
Barang-barang yang ada di tempat wadah yang mahal menjadi incaran Isabella. Isabella dari kejauhan sudah mengincar barang yang akan diambil dan dibeli, raut mukanya pun sangat senang bahkan giras didalam situasi saat itu.
Rio yang melihat sikap Isabella menjadi infil serta malu bahwa sikapnya makin jadi dan makin rakus dalam berfoya-foya.
Rio sontak untuk meninggalkan Isabella untuk menuju ke kantor untuk mengerjakan dokumen yang sudah di lupakan secara lama itu, serta dirinya merasa kangen ingin bertemu Aira dan mengajak Aira keluar malam oleh Rio.
Aira yang tidak tau soal itu, membuat perasaannya merasa senang dan serta memiliki kesempatan yang sangat jarang, seorang ceo yang mengajar karyawan rendahnya untuk berjalan-jalan.
Isabella pun berlari untuk segera melihat barang yang ia inginkan bahkan dirinya sudah memikirkan berapa barang barang yang harus di ambil dan di beli.
Isabella mengandalkan uang dari Rio, mulai dari situ Rio siap untuk meninggalkan Isabella agar belajar untuk menghemat uang, sehingga Isabella dibuat malu dan hanya bisa membeli satu barang yang limiti uang yang di berikan oleh rio yang sebenarnya dapat barang tetapi hanya satu barang yang di ambil.
Isabella saat itu juga binggung hanya membawa barang satu saja, dan Rio sudah berbicara dengan kasir bahwa jika dengan wanita itu sudah dibayar tetapi dengan jumlah tertentu hanya 20 juta yang di berikan kepada Kasir supermarket.
Rio meninggalkan Isabella masih saja memiliki tanggung jawab agar dirinya tidak merasa salah terhadap amanah Eyang sehingga dirinya masih menaruh uang untuk Isabella.
Rio bersiap untuk kembali ke kantor dengan cepat tanpa lama, mengejar waktu dan tugas yang sudah lama ia tinggalkan saat itu.
Tugas Rio saat itu sangat diinginkan butuhkan karena para karyawan menunggu keputusan darinya sehingga sesampai di kantor mereka sangat bahagia dengan mereka dirinya bisa mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya.
Bersyukurnya datang tepat waktu sehingga kantor mampu untuk melakukan yang terbaik.
" Aku harus mengambil banyak barang yang mahal di sini, mumpung ini kesempatan diriku," Batin Isabella
" Seperti Isabella mulai ingin mengambil barang yang begitu mahal, kalau begitu aku harus segera kembali ke kantor masih banyak kerjaa yang di kerjaan," Batin Rio sambil menuju ke kasir
" Permisi, Tuan ada yang saya bantu," Tanya kasir
" Ada tolong ambil uang 20 juta ini untuk mbaknya yang itu, dia hanya aku berita uang segini jika barang melebihi uang ini maka jangan boleh untuk dibawa, saya tinggal dulu," Jawab Rio
" Baik Tuan, mari," Ucap Kasir
Rio meninggalkan kasir dan langsung menuju keluar supermarket. Manuel melihat Rio berjalan sendiri nampak mempersiapkan Mobil untuk menuju ke arahnya. Mobil berjalan menuju Rio dan berhenti di depan Rio, Rio tak lama memasuki mobil dan mobil melaju jalan untuk menuju ke kantor.
" Tuan maaf jika Manuel lancang, bagaimana dengan nyonya Isabella, " Tanya Manuel
" Sudahlah biar dia mikir sendiri agar tidak manja, jika di temani dan ditunggu pasti makin jadi," Jawab Rio
__ADS_1
" Jika nanti diaduhkan oleh Eyang, bagaimana Tuan," Ucap Manuel
" Biarlah kalau dia mengadu biarlah, aku sudah bisa jawab dan sudahlah kita tak perlu bahasa isabella buang-buang waktu saja, sekarang kita menuju ke kantor," Jawab Rio
" Baik Tuan, kalau begitu saya akan segera menuju kantor yang Tuan inginkan," Ucap Manuel
Mareka meneruskan perjalanan ke kantor.
Eyang yang di rumah merasa bahagia jika perasaan Rio masih ada rasa terhadap Isabella, Eyang tidak sabar Rio segera menikah dengan seseorang pilihan Eyang yang sederajat dengan dirinya.
