Senggani

Senggani
BAB 70 OPERASI


__ADS_3

Setelah Aira keluar dari ruang Dokter, segera menuju ke ruang sang Abahnya, bahwa secepatnya akan di lakukan penanangan operasi untuk sang Abah. Tak sabar Aira ingin bertemu Abahnya yang mulai merasa mendingan, membuat senyum manis lebar di raut mukanya yang indah dan cantik itu.


Dokter Rafli diruangan saat itu merasa bahagia bisa bertemu dengan Aira kembali, bahkan dirinya merasa senang dan penuh tawa, hatinya terasa bertebar kencang. Serta tak lupa dengan Aira si wanita pandang pertamanya.


Aira memasuki ruangan Abah.


" Abah... , " Ucap Aira sambil menuju ke dekatnya


Ibu dan Renaldi meninggalkan Aira agar bisa berbicara empat mata dengan sang Abah.


" Sayang...Abah sudah mendingan, Terima kasih sudah membawa Abah ke tempat, kamu sudah makan," Ucap Abah


" Sudah Abah tak usah pikirkan itu, semua itu sudah kewajiban Aira untuk Abah dan keluarga, Alhamdulillah sudah makan, Abah mau makan biar Aira siapin, " Jawab Aira senyum dan sambil mencium tangan sang Abah


" Terima kasih sayang..., " Ucap Abah


" Iya Abah, Abah sebentar lagi proses operasi akan segera di lakukan, besok Abah akan di operasi sehingga nanti sore Abah harus siap mengikuti apa yang di bilang dokter ya," Jawab Aira


" Iya Sayang..., " Jawab Abah


Dokter yang sedang membayangkan dengan Aira, lupa dengan apa yang terjadi saat itu, ada banyak panggilan masuk di Handphonenya dari teman untuk meeting pertemuan tentang kesehatan.


Nada masuk....


20 Panggilan tak terjawab ....


Tak disangka seorang perawat datang ke ruangan dokter yang membuat hayalan dokter gagal serta dirinya mampu melihat handphone miliknya.


Tok... Tok... Tok...


Suara pintu dokter berbunyi...


" Permisi...," Ucap Perawat


" Iya... Silahkan masuk..., " Jawab Dokter dengan kaget


" Maaf dokter menganggu waktunya, saya membawa bukti pembayaran soal operasi atas keluarga Aira, dari atasan sudah lunas dan bisa segera di laksanakan dokter," Ucap Perawat


" Apa biaya sudah lunas, padahal aku saja belum menyuruh Aira untuk ke administrasi hanya membicara dan mengira besok atau lusa operasi sudah bisa di lakukan operasi, tapi ini sudah lunas, aku jadi penasaran," Batin Dokter


" Lho sudah lunas, kalau boleh tau atas nama siapa yang membayar semua biaya operasinya, di surat ini tertulis nama Rio, dokter," Jawab perawat


" Siapa Rio itu, apakah dia kekasih Aira, jika iya di seperti orangnya, " Batin Dokter merasa cemburu

__ADS_1


" Ya sudah Terima kasih atas informasinya," Ucap Dokter


" Kalau begitu saya permisi dok," Jawab perawat


Perawat meninggalkan ruangan sang dokter.


" Aku harus cari tau soal lelaki itu, jika dia kekasih Aira, aku akan segera memperlakukan Aira seperti kekasih juga, aku sudah mulai tertarik dengan Aira, " Ucap Dokter


Melihat panggilan tak terjawab itu Rafli segera meninggalkan tempat kerjanya untuk segera menemuinya.


Perawat segera menuju ke ruang Aira untuk memberitahukan kepada Aira soal operasi yang akan di laksanakan.


" Permisi..., " Ucap perawat


" Iya silahkan, ada yang bisa saya bantu, " Jawab Aira


" Bahwa saya diberikan amanah oleh dokter bahwa Keluarga Aira untuk bersiap-siap, bahwa besok Abah mbak akan segera di tangani dilaksanakan operasi sehingga untuk mulai malam ini Abah harus mengikuti peraturan dari saya, serta biaya semua sudah lunas," Ucap perawat


" Apa Mbak sudah lunas, kalau boleh tau siapa yang membayar semua biaya operasinya, boleh Aira tau mbak," Tanya Aira


" Saya hanya menyampaikan dari pihak atas, atas nama Rio, untuk orangnya saya tidak tau, sudah kalau tidak ada yang di katakan saya tinggal dulu masih banyak pasien yang saya chek," Jawab Perawat


