Senggani

Senggani
BAB 62 KANGEN


__ADS_3

Sesampainya di ruangannya Aira segera menyimpan terlebih dahulu sebelum waktu istirahat tiba, dan kesempatan untuk menemui Rio melunasi hutanngnya kepada mereka. Agar perasaan Aira semakin sedikit untuk tidak terbebani, dan sisanya untuk dikirimkan kepada Ibunya untuk pengobatan Abahnya yang sedang sakit.


Entah mengapa saat itu Aira begitu sangat bangga dan bahagia bahwa dirinya bisa mengumpulkan uang dan bisa membantu Ibunya dan diriny menerima uang hasil kerja kerasnya selama ini dengan baik.


Pekerjaan Aira saat itu sangat banyak dan padat sekali, tetapi diri tetap semangat dan melakukan tugasnya dengan baik dan lancar. Bahkan dirinya sangat menjadi sosok wanita yang kuat dalam berkerja. Para kawannya sangat bangga dan senang memiliki teman yang sangat kuat dan memiliki jiwa tak pantang menyerah seperti Aira.


Sinta pun sangat salut dengan etika Aira ketika saat itu, bahkan Sinta sampai tersenyum melihat tingkah Aira saat keluar dari ruangannya.


Tak disangka Rio yang sedang melihat dirinya dari kejauhan merasa senang bisa melihat Aira seceria dan tersenyum seperti itu.


Rio merasa terlalu sangat terkesan dengan senyuman Aira yang sangat manis dan sederhana yang selalu membuatnya jatuh hati dan merasa dekat.


Ibu yang didesa pun menanti-nanti Kabar dari sang Puteri yang tak kunjung memberikan kabar hingga sejauh ini, membuat khawatir dan takut dengan kondisi sang Abah dirumah, bahkan dirinya juga merasa takut jika terjadi apa-apa kepada sang Puteri tercinta.


" Aira... Sungguh lucu dan sederhana sekali dirimu, baru kali ini aku melihat mu membuat diriku sangat bahagia dan bisa belajar darimu, tidak ada masalah jika Tuan Muda menarik hati dan rasa baik kepadamu, kamu baik terus dan sehat selalu, " Ucap Sinta lirih


" Aira... Aira... Aira, " Ucap Sinta sambil mengelengkan kepada sambil tersenyum


" Syukurlah jika kamu bahagia, semoga kamu terus maju dengan rezeki semuanya kamu semakin semangat berkerja dan berkerja keras lagi dengan baik, aku sangat bangga dengan kamu Aira," Batin Rio di balik selah kantor


" Bagaimana sudah selesai, ya sudah ayo kita lanjutkan kerja lagi, " Tanya temannya


" Alhamdulillah sudah, sebentar ya saya akan simpan dulu ya, sekarang kita kerja yang baru di antara dari pihak atasan, iya kamu mulai aja terlebih dahulu saja, " Jawab Aira sambil menyimpan gajinya


Setelah itu Aira memulai untuk melanjutkan kerjanya dengan baik bahkan diri segera menyusul temannya yang sedang memulai kerja dari awal itu.


Ibu yang sedang menyiapkan makan dan minuman sang Abahnya, Ibu berbicara kepada Abah untuk meluangkan rasa kangen dan kabar dari sang Puterinya. Bahkan dirinya sangat sedih dan tidak ada siapa yang bisa membuat diri bahagia.


Kondisi yang sangat sederhana, Abah yang sedang sakit bahkan puterinya yang jauh dari dirinya yang belum tau kabar setelah semenjak dirinya pergi ke kota.

__ADS_1


Ibu hanya berharap menerima kabar dan berita tentang Aira saja sudah cukup, Ibu juga meminta lebih hanya mendengar keadaan snag Puteri baik-baik saja dirinya sudah merasa senang, jika Aira berhasil itu menjadi bonus dan usaha terbaik dari Aira untuk keluarganya.


