
Setelah mereka sampai di jurang senggani, mereka sejenak untuk istirahat sejenak karena medan untuk menuju ke Jurang senggani begitu menguras tenaga ekstra.
Bus yang tidak bisa masuk karena jalan yang kecil hanya bisa sampai di pos kedua. Mereka mau tidak mau harus berjalan untuk menuju ke jurang senggani.
" Pak ini kita berhenti disini, karena jalan untuk kesana sangat kecil," Ucap pengemudi
" Ya sudah tidak apa kalau begitu," Jawab ketua pelaksana
" Bapak ini ada komplen dan pemberian bahwa kita turun disini dan kita harus jalan kaki untuk menuju ke sana, bagaimana," Tanya Ketua pelaksana
" Tidak apa kalua begitu, kamu segera umumkan kepada yang lainya biar segera bersiap," Jawab Bos
" Laksanakan," Jawab Ketua pelaksana
Akhirnya Ketua pelaksana memberikan instruksi bahwa untuk segera turun dan menyiapkan dan membawa barangnya untuk jalan menuju ke jurang senggani.
Tak lama kemudian mereka turun dan menurunkan barang bawaannya serta mulai membawa barang masing-masing.
Mareka mulai berjalan dan mulai berjalan untuk menyusuri jalan menuju ke atas jurang senggani. Jalan yang begitu liku, naik dan turun bahkan sangat berliku untuk sampai disana, mereka merasakan lelahnya dan usahanya untuk menuju kesana.
" Ayah ternyata jalannya sangat menantang, juga membuat tenaga terkuras habis, aku capek," Ucap Rio
" Apalagi Ayah, juga sangat capek sekali, tenaga Ayah mulai kurang kelihatannya, " Jawab Ayah Hadi
" Tetap semangat yah, kita harus bisa sampai kesana, dan kita harus memberikan contoh yang baik untuk yang lainnya, walaupun kita tidak kuat kenyataan, semangat Ayah, sini aku pegang tangan Ayah," Ucap Rio
" Ayo siap, semangat mari kita lanjut," Jawab Ayah
__ADS_1
Akhirnya mereka bersama menikmati jalan yang sangat menanjak turun dan berliku, bahkan meraka sangat senang dan terus melanjutkan perjalanan untuk menuju ke jurang senggani.
Tak lama kemudian akhirnya mereka melihat bahwa gerbang nama jurang senggani sudah keliatan oleh mata dari kejauhan, mereka sangat senang melihatnya tanpa mengurangi rasa capeknya ia langsung mengejar agar segera sampai di sana serta dapat beristirahat sejenak di sana.
" Ayah lihat itu sudah kelihatan oleh mata, sebentar lagi kita sampai disana, jadi semangat kita tinggal satu langkah lagi," Ucap Rio
" Iya Rio, alhamdulillah kita sebentar lagi sampai disana," Jawab Ayah Hadi
" Ayah mau minum dulu, " Sahut Rio
" Tidak usah sekali sampai disana saja biar capek sekalian, jika kita berhenti dan berhenti malah terasa capek, " Jawab Ayah Hadi
" Ya sudah kalau begitu,kita lanjutkan berjalan tinggal sedikit lagi, " Jawab Rio
Akhirnya mereka berjala untuk sampai di pos pintu masuk jurang senggani, dan tak lama akhirnya mereka melewati gerbang jurang senggani dan bisa masuk ke pos untuk meminta dan registrasi kedatangan.
" Selamat datang di jurang senggani bapak, maaf untuk saat ini kendaran untuk menuju kesini belum ada jadi harian jalan kaki, maaf atas kekuarangan fasilitasnya, dan selamat datang di jurang senggani, untuk tempat sudah di siapkan di atas nomer 3, untuk perlengkapan sudah siap yang di minta sesuai dengan pesanan bapak," Ucap Arief
" Sama-sama kalau begitu saya dan lainnya sebentar dulu mau melemaskan dan mengembalikan tenaga untuk beraktivitas," Ucap Ketua pelaksana
" Silahkan bapak, " Ucap Arief
Arief sudah memberitahu semua tempat dan fasilitasnya tinggal semua diberikan sepenuhnya untuk yang memiliki acara dengan baik.
