
Mobil Rio bermuterkan Arah ke arah rumahnya. Membuat Manuel kaget dan bertanya ke pada Rio soal rencanannya ke rumah temannya itu.
Aira pun berjalan menuju kerumah untuk segera beristirahat dan menyimpan perlengkapan Pulang kampung ke desanya.
Ibu Aira yang tak tau bahwa Anaknya akan pulang untuk menjenguknya untuk melihat kondisinya yang rasa kangennya tidak bisa di bendung dan tertahan.Bahkan Aira membawa uang untuk pengobatan sang Abah untuk mengechekan kondisi dan merawat sambil menunggu uang tabungannya cukup untuk mengoperasi.
Perjuangan Aira membawakan hasil dan keberuntungan bahkan hasil yang sesuai dengan niat awal Aira untuk pamit mencari kerja dan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kesempatan izin yang Aira minta kepada Tuan mudah digunakan sebaik mungkin oleh Aira agar merasa dirinya dekat dan menghabiskan dengan keluarga sebelum kembali untuk berkerja lagi ke sana.
Rasa kangen yang begitu besar membuat perasaan sang mama tercinta terkesan sangat sedih, air mata yang menetes yang membasahi pipinya.
" Tuan kenapa kita muter balik, apakah tidak sesuai yang Tuan katakan bahwa Tuan mau ke rumah teman Tuan yang juga searah dengan jalan ini," Tanya Manuel
" Tidak emang tadi aku bilang untuk membohongi Aira agar mau untuk di antara pulang, dengan alasan tadi Aira akan menerima tawaran saya," Jawab Rio
" Begitu ya Tuan jadi ini langsung menuju kerumah untuk pulang Tuan," Ucap Manuel
" Iya kita langsung pulang saja, aku juga ingin sampai rumah dan beristirahat, seperti tubuhku terasa capek," Jawab Rio
" Baik Tuan,saya akan segera laksanakan dan segera sampai di tempat tujuan," Ucap Manuel
Manuel merasa penasaran kepada perilaku Rio terhadap Aira, sehingga dirinya berani untuk bertanya langsung kepada Rio dengan pelan.
" Aku merasa ada sesuatu diantara Aira dan Tuan Muda, aku rasa mereka saling menyukai satu sama lain, apakah mungkin perasaan aku itu betul, aku harus bertanya kepada Tuan Muda soal ini, " Batin Manuel
" Tuan maaf, Manuel sangat lancang apakah Tuan Muda menaruh hati kepada Aira, yang dimana Maaf Eyang tidak sudah terhadap siapapun yang berbeda dengan levelnya, maaf Manuel hanya bertanya saja," Tanya Manuel
" Dari awal aku mau bercerita kepada kamu, tapi aku belum berani karena aku rasa Aira sudah ada yang memiliki, kedua aku belum menyukai dirinya karena aku masih menjadi cowok yang egois karena perasaan sakit setelah di tinggal oleh Isabella secara mendadak, semejank itu mulailah tumbuh rasa terhadap Aira ketika berada di jurang senggani, aku tau soal apa yang menjadi syarat dari Eyang tapi aku pikir bahwa Aira wanita yang berbeda dari semua wanita yang aku kenal, jadi aku mulai ada rasa terhadap dirinya, " Jawab Rio
" Dari cerita Tuan aku mulai tau dan mulai mengetahui jawaban yang sebenarnya, membuat Manuel sangat setuju dengan apa yang Tuan Muda ambil, karena akun lihat Aira wanita yang baik dan sederhana yang bisa menjadi pasangan Tuan untuk masa depan, Manuel sangat yakin bahwa Aira adalah sosok wanita kedua yang sama seperti Mama Tuan yang sangat baik, " Ucap Rio
__ADS_1
" Maka dari itu aku diam-diam. Agar Eyang tidak tau tentang hubungan asmaraku, aku akan mengikuti permainannya tetapi hatiku tetap dengan Aira," Jawab Rio
" Ya sudah Tuan aku akan selalu mendukungmu, dan aku akan jaga rahasia ini bahkan aku akan siap untuk menjadi pelantara Tuan jika dibutuhkan," Ucap Manuel
" Oke Manuel Terima kasih kamu sudah menjadi bodyguard ku yang baik dan setia bersama ku, bahkan sudah menjadi teman curhat setiap harinya, ya sudah kita lanjut pulang," Jawab Rio
" Baik Tuan, " Ucap Manuel
Akhirnya mereka melanjutkan pulang agar cepat waktu sampai dirumahnya.
