


Isabella sangat sebel melihat Aira si cewek kampung yang kerja di perusahaan kekasihnya, bahkan Isabella sangat sini kepadanya.


" Kenapa Rio bersikap seperti itu, mungkin dirinya marah, sudahlah yang penting sekarang harus bisa dapatkan hatinya lagi, aku main ke dapur dulu untuk membuat minuman hangat," Ucap Isabella


Manuel yang berpas-pas dengan Isabella, membuat dirinya suka dengan Manuel sehingga dirinya mengoda sejenak.


" Siapa laki-laki itu, sungguh tanpa sekali, seperti dirinya bodyguard si Tuan Muda, tidak apa buat tambahan saja, yang ini buat happy saja," Batin Isabella


" Berhenti siapa kamu, boleh aku tau siapa namamu," Tanya Isabella


" Iya ada yang bisa saya bantu, saya Manuel bodyguard pribadi Tuan Muda, anda siapa," Jawab Manuel


" Namanya keren seperti orangnya," Ucap Isabella


" Maaf apa ada perlu, jika tidak saya mau berkerja," Jawab Manuel sambil berjalan meninggalkannya


" Dasar belanggu, awas kamu aku aduhkan kepada Tuan Muda, " Ucap Isabella


Manuel membalasnya dengan tolehan etixcute dan sambil melanjutkan jalannya.


" Sebel gua sama aja, perilaku semua orang ke saya seperti tidak tau siapa aku ini sebenarnya," Ucap isabella sambil menunggu ke dapur


Isabella yang berjalan sambil mengoceh dengan sendirinya tidak disangka Aira yang keluar membawa barang berat telah mengenaints karena Aira membawa barang dalam keadaan mata tertutup dengan kerdus besar yang digunakan bawa dipungkul didepan dadanya.


Isabella sontak berteriak...


" Ah... Ini apasih, ihh kotor baju bagus aku, hey kamu siapa, mata kamu dimana ada orang jalan kok di tabrak sih, " Ucap Isabella sambil marah


" Maaf mbak, saya tidak sengaja, karena saya juga tidak tau kalau ada mbak disitu, jadi maaf ya," Jawab Aira sambil membereskan barang yang terjatuh


" Dasar anak kampung baru kerja di perusahaan besar dan mewah sudah bertingkat, kamu harus tanggung jawab, " Ucap Isabella

__ADS_1


" Maaf saya kan sudah jelaskan dan saya sudah minta maaf, kenapa harus bertangungjawab kan juga tidak ada yang merusak atau membuat kamu rugi, " Jawab Aira


" Lihat ini tubuhku yang mulus dan pakaian aku yang bagus kotor, ini mahal ya bukan kayak kamu baju rombeng dipakai, kampungan lho," Ucap Isabella


" Walaupun sederhan ini sangat berharga dan manfaat bagi saya jadi terserah saya, maaf Saya mau antar ini ke tempat proses selanjutnya jadi permisi," Jawab Aira


" Hey wanita kampung awas kamu, aku akan aduhkan kamu ke bos," Ucap Isabella


" Silahkan mbak tidak takut, " Jawab Aira sambil jalan jauh darinya


" Iihhh sebel gua, kenapa harus seperti ini sih harus pertama ke sini, sial banget rasanya, " Ucap Isabella


Isabella menuju ke dapur dan membuat minuman untuk dirinya dan Rio. Aira yang sudah sampai di langkah selanjutnya Aira mendapatkan amanat sebentar untuk menanyakan soal produksi yang kedua kepada pimpinan, Aira akhirnya menuju ke ruangan Rio untuk menanyakan soal pimpinan proses selanjutnya. Tak di sangka Isabella juga ke dalam ruangan Rio, melihat Rio yang berbeda dengan Aira membuat dirinya semakin benci dan tidak suka terhadap Aira.


Isabella sangat murka dan menahan di depan Rio, dengan memberikan minuman kepada Rio. Aira yang belum tau siapa wanita itu sebenarnya, ternyata Isabella seorang anak orang kaya juga pacar dari Rio, mengetahui itu Aira mulai merasa takut dan teringat dengan kejadian tadi.


