Senggani

Senggani
BAB 74 MENJEMPUT AIRA


__ADS_3

Aira pun setelah menggankat telpon dari Rio dirinya merasa bahagia dan sangat senang bahwa orang yang ia suka menghubunginya, melainkan dengan Rio juga bahagia, tanpa ada angin lebat dirinya pun seneng hingga mejonjak jonjak keatas sakit senengnya.


Aira pun melanjutkan istirahat sebentar karena rasa tubuhnya dirasa sedikit capek sehingga untuk membaringkan sejenak tubuh yang kesel itu.


Rio yang segera pulang dn bersiap -siap untuk berangkat ke rumah Aira untuk menjenguk dan menjemput Aira.


Tak perlu lama dirinya langsung menuju ke rumahnya. Ibu Aira yang tidak lupa membuat sebuah kue dan makanan ringan setiap hari tak kan lupa, setelah selesai dirinya istirahat sejenak untuk melemaskan tubuh-tubuhnya itu.


Rio pun sampai di rumah dan disambut oleh eyang.


" Cucu eyang sudah pulang, bagaimana kerjaan di kantor baik-baik saja, " Tanya eyang


" Eyang, alhamdulillah baik-baik saja, kalau begitu Rio ke atas dahulu ya eyang, " jawab Rio


" Ya sudah sana, istirahat," Ucap eyang


Rio langsung berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar atasnya dan sambil menghubungi bodyguard sejatinya.


" Hallo, Manuel, kamu sekarang dimana, " Tanya Rio


" Hallo Tuan Muda, Manuel masih di kantor karena tadi Tuan Besar menyuruh saya untuk datang menemani ada klian besar, ada yang saya bantu tua, " Jawab Manuel


" Kalau sudah selesai segera ke sini bawa baju ganti aku mau ajak kamu ke rumah Aira, sekarang aku sudah mau siap-siap, " Ucap Rio


" Oh bisa Tuan, sebentar lagi saya akan segera ke sana, Tuan muda tunggu saja, saya sudah mau siap-siap kesana," Jawab Manuel


" Ya sudah aku tunggu ya, buruan, " Ucap Rio


" Siap Tuan Muda," Jawab Manuel


Akhirnya Rio bersih diri dan menyiapkan semua pelengkapnya bahkan dirinya dirinya sudah siap menunggu Manuel datang, Manuel yang sedang bersiap diri dan segera berangkat untuk menuju ke rumah Rio. Tak lama kemudian Manuel pun telah sampai.


" Permisi eyang, Tuan mudanya ada, " Tanya Manuel


" Eh Manuel, ada langsung saja ke kamarnya saja, " Jawab Eyang


" Baik Eyang, Manuel permisi, " Ucap Manuel


" Iya silahkan, pasti dia sudah menunggu kamu, " Jawab Eyang


Manuel berjalan menuju kamar atas dan langsung mengetok pintu kamar Tuan Muda.


Rip yang sudah siap dan rapi menunggu kedatangan Manuel kebetulan situasi yang sangat beruntung bahwa Manuel sudah berada dj depan pintu kamarnya.


Tok... Tok.. Tok...


" Tuan muda ini Manuel, " Ucap Manuel


" Anak itu sudah datang, kebetulan aku juga sudah siap, let's go, " Ucap lirik Rio dalam kamar


" Bentar ini sudah siap, segera meluncur, " Jawab Rio sambil berjalan keluar dari kamarnya


" Kamu sudah datang, aku sudah siap kalau begitu kita langsung berangkat saja, " Ucap Rio


" Mari Tuan, ayo, " Jawab Manuel


Mereka berdua turun dari tangga menuju mobil mereka dan segera melaju menuju rumah Aira.


Aira dan keluarga sangat menikmati istirahatnya, tanpa ada yang mengganggunya, bahwa dirinya merasa nyaman dan serta bisa membuat rasa tubuhnya semakin membaik.


Tak disangka bahwa dokter Rafli pun telah berkunjung saat itu karena melihat dan menghentikan keadaan Abah Aira, kebetulan ketika saat itu Rafli ada tugas yang dekat dengan alamat Aira sehingga dirinya untuk menyempatkan untuk berkunjung ke rumah Aira. Bahkan dirinya ingin juga bertemu dengan Aira.


