
Isabella setelah selesai mengikuti bersih-bersih itu membuat dirinya capek dan ngos-ngosan, Isabella meresa dirinya di kerjain oleh Mama Yasmin, membuat dirinya tidak bisa berkutik lagi dengan permintaan Mama Yasmin.
Isabella dengan terpaksa melakukannya karena dirinya ingin di lihat baik oleh Eyang. Isabella memang pandai bersandiwara tetapi perilaku Isabella tidak bisa membohongi perasaan Mama Yasmin.
Eyang Sukma yang melihat kebaikan dan kerja Isabella membuat dirinya senang walaupun Isabella sebagai benci dan tidak mau melakukan hal yang tidak pernah Isabella lakukan.
Mama Yasmin sengaja membuat dan merencanakan itu semua agar melihat dan membuktikan bahwa dirinya tidak yang Mama pikirkan tetapi Isabella tau apa yang yang di lakukan Mama Yasmin untuk membongkar dan membuat Eyang merasa tau bahwa sikap Isabella yang sebaliknya.
Isabella memang tidak suka dengan Mama Yasmin tetapi dirinya tetap menyembunyikan rasa itu dengan sandiwara yang bisa membuat dirinya baik di depannya.
Mama Yasmin sangat kecewa kepada Isabella ketika Isabella meninggalkan Rio dengan begitu saja, sampai Rio merasa kehilangan yang sangat karena cintanya kepadanya. Mama Yasmin tidak akan mengulang lagi untuk memberikan rambu untuk bersama karena Isabella telah menjauh terlebih dahulu.
Rio yang di kantor begitu sangat kesal dengan Ulah Isabella terhadapnya, Rio berfikir dua kali pasti dirinya akan disuruh Eyang untuk menemani dan kaluar jika Isabella mau kemana, Karena dirinya masih di ikat dengan perjodohan.
Aira yang ketika itu mulai menumbuhkan rasa kepada Rio sekilas untuk menurunkan rasa ego untuk memiliki Rio karena dirinya sudah tidak ada kesempatan bahwa sudah ada wanita yang ada dihati Rio.
" Ya sudah semua sudah selesai, Tante mau ke atas, Terima kasih sudah membantu tante, anak baik dan bisa kerjasama, mari Ma," Ucap Mama Yasmin
" Iya tante, Sama-sama," Jawab Isabella dengan senyum terpaksa
" Sayang ternyata kamu bisa ya, cantik sudah mau bertindak jarang orang seperti kamu, tidak salah Eyang memilih kamu sebagai calon istri cucuku Rio," Sahut Eyang
" Iya Eyang, santai saja Isabella akan belajar untuk menjadi lebih baik, " Jawab Isabella
" Hie males juga, kalau ini tidak ada maksud tentu aku juga tidak mau, ih semua jadi rusak, kuku cantikku, kulit aku, bahkan tenagaku sangat lelah sekali, kalau bukan nenek lampir yang sudah itu pasti aku juga tidak sudi, buang waktu ku," Batin Isabella
" Awas kalau aku sudah jadi salah satu keluarga disini pasti aku akan mainkan kembali," Batin Isabella
" Ya sudah sayang mau istirahat atau bersih diri, sebentar lagi Rio akan pulang nanti Eyang suruh untuk temani kamu kemana, " Ucap Eyang
" Ini yang aku tunggu demi bisa jalan sama Rio, tidak apalah sekali-kali harus begini dulu, oke," Batin Isabella
" Beneran Eyang, kalau begitu aku mau bersih diri dulu, permisi, " Jawab Isabella
Isabella menuju ruang kamar yang sudah biasa di gunakan untuk tamu baru, Isabella istirahat dan bersih dulu sambil menunggu kedatangan Rio.
" Capek sekali, sebel guwe soal akan hari ini, ketemu orang kampung yang tak tau diri, gara di juga aku numpai kopi ke baju Rio bikin marah besar padaku, yang satu lagi nenek lampir yang tidak tau diri," Ucap Isabella di dalam kamar
__ADS_1
" Ya sudahlah yang penting aku bisa jalan sama Rio aku senang, pokok aku harus manfaatin Eyang mumpung Eyang masih menaruh kepercayaan lebih terhadap diriku, haha, " Ucap Isabella
Eyang yang sedang membaca kesuksesan di ruang tadi menunggu Rio pulang dari kantor.
Rio yang merasa kesal itu mulai ingin pulang sebentar untuk menghilangkan rasa penatnya, tak disangka sesampainya dirumah Rio malah diminta untuk menemani Isabella untuk jalan-jalan, Rasa kesal mulai menambah dalam perasannya. Rio sontak tidak bisa menolak jika menolak maka dirinya akan dapat omelan dari Eyang bahkan Rio sangat kasih jika Mamanya yang pasti dapat teguran yang sangat. Rio tidak mau itu terjadi kepada sang Mama, Rio akhirnya menerima untuk menemani Isabella walaupun dengan perasaan terpaksa.
