
Setelah Ibu merelakan Aira untuk ke kota, Aira ketika itu sangat senang karena mendapat restu dirinya untuk ke kota, Aira bersiap untuk pergi ke kota walaupun dirinya belum tau harus kemana bahkan dirinya pertama kali untuk ke kota.
Ibu Aira hanya berharap semoga apa yang di harapkan dan dilakukan Aira akak bermanfaat dan segera membantu untuk pengobatan sang Abah dari sakitnya.
Aira pun berpikir mencari kerja di PT atau kantor yang ada di Kota, karena dirinya memiliki bakat dan pengalaman pada satu sekolah di bagian administrasi serta dirinya berjualan setiap harinya.
" Terima kasih Ibu sudah memberikan izin dan restu untuk ke kota, kalau begitu sebentar lagi Aira akan bersiap-siap untuk ke kota, " Ucap Aira
" Sama-sama sayang, kalau begitu bersiaplah biar Ibu lanjutkan," Jawab Ibu
" Ya sudah Aira ke kamar dulu ya Ibu, mau mempersiapkan semuanya," Ucap Aira
" Iya sayang, sudah sana disiapkan sebaik mungkin, " Jawab Ibu
" Iya," Ucap Aira
Aira menuju ke kamarnya, setelah itu dirinya mengambil tas diatas lemari dan membuka lemari untuk menaruh pakai yang akan di bawa ke kota, dengan pelahan dirinya mengatur dan menatanya, bahkan diri juga membawa cindra mata yang diberikan oleh Rio.
Rio yang sedang dirawat dan di obati oleh Mama Yasmin di atas ranjangnya.
" Doro saya taruh di sini ya, kalau begitu Simbok permisi dulu," Ucap Simbok Iyem
" Iya Mbok Terima kasih ya, sudah bantu bawain, " Jawab Mama Yasmin
" Sama-sama Doro," Ucap Simbok Iyem
" Permisi mari Eyang," Sahut Simbok Iyem
" Ma, bagaimana kondisi Rio, sudah mendingan," Sahut Ayah Hadi
" Ini baru saya kompres Yah, tapi alhamdulillah sedikit sudah membaik karena saya sudah memberikan obat penurun panas," Jawab Mama Yasmin
" Ya sudah tidak apa," Ucap Ayah Hadi
" Ya seperti itu kalau cari tempat yang tidak nyaman, ada tempat yang lebih steril dan indah malah milih tempat kumuh di desa, jika terjadi pada cucu ku kamu tanggung jawab, ini juga sama saja suami nurut Istri bukan nurut pada Mama, " Ucap sinis Eyang sambil keluar dari kamar Rio
__ADS_1
" Sudah tak usah kamu hiraukan kata Mama, kamu fokus saja kepada Rio, kalau gitu Ayah mau ke sana dahulu, " Ucap Ayah Hadi
" Iya Yah," Jawab Mama Yasmin
Mama Yasmin terasa kuat dan menguatkan diri dari sikap Eyang terhadap dirinya itu, bahkan Mama Yasmin tetap sabar menghadapinya. Tanpa ada dendam sama sekali pada Mama.
Ayah Jadi yang selalu memberikan pengertian bahkan dirinya yang selalu meredam hatinya jika Mama berbicara kepada Yasmin yang dapat memunculkan perdebatan diantara mereka.
Eyang kelaur dari Kamar Rio dan menuju di tempatnya sambil minum susu, membaca katalog ma jalan fashion dan bisnis kesukaannya.
" Sudah dibilangin kita itu orang kaya kok malah cari tempat yang tidak sesuai emang gak habis pikir saya," Ucap Eyang dengan sendirinya
Aira selesai mengemasi barang-barangnya tanpa ada yang tersisa, sehingga diri sangat siap untuk berangkat ke kota.
