Senggani

Senggani
BAB 36 TENGAH MALAM


__ADS_3

Bus mulai berjalan meninggalkan Lokasi jurang senggani, Jalan perlahan-lahan dan akhirnya jalan dengan cepat. Rio yang hanya menatap kaca Bus sambil membayangkan dirinya bertemu Aira ketika dirinya berangkat pulang. Dan harapan Rio untuk bisa berkunjung lagi ke jurang senggani.


Aira yang terdiam merenung dan merasa ada banyak masalah dan tanggung hidupnya. Bahkan dirinya sekarang merasa menjadi penanggung kehidupan orangtuanya. Aira sempat merasa tidak kuat bahwa harus menjadi tulang punggung keluarganya. Melihat kesedihan sangat Ibu Aira berniat untuk membantu dan mencari jalan keluar.


Abahnya yang berbaring sakit diranjang segera menerima penanganan yang serius agar segera sembuh dari sakitnya, Aira tidak tega melihat kondisi Abahnya yang tidak segera sembuh, jalan satu-satunya yang telah diberikan saran untuk segera mengoperasikan sang Abah.


Aira sangat terpukul kejadian saat itu, masalah dengan tuan muda yang masih belum selesai dan ditambah masalah soal Abahnya yang sangat perlu biaya yang cukup besar.


" Ternyata Aira tidak sejenak untuk menghampiri ku saat aku mau pulang ke kota, aku melihat dirinya seperti orang yang sedang banyak masalah, ah tak apa lah paling dia juga masih banyak kerjaan yang harus ia lakukan, harapan akun semoga bisa berkunjung ke jurang senggani lagi, semoga, salam dari Rio untuk Aira," Batin Rio sambil menatap kaca melihat sekitar jalan


" Sudahlah semoga kenangan baru ini menjadi pengalaman dan cerita ku untuk masa depan, aku sangat senang dan suka bertemu dengan seorang wanita yang sangat sederhana dan baik hati, bahkan dirinya bisa membuat diriku lebih baik lagi, semoga aku bisa berjuga lagi dengan Aira lagi," Batin Rio


Ibu Aira yang terus menangis memikirkan Abahnya dan kehidupan dirinya, Ibu Aira sangat terpukul mendengar semua ini bahkan dirinya sangat binggung harus bagaimana.


" Ibu sudahlah hapus air matamu, bahwa Abah akan segera sembuh dan aku yakin hidup kita akan bahagia," Ucap Aira menangis dan menghapus air mata Ibunya


" Bagaimana bisa sayang masalah kamu saja belum selesai, ditambah biaya buat Abah, uang dari mana untuk makan saja kita berusaha cari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan kita, dan saat ini kita harus butuh uang yang banyak buat pengobatan Abah," Jawab Ibu


" Aira tau, tapi kita harus pikir sejenak Ibu, Aira akan berjuang demi kehidupan kita," Ucap Aira


" Iya sayang, " Jawab Ibu


Manuel menatap Rio dengan perasaan bertanya karena melihatnya seperti gundah dan tak bersemangat. Membuat dirinya bertanya kepadanya.


" Kenapa yang terjadi kepada Tuan muda sepertinya gundah sekali dirinya, apa mungkin dirinya teringat dengan wanita itu," Batin Manuel


" Permisi Tuan apa ada yang saya bantu, seperti ada masalah Tuan," Tanya Manuel


" Tidak Terima kasih Manuel, aku hanya tidak enak badan saja, jadi tinggalkan aku sendiri, ketika aku membutuhkan mu akan memanggilmu," Jawab Rio

__ADS_1


" Oh iya Tuan muda kalau begitu saya akan kembali ke tempat saya, permisi," Ucap Manuel


" Iya silakan," Jawab Rio


Manuel kembali ke tempatnya merasa dirinya belum di butuhkan dirinya istirahat di atas Bus, memjamkan matanya karena capek dan butuh istirahat.


Rio yang tetap memikirkan apakah rencana dirinya akan berhasil atau tidak, hanya bisa memastikan dan hanya bisa berandai-andai. Semoga apa yang di inginkan Rio terjadi dengan baik sesuai dengan rencana baiknya.


