Senggani

Senggani
BAB 44 PERMOHONAN


__ADS_3

Sesampai di kantor dirinya merasa tepat waktu yang dimana Aira bisa menerima dan bisa melihat hasil test wawancara penerimaan kerja di perusahaan itu, Mama Hani dan Larisa saatnya masuk kerja dijam selanjutnya.


Aira tidak sabar untuk melihat hasil dan berharap namanya berasa di dalam salah satu di pengumuman tersebut, dengan harapan yang besar Aira saat itu tak basa-basi untuk melihat pengumuman tanpa lama.


Aira telah tiba di pintu masuk perusahaan dan melihat para pelamar yang sedang ramai serta berbondong-bondong antri melihat pengumuman di layar pengumuman. Banyak yang keluar artinya dirinya sudah mengetahui segala hasil dari usaha mereka.Tak lama mereka merasa ini waktu untuk segera melihatnya.


" Aira seperti pengumuman sudah keluar, para semua orang sedang ramai sendiri-sendiri, mungkin kamu juga bisa segera lihat hasilnya," Ucap Larisa dengan senang


" Ya sudah Aira, langsung saja masuk dan lihatlah semoga hasilnya terbaik, oh iya Tante mau ke tempat kerja lagi kita lanjut nanti di rumah saja bisa cerita," Jawab Mama Hani


" Seperti seperti itu, ya sudah baik, sampai jumpa nanti Larisa dan tante, Aira mau lihat hasil nyata dulu, dah selamat berkerja," Sahut Larisa


Mama Hani dan Larisa kembali menuju tempat Masing-masing mereka berkerja. Aira melanjutkan aktifitas hari itu.


" Sayang mama kembali ke tempat mama ya, kamu semangat kerjanya, nanti kita ketemu dirumah sambil makan malam saja," Ucap Mama Hani


" Iya ma, Larisa juga mau ke tempat kerja lagi, sampai juga nanti," Jawab Larisa


Aira melangkahkan kaki untuk menuju papan pengumuman. Dengan perasaan sedikit takut, tetapi dengan perasaan berani dan yakin bahwa dirinya mampu melewati serta harapan yang tinggi.


" Ya sudah aku harus segera kesana melihat hasilnya apakah ada namaku didalamnya, " Ucap Aira


Aira memasuki di sela-sela orang yang sedang melihat hasil pengumumannya agar dirinya bisa sampai di depan papan pengumuman dengan jelas untuk melihatnya.


" Permisi, saya mau masuk kesana, " Ucap Aira


Para orang memberikan jalan dan kesempatan Aira untuk memasuki dan menuju ke depan papan pengumuman.


Tak disangka namanya tertulis di dalam pengumuman tersebut dengan jelas.


" Daftar calon pekerjaan baru di perusahan dengan nama terlampir, nomer 10 Aira, Lolos," Tulisan di papan pengumuman


Aira seketika itu merasa tidak percaya bahwa dirinya diterima dan bisa kerja di perusahaan tersebut. Aira hanya bisa bersyukur atas perjuangan dan kerja kerasnya yang dilakukan dengan sebaik mungkin.


Aira meneteskan air mata dengan bahagia dirinya sangat bersyukur dan dirinya senang dengan segera dirinya kerja dan bisa mengumpulkan uang untuk pengobatan sang Abah yang berada di rumah yang menunggu uang agar segera di tangani dengan baik.

__ADS_1


" Ya Alloh usahaku berhasil, Terima kasih sudah memberikan kabar yang terbaik untuk Aira, aku sangat terharu mendengar dan melihat hasil test ini, semoga kedepannya aku bisa belajar dengan baik dan tidak akan aku sia-siakan nikmat ini, dan Abah Aira akan segera datang untuk membawa Abah diobati, tunggu Aira Abah, Abah akan segera sehat seperti biasanya," Ucap Aira sangat terharu


Aira menuju ke bagian panitia untuk bertanya soal kerja untuk di mulai, padahal dalam pengumuman mulai masuk di minggu depan dengan beraninya Aira meminta besok kerja biar segera mendapatkan uang untuk di tabung serta untuk biaya sang Abah.


