
Mama Yasmin menunggu di ruang makan, tak lama Rio dan Ayah Hadi menuju ke ruang makan, mereka keliatan fresh dan bersih bahkan menawan sekali.
Ayah menuju ke ruang makan terlebih dahulu. Disusul dengan Rio.
" Ayah ini minum buat Ayah dan cemilannya bisa di coba, Ayah bagaimana acara kemarin di sana, " Tanya Mama Yasmin
" Ya lancar Ma, berjalan dengan baik bahkan seru sekali disana, jurang senggani sangat beda," Jawab Ayah Hadi
" Oh iya Yah, " Ucap Mama Yasmin
" Sayang sini ayo minum yang hangat dulu nanti baru tidur malam," Ucap Mama Yasmin
" Iya mas, aku minum ya Ma, " Jawab Rio
" Iya minum aja," Ucap Mama Yasmin
" Ya sudah Ma, Rio langsung ke kamar saja rasanya capek banget tubuh gak kuat lagi nahan ngantuk, Terima kasih ya Ma atas minuman hangatnya,aku kekamar dulu, dah Mama, mari Yah, " Ucap Rio
" Ya sudah kalau begitu istirahat yang cukup dan semoga tidur nyenyak selamat malam sayang," Jawab Mama Yasmin
" Kalau gitu seperti ayah juga capek kita langsung kekamar saja, ayo Ayah, sudha larut malam nanti keburu pagi," Ucap Mama Yasmin
" Iya Ma, mari," Jawab Ayah Hadi
Mereka berbondong-bondong menuju kamar untuk menikmati tidur malamnya, suasana yang begitu larut dan sunyi, malam yang penuh dengan keheningan.
Malam yang begitu Hening dengan terang suasana langit yang berawan, cahaya lampun menjadi penerangan. Suara hewan malam berbunyi.
Mereka terlelap dengan buahan rasa capek dalam tubuhnya, bahkan menanti mimpi dapat menghampiri dalam tidur malamnya.
Malam yang panjang pun terlewati, waktu pagi telah tiba. Pagi menghampiri matahari mulai terbit cahayanya menyinari kaca jendela kamarnya, mereka yang masih terlelap dalam ranjang tidurnya.
Aira yang terbangun dari tidurnya, melakukan aktifitas sehari-hari dirinya membantu Ibu yang sedang menyiapkan sarapan serta bersiap untuk kegiatan ke pasar, melihat sikap Ibu yang semakin berubah semenjak Abah mengalami sakit, membuat Ibunya bersedih dan seperti hilang arah, Aira melihat Ibu tidak tahan dan merasa kasihan, sehingga dirinya harus melakukan cara untuk membantu dan membuat Ibu kembali seperti dahulu yang ceria, semangat dan tak bersedih setiap hari.
Aira sejenak binggung mau melakukan apa untuk selanjutnya, dirinya merasa tertekan dan mau jalan kemana, tak disangka sontak dirinya mengingat sesuatu.
" Ibu Aira tau Ibu sangat cemas dan binggung dengan Apa yang terjadi saat ini, tapi Ibu harus kuat yakin bisa, Aira akanMembantu Ibu, percaya," Ucap Aira
" Iya sayang, tapi mengapa harus seperti ini, Ibu hanya berharap segera bisa mendapatkan yang kita mau, Abah cepat sembuh dan bisa menjalani operasi," Jawab Ibu
__ADS_1
" Pasti secepatnya Abah akan sembuh," Ucap Aira
" Semoga, ya sudah Ibu mau memberikan sarapan kepada Abah, kamu tolong dibantu Ibu sebentar ya," Jawab Ibu
" Iya Ibu, ngurus Abah dulu, soal sini serahkan kepada Aira," Ucap Aira
Ibu menuju kamar sang Abah serta membawa sepiring sarapan dan minum untuk Abah. Aira yang mengerjakan aktifitas Ibu dan sambil mengingat dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalahnya.
" Aku harus mencari solusi untuk membantu Ibu kalau cuma jualan kerupuk pasti akan butuh waktu lama, tapi harus kemana," Ucap Aira
" Dimana ya, oh iya aku ingat, Mas Rio pernah bilang jika kamu ingin mencari uang banyak bisa kamu coba cari pekerjaan di kota pasti kamu bisa mencukupi kehidupan kamu, apalagi kamu punya skill yang kamu miliki, iya aku harus coba ke kota," Ucap Aira
" Ya sudah kalau begitu aku akan izin ke Ibu untuk pergi ke kota, untuk mencari tambah biasa si sana, mencari kerja yang dapat membantu pengobatan sang Abah," Ucap Aira
" Akhirnya aku dapat menemukan solusi, ya sudah aku akan coba," Ucap Aira
Aira menemukan solusi dan teringat untuk mengadu nasib ke kota, sehingga niat Aira untuk kota sudah bulat dan tinggal meminta izin ke Ibu.
