
Hidangan yang telah mereka santap dengan nikmatnya, membuat dirinya merasa ada kedekatan yang telah tiba, perasaan Aira yang tidak bisa di bohongi bahwa dirinya sangat menaruh hati padanya, tetapi dirinya terkendala dengan Rio yang sudah memiliki kekasih yang dimana juga kasta orang kaya, sehingga Aira tau diri soal dirinya dan kondisi itu. Aira hanya bisa memandang dan berharap saja. Tanpa harus memiliki.
Apa yang Aira pikirkan semua salah bahwa Rio sangat menyukai dan mencintainya ditimbang dengan pacarnya yang setara dengan dirinya, Rio mencari pasangan yang berbeda darinya agar dirinya merasa dihargai dan di cintai dengan setulus hati dan jiwanya.
Aira yang berpikir seperti itu membuatnya dirinya terjatuh dan tidak bisa memilikinya, tetapi tiada mustahil jika suatu saat Aira memiliki dan bisa bersama dengan Rio.
Ayuna yang sedang menikmati serta memandang Rio yang berada di depannya. Membuat dirinya sedikit malu dan sedikit canggung tentang perasaan yang selama ini Aira rasakan.
Rio yang dengan lahap dan fokusnya makan membuat dirinya tak sadar jika Aira menatapnya dan melihatnya terus menerus.
" Maafkan perasaan diriku ini Mas, awalnya aku sangat membenci dirimu ketika awal bertemu, aku sangat cuekin kepadamu tetapi sekarang mulai tumbuh rasa suka terhadap dirimu, apakah salah aku mencintaimu," Batin Aira
" Mungkin sekarang rasa itu tumbuh tetapi, aku tidak bisa memilikimu, kasta kita beda serta jalan kehidupan kita beda, tetapi aku sungguh sangat bangga bisa menatap dan bertemu dirimu setiap hari, sudah membuat diriku bahagia dengan sendirinya Mas Rio," Batin Ayuna
Isabella yang sedang makan malam bersama keluarganya membicarakan soal rencananya untuk kedepannya.
" Sayang bagaimana hubungan kamu dengan Rio, apakah sudah baik-baik saja," Tanya Ayah Dedi
" Ah tak tau Yah, seperti Rio mulai menjauh Isabella, entah apa yang membuat seperti itu," Jawab Isabella
" Ya itu betul dan itu sangat bisa dirinya berubah, kamu tau kamu meninggalkan dirinya dengan tidak wajar, kamu tau sifat kamu itu, Mama tau kamu sedang mencari uang dan poritin lelaki kaya raya, tapi harusnya kamu tau bahwa kamunada tujuan dengan keluarga Hari yang sangat kaya itu," Sahut Mama Ima yang dengan marah
" Aduh Mama, pasti Mama ini marah-marah mulu, semua juga kan Mama yang ajari malah akhirnya aku dapat omelan, " Ucap Isabella
" Sudahlah Ma, kita kan bisa lakukan dengan baik lagi, dan kita mulai rencana awal lagi, jangan soal seperti kita jadi ribut satu kelurga yang sama-sama tujuannya," Jawab Ayah Dedi
" Tu Mama yang mulai dulu, harusnya kan dia kasih informasi, atau minta maaf soal kesalahan aku yang juga permintaan dirinya yang harus butuh uang banyak dan Isabella sudah turutin malah seperti itu," Ucap Isabella
" Ya sudah maafkan Mama, karena Mama sangat sayang jika kita tidak bisa dapatkan harga dari Keluarga Rio, eman donk rencana yang sudah mau berhasil sekarang kita mulai lagi, dan ini sangat berat Rio mulai tidak menyukai Isabella, bagaimana rasanya Mama, pokok Mama tidak mau hidup susah," Sahut Mama Ima
__ADS_1
" Ya sudah kita berkerjasama saja, pasti kita akan berhasil, Mama tenang saja, " Ucap Ayah Dedi
" Iya Ma, tenang saja Isabella juga tidak mau hidup susah, tetepi tenang saja kita masih ada cara, Eyang Sukma masih percaya dengan kita, kita juga memiliki apapun jadi diri dukung Isabella karena setara walaupun kita masih di bawahnya tetapi kita sudah punya modal untuk menjadi kaya raya lagi," Sahut Isabella
" Iya sudahlah, " Jawab Mama Ima
" Sudah lanjutkan makan malamnya, keburu dingin dan waktu mulai malam, " Ucap Ayah Dedi
Mereka membicarakan dan mengatur strategi terbaru untuk mendapatkan perasaan Rio kembali bahkan jika tidak berhasil akan menjalankan cara yang lainnya.