" Permisi bisa bertanya sebentar," Ucap Aira


" Silahkan, ada yang ditanya dimana, " Jawab Panitia


" Tadi yang diterima mulai berkerja diminggu depan untuk di pengumumannya, tetapi jika besok saya mulai kerja bagaimana biar segera dapat uang, karena sangat mendesak," Ucap Aira


" Bagaimana ya soal itu saya tidak bisa berbuat apapun semua sudah menjadi peraturan perusahaan," Jawab panitia


" Aku mohon, aku ingin segera berkerja dari pada menunggu lama tak ada ilmu dan pendapatan," Ucap Aira


" Saya belum bisa bantu," Jawab Panitia


" Kalau begitu aku harus menemui atasannya, aku akan menemuinya," Batin


" Kalau begitu saya ingin bertemu dengan atasan, bisakah memberitahukan dimana ruangnya beliau," Ucap Aira


" Tapi saya mau sekarang, saya mohon mbak, " Ucap Aira


" Tidak bisa mbak," Jawab Panitia


Tak lama kemudian Rio telah sampai di depan perusahaan, mobil di bukakan oleh bodyguard yang sudah berada di perusahaan, Manuel yang memarkirkan mobilnya, dan mereka segera masuk, ketika saat itu Aira melihat Rio seolah-olah sebagai atasan dirinya menghampiri walaupun dirinya di cegah oleh satpam.


" Mari Tuan kita masuk kedalam, " Ucap Manuel dan di jaga oleh bodyguard


Rio berjalan dengan menuju ke arah ruangannya dengan menuju lift untuk baik ke lantai atas tempat dirinya berkerja.


" Ulam pun tiba kalau begitu aku akan kejar dia, seperti dirinya atas dari perusahaan sini, aku harus bisa bertemu," Batin Aira


" Ya sudah kalau begitu mbak, Terima kasih," Ucap Aira


" Tuan berhenti..., " Teriak Aira

__ADS_1


" Pak tolong mbak itu jangan sampai di menganggu Tuan muda, cepat," Ucap Panitia


" Iya siap," Jawab satpam


Aira menuju ke arahnya dengan sedikit lagi diriya bisa berhadapan, dengan itu Satpam dapat menangkap tetapi Aira tetap berteriak dan memaksakan dirinya sampai akhirnya dirinya bisa memegang pundak Rio.


" Lepaskan saya, saya mau bertemu sama dia saja, lepaskan," Ucap Aira


" Mbak tidak boleh menganggu dan membuat onar di perusahaan," Jawab satpam


" Saya tidak membuat onar saya mau bertemu ada yang saya ingin katakan kepadanya," Ucap Aira


" Berhenti, lepaskan, " Jawab Aira sambil berusaha terlepas


" Berhenti, " Ucap Satpam


" Berhenti, " Ucap Aira dan memegang pundaknya


Rio sontak terdiam dan berhenti, tak lama kemudian bodyguard yang lain memegang Aira dan Aira berbicara dengan suaranya itu Rio sontak melihat kebelakang.


" Diam jangan bergerak, jangan ganggu dia, kamu siapa, " Ucap Bodyguard


" Lepaskan sakit tau, saya ingin bertemu atasan saja, gak lebih hanya ingin omong dengan dirinya," " Ucap Aira


Pegang terasa erat dan Aira merasa sakit.


" Sakit lepaskan," Jawab Aira


Rio akhirnya memalingkan muka dan menghadap ke belakang melihat ternyata Aira dirnya langsung merasa marah dengan perlakuan terhadapnya. Sontak Rio terdiam dan kaget dan sebaliknya. Bahkan dirinya hanya mengucapkan namanya saja.


" Aira..., " Ucap Rio


" Mas Rio,..., " Jawab Aira


Rio merasa kaget melihat Aira berada di perusahaan serta tau alamat perusahaan dirinya, Rio sejenak tak menyangka bahwa dirinya bisa bertemu dengan Aira lagi di tempat yang sangat dekat, Aira yang kaget dan sangat tidak percaya bahwa Rio seorang pemilik perusahaan itu, yang saat itu Aira anggap karyawan yang sedang berkerja juga di perusahaan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2