" Aduh sudah pagi masih pada tidur, Ayah bangun sudah pagi... " Ucap Mama Yasmin
" Hem Mama, aku udah bangun tapi masih malas untuk bangun, " Jawab Ayah Hadi
" Sudah Ayah sekarang mandi sarapan pagi dan kita santai di atas, Mama mau mendengar cerita Ayah saat di jurang senggani," Ucap Mama
" Ya sana akun tinggal sebentar," Ucap Mama Yasmin
Mama Yasmin menuju ke kamar Rio untuk membangunkan dirinya.
" Sayang... Sayang..., kok tidak di jawab, lah pintunya juga tidak dikunci," Ucap Mama Yasmin
Mama Yasmin langsung memasukin kamar Rio.
" Ya ampun sayang masih tidur, sayang... Ayo bangun sudah pagi, Rio..., " Ucap Mama sambil memengangnya
Tak disangka tubuhnya sedikit hangat dan demam sehingga Mama Yasmin binggung sab segera mengambil kompres dan memberikan obat penurun panas.
" Rio... Badan mu demam, bagaimana keadaanya tidak apa," Ucap Mama
" Iya Ma, hanya demam, dan untuk yang lain tidak ada, tak tau barusan tadi aku merasakan tidak enak badan," Jawab Rio
__ADS_1
" Ya sudah sebentar Mama mau ambilkan air untuk mengopres dan Mama ambilkan obat penurun panas, sebentar," Jawab Mama Yasmin
" Doro siapa yang sakit, " Sahut Simbok Iyem
" Ini Mbok Rio, badannya demam barusan," Jawab Mama Yasmin
" Ini untuk obat penurun panasnya, minuman air putih dan kain kompresnya Doro, biar simbok bantu bawa makanan dan minumannya," Ucap Simbok Iyem
" Ya sudah mbok mari, terima kasih sudah mau membantu membawakannya mbok, " Ucap Mama Yasmin
" Sama-sama Doro," Sahut Simbok Iyem
Ayah Hadi selesai mandi dan rapi, menunggu Mama lama akhirnya dirinya mencari Mama Yasmin.
" Mama dimana ini lama sekali, ya sudah lah aku mau cari lah," Ucap Ayah Hadi
" Siapa yang sakit, " Sahut Eyang
" Rio demam Ma, ini masih saya mau tanganin," Jawab Mama Yasmin
Mereka buru-buru masuk kamar Rio.
" Rio demam, ini aku harus melihatnya, " Ucap Eyang
" Ma, tau Yasmin," Tanya Ayah Hadi
" Cari istrimu, dia lagi nangani Rio katanya demam, ini akun juga mau kesana mau lihat Rio," Jawab Eyang
" Beneran Ma, " Sahut Ayah Hadi
" Makanya ayo lihat sendiri," Ucap Eyang
Sesampai di kamar Rio, Mama Yasmin segera memeras Air ke kain dan ditarun di atas kening Rio.
Ibu Aira sudah selesai menyuapin Abah dan kembali ke dapur dan saat itu kesempatan Aira untuk berbicara kepada Sang Ibu soal niatnya itu.
" Ibu Aira mau bilang sesuatu kepada Ibu, " Ucap Aira
" Bilang apa sayang bilang saja,"jawab Ibu
__ADS_1
" Aira mau pergi ke kota mau mencari pekerjaan biar untuk pengobatan Abah, juga membantu kehidupan sehari-hari kita, selain itu Ibu bisa jualan kerupuk dan Aira dari kerja di kota bahkan Aira juga akan menjual kerupuk sekali kerja, bagaimana Ibu," Ucap Aira
" Sayang aku tidak kan menolak tetapi Ibu sangat kasih terhadap nmu sekarang kamu sudah menjadi tulang punggung keluarga, Ibu sebentar tidak boleh kamu pergi tapi ini jalan satu satunya jadi Ibu mengizinkan mu untuk kekota, Ibu akan bantu dari uang di sini dengan berjualan seadanya," Jawab Ibu