" Ibu barang sudah siap, dan Aira mau berangkat sekarang saja, Aira minta do'a nya semoga dipertemukan oleh orang baik di kota, juga semoga cepat diberikan sebuah pekerjaan yang bisa menghasilkan untuk biaya pengobatan Abah, " Ucap Aira
" Iya sayang, Ibu selalu mendoakan kamu yang terbaik, juga Semoga apa yang kita inginkan segera terkabul, jangan lupa kabar dan kasih informasi jika sudah sampai di kota, semoga Sayang bisa bertemu orang baik yang membantu dirimu," Jawab Ibu
" Iya Ibu, aku sangat sayang dan pastinya Aira akan selalu merindukan orang rumah dan Abah, Aira mau pamit ke Ayah," Ucap Aira sambil meneteskan air mata
"Abah Aira mau minta izin dan restu, Do'akan Aira segera dapat biaya buat pengobatan Abah, Aira mau pamit pergi ke kota, selalu do'akan selalu Aira Ayah," Ucap Aira menangis
Ibu yang melihatnya tak bisa menahan air mata yang ditahannya, semua membasai pipi dan tangan mereka saat mengahapusnya.
" Abah,baik-baik saja, Abah akan selalu do'akan Aira, maaf Abah merepotkan dirimu sekarang," Jawab Abah dan perlahan
" Tidak Abah, ini tidak merepotkan Abah, Abah tenang saja pasti akan segera sembuh, jadi Abah harus semangat untuk sembuh, Aira akan semangat kerja keras buat kesembuhan Abah, " Jawab Aira sambil menghapus air mata Abah
" Ya sudah jaga kondisi Abah, makan yang teratur dan Ayah harus punya semangat untuk sembuh, kalau begitu Aira pamit berangkat dulu Ya, Aira sangat cinta dan sayang kepada Ayah," Ucap Aira sambil mencium kening Abah
" Ibu Aira berangkat dulu Ibu jaga kesehatan dan jaga diri baik-baik, Ibu Aira sangat sayang Ibu, mari Ibu," Ucap Aira
" Iya sayang," Jawab Ibu Yang tak kuat untuk menahannya
Aira berjalan meninggalkan kamar dan dengan tangis yang sangat kecewa harus berpisah dengan kedua orang tuanya, Aira berjalan untuk menuju ke tempat pengantaran untuk perjalanan ke kota.
__ADS_1
Aira dengan tekad yang kuat dirinya tidak takut dan semangat untuk segera sampai di kota.
" Rio ya sudah kalau gitu sayang istirahat dahulu, semoga besok sudah mendingan dan membaik, Mama Yasmin mau mengerjakan sesuatu dulu, Mama tinggal dulu ya," Ucap Mama Yasmin
" Iya Ma, tidak apa Rio sudah agak merasa mendingan dan Terima kasih Mama sudah merawat Rio," Jawab Rio
" Sama-sama, lekas sembuh ya, muach," Ucap Mama sambil merapikan selimut di tubuhnya
Mama Yasmin akhirnya keluar dari kamar Rio dan segera menyusul Ayah.
Sesampainya di terminal sub kota Aira segera menaiki bus arah kota Jakarta yang telah di sarankan oleh Mas Rio saat itu. Walaupun Aira belum tau sama sekali alamat dan tujuannya.
" Ayo... Kota Jakarta.. Jakarta," Ucap kondektur Bus
Keramaian orang yang sedang mencari Bus tujuan mereka masing-masing.
" Mungkin aku naik itu," Ucap Aira
Aira menaikan Bus dan mencari tempat duduk yang dekat dengan pintu bahkan dekat kaca untuk melihat sekitar perjalanannya, tidak lama kemudian Bus pun mulai berangkat ke kota. Aira menikmati perjalanan sambil terbayang kedua orang tuanya, muka yang satu, sedih bahkan penuh dengan kerinduan.
" Mama, sini," Ucap Ayah Hadi
" Iya Ayah, syukur sudah turun dan mendingan, pasti besok sudah membaik keadaan Rio, Ayah sedang apa," Jawab Mama Yasmin
" Syukurlah kalau begitu, Ini sedang baca-baca saja Ma, " Ucap Ayah Hadi
Tak lama kemudian Bus telah sampai di kota Jakarta, Aira segera turun dari Bus, tak disangka terdapat orang yang telah melihat dan mengikuti Aira, Aira awalnya takut dan harus bagaimana, dengan berani Aira berlari, orang itu terus mengejar Aira.
" Seperti ada yang mengikutiku, aku takut tapi aku harus berani untuk menghadapi dari mereka," Batin Aira mulai berlari
" Hey kamu kemana, jangan lari, dasar wanita tidak tau di untung," Ucap perampok
" Aku harus cepat berlari, ya Tuhan bantu aku," Batin Aira
" Berhenti kamu tidak akan bisa lepas dari kita wanita tunggu," Ucap perampok
__ADS_1