
Aira terus berlari karena dikejar oleh perampok itu, Aira harus berlari agar dirinya terbebas dari kejaran perampok itu, Aira yang tidak tau sama sekali area jalan di kota, Aira sangat ngawur dalam berlari.
" Aduh aku harus lari kemana lagi, dia terus mengejarku, ke sana," Ucap Aira dengan binggung
Perampok terus mengejar dan terus mengejar.
" Kamu dimana berhenti, pasti kamu akan tertangkap," Teriakan perampok
" Dia semakin dekat, aku harus cepat lari lagi darin sini, " Ucap Aira
Rio merasa mendingan dan dirinya sejenak untuk duduk sebari agar dirinya tidak pusing, perasaan dirinya tidak enak merasakan bahwa Aira dalam bahaya, apakah Rio sudah mulai menyukai dengan perasaan hati yang paling dalam, sehingga diri merasakan itu.
" Rasanya diriku sudah merasa mendingan dan enak di badan, semoga besok sudah kembali fit dan fresh, " Ucap Rio
Tak disangka Simbok Sumi memasuki kamar Rio.
" Lho aden sudah baikkan, mau apa biar Simbok ambilkan Den," Tanya Simbok Sumi
" Mbok tolong buatkan Bubur yang hangat mumpung rasanya ingin makan, lapar dan ingin makan," Jawab Rio
" Bentar den simbok buatkan dulu, aden tunggu sampai simbok kembali lagi kesini," Ucap Simbok Sumi
" Iya Mbok saya tunggu, " Jawab Rio
Simbok bergegas untuk kedapur untuk membuatkan bubur permintaan Rio.
" Alhamdulillah Deh Rio mau makan, jadi aku harus membuatkan bubur yang sangat enak, " Ucap Simbok Sumi
" Mbok mau buat bubur buat siapa Mbok, " Sahit Bik Kuni
" Ini lho Den Rio tadi minta Bubur jadi simbok buatin untuknya," Jawab Simbok Sumi
" Syukurlah kalau begitu, biar cepat sembuh, ya sudah Kuni, mau nyelesain setrika dulu Mbok, " Ucap Bik Kuni
" Iya sana, " Jawab Simbok Sumi
Perampok itu terus mengejar Aira, Aira yang terus berlari serta mencari jalan untuk berlari. Aira sudah hampir habis mau lari kemana, dan tak disangka Aira salah jalur. Jalur yang di lewati ternyata buntu.
" Ya ampun butuh ternyata, aku harus kemana," Ucap Aira naik dan panik mau kemana
perampok mulai datang dan menemukannya.
" Akhirnya kamu kena juga, Ayo ikut aku, temanin kami serta ikut kerja bersama kami cantik, " Ucap Perampok
Aira dengan rasa ketakutan dan panik dirinya, sekilas untuk berani untuk melawannya dengan menjawab perkataannya.
" Tidak sudi, jangan ganggu aku tidak menganggu mu biarkan aku pergi jangan halangi jalanku, " Jawab Aira
" Tidak cantik kamu harus ikut dengan kami, " Ucap Perampok
" Aku harus bisa lolos dan melarikan diri darinya, aku harus bisa menerobos dirinya terus aku harus berlari jangan sampai salah jalan," Batin Aira
__ADS_1
Simbok Sumi yang sibuk membuat bubur buat Rio, tak lama matang dan siap untuk di sajikan, Simbok Sumi mengantarkan bubur serta minum air putih ke kamar Rio.
Tak lama Simbok Sumi sampai di kamar Rio,dan Eyang berkata pada Simbok Sumi.
" Mbok apa itu, makanan buat Rio," Tanya Eyang
" Iya Eyang, tadi Den Rio meminta untuk membuatkan bubur, rasanya ingin makan," Jawab Simbok Sumi
" Ya sudah kalau begitu kasihkan, aku tak jadi masuk biar makan dahulu," Ucap Eyang
" Iya Eyang, mari," Jawab simbok Sumi
" Den permisi bubur yang aden minta sudah siap, ayo segera di makan mumpung masih hangat. Jadi selera makannya enak. Apa perlu Simbok suapin," Jawab Simbok Sumi
" Tidak perlu Mbok, Rio makan sendiri saja, Terima kasih ya mbok, Rio akan segera makan," Ucap Rio
" Ya sudah kalau begitu Simbol tinggal dulu ya den, jika ada apa-apa nanti panggil Simbok," Jawab simbok Sumi
" Iya mbok," Ucap Rio
Aira mulai berlari melewati selah tengah perampok dengan keras sehingga mereka terjatuh semua, Aira tidak bisa berlari karena kakinya di pegang oleh perampok, dengan teriakan dan kesakitan Aira berusaha untuk menendang agar tangan mereka terlepas dari peganngannya.