" Terima kasih mbak atas informasinya, silahkan," ucap Aira


" Apakah Mas Rio ya, yang membayar semua biaya operasi Abah, aku harus menghubunginya," Ucap Lirih Aira sambil membawa membawa keluar menghubungi Rio


" Abah, Aira keluar sebentar ya, Abah istirahat yang cukup besok Abah akan segera dj operasi," Ucap Aira


" Iya sayang," Jawab Abah


Rio yang berada diruang kerjanya pun sedang merindukan Aira, yang sudah dua hari tidak datang ke tempat kerja sehingga dirinya mengalamun memikirkannya.


Pucuk di cinta, ulam pun tiba, akhirnya panggilan masuk di handphone Rio, Rio sontak kaget dengan panggilan masuk.


" Panggilan masuk dari Aira...," Ucap Rio


" Hallo..., " Ucap Rio


" Assalamu'alaikum, Mas Rio, " Jawab Aira


" Walaikumsalam," Jawab Rio


" Mas Rio, Aira mau bertanya boleh," Ucap Aira

__ADS_1


" Iya silahkan, mau bertanya apa, " Jawab Rio


" Apakah Mas Rio yang membayar semua biaya operasi Abah," Tanya Aira


" Iya kenapa, itu semua bonus buat kamu karena presentasi hari kemarin di acc dan dj setuju hari ini, jadi hadiah dan bonus buat kamu," Jawab Rio


" Iya Mas, tetapi Aira bisa bayar setengahnya, masak bonus sebanyak itu, Aira tidak enak jadinya," Ucap Aira


" Tidak apa anggap saja itu semua rezeki nomplok buat kamu, oh iya kapan kamu kembali berkerja," Jawab Rio


" Aira... Sungguh baik hati, emang semua itu aku berikan untuk kamu, aku sangat menyukaimu dan semoga bermanfaat buat keluarga mu," Batin Rio


" Untuk itu insya lusa Mas, karena besok atau gak lusa Abah ku sudah akan di operasi jadi, Aira segera kembali berkerja lagi," Ucap Aira


" Ya sudah kalau begitu, syukurlah, semoga lekas sembuh dan biar segera bisa berkerja lagi," Jawab Rio


" Iya Mas terima kasih atas bantuannuya kepada Aira, selalu sehat , " Ucap Aira


" Assalamu'alaikum," Ucap Aira


" Walaikumsalam," Jawab Rio


Dokter selesai bertemu dengan temannya saat meeting tersebut. Dan segera kembali ke rumah untuk istirahat sejenak.


Abah yang sudah mengikuti arahan dan prosedur dari sang dokter sehingga keadaan siap untuk menerima penanganan operasi.


Pagi hari telah tiba...


Perawat sedang menyiapkan semua pelengkap operasi, bahkan Abah sudah siap dengan pakaian hijau untuk operasi, tak lama kemudian rombongan perawat menuju ke ruang sang Abah dengan membawa bangku yang berjalan.


" Permisi mbak, saya akan segera Membawa ke ruang operasi sehingga bisa di tunggu disana," Ucap perawat


" Abah... semangat Abah pasti sembuh dan operasi akan berjalan dengan lancar," Ucap Aira sambil mencium kening sang Abah


" Iya sayang, Abah akan sehat dan kuat," Jawab Abah


Abah memasuki pintu ruang operasi yang telah di bukakan oleh perawat lainnya, dan Aira serta keluarga untuk menunggu di luar. Tak lama Dokter Rafli pun datang dengan pelengkap yang lengkap.


" Aira do'akan terbaik, pasti Abah kamu akan sembuh, dan saya akan berusaha untuk Abah kamu, tetap tenang jangan panik," Ucap Dokter dengan lembut


" Aku akan berikan segalanya untuk mu Aira, kamu wanita yang sungguh aku suka dan aku cinta, walaupun baru kenal pertama aku sudah menarih hati padamu, bahwa kamu adalah wanita yang paling baik," Batin Dokter


" Selalu dokter, Terima kasih aku akan selalu berdo'a untuk kebaikan, dan saya percaya bahwa dokter akan melakukan penanganan terbaik untuk setiap pasien dokter," Jawab Aira

__ADS_1


Dokter masuk ruangan, dan keluarga Aira menunggu sampai waktu operasi selesai dengan bunyi lampu yang ada di atas ruang operasi.


__ADS_2