" Alhamdulillah, untung ada Mas Rio yang menawarin Aira jadinya Aira bisa sampai dirumah dengan cepat dan Aira bisa menata pelaratan untuk pulang kampung, ya sudah aku segara siapkan setelah itu baru istirahat, dan besok siap untuk berangkat untuk pulang kampung," Ucap Aira
Aira melepas Tasnya dan memulai untuk mengambil baju yang diperlukan bahkan diri mengambil tas diatas lemari untuk wadah barang yang digunakan, Aira membawa baju yang dibutuhkan dan barang yang tidak di butuhkan mereka bawa pulang dan meninggalkan baju yang penting untuk kerja selanjutnya.
Kesana kemari Aira mengambil serta menaruh barang perlengkapan dan tertarik di tas yang sudah di siapkan, tak lama kemudian tas terisi dan rapi, packing sudah selesai, Aira merasa lelah dan menjatuhkan tubuhnya ke kasurnya tak disangka Aira ketiduran.
Tak lama kemudian Rio sampai di rumah dan segera masuk kekamar untuk istirahat, Aira yang telah menikmati istirahat sontak terbangun karena waktu mulai senja, Aira mulai utnuk untuk ber bersih diri.
" Aira ayo duduk, kita berdua sudah menunggumu," Ucap Larisa
" Iya Terima kasih Larisa, " Jawab Aira
" Oh iya sebelum Makan Aira mau membicarakan ini kepada kalian berdua, apakah boleh," Ucap Aira
" Silahkah bicara saja Aira kami akan mendengarkan apa yang akan kamu katakan kepada kita," Sahut Mama Hani
" Gini tante, besok Aira mau pulang kamoung, " Ucap Aira
" Oh Aira jadi mau pulang kampung," Jawab Mama Hani
" Iya Tante, kebetulan Aira sudah mendapatkan izin dari perusahaan jadi Aira gunakan kesempatan itu untuk pulang kampung, toh Aira juga sudah kangen dan rindu dengan kedua orang tua serta mau melihat kondisi Abah," Ucap Aira
__ADS_1
" Kalau aku ya tidak apa, malah bagus jadi kamu bisa bertemu kedua orang tuamu untuk menjenguknya pasti keluargamu akan bahagia jika kamu pulang, gunakan waktu ini sebaik mungkin," Jawab Mama Hani
" Kalau aku juga tidak apa-apa, kamu harus pulang kampung dulu karena kamu juga perlu keluargamu tau kondisi dan kabar kamu Aira, jadi kamu hati-hati saja besok, aku akan mengantarmu," Sahut Larisa
" Iya Tante dan Larisa," Ucap Aira
" Ya sudah untuk itu urus besok saja, sekarang kita makan malam dulu, udah lapar nanti makanannya keburu dingin, ya sudah ayo makan," Ucap Mama Hani
" Iya Tante, mari kita makan," Jawab Aira
Mereka saling menikmati makan malam dengan kidmat dan dengan rasa kehangatan kebersamaan bak keluarga yang harmonis.
Malam semakin larut mereka melanjutkan aktivitas malamnya yaitu bermalam di kasur kapuknya untuk istirahat malam, malam yang penuh rasa tenang yang mampu memberikan kenyamanan malam yang sangat baik.
Pagi telah tiba, bunyi ayam jantan menghiasi pendengaran telinga. Aira bergegas untuk bersiap diri. Tak lama kemudian Aira pun siap dan segera untuk berangkat ke terminal untuk perjalanan kampungnya.
" Sudah pagi dan aku sudah siap, aku akan segera berangkat," Ucap Aira
" Bagaimana Udah siap Aira ayo aku antar ke terminal, " Sahut Larisa
" Sudah Larisa ayo kita jalan," Ucap Aira
" Tante Aira mau izin pulang sebentar dulu, jaga kesehatan dan diri Tante baik-baik, Aira pamit dahulu," Ucap Aira
" Iya Aira sayang, tante akan selalu jaga diri baik-baik kamu juga jaga diri baik-baik, salam buat keluarga di kampung dari Tante, Hati-hati,jika sudah sampai sana hubungan tante," Jawab Tante
" Pastinya tante, mari Assalamu'alaikum, " Ucap Aira
" Waalaikumsalam," Jawab Mama Hani
Aira dan Larisa berjalan kaki menuju terminal, karena arah terminal sangat dekat dengan rumah Larisa. Sehingga mereka berdua berjalan kaki untuk menuju ke terminal.
__ADS_1