Rasa cintanya yang mulai menghilang secara perlahan dari hari Rio. Isabella yang tidak mau jauh dan ingin bersama Rio untuk melanjutkan hubungannya yang lama dia lupakan itu.
" Aku mau pulang dulu sebentarlah, mau istirahat," Ucap Rio
" Manuel ayo kita pulang sejenak, aku mau istirahat sambil mengambil sesuatu," Ucap Rio
" Mari Tuan, " Jawab Manuel
Mereka perjalanan menuju rumah, tak lama mereka sampai Rio yang segera masuk ke kamar di hadang dengan ucapan Eyang.
" Sudah pulang Rio atau pulang sendiri, berhenti, " Ucap Eyang
" Belum Eyang, Rio pulang mau istirahat sebentar sambil mau mengambil dokumen, emang ada apa Eyang," Jawab dengan berdiri
" Tidak kalau begitu kamu ke dalam terus ganti baju, sekarang kamu harus menemani Isabella keluar dia susmdah bersiap, sekarang," Ucap Eyang
" Tidak ada tapi-tapian, sekarang ganti baju dan segera kesini," Ucap Rio
" Ya sudah sebentar Eynag," Jawab Rio
Rio akhirnya kedalam kamar dan berganti pakaian untuk menemani Isabella.
Eyang yang sudah menyuruhnya Rio tak boleh untuk menolaknya. Rio yang ingin istirahat dirumah malah di suruh untuk pergi.
" Aku sudah siap tinggal menunggu Eyang memanggilku, aku tidak sabar untuk berjalan berdua bersama Rio," Ucap Isabella
" Sayang sebentar jika kamu tidak mau kamu bilang saja ke Eyang, " Sahut Mama Yasmin
" Sebenarnya aku tidak mau Ma, tapi sudahlah aku akan mengambil hal. Yang baik saja buat kebaikan kita bedua, " Batin Rio
"Tidak Ma, emang Rio juga butuh jalan-jalan, sekali mencari hiburan, " Jawab Rio
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu," Ucap Mama Yasmin
" Sebentar aku tau kamu tidak suka dan kamu sedang ingin menenangkan diri, tetapi kamu melindungi Mama dan dirimu sendiri, sampai-sampai dirimu mengorbankan semuanya sayang, semoga terbaik untukmu, " Ucap Mama Yasmin sambil menuju ke kamarnya
Rio yang sedang berganti pakaian dengan cepat tanpa lama, agar tidak membuat Eyang marah, Eyang yang senang melihat Rio tepat waktu yang membuat Eyang terus memuji Rio.
" Eyang sudah siap, " Ucap Rio
" Wau cucu Eyang sangat tampan sekali, gitu cucu Eyang harus nurut sama perintah Eyang, cucu terbaik Eyang, sebentar Eyang akan memanggil Isabella," Jawab Eyang
" Isabella sayang keluar, Rio sudah menunggumu segera kemari sayang," Teriak Eyang
Isabella yang berada di kamar mendengar teriakan dari Eyang secara jelas. Sehingga Isabella dengan senang menuju kesana.
" Itu Eyang sudah memanggilku, segera aku kekuar," Ucap Isabella sambil berjalan mengambil tas
Isabella berjalan menuju mereka menunggu tak lama, Isabella langsung memeluk Rio dengan erat bahkan dirinya hanya terdiam sambil menahan rasa kesalnya.
" Iya Eyang, mas Rio," Ucao Isabella
" Ya sudah kalian jalan-jalan kemana yang kamu suka, Rio akan menemanimu dan semoga kalian berdua senang ga, ya sudah sekarang bisa berangkat," Ucap Eyang
" Ya sudah Rio berangkat Eyang, permisi," Jawab Rio
Rio dan Isabella berangkat. Sesampai di mobil Rio menyuruh Isabella di belakang dan dirinya di depan tidak satu tempat, Rio tidak mau satu tempat sehingga Isabella sempat menolak dan akhirnya Isabella mau dari pada tidak bisa keluar dengan Rio.
" Silahkan masuk, " Ucap Manuel
" Terima kasih, lho mas tidak di sebalahku kah, sini donk masak Mas Rio depan, " Jawab Isabella
" Diam jika kamu mau ya kamu disitu, jangan banyak omong, " Sahut Rio
Isabella yang membalas dengan sinis, serta kembangkan mukanya.
" Kalau aku tidak mengejar harta dan kamu aku tidak sudi seperti ini, wanita secantik begini aja dibiarin sendiri," Batin Rio
" Ya sudah kita jalan saja Manuel," Ucap Rio
__ADS_1
" Baik Tuan, " Jawab Manuel
Mobil yang ditumpangi berjalan dan menuju tempat untuk menghabiskan untuk berjalan-jalan.