" Aku sudah berada di sini, aku lihat seperti ini dekat dengan alamat yang di berikan oleh Aira, oh bener sekali ini tidak jauh dari sini setelah saya selesai tugas ini aku akan segera ke rumah Aira, " Ucap dokter Rafli


" Mohon maaf ibu, apakah desa ini sudah dekat dengan alamat ini, karena saya sudah selesai tugas dan sejenak untuk berkunjung, " Tanya Dokter Rafli


" Benar dokter ini dekat tidak jauh, hanya sekitar 30 menit dari sini tinggal naik sedikit saja, emang dokter mau kemana, " Jawab Ibu desa

__ADS_1


" Saya mau berkunjung serta menjenguk saudara saja, " Ucap Dokter


" Iya silahkan dokter, kalau dokter sudah selesai bisa kembali ke villa yang Ibu sudah siapkan," Jawab Ibu desa


" Baik Ibu, Terima kasih kalau begitu saya akan segera ke sana, " Ucap Dokter


" Iya hati-hati dokter, " Jawab Ibu desa


Akhirnya Rafli pun berangkat untuk mencari alamatnya serta tak di sangka dirinya tak lama dia telah tiba dirumah Aira.


Rafli pun sudah menanjak jalan untuk menuju desa Aira tak disangka dirinya telah berhenti pas rumahnya dan Rafli bertanya dengan seorang yang sedang berjalan.


" Mohon maaf apakah alamat ini sudah dekat, " Tanya dokter


" Oh sudah Mas, alamat ini sudah berada di samping Mas, iya rumah itu adalah alamat yang Mas cari, " Jawab orang yang berpas-pasan


" Terima kasih, " Ucap dokter


" Sama-sama, " Jawab orang itu


Rafli akhirnya membelok mobilnya ke arah rumahnua dan dirinya keluar dari mobil.


" Ternyata ini rumah Aira, ya sudah aku segera masuk saja, " Ucap Rafli sambil mengetuk pintu


Rio dan Manuel pun sudah hampir sampai tinggal melewati puncak satu lagi untuk sampai rumah Aira, sehingga tak di sangka mereka akan bertemu secara bersamaan.


" Permisi... " Ucap Dokter


Aira pun mendengar ada suara yang bertamu di rumahnya dirinya segera bangun dan melihat.


" Siapa ya, sepertinya ada orang, " Ucap lirih Aira


Melihat dari jendela kaca, Aira kaget.


" Apa, dokter Rafli sudah sampai di rumah, " Batin Aira


" Ya Ampun dokter, kok sudah sampai di rumah, maaf ya Aira baru selesai istirahat, ayo masuk dulu, " Ucap Aira


Dokter pun masuk kerumah. Ibu tak sengaja mendengar suara ramai di ruang tamu dirinya menghampiri.


" Aira ada dokter, ya sudah kalau begitu silahkan duduk dulu dokter, " Sahut Ibu


" Baik ibu, " Jawab dokter


Tak lama mobil Rio pun telah sampai dan mereka langsung bertamju juga.


" Assalamu'alaikum, permisi, " Ucap Rio


" Waalaikumsalam, silahkan masuk, " Jawab Aira


Rafli kaget melihat Rio telah datang kerumah Aira, dirinya seolah merasa seperti bunga yang layu kedatangan Rio yang menjadi saingan dalam hubungan dengan Aira.


" Rio kesini, emang ada apa kesini, " Batin Rafli


" Mas Rafli dan Mas Manuel silahkan duduk, " Sahut Aira


" Sebentar ya Aira tinggal sebentar, kalian bertiga tunggu, " Ucap Aira


Mereka saling mengobrol satu sama lain dan Aira segera pergi membersihkan diri sejenak dan berganti baju, Ibu yang menyiapkan sesuatu untuk jamuan mereka.


" Aira sayang, ini minumannya dan ini kue dan makanan ringannya, untuk saja Ibu tadi setelah pulang langsung buat kue dan makanan ringan, sudah bawa sana, " Ucap Ibu


" Bentar ini minumannya tambah dua lagi, Mas Rio sama Mas Manuel baru datang dari kota, " Jawab Aira


" Oh Rio datang dari kota, ya sudah bentar Ibu buatkan, " Sahut Ibu


Aira pun membawa kedepan.