Aira berdiam diri saat bertemu Isabella dalam satu Ruangan bersama Rio, bahkan Isabella sangat menjaga sikap terhadap Rio dan sebaliknya setelah mengetahui segala sesuatu tentangnya.


" Aku harus membuatkan minuman buat Rio, pasti dirinya suka, " Ucap Isabella


" Aira taruh di sana, aku minta bantuan kamu tolong ini kamu bawa ke ruang Tuan Muda, kamu bilang bagaimana untuk proses tahap produksi di buat sekarang atau besok, " Ucap pimpinan kemasan


Aira menuju ke ruangan Rio yang saat itu Isabella sudah selesai membuatkan minuman dan segera mengantar ke ruangnya.


Rio yang sedang tidak konsen datangnya Isabella dikehidupannya lagi, mengingat dirinya meninggalkan dirinya seenaknya dan kembali dengan seenaknya yang membuat Rio merasa sakit hati, walaupun rasa cintanya terhadap Isabella masih ada serta kenangan yang indah yang masih di kenang oleh Rio.


Rio sambil memegang kepalanya memikirkan hal itu, Tiba-tiba Aira masuk membuat Rio semakin melupakan dan merasa senang ada wanitanya mulai mengisi hati Rio saat ini.


Tok... Tok... Tok...


" Permisi," Ucap Aira


" Iya silahkan masuk," Jawab Rio


" Iya, " Ucap Aira


" Ada apa Aira, silahkan duduk, " Jawab Rio

__ADS_1


" Begini Bapak tadi saya di utus oleh pimpinan kemasan untuk mengantarkan ini serta apakah proses produksi selanjutnya di buat saat ini atau besok, situ saja, " Jawab Aira


" Oke nanti saya akan chek dulu, saya langsung sampai kepada pimpinannya," Ucap Rio


Isabella yang sedang berjalan menuju ke ruangan sambil membawa minuman hangatnya, memasuki ruangan Rio.


" Sayang aku bawakan minuman buat kamu, " Ucap Isabella sontak berhenti sejenak sambil memantap Aira


" Wanita ini kenapa ada di sini," Batin Isabella


" Ternyata Mbak ini pacar mas Rio, aduh, " Batin Aira


" Oh iya sayang minum aku sudah buatkan minuman kesukaan kamu," Ucap Isabella


Rio yang memalingkan mukanya bahkan dirinya sangat tidak suka bahwa diganggu.


" Oh iya Aira bagaimana sudah apa masih ada yang dun tanyakan, " Ucap Rio dengan manis kepadanya


" Kenapa Rio begitu manis jawaban kepada wanita kampung itu, ketimbang akun pacarnya, wanita ini mulai mau ambil kekasih ku, " Batin Isabella


" Sayang ayo diminum, " Ucap Isabella sambil memaksanya


" Tidak Tuan kalau begitu Saya izin berkerja lagi, Terima kasih, mari Ibu," Sahut Aira sambil keluar ruangan


Tak disangka Minuman yang di Sodorkan terus menerus tumpah di jas Rio membuat Rio marah dan menyuruh Isabella keluar dari dalam ruangannya.


" Ayo sayang diminum," Ucap Isabella


Tumpah


" Ah... ", teriak Isabella sambil kaget


Rio yang membuka mulut sambil kaget air panas membuatnya marah


" Sudah jangan paksa aku, aku tidak mau kamu paksa, aku sudah bilang kita ketemu setelah jam kerja jika mau menunggu di lobi, sudah tak perlu, sekarang keluar dari ruangan saya atau aku akan pergi dari sini, " Jawab Rio dengan marah


" Maaf sayang, saya tidak tau kalau begitu aku pamit, " Ucap Isabella

__ADS_1


Rio yang tidak membalasnya.


Isabella berjalan keluar dari ruangan dengan sikap yang sinis juga karena dirinya diperlakukan seperti itu oleh Rio.


__ADS_2