
Aldi saat itu hanya merasa cemburu yang datang di benaknya, mungkin perasaan suka Aldi ke Aira sudah merasa berat dan tidak suka jika ada seseorang yang menyukai Aira. Aldi sontak marah sejenak untuk melampiaskan rasa cemburu yang terbesit di pikirannya itu.
" Siapa lelaki itu beraninya mencuri hati, wanita yang aku sukai," Ucap lirik Aldi
" Aku harus mencari tau tentang Lelaki itu dan apa hubungannya dengan Aira," Ucap Aldi
" Kenapa yang terjadi padaku, aku merasa cemburu jika ada seseorang orang yang merayu dan dekat dengan Aira, mungkin aku sudah jatuh cinta padanya sehingga rasa ini tidak bisa untuk kelain hati," Ucap Aldi
" Kamu harus berusaha, dan yakin belum tentu Aira suka dengan dirinya, kamu harus menjadi lelaki yang bisa memperjuangkan cintamu, maka dari itu kamu harus mencari tau dulu, jangan main gegabah," Ucap Aldi dengan kembaran di cermin kamar mandi
Aldi sontak untuk menguatkan dirinya dan menuju kembali ke ruang makan, sembari menunggu waktu berangkat ke pasar, Aldi berharap Aira segera mengajak untuk berangkat agar dirinya tidak melihat muka lelaki itu yang membuat dirinya terus cemburu bila dekat dengan Aira
" Mas sudah dari kamar mandinya," Sahut Aira
" Sudah neng, " Jawab Aldi
" Oh iya Aira lain kalain di jurang senggani ada acara kamu bisa datang karena disana ada pesta dari luar kota, jadi dari ibu kota yang sewa tempat untuk acara kamu bisa datang menikmati dan melihat keseruan disana," Ucap Arief
" Wau bagus itu semakin banyak yang kenal dengan Jurang senggani, itu acaranya kapan kalau Aira bisa tau, mungkin Aira saat gak sibuk bisa kesana kan dekat juga dari rumah Aira," Jawab Aira
" Mungkin kurang seminggu ini, bisa lho kamu ajak teman atau yang lainnya, kan kita juga jarang bertemu," Ucap Arief
" Dasar lelaki genit dan mau bersaing dengan aku," Batin Aldi tak enak memandangnya
" Iya Terima kasih atas informasinya," Ucap Aira
" Buk, ini sudah hampir jam 6 Aira jadi ke pasar atau tidak, jika iya segera di kasih tau jangan buang-buang waktu nanti sampai sana kesiangan, hari ini Abah rasa berangkatnya kesiangan walaupun jam 6, buruan di kasih tau," Tanya Abah
" Oh iya Abah, aku sampai lupa," Jawab Ibu
Ibu akhirnya menghampiri Aira dan menberi tahu kan bahwa segera berangkat ke pasar.
" Aira ini waktunya berangkat ke pasar karena sudah mengambil wakti sedikit untuk tadi, maka jika sudah selesai bisa bersiap karena pasti pelanggan menunggu," Ucap Ibu
__ADS_1
" Ya Alloh, iya lupa Buk, ini sudah mau jam 6, kalau begitu kita berangkat, aku sudah bersiap, " Jawab Aira
" Tidak apa sebelum telat, bersiap diri," Jawab Ibu
" Alhamdulillah ini yang aku tunggu, biar jauh dari kamu, " Batin Aldi
" Sudah siap ya mas," Sahut Aira
" Sudah neng, ini hanya menunggu neng aja," Jawab Aldi
" Maaf ya nak Aira mau berangkat ke pasar jadi, waktunya sedikit terganggu," Sahut Ibu
" Tidak apa bu, saya saja yang kesini kurang tepat, lain kali jika ada waktu yang tepat saya akan berkunjung lagi," Jawab Arief
" Maaf ya mas, kita tidak bisa ngobrol panjang lebar karena Aira mau ke pasar dulu," Jawab Aira
" Tidak apa-apa kalau begiti aku pamit mau ke jurang senggani, Hati-hati dijalan," Jawab Arief sambil berjalan meninggalkan rumah Aira
" Ibu Aira berangkat dahulu, sampai jumpa lagi nanti," Ucap Aira
" Iya sayang, Hati-hati dijalan dan jangan lupa berdo'a," Jawab Ibu
" Iya Bu," Jawab Aira
" Sudah siap neng, tidak ada barang yang ketinggalan, jika sudah kita siap berangkat," Ucap Aldi
" Sudah mas, siap tidak ada yang yang ketinggalan, kalau begitu siap melaju ke pasar, " Jawab Aira dengan senyuman manis
Aldi melihat Aira senyum dan bahagia merasa cinta kepada lebih dari itu, mengebu-gebu untuk menjadi pendamping hidupnya, Aldi melihat kencantikan yang natural dari jiwa Aira yang tidak neko-neko.