Tak lama kemudian Aira melihat sisa makanan yang berada di sekitar pipi Rio, sehingga Aira tak sadar langsung mengusapnya dengan sehelai tisu, Rio yang sontak kaget dan membalas dengan memegang tangannya. Matanya saling bertatap kembali membuat mereka berdiam seribu bahasa dan membayangkan perasaan satu sama lain.
Tiba-tiba musik berbunyi keras dan membuat dirinya mulai sadar apa yang mereka kerjakan.
" Hem maaf mas tadi Aira mengusap, ada sisa makan yang ada di sekitar bibir Mas, maaf jika Aira lancang," Ucap Aira
" Tidak apa, Terima kasih sudah membersihkannya," Jawab Rio
Aira menurunkan sehelai tisu dan membuatnya ditempat yang sudah di sediakan, mareka memulai untuk minum dengan saling bersulam bersama.
" Tidak usah merasa bersalah, maaf jika aku makannya sedikit membuat dirimu tidak suka, " Ucap Rio
" Bukan itu Mas, ya hanya aku merasa lucu aja Mas makanya sampai belepotan kemana-mana kan lucu jadinya, " Jawab Aira
" Iya sih hahaha, ya maaf aku juga menikmatinya jadi tidak sadar bahwa makan aku sampai kemana-mana," Ucap Rio
" Kalau begitu kita minum minumnya kita bersulam," Mari kita bersulam, " Ucap Rio
" Iya Mas, mari," Jawab Aira
__ADS_1
" Sulam ini pertanda bahwa kita harus semangat dan lebih giat dalam melakukan hal apapun, dan kita harus lebih baik, serta tanda rasa syukur dan hadiah buat dirimu sudah mengerjakan tugasmu dengan baik, " Ucap Rio
" Iya Mas, aku juga merasa seperti itu, sulam inj juga sebagai rasa bahagianya diriku saat ini, bisa mengerjakan sebagai baik, harapan lebih baik kedepannya," Jawab Aira
" Ayo bersulam," Ucap Rio
Ting... Suara gelas yang saling bertatapan
Mereka berdua siap untuk meminum minumannya.
Isabella dan keluarga selesai makan malam dan mereka segera menuju ke kamarnya untuk istirahat malam.
Malam semakin larut, serta menujukan waktu tengah malam, akhirnya mereka memutuskan untuk segara pulang. Aira yang segera diantar oleh mereka.
" Malam sudah semakin larut kita pulang, pasti temanmu menunggumu, dan Terima kasih sudah mau menemani diriku makan malam sehingga larut malam seperti ini," Ucap Rio
" Harusnya Aira yang harus banyak berterima kasih kepada Mas Rio, sudah memberikan sesuatu yang spesial, Aira di berikan treatment, gaun dan sepatu, perawatan, makan malam yang super spesial, jadi Aira tidak enak dengan Mas, seolah aku hanya bisa porotin Mas, sebenarnya tidak mau, tetapi Mas yang memintanya, " Jawab Aira
" Sudahlah seperti yang aku ucapkan kepadamu, bahwa ini sesuatu harian dan perhargaan aku terhadapmu karena kerja kamu baik dan sangat baik, kalau begitu ayo kita pulang," Ucap Rio
" Iya Mas, mari, " Jawab Aira
Akhirnya mereka menuju mobil, dan mobil melaju kearah rumah Aira.sesampai sana Rio dan Manuel mengantarkan denagn berjalan kaki karena jalan yang sempit mobil yang tidak bisa masuk ke dalam gang tersebut. Akhirnya mereka mengantarkan Aira dengan jalan kaki.
" Ya sudah mas, Terima kasih banyak," Ucap Aira
" Bentar Aira, mana rumahmu, " Tanya Rio
" Saya ikut teman Mas, rumah masuk kedalam, jadi Mas tidak perlu karena mobil tidak bisa masuk, dan saya tidak mau merepotkan mas," Jawab Aira
__ADS_1
" Tidak aku dan Manuel akan mengantarmu sampai rumah temanmu, ya sudah ayo Manuel, " Ucap Rio
Bertiga mulai berjalan menuju kerumah temannya, sesampainya dirumah Mereka kembali.