__ADS_1


" Maaf ya agak lama, ini hanya minuman dan makanan sederhana, silahkan di nikmati dan di minum, " Ucap Aira


" Sudah..., " Saling bersama jawabnya


Aira sangat kaget dan tersenyum melihat jawaban bersamaan.


" Oh iya dokter ada keperluan apa datang ke rumah, rumah Aira jauh lho, " Tanya Aira


" Kebetulan Saya dapat tugas dari rumah sakit dari desa di bawah atas surat dari Ibu desa, saya pikir alamatnya dekat dan saya tanya ternyata dekat saya putuskan untuk berkunjung serta mengchek keadaan Abah Aira saya juga siap membawa alat kesehatan," Jawab Dokter


" Oh begitu ya.. Iya dokter silahkan bisa di chek keadaan Abah, dikamar sudah ada Ibu, langsung saja, " Ucap Aira


" Ya sudah saya chek dulu keadaan Abah kamu ya, " Jawab Dokter


" Mas Rio kok sudah sampai apakah gak capek jauh banget lho perjalanan dari kota ke sini, makasih sudah sampai sini lagi, " Ucap Aira


" Sudah tidak apa, hitung-hitung aku sambil wisata lagi dan nikmati suasana disekitar yang indah ini, " Jawab Rio


" Ya sudah kalau gitu Aira siap kan barang yang mau di bawa ya, karena sudah siap tinggal siapkan di jadiin satu saja, Mas Rio sama mas Manuel tunggu disini sambil nikmati suguhannya, " Ucap Aira


" Iya santai saja, " Jawab Rio


" Tuan seperti lelaki itu sangat suka dan menaruh perhatian kepada Aira, " Ucap Manuel


" Kamu ngaco ya, dia itu teman dekat saya masak suka sama cewek yang saya suka, " Jawab Rio


" Itu yang saya rasakan dan saya amati dari semua logatnya Tuan, " Ucap Manuel


" Sudah itu perasaan kamu saja, " Jawab Rio


" Maaf Tuan, " Ucap Manuel


Dokter Rafli sudah selesai mengchek keadaan Abah, keadaan Abah semakin membaik.


" Abah keadaan sudah baik, terus tingkatkan makan yang bergizi, tiga hari Abah sudah bisa di mulai, dan jangan lupa selalu habiskan obat agar kembali normal, " Ucap Dokter


" Baik dok, Terima kasih, " Jawab Ibu


" Ya sudah saya ke depan dulu, Ibu bisa berikan makan dan berikan suplemen ini sekarang agar Abah bisa semakin membaik, " Ucap dokter


" Baik dokter, " Jawab Ibu


" Bagaimana keadaan Abah Aira, bro, " Sahut Rio


" Allhamdulilah sudah membaik serta bagus tahap pemulihannya, " Jawab Dokter


" Alhamdulillah, " Ucap Rio


" Ada tujuan apa kamu kesini Rio, " Tanya Dokter


" Oh aku hanya menjenguk keadaan Abah Aira saja sambil katanya Aira mau ke kota lagi ya sudah sekalian bareng saya saja, " Jawab Rio


" Iya... Bagus itu, " Ucap dokter


" Abah Aira mau pamit untuk ke kota lagi, Aira masih banyak tugas tanggungan suara dj kota jadi Aira akan kembali ke kota, Abah jaga diri dan Aira pamit, Aira sudah di jemput oleh Mas Rio jadi Abah tidak usah khawatir, " Ucap Aira


" Iya sayang hati-hati disana, dan kerja yang baik dan benar, " Jawab Abah


" Tentu Abah, " Ucap Aira


" Ya sudah Aira pamit, Ibu Aira pamit jaga Abah dan ibu jaga diri dan kesehatan jika ada apa langsung kabarin Aira" Ucap Aira


" Iya sayang baik-baik disana, " Sahut Ibu


" Mas Rio ayo jika berangkat, aku sudah pamit ke Abah, Mas Rafli maaf ya kita buru-buru karena jauh perjalanan Mas Rafli bisa kok di sini dulu sama Abah dan Ibu, " Ucap Aira


" Iya bentar aku akan menemui Abah terlebih dahulu, "sahut Rio

__ADS_1


Akhirnya Rio menemui Abah untuk berpamitan sambil menjenguknya.


__ADS_2