
Rio menatap mata Aira terasa beda dan tubuh Rio merasa gemetar tak karuan, Rio tidak menyangka akan terjadi seperti ini.
Aira yang sangat takut terjatuh ia selaya terdiam seketika karena apa yang terjatuh jika tidak di pegang oleh Rio.
Mungkin Aira ada rasa untuk Rio, apakah Aira tumbuhan rasa suka dan cinta terhadap Rio entah Aira hanya berdiam dan menatap mata Rio dengan lama
Melainkan Rio yang hati dan perasaannya semakin tumbuh dan semakin suka bahkan rasa cinta mulai menyelimuti perasaanya.
Dengan kenyamanan mereka sampai-sampai lupa bahwa dirinya masih dalam keadaan bermesraanbermesraan, Tiba-tiba mereka teringat soal itu.
" Maaf... Mas bukan maksud begitu, tadi tidak tau jika tangganya sedikit licin jadi Aira mau jatuh, pasti berat maaf sekali mas, saya melakukan kesalahan lagi terhadap Mas," Ucap Aira
" Aku juga minta maaf jika lancang langsung memelukmu, tidak apa aku juga takut jika kamu terjatuh jadi aku memberikan bantuan kepadamu, tidak berat kok santai aja, " Jawab Rio
" Mas ini bisa aja kalau bohong, ya sudah sebentar Mas, Mas keatas dulu aku mau ambil sesuatu, " Ucap Aira
" Ya sudah aku tunggu di atas sana ya, ada yang aku bicarakan kepadamu," Jawab Rio
" Iya Mas, " Ucap Aira
Aira pun turun entah mau mengambil sesuatu atau entah apa yang dilakukan Aira.
" Ah... Aku sangat senang sekali Mas Rio sangat baik sekali, ternyata mau copot ini jatung tanpa mas Rio, " Ucap Aira
" Oh iya ya sudah Mas keatas dahulu, aku akan segera nyusul," Ucap Aira
Ibu dengan baik bertanya kepada Aira, dan menyanyakan soal persoalannya dengan dirinya.
" Sayang, tumben orangnya tidak seperti biasanya, yang marah-marah garang dan sering buat keonaran," Tanya Ibu
" Tidak atau Aira soal itu Ibu, aku hanya mau buat minuman dan ambilkan makanan cemilan karena sebagai tamu harus di perlakuan seperti raja," Jawab Aira
" Bagaimana soal itu, apakah sudah beres, Ibu tidak mau kamu ada masalah dan tanggungan sama orang kaya itu, nanti bisa berabe," Ucap Ibu
" Sudah Ibu tidak usah ikut mikir itu, biar Aira yang akan menyelesaikan semuanya, aku tidak mau Ibu ikut menanggung ulah dariku, sudah cukup Ibu menanggung kehidupan ini, jadi Ibu percaya kepada Aira saja," Jawab Aira
" Iya sayang, ya sudah sana udah lama, pasti dirinya sudah lama menunggu," Ucap Ibu
" Iya Ibu, ya sudah Aira kesana dulu ya Ibu, " Jawab Aira
Aira menuju ke atas rumah bambu dengan membawa minuman dan cemilan untuk sungguhan tamu yang bertamu kepadanya.
" Maaf mas lama karena tadi baru membuatnya, silahkan di minum, " Ucap Aira
" Repot-repot saja kamu, aku kira ngapain ternyata nyiapin seperti ini, tidak apa tidak lama juga, " Jawab Rio
__ADS_1
Manuel tiba dan mencarinya, bahkan Manuel tidak tau kemana Rio pergi. Manuel menaruh dokumennya di ditenda Rio dan Manuel menuju ke tendanya untuk beristirahat.
Manuel saat itu terasa lelah sekali karena dirinya melakukan tugas kesana-kesini. Khurnya Manuel bisa istirahat sejenak sebelum aktifitas dimulai lagi.
Acara masih bebas dan jadwal belum dimulai, semua sedang menikmati jurang senggani bahkan mengabadikan dengan jurang senggani untuk kenang di jurang senggani.
" Dokumen ini sudah aku ambil, aku segera berikan ke Tuan Muda, pasti dirinya berada di tendanya, aku segera kesana Tuan Muda pasti menunggunya, " Ucap Manuel sambil berjalan menuju tendanya
Dengan jalan setapak dengan setapak Manuel menuju ke sana.
" Manuel berhenti, apakah itu dokumen buat Rio, " Sahut Ayah Hadi dari samping dengan temannya dan kawannya
" Iya Tuan besar, ini dokumen Tuan Muda, maaf apakah ada yang dibantu," Jawab Manuel dengan salam nunduk
" Oh tidak apa ya sudah tenyata sudah di minta dan dikasih tau jadi gampang dan cepat selesai, ya sudah langsung saja bawa ke tenda Rio, biar segera di kerjakan, kalau begitu saya tinggal dulu, " Ucap Ayah Hadi
" Iya Tuan mari," Jawab Manuel
" Tuan... Tuan... Tuan muda, " Ucap Manuel
" Lama sekali Tuan tidak membuka bahkan tidak menjawab panggilanku, aku coba buka saja," Ucap Manuel
Ketika Manuel membukanya Tenda tidak ada didalam sehingga Manuel menaruh dokumen disana dan langsung meninggalkan tenda menuju tendanya.
