
Malam semakin larut, agenda rapat semakin sampai di kata mufakat, Rio dan Ayah Hadi bersyukur agenda satu dan program satu tahun untuk kedepan sudah sampai di kata sepakat, tinggal melakukan agenda yang lainnya.
Pukul 12 tepat akhirnya rapat besar itu di akhiri semua para audien dan lainnya segera menuju ke tempatnya masing-masing untuk beristirahat. Mereka menikmati suasana bahkan saat itu suasana di jurang senggani sangat dingin.
Nampak dengan suara sepi dan hening di tengah-tengah hutan dimalam hari.
" Rio sudah malam ayo kita kembali ke tenda, besok masih ada acara lagi, sekarang kita harus beristirahat membaringkan tubuh yang pegal ini, " Ucap Ayah Hadi
" Iya Ayah ayo kita menuju ke tenda," Jawab Rio
" Mari Tuan," Sahut Manuel
Akhirnya mereke menuju di teda masing-masing, mereka terlelap dengan suasana hening dan dinginnya suasana jurang senggani.
Dini hari tiba tidak terasa hujan pun menghampiri jurang senggani, suasana menjadi tambah dingin dan membuat tubuh merasa selayaknya bulu naik dan bercorak.
Tak lama hujan pun reda pagi pun tiba, langit yang berwarna putih bercampur dengan embun dan pohon-pohon pilus di sekitar kelihatan berair dan menetes setetes saat tertiup angin, suara air yang gemericik di air terjun. Serta yang paling hati-hati medan sekitar yang harus berhati-hati karena licin setelah hujan.
" Tuan permisi, Tuan ingin apa biar saya ambilkan, karena jika Tuan keluar itu sangat licik jadi biar saya yang melakukannya," Ucap Manuel
" Tidak ada, kamu santai aja, karena aku lagi bosan jadi aku mau keluar jalan-jalan untuk menghilangkan rasa gundah saya, jadi kamu kembali ke tenda kamu untuk bersantai saja," Jawab Rio
" Kalau begitu ya sudab Tuan, mari Terima kasih atas semuanya," Jawab Manuel
" Tidak apa sana," Ucap Rio
Aira saat itu sedang memasak dan menyiakan makanan yang sudah menjadi pekerjaannya setiap ada acara besar di jurang senggani pihak pengelola mempercayakan segala sesuatu di rumah Aira, seperti suguhan, makan pagi, menu makan malam bersama bahkan cemilan untuk acara.
Aira dan Ibunya pun membuat segalanya untuk memenuhi pesanan perusahaan saat acara di jurang senggani.
Rio tidak tau bahwa dirinya adalah Aira seorang yang juga berkerjasama dengan pihak jurang senggani.
" Ibu untuk pagi ini kita mau menyiapkan apa, kita sudah siapkan nasi dan sarapan pagi saja, sayuran, sambal, ikan dan aneka lauk saja, kita tinggal nyelesain ikan laut setelah itu kita bisa antar kesana sebentar lagi agenda sarapan pagi akan dimulai, karena tadi sudah ada pihak pengelola kesini untuk memberitahukan kepada Ibu," Ucap Ibu
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu Aira siapkan yang ini setelah itu Kita berangkat kesana ya Ibu," Jawab Aira
" Oh iya Ibu, untuk kerupuknya apakah sudah ada, kemarin aku lupa kalau ada tambahan kerupuk," Sahut Aira
" Oh iya sayang Ibu juga lupa, kalau begitu kamu gorengkan dulu sebentar sambil menunggu ikan ini matang," Jawab Ibu
" Iya Bu saya gorengkan dulu, kita kasih krupuk yang panjang-panjang ini saja ya Ibu," Jawab Aira
" Iya sayang, " Ucap Ibu
Akhirnya Aira men gorengkan krupuk untuk tambahan pelengkang sarapan paginya.
Tak lama kemudian ikan yang telah dimasak oleh Ibu sudah matang dan siap untuk di hidangkan serta di siapkan, bahkan di susul dengan kerupuk yang sudah matang juga dengan cepat.