" Sudah Ibu sekarang kita tidak boleh begini kita harus kuat dan harus berjalan menjalani hidup, sekarang kita harus beraktivitas jangan cuma gara-gara itu kita tidak bergerak, sekarang kita buat krupuk," Ucap Aira


" Iya sayang, mari " Jawab Ibu


Mereka bersemangat untuk menjalani hidup saat ini, terus mengumpulkan uang yang lebih dan berlipat ganda untuk saat ini.


Perjalanan Rio mulai malam di pertengahan jalan, rombongannya pun berhenti untuk makan malam di sebuah rumah makan berkelas khusus bos, Rio saat itu senang sedih meliput perasaannya, disisi lain dia kembali pulang kangen dengan Mama dan kehidupan dikota, dan sedihnya dirinya harus jauh dari wanita yang ia sukai yang berada di desa yang belum tau kapan bisa memiliki dan mengenalnya lebih jauh lagi.


Rio menikmati makan malam dengan sedikit dan tanpa nafsu sama sekali, dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan kembali, memasuki Busnya. Hampir hampir 10 jam perjalanan tinggal 5 jam sampai di tujuan, tak lama Bus telah masuk kota dan tak lama dia akan sampai di kantor. Para pegawai telah memberi tahu kan untuk menjemputnya bahkan kantor sudah penuh dan banyak orang yang menunggu kedatangan mereka, melainkan dengan Mama Yasmin dengan Sopirnya yang telah menunggu di ruangan Ayah Hadi.


" Alhamdulillah Bus sudah tiba, aku segera cari Bus khusus tempat Ayah dan Rio, " Ucap Mama Yasmin


Rio dan Ayah Hadi akhirnya keluar dan Mama Yasmin menyambutnya.


" Ayah, muach, " Ucap Mama Yasmin


" Muach, ayo masuk Sayang," Jawab Ayah Hadi


" Hallo sayang, selamat datang di kota lagi, ayo kita buruan ke dalam dulu," Sahut Mama Yasmin


" Hallo Mama, " Jawab Rio

__ADS_1


Mereka sejenak menuju ruang sang Ayah dan Barang sudah di atur oleh satpam dan pihak bodyguardnya.


" Ayah sangat capeknya sekali ya, kalau begitu kita langsung saja pulang, mobil sudah di siapkan ayo kita pulang saja dulu," Ucap Mama Yasmin


" Iya Mas capek, tubuh ini ingin di baringkan," Jawab Ayah Hadi


" Ya sudah ayo, sayang ayo segera kita menuju mobil saja biar cepat sampai rumah dan bisa istirahat terlebih dahulu," Sahut Mama Yasmin


" Iya Mas ayo, " Jawab Rio


" Hallo, Bik kuni tolong Siapakah air hangat dua ya, sama siapkan minuman hangat serta makanan cemilan yang aku buat kamun panasin ya, sebentar lagi Tuan sama aden sampai rumah," Telpon Mama Yasmin ke Bik Kuni


" Baik ibu segera Kuni lakukan, Hati-hati dijalan, " Jawab Bik Kuni


" Iya sama-sama, " Ucap Mama Yasmin


" Ya sudah ayo segera saja, " Ucap Mama Yasmin


Mereka berjalan dan memasuki mobilnya dan segera berjalan menuju rumah.


Tak lama dalam perjalanan Rio dan Ayah Hadi sampai di rumah, sesampainya tepat tengah malam, barang yang telah di keluarkan oleh Paijo dan dibantu oleh Simbok Sumi.


" Ya sudah Ayah Hadi dan Rio sana ke kamar mandi bersihkan diri dulux airnya sudah di siapakan, sana setelah itu minum hangat dan makan cemilan terus istirahat, " Ucap Mama Yasmin


" Iya Ma, Rio kekamar dulu, " Sahut Rio


" Iya sayang, " Jawab Mama Yasmin


" Mari Yah kita kekamar Ayah juga harus bersih diri dulu," Ucap Mama Yasmin sambil berjalan ke atas

__ADS_1


Sambil menunggu Mama Yasmin ke dapur untuk membuat minuman hangat untuk Ayah dan Rio, bahkan menyiapkan cemilan untuk mereka, mereka menarih di ruang makan. Minuman dan cemilan sudah siap tersaji di atas meja, menunggu mereka selesai bersih diri.


__ADS_2