" Ternyata tidak ada Tuan Muda di tendanya, kalau begitu aku taruh disitu saja, aku mau ke tenda ku, " Ucap Manuel
" Kalau begitu aku istirahat saja mumpung ada waktunya, kalau seperti itu artinya Tuan tidak membutuhkannya saya teringat katanya," Ucap Manuel
" gunakan untuk diri selagi saya tidak memanggik dan mengajarnya, dengan itu Manuel teringat dengan perkataan Rio." Ucap Rio
" Oh iya ngomong-ngomong Mas mau bilang apa, sebenarnya saya sudah tidak mau berhubungan dengan mas tetapi saya masih ada tanggungan aku nerima untuk bertemu," Tanya Aira
" Tidak aku hanya kau bilang sesuatu kepadamu, tapi kamu harus Terima itu, aku tidak akan membawa ini ke jalur hukum tapi kamu harus memaaafkan aku," Jawab Rio
" Emang apa itu, dan aku tidak ada rasa dendam untuk mu, tapi emang aku sangat benci cara itu dan sikap mas yang seperti anak kecil, " Ucap Aira
Aira merasa binggung yang dikatakan oleh Rio, bahkan Aira penasaran Rio ingin mengatakan apa kepadanya.
Rio saat itu ingin mengatakan bahwa dirinya akan mengembalikan uang serta mencabut perjanjiannya, tapi Rio memiliki rencana untuk Aira agar dirinya bisa bertemu dan bisa saling kenal lebih jauh.
Aira saat itu tidak tau bahkan Aira sangat mengikuti permintaannya agar diri cepat terhindar dari dirinya.
" Kalau begitu apa mas, cepat katakan, " Ucap Aira
" Aku akan menunggu kekurangannya, karena sifat kamu ya seperti itu aku jadi berubah pikiran, awalnya aku mau mencabut semua tetapi kamu memberi uang dengan tanpa langsung kepadaku jadi aku tidak suka seperti itu, maka kamu bisa kasih kekurangan kamu ke aku dengan sebisa kamu, kamu harus kekota karena kamu sudah janji kesaya soal itu, jika kamu menjauh lihat aja," Jawab Rio
__ADS_1
" Oh begitu oke Mas, tak masalah emang ini sebuah jalan untuk aku bersemangat dan berusaha, aku memiliki pengalaman untuk bisa lebih berani dan berhati-hati lagi," Ucap Aira
" Deal, jadi kita setuju, " Jawab Rio
" Deal, karena ini sudah terjadi, maka basah kuyup ya harus basah sekalian, " Ucap Aira
" Emang anak ini sangat pendirian tetap dan tidak aneh-aneh, aku suka sekali, semoga dengan cara ini kamu bisa jadi miliku," Batin Rio
" Oke, siap aku suka semangat kamu, oh iya jika kamu butuh pekerjaan untuk meringankan kehidupan orang tua mu kamu bisa kerja dan cari kerja di kota, itu cuma saran aku saja," Jawab Rio
" Iya mas, Terima kasih atas sarannya, oh iya mas silahkan diminum dan nikmati lagi," Ucap Aira
Akhirnya mereka sudah mengatakan dan memiliki perjanjian yang baru, apakah yang terjadi untuk selanjutnya, mungkin Aira butuh uang dan dirinya mencari perkerjaan kekota.
" Ma, Ayah mau berangkat dahulu nanti jangan lupa kamu datang ke alamat tadi bilang untuk mengambil syarat pak Yusuf gitu ya, tolong Ayah nanti pulang agak siang," Ucap Ayah Yusuf
" Iya Ayah, kalau begitu ini tasnya, nanti Mama akan kesana dan berbicara soal yang Ayah katakan tadi, sekarang Ayah hati-hati semangat, " Jawab Mama Nadia
" Ya sudah Ayah berangkat, da..., " Ucap Ayah Yusuf sambil mencium kening Mama Nadia
" Iya da... Ayah, " Jawab Mama Nadia sambil mencium tangannya
Ayuna seraya itu memanggil Dewi dan langsung bercuci tangan menuju ke mobil dan capcus berangkat, pertama mengantarkan Mas Hamra ke Kantornya terlebih dahulu.
" Beb ayo buruan, " Teriak Ayuna
" Oh iya beb sudah datang, bentar mau cuci tangan dulu, bi tolong ambil katty aku mau berangkat kerja, " Jawab Dewi
" Iya Non, " Jawab bibi sambil datang mengambilnya
" Lho Hamra ya, aku masuk ya," Sahut Dewi
" Iya Mbak Dewi, sudah, " Jawab Hamra
" Sudah, " Balas Dewi
" Tumben Hamra bisa bareng dan ada yang serasi nie," Ucap Dewi
" Emang apa sih beb serasi gimana," Jawab Ayuna
" Lihat tu, bajunya dan penampilannya sama dan couple, " Ucap Dewi
" Lho kok iya sih aku tidak tau lgi tadi dan tidak memperhatikan," Jawab Ayuna
" Alhamdulillah semoga ikatan ini bisa baik dan menjadi jawaban bahwa kita sudah cocok, " Sahut Hamra
__ADS_1
" Asyik enak tu jawabannya, " Ucap Dewi
Tertawa bersama di dalam mobil.