Mereka siap untuk memberitahukan kepada pihak pengelola untuk menjemput yang lain, sembari Aira dan Ibu ke jurang senggani membawa yang ringan. Tak lama kemudian dari pihak Pengelola telah datang dan membawa apa yang sudah di siapkan, Ibu dan Aira menata di tempat makan dan menunggu disaat para perusahaan mengambil sarapan. Tak disangka Rio dan Aira bertemu lagi dan kaget saling menatap, Rio yang menatapnya agak sinis dan sedikit marah.
Tak lama kemudian Rio selesai saat menikmati suasana disekitar dan membersihkan diri siap untuk sarapan bersama.
" Sudah siap Ibu, tinggal menunggu mereka mengambil dan menikmati hidangan ini," Ucap Aira
" Iya siap Ibu," Ucap Aira
" Mas Afra tidak makan sekalian, mas Arief dan lainnya sudah makan," Tanya Aira
" Hem aku bentar lagi ini masih ada tanggungan sedikit," Jawab Afra
" Ya sudah pokok untuk kalian disana tempat ambil makanannya Mas," Ucap Aira
" Iya Terima kasih," Jawab Afra
Tak lama semua berbondong-bondong untuk datang menikmati sarapan pagi semua mengambil dan memilih menu yang ingin mereka makan untuk sarapan pagi, setelah mengambilnya ia langsung mencari tempat yang nyaman untuk menikmati sarapan pagi dan melihat indahnya pemandangan di atas.
" Ha kamu lagi, ternyata kamu di sini juga," Ucap kaget Rio
__ADS_1
" Hem iya Bapak saya juga mempersiapkan juga disini," Jawab Aira dengan manis
" Aduh gimana ini kayak mas ini sangat marah, ternyata juga dia seorang perusahaan, aku takut nanti Ibu tau soal denda," Batin Aira
" Maaf Tuan apakah Tuan mengenal wanita itu," Sahut Manuel
" Saya tidak mengenalnya, hanya dia yang membantu saya untuk menemukan kamar mandi kemarin," Jawab lirih Rio
" Sayang kamu kenal dia,siapa," Sahut Lirih Ibu
" Aira tidak kenal Ibu, hanya kemarin saya yang memberikan tahu kan kepadanya karena dia butuh saja," Jawab Aira
" Ya sudah," Ucap Ibu
Rio dengan pintar membalasnya agar tidak ketahuan siaapan atas marah-marahnya.
" Aku harus tahan amarah," Batin Rio
" Seorang masakan enak dan suka," Ucap Rio
" Terima kasih, " Jawab Aira
" Jangan suka dulu aku tidak marah-marah kepadamu aku menahannya agar semua tidak atau bahwa aku sangat benci denganmu, oh iya jangan lupa denda tetap denda kamu belum memberinya sama sekali, jadi aku akan mudah mencarimu karena kamu juga berkerjasama dengan pihak sini jadi memudahkan saya untuk memberitahukan," Ucap Rio lirih di telinga Aira
" Iya aku tau maaf, segera saya akan membayarnya mas," Jawab Aira dengan takut dan binggung
" Dan untuk hukuman kemarin kamu meninggalkan saya kamu harus tambah 5 juta," Ucap Rio
" Hah tambah hanya aku tidak bisa ke kamu, aku meninggalkan mas karena aku juga ada pekerjaan yang lain, aku tidak mau," Jawab Aira
" Oh mau aku katakan pihak sini dan aku laporkan ke pihak lurah agar keluarga kamu di diusir atau di penjara," Ucap Rio
" Terserah kamu," Jawab Aira
__ADS_1
Aira yang lucu seketika menjadi sedikit berani saat itu walaupun keberaniannya hanya sementara karena dirinya pribadi yang lucu dan halus. melihat Rio seenaknya Aira sedikit binggung untuk mengatasinya, Aira takut bagaimana jadinya jika Keluarganya mengetahui apa yang telah di lakukan Aira yang menguras kebutuhannya.