Senggani

Senggani
BAB 65 KHAWATIR


__ADS_3

Perjalanan mereka sangat santai sambil menikmati suasana pagi bahkan mereka saling mengobrol satu sama lain, sambil menunggu para bus siap untuk beroperasi di pagi hari itu. Cuacanya yang sangat mendukung dan membuat nyaman dan cahaya matahari yang nampak cerah bersinar merah seperti api yang tidak membakarnya.


Suara Bus yang menyala pertanda Bus siap untuk jalan, sambil menunggu para penumpang berdatangan.


Beranekaragam jenis Bus yang berbaris-baris sesuai dengan jurusan arah yang ingin di tuju, serta para kernet Bus yang menunggu dan saling berbunyi mencari penumpang.


Rio yang dirumah sedang berpikiran denagn Aira, bahkan diri memikirkan bagaimana Aira menuju ke ases rumahnya yang jauh dari keramaian kendaran itu, yang membuat Rio khawatir terhadapnya.


Rio mengalamu disaat sarapan pagi yang membuat Mamanya berfikir apa yang membuat Rio seperti itu.


" Aira sampai di kampung nanti jam berapa," Tanya Larisa


" Mungkin jika aku berangkat pagi nanti sampai di sana sore hari," Jawab Aira


" Ternyata jauh juga ya, rumah kamu jadi masih di kampung yang jauh dari jalan raya gitu ya Aira," Ucap Larisa


" Iya Larisa jika kesana jarang ada kendaraan yang kearah kampung, hanya motor dan kendaraan pribadi saja yang beroperasi di jalan kamu ku," Jawab Aira


" Jadi nanti bagaimana kamu jika sampai di perbatasan kampungmu untuk menuju ke rumahmu Aira," Ucap Larisa


" Tenang nanti aku kasih informasi dan hubungi teman aku yang ada disana Larisa," Jawab Aira


" Ya sudah kamu begitu, oh iya Kita sudah sampai di terminal ayo segera masuk dan cari tempat, seperti sebentar lagi Bus akan jalan," Ucap Larisa


" Iya Larisa tujuan ke arah kampung saya sudah bersiap, ya sudah aku pamit dulu ya, nanti kalau sudah sampai di kita lagi aku akan kabar kamu, jaga dirimu baik - baik ya, " Jawab Aira


" Iya aku akan siap dan menunggu mu, jaga diri baik-baik, salamkan kepada kedua orangtuamu," Ucap Larisa


" Baik, " Jawab Aira sambil memasuki busnya


Aira memasuki Bus sesuai dengan jurusan yang dituju, Aira berjalan mencari tempat duduk yang dekat dengan jendela. Tak lama kemudian Bus berjalan dan Aira melihat Larisa di kaca Bus Aira melambaikan tangannya dan balasan lambaian tangan Larisa dan senyumnya.


Bus melaju dan melewati Terminal dan jarak jauh mereka udah terasa. Bus berjalan dengan pas-pasan sambil mencari penumpang lainnya, Aira yang tidak sabar untuk segera sampai dirumahnya.

__ADS_1


Ayah Hadi memberikan kode terhadap sang Mama ditempat duduk makannya, Mama Yasmin hanya menatap dan memberikan kode kembali kepada Ayah. Eyang Sukma yang kelihatan cuek dan seperti orang yang marah hanya meneruskan sarapan paginya.


Rio yang makan seperti orang yang kurang nafsu makan, hanya sedikit setelah itu ia mainkan terus ia makan sedikit dan mainkan, serta di ikuti muka ngalamun.


" Sayang..., " Ucap Mama Yasmin


Rio sontak kaget dan mulai melihat Mama dan langsung tegap dari duduknya.


" Iya Ma, ada apa," Jawab Rio


" Kenapa makannya seperti itu apa tidak enaknya, apakah sayang sakit, kalau sakit sini mama rawat," Ucap Mama Yasmin


" Tidak Ma, Rio tidak apa-apa hanya tidak nafsu makan saja ya sudah Rio mau cari suasana segar dulu, " Jawab Rio


" Sayang..., " Sahut Mama Yasmin


Ayah Hadi yang menahan Mama Yasmin dengan pegangan tangannya untuk meneruskan sarapan paginya, serta kode sang Ayah yang Mama Yasmin sedikit paham dengan maksudnya.