" Ya Alloh bantu hamba, hamba sudah tidak kuat, ah..., " Ucap Aira
Akhirnya terlepas, perampok tersebut terkena tangan dan kepalanya mereka kesakitan, Aira yang mulai melawan kesakitannya dan berusaha untuk berdiri dan berlari lagi untuk menghindari dari perampok, Aira akhirnya kuat walaupun sedikit lemas dan berhati-hati.
" Aku sudah lemas tapi aku harus berlari sebelum dirinya menemukan diriku, " Ucap Aira
" Seperti ada wanita yang butuh pertolongan, dia nampak lemah, Oh dia di kerja oleh perampok itu, aku harus menolongnya," Ucap Larisa
Perampok mulai berjalan dan mengejar lagi Aira. Tak disangkal Aira berteriak dengan bungkaman tangan Larisa dari samping, lalu Larisa menariknya serta membawa dirinya pergi dari situ.
" Ahh... Emmm," Ucap Aira sambil di bungkam
Perampok menuju di dekatnya, saling binggung mencarinya.
" Dimana wanita itu, lari kemana dekat sekali, awas jika ketemu, " Ucap perampok
" Kesana sepertinya ayo kesana, " Sahut temannya
Rio yang saat itu merasa enakan makan menghabiskan bubur buat simbok Sumi, pertanda bahwa sakitnya sudah membaik.
" Alhamdulillah habis, tubuh terasa enak dan lebih baik lagi, Terima kasih Ya Alloh," Ucap Rio
" Aku pingin minum yang hangat, mbok, " Ucap Rio
" Den Rio memanggilku, iya den sebentar," Jawab Simbok Sumi
" Iya den ada apa, alhamdulillah buburnya habis, " Jawab simbok Sumi
" Aku pingin minum yang hangat Mbok, buatkan susu kesukaan Rio ya Mbok, " Ucap Rio
__ADS_1
" Oh siap sebentar ya den, simbok buatkan dulu," Jawab simbok Sumi
" Iya Mbok, jangan manis-manis ya biasa saja, " Ucap Rio
" Iya den, siap Simbok sudah tau," Jawab Simbok Sumi
Simbok segera kedapur untuk membuatkan susu Rio, dan membawa peralatan yang sudah tidak terpakai dan kotor.
" Diam, kamu aman... Dia susah pergi," Ucap Larisa
Aira mengeha nafas dan merasa sedikit tenang.
" Siapa kamu, Terima kasih atas bantuannya, " Jawab Aira
" Sama-sama, nanti aku kasih tau siapa aku dan aku cerita, sekarang kamu ikut aku pulang ke rumahku, " Ucap Larisa
" Ah... Sakit sedikit," Suara kesakitan dan lemas Aira
" Sini akun bantu, seperti kamu terluka dan lemas, " Ucap Larisa
Aira akhirnya di bawa kerumah Larisa, dengan membantu membopongnya tangannya.
" Den ini susu permintaan aden, simbok taruh di meja ya," Ucap Simbok Sumi
" Iya Mbok taruh situ saja," Jawab Rio
Susu permintaan Rio sudah di antar simbok Sumi taruh di mejanya, karena Rio sedang berada di kamar mandi.
Ibu Larisa yang pulang agak dahulu, sudah menyiapkan makan malam buat Larisa dan Ibunya, Ibu memasak kesukaannya.
" Alhamdulillah sudah siap tinggal menunggu Larisa datang, kita bisa menikmati makan malam bersama," Ucap Mama Hani
" Sebentar lagi kita sampai rumahku, itu dia rumah aku harus kuat," Ucap Larisa
Aira sudah sangat lemas dan menahan sakit ringan di tangan dan kakinya.
" Ma..., mama Larisa pulang," Ucap Larisa
" Itu Larisa pulang, aku harus bukaan pintunya, sebentar iya sayang, " Jawab Mama Hani
Mama Hani kaget melihat Larisa membawa wanita yang lemas dan sedikit luka di bagian tubuhnya.
" Larisa siapa, ya sudah bawa masuk dulu, biar Mama bantu," Sahut Mama Hani
" Iya Ma, kita bawa masuk saja dulu, " Jawab Larisa
" Ayo bawa ke kamar kamu, lalu bersihkan dirinya, Mama akan menyiapkan makan untuknya, setelah ini kamu langsung bersih diri dan makan dulu, " Ucap Mama Hani
" Iya Ma," Ucap Larisa
Akhirnya Aira di bawa ke kamar Larisa. Dan di berikan makanan serta di rawat luka ringan oleh Keluarga Larisa
__ADS_1