Akhirnya mereka menghabiskan untuk istirahat sejenak, mengisi dengan makanan ringan bahkan melegakan dahaga dengan meminum air agar kembali fresh dan kuat dan penuh tenaga.
" Ayah kalau sudah agak lumayan ayo segera ke atas biar segera menyiapkan segalanya kita bisa menyiapkan dan membangun tenda dan setelah itu kita mulai pembukaan setelah itu kita bisa mengunakan untuk istirahat," Tanya Rio
__ADS_1
" Aku sudah ya sudah kita segera memberikan aba kepada Ketua pelaksana," Jawab Ayah Hadi
" Manuel, kesini," Sahut Ayah Hadi
" Siap Tuan, apa ada yang di lakukan, " Jawab Manuel
" Tolong kasih informasi kepada Ketua pelaksana agar segera untuk memulai dan menuju ke atas," Ucap Ayah Hadi
" Baik saya sampaikan, permisi Tuan," Jawab Manuel
" Siang Bapak saya dapat perintah untuk segera memberikan instruksi untuk keatas dan menyiapkan tenda masing-masing, setelah itu untuk segera bersiap. Untuk pembukaan, " Ucap Manuel
" Terima kasih atas informasinya, saya akan segera memberikan instruksi," Jawab Ketua pelaksana
Akhirnya Ketua pelaksana memberikan instruksi untuk segera melakukan tugasnya, serta semua telah bersila dan berjalan untuk keatas sesampai di atas mereka siap untuk mengeluarkan peralatan tenda dan mendirikan masing-masing.
Mereka saling memasang tenda sesuai dengan batas yang sudah diatur oleh pihak senggani agar terlihat nampak rapi dan seperti rumah di kota.
Tenda masing sudah siap dan berdiri dengan baik. Melainkan Rio dan Ayah Hadi sedang membuat tenda, Manuel pun juga mendirikan tenda. Sekilas melihat suasana disana begituu sangat indah dan bagus membuat Rio terasa nyaman dan suka. Setelah mereka selesai, Rio dan Ayah dan pihak atasan bersama untuk membuka, semua berganti dan berpenampilan layaknya kantor walupun kotor hanya di tambah jas agar kelihatan resmi, dari pihak jurang senggani sudah menyiapkan secara peralatan tinggal hanya dari pihak Perusahaan untuk mengisi seperti apa. Tak lama semua saling berkumpul dan berdiri seperti bak upacara, berbaris seperti semut yang rapi, membuka acara dengan kidmat dan lancar.
Ayah Hadi menyampaikan panjang lebar dan atasan yang lainnya untuk kelancaran agenda perusahaan serta itu mereka bisa bersih diri dan bebas untuk istirahat sampai waktu untuk mulai rapat malam.
Tak lama pembukaan ditutup dan dilanjutkan dengan jadwal selanjutnya bebas untuk menyiapakan apa yang kurang untuk bermalam pertama di jurang senggani, entah untuk memperbaikinya tendanya, membersihkan dalam tenda dan membentuk tendanya dengan hiasan bahkan seleranya. Juga buat bersih diri entah makan atau berjalan sekilas untuk menikmatinya, bahkan juga bisa untuk beristirahat samoai sampai jadwal malam nanti ketika jadwal rapat malam tiba.
Rio merasa lapar akhirnya Manuel di suruh untuk membeli makanan untuk dirinya. Serta Manuel membeli minum untuk dirinya sendiri, Rio makan dengan lahap karena lapar perjalanan yang sangat menguras tenang itu.
Bahkan semua saling beristirahat di tenda masing-masing sambil menunggu waktu tibanya rapat bersama. Rio setelah makan dirinya merasa kenyang dan tak disangka dirinya merasa ngatuk berat akhirnya dirinya tertidur lelap. Ayah Hadi yang saat itu juga istirahat karena capek sekali dalam perjalanan untuk acara jurang senggani. Bahkan semua kelihatan seperti orang yang kekurangan tenaga tepar dengan jalan yang begitu menantang dan menguras tenaga.
__ADS_1