Truk melakukan dengan kencang agar cepat sampai ke pasar, hari itu Juga dagangan dan titipan semakin banyak dan lebih dari sebelumnya, Aldi bergegas untuk segera sampai di pasar dengan cepat dan tepat waktu.
Aira yang menikmati suasana disekitar dan melihat para petani dan orang yang beraktivitas di pinggir jalan membuat dirinya terasa senang semua memiliki jiwa untuk berkerja dan beraktivitas keseharian yang sangat positif untuk kehidupannya
__ADS_1
Tak lama kemudian Aira dan rombongan truknya sudah sampai ke Pasar, setiap orang yang titip berbondong-bondong untuk mengambil titipan dan Aira membawa dagangannya ke kosnya bahkan sebelum di sampai dikos sudah ada yang membeli secara langsung di jalan, Aira sangat senang dengan rezeki hari itu juga bahkan Aira memberikan sedikit tambahan untuk pembeli saat itu.
" Ibu Terima kasih ya, semoga menjadi pelanggan terbaru untuk Aira, oh iya ini aku kasih sedikit tambahan, sebagai pelaris," Ucap Aira
" Terima kasih ya sayang cantik, " Jawab ibu
" Sama- sama, " Jawab Aira
" Ya sudah Ibu buru-buru jadi semoga lain kali atau lusa bisa ketemu lagi jika tuhan berkehendak," Ucap Ibu
" Iya bu, Hati-hati, " Jawab Aira dengan senyum dan nyaman dengan Ibu tadi
Aira melanjutkan perjalanan ke kios, tak lama Aldi tersadar setelah menurunkan dan melayani titipan ia langsung berlari untuk mengejar Aira yang membawa barang dagangan sendiri.
" Aduh Neng Aira pasti keberatan membawa barangnya, aku segara menyusulnya," Ucap Aldi dengan lari
" Arya kamu urus yang belum, tinggal sedikit aku mau membantu Aira dulu," Ucap Aldi dengan berlari
" Siap sobat, " Sahut Arya
" Neng Aira, sini aku bawakan," Ucap Aldi
" Sudah mas, mas tadi lari kesini ya, aduh kasihan tidak usah repot kan mas juga sibuk dengan kerjaannya, Aira sudah bisa sendiri lho," Jawab Aira
" Tidak apa, kerjaan Mas sudah selesai, dan ini keburu membantu Neng Aira, sini aku bawakan, sudah diam aja, ayo jalan," Ucap Aldi
" Mas Aldi Terima kasih banyak ya sudah membantu Aira, " Jawab Aira
" Sama-sama, semua saling menolong, " Ucap Aldi
Mereka berdua berjalan menuju kios Aira, suara ramai pasar yang sangat meriah, bahkan saat itu menjadi hari pasaran ramainya jual beli di pasar tersebut, sehingga berisik yang sangat amat sekali.
sesampai di kosnya Aira menata dan menaruh barang dagangan seperti biasa, membersihkan, menggantungkan, dan menaruh di rak di sekitar kios, ada yang di berikanlah wadah ada yang di taruh meja dan ada yang di taruh atas berubah wadah besek yang terbuat dari bambu.
__ADS_1