" Bagaimana dengan mereka ya, apakah mereka bahagia semoga dengan ini mereka masih menaruh hati, " Ucap Eyang
Eyang mengira Rio masih menaruh hati kepada Isabella yang lama meninggalkan dirinya, yang sampai Rio menjadi hilang arah.
Isabella selesai memilih barang yang telah dia inginkan, keranjang penuh dengan barang yang begitu menumpuk menjulang tinggi.
" Kemana Mas Rio," Ucap Isabella sambil melihat kesana kesini
" Mbak permisi, tau laki-laki tadi disini apa tidak mbak," Tanya Isabella
" Maaf Mbak, tadi mereka pergin dan hanya meninggalkan sesuatu untuk mbak, " Jawab kasir
" Ya sudah mbak ini berbagai saya, dihitung mungkin tadi titipan laki-laki untuk membayar pesanan saya," Ucap Isabella
" Baik Mbak sebentar saya hitung dulu," Jawab Kasir
Kasir sedang menghitung barang-barang yang sudah Isabella ambil.
" Mbak semua sudah hitung, bahwa tagihan yang harus mbak bayar sejumlah 100 juta, " Ucap Kasir
" Ya gpp bayar aja," Jawab Isabella
" Tapi maaf tagihan Mbak 100 juta untuk titipan dari Tuan hanya sekitar 20 juta, jadi untuk mengambil barang semuanya kurang, " Ucap kasir
" Apa hanya 20 juta aduh, " Jawab Isabella
" Mas Rio bikin gemes aja sih, kalau begini buat aku malu saja, jika aku mengambil uang ku pasti akan habis," Batin Isabella sambil kesal
__ADS_1
" Ya sudah saya ambil barang yang limitnya samakan dari Titipan Tuan, sekarang, " Jawab Isabella
" Baik Mbak, barang yang boleh di ambil hanya dua dengan harga rincian 10 juta Mbak mau ambil yang mana saja," Ucap kasir
" Ah aku cuma bisa ambil dia barang saja, semua bagus, ya udah aku memilih ini dan itu ajalah," Batin Isabella
" Ya itu dan ini, sudah cepat," Jawab Isabella sambil kesal dan marah
" Ini mbak barang dan ini bukti pembayarannya, selamat kembali dan menikmati," Ucap Kasir
Isabella dengan kesal langsung berjalan tanpa membalas sama sekali kepada kasir, dan Kasir melihat dengan kaget dan melongo dengan sikap sombong dan angkuhnya wanita itu. Isabella keluar dari supermarket dengan marah sampai suara sepatu terasa keras terbawa emosi atas ulah Rio.
Rio sampai di kantor tak disangka, Rio melihat Aira yang sangat giat dalam berkerja membuat dirinya bahagia dan senang memandangnya.
Senyum sendiri terlihat dari senyum Rio, yang tidak dapat di bohongi. Aira yang begitu natural dan baik memancarkan kesenangan tersendiri di benak Rio.
Sontak Rio menghampirinya serta untuk menawarkannya sesuatu untuk dirinya. Melain Aira menolaknya, tetapi Rio tetapi kekeh untuk mengajaknya, mungkin Aira tetap menolak atau menerimanya.
Aira yang tidak sadar bahwa dirinya di perhatian oleh Rio dari kejahuan. Aira tetap fokus dan sangat baik kerjasama dengan karyawan yang lainnya..
Dengan itu Rio inisiatif untuk memberikan sesuatu hadiah untuk Aira agar kerja yang yang bagus walaupun masih waktu yang singkat itu.
" Aira... Aira kamu sangat aktif dan berkerja keras, aku bangga melihatmu, aku sangat salut kepadamu," Ucap lirik Rio
" Aku harus kesana mungkin aku bisa mengajak dirinya keluar makan bareng," Ucap Rio sambil mendatanginya
" Permisi maaf menganggu waktunya," Ucap Rio
" Oh tidak Tuan, maaf bisa Aira bantu Tuan," Jawab Aira
" Tidak ada tapi nanti setelah selesai pekerjaan ini kamu keruangan saya, ada yang saya ingin tanya kepada kamu," Jawab Rio
" Baik Tuan, setelah pekerjaan ini beres Aira akan segera ke ruangan Tuan, " Ucap Aira
" Ya sudah selesai dulu, nanti aku tunggu di ruangan saya, " Jawab Rio
" Baik Tuan," Ucap Aira
__ADS_1
Aira merasa binggung kenapa Tuan menyuruh dirinya untuk menghadap Tuan ke ruangannya, Aira hanya berpikir positif thinking saja, suatu hal yang baik saja.