" Abah sekarang waktu makan dulu ya, Ibu sudah siapkan, ayo Abah makan biar cepat sembuh," Ucap Ibu


" Kenapa Ibu sepertinta sedikit sedih," Jawab Abah dengan lirih


" Sampai sekarang Aira belum ada kabar Abah, apa yang terjadi kepada Aira yang tak kunjung memberikan kabar kepada kita, juga kondisi Abah sangat sedikit menurun, Ibu jadi binggung serta harus bagaimana," Ucap Ibu


" Sabar Bu, yakin saja Aira baik-baik saja, mungkin Aira sedang sibuk dan belum bisa kasih kabar ke kita tapi yakin jika Aira baik saja, dan akan segera kembali," Jawab Abah


" Iya Abah, tapi harus sampai kapan, hingga saat ini belum ada sama sekali kabar, bahkan tidak ada surat, dan titipan serta dirinya sendiri yang tidak pulang, mungkin apa dirinya lupa dengan kita," Ucap Ibu


" Tidak Bu, Aira bukan seperti itu, sudahlah kamu yakin dan percaya pada Abah jika Aira akan segera kembali, " Jawab Abah


" Ya sudah Abah, sekarang makan lagi, biar sehat dan Abah bisa kembali seperti sedia kala, " Ucap Ibu


Akhirnya melanjutkan makan dan minum, Ibu yang sabar dan sangat sayang merawat dan menyuapi sang Abah di tempat tidurnya.


" Alhamdulillah waktu istirahat tiba, aku harus segera menemui mas Rio sebelum waktu istirahat habis, terus aku lanjutkan makan dan minum, ya sudah sekarang aku keruangannya, " Ucap Aira sambil berjalan menuju ruangannya


Tok... Tok... Tok... Ketuk pintu ruang Rio


" Permisi, " Ucap Aira


" Silahkan masuk, " Jawab Rio


" Iya permisi," Ucap Aira


" Rupanya Aira, silahkan duduk, ada apa Aira apa ada yang di bicara dan penting," Tanya Rio

__ADS_1


"Sebelumnya maaf jika Aira menganggu Waktu Tuan, saya mau bertemu dengan Tuan, ingin memberikan uang ini untuk melunasi hutang Aira saat itu, mumpung Aira sedang ada uang," Jawab Aira


" Aira sudah lupakan saja soal itu, anggap saja itu sudah lunas, " Ucap Rio


" Tidak mau Tuan, hutang ya harus dibayar, Tuan harus Terimanya," Jawab Rio


" Ya sudah aku Terima, jadi hutang kamu lunas ya, jadi kamu aman dan Terima kasih," Ucap Rio


" Sama-sama, dan Aira yang sangat berterima kasih yang banyak ke Tuan sudah memberikan kesempatan kerja di perusahaan ini, mau menunggu lama Aira membayar hutang yang sudah lama sekali, dan Terima kasih," Jawab Aira


" Sama-sama Aira," Ucap Rio


" Ya sudah Tuan, Aira permisi dulu dan Terima kasih banyak , permisi," Jawab Aira


" Iya sama-sama, disilahkan," Jawab Rio


" Sungguh baik dan mulia hatimu Aira, dan sungguh baik dan sangat membuat diriku belajar banyak dan menyesal apa yang aku lakukan kepadamu, " Batin Rio


Aira meninggalkan ruangan Rio dan melanjutkan makan dan minum bahkan istirahat sebentar sebelum jam kerja dimulai lagi.


Tak lama kemudian Aira menikmati makan dan minumnya bahkan istirahat yang sangat cukup untuknya, Aira merasa senang dan bahagia, dirinya tak lama ingin segera menjenguk kampung halaman dan memberikan uang untuk pengobatan sang Abahnya. Bahkan diri bersiap untuk memilih rencana pulang kampung untuk sejenak melihat keadaan kedua orang tuanya.


Aira yang sudah merasa kangen dan lama tak memberikan kabar kepada kedua orang tuanya, merasa menjadi orang yang sangat lupa kepada mereka berdua, apa daya yang bisa Aira lakukan karena daerah kampung Aira yang minum dengan elektrok dan pos pun jarang untuk masuk di daerahnya.


Aira sangat kanget dan sangat takut jika orang tuanya berfikir bahwa Aira terjadi apa-apa kepada dirinya yang selama ini tidak memberikan kabar sedikitpun kepada mereka yang berada di desa.


" Alhamdulillah sedikit masalah aku sudah teratasi, dan uang sisa ini alhamdulillah bisa aku gunakan dan cukup untuk membawa dan mengontrolkan Abah untuk kondisinya," Ucap Aira


" Ya sudah sekarang aku makan serta istirahat sejenak, sebelum kerja dimulai lagi, setelah itu aku akan segera atur untuk pulang kampung sejenak untuk menjenguk ibu dan Abah di kampung, " Ucap Aira

__ADS_1


Aira akhirnya melanjutkan istirahat terlebih dahulu, dan memiliki Rencana itu setelah pekerjaan selesai dan waktu pulang tidak nanti.


__ADS_2