Perjalanan Aira sudah sampai dipertengahan jalan untuk menuju di kampung halamannya, Aira tertidur sambil menunggu bus tiba di terminal perbatasan kampungnya, Tidur Aira sangat nyenyak sekali.


Tak lama kemudian Eyang pun meninggalkan duduknya, mulai saat itu Ayah Hadi dan Mama Yasmin baru berbicara.


" Ma apa yang terjadi pada Rio, " Tanya Ayah Hadi


" Mama juga tidak tau, nanti Mama akan coba tanya kepada Rio, " Jawab Mama Yasmin


" Ya sudah Mama coba tanya baik-baik kepada Rio siapa tau dia mau cerita kepada Mama, Ayah mau ke ruang santai dulu, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Yah, nanti Mama akan coba bicara baik dengan Rio," Jawab Mama Yasmin


Ibu Aira yang sedang mengeringkan kerupuk buatnya untuk dijual keesokan harinya, kerupuk yang sangat lezat dan beda dengan yang lainnya terus di jaga dan di produksi oleh ibu Aira, kerupuk yang sudah menjadi alat kehidupan dirinya hingga sampai sekarang, bahkan sudah memiliki pelanggan di seluruh penjuru.


Ibu yang sedang membalik kerupuk satu persatu agar mangering setiap satu krupuk, agar menjadi kerupuk yang renyah dan gurih bahkan keras mudah untuk di goreng dengan minyak.

__ADS_1


Setelah selesai Ibu Aira menuju ke tempat teduh untuk menjaga dan krupuknya sambil mengerjakan pembuatan krupuk untuk persediaan selanjutnya. Mama Yasmin menghampiri Rio yang sedang menyendiri di taman rumah.


" Sayang aku lihat kenapa kamu bersedih, bisa cerita dengan Mama," Ucap Mama Yasmin


" Sebenarnya Rio tidak ada masalah Ma, Rio hanya khawatir kepada orang yang Rio suka, dirinya sedang pergi menjunguk keluarganya, aku khawatir saja dengan dirinya," Jawab Rio


" Kenapa khawatir dia sudah ada yang antar dan jemput jadi tak usah khawatir, yakin dia akan baik-baik saja, " Ucap Mama Yasmin


" Iya Ma, Rio tau, " Jawab Rio


" Ya sudah tenangkan hatimu, yakinlah bahwa dia baik-baik saja, kalau begitu Mama tinggal dulu, " Ucap Mama Yasmin


" Iya Ma," Jawab Rio


Akhirnya Rio Merasa sedikit tenang dan khawatir terhadap Aira semakin terjaga dan terukur. Harapan Rio baik-baik saja terhadapa Aira didalam perjalanannya.


Aira akhirnya sampai perbatasan jalan kerumahnya, Aira berhenti dan memberikan kabar untuk menjemput dirinya. Aira menghubungi Renaldi untuk mengantar dirinya pulang. Dan tak di sangka bahwa Renaldi juga jalan ingin naik kesana, Renaldi melihat Aira di pinggir jalan.


" Seperti kayak Aira, betul dia Aira," Ucap lirih Renaldi di dalam truknya


Renaldi memberhentikan truknya serta menaruhnya di pinggir jalan, Renaldi turun dari truk dan Aira sedang menunggu dan sambil memegang Handphone untuk menghubunginnya.


" Aira..., " Ucap Renaldi


" Lho Mas Renaldi, kebetulan sekali aku ini baru mau hubungi Mas, ternyata mas lewat," Jawab Aira


" Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi, kalau begitu ayo naik aku antar kerumah, aku juga baru kerumahmu, keadaan Abah semakin tidak stabil," Ucap Renaldi


" Oh begitu ya Mas, ya sudah kalau begitu kita langsung saja berangkat Mas, Aira sudah tidak sabar untuk segera tiba di rumah," Jawab Aira


" Ya sudah ayo masuk," Ucap Renaldi


Aira berjalan memasuki truk dan Renaldi mulai mengendarai truknya untuk naik ke kampungnya.

__ADS_1


__ADS_2