Senggani

Senggani
BAB 35 KEMBALI PULANG


__ADS_3

Ruang penutup sudah siap, dengan tempat serta alat-alat yang sesuai dengan list yang di minta. Penutup segera di mulai pada saat itu karena waktu sudah terakhir, segera untuk kembali ke kota.


Ketua pelaksana segera menghubungi pihak armada bus untuk datang menjemput mereka untuk perjalanan ke kota.


Armada bus sudah berjalan ditengah perjalanan bahkan Armada bus 1 jam lagi sudah sampai di tempat lokasi penjemputan.


Penutup masih mau di mulai, para peserta dan lainnya sedang bersiap diri bahkan mereka tak sabar untuk sampai di rumah, karena kangen dengan keluarga dirumah.


" Sekarang kita segera menuju ke ruang penutupan, pasti sebentar lagi akan di mulai, " Ucap Rio


" Iya Tuan mari kita segera ke sana, pasti sudah di tunggu, " Jawab Manuel


" Ya sudah ayo buruan, jangan telat nanti Ayah marah, " Ucap Rio


" Iya Tuan, mari," Jawab Manuel sambil berjalan


Rio dan Manuel menuju ruang penutupan, Ayah Hadi dan semua susah berada di tempat dengan tepat mereka sampai dan waktu siap untuk di mulai.


Rangkaian penutupan telah dirumah dari awal sampai akhir acara. Penutupan bahkan resmi ditutup setelah balik di terbangkan ke langit yang biru.


Mama Yasmin sangat menunggu kehadiran mereka berdua sampai ke kota. Berharap selamat sampai tujuan kota dengan baik dan lancar.


Panggilan masuk dari Mama Yasmin.


" Mama sedang memanggikku, " Ucap Rio


" Hallo Ma, " Jawab Rio


" Hallo sayang, hari ini jadwal pulang ke kota ya, " Ucap Mama Yasmin


" Iya Ma, hari ini jadwal pulang, ini selesai penutupan tinggal menunggu bus dan kita bersiap untuk berangkat saja," Jawab Rio


" Ya sudah hati-hati dijalan, Mama menunggu di sini, Mama tidak sabar mau mendengar cerita dan pengalaman dari mu," Jawab Mama Yasmin


" Iya Ma, siap ya sudah kita akan siap-siap dulu," Jawab Rio

__ADS_1


" Iya sayang, ya sudah, sampai bertemu," Ucap Mama Yasmin


Mama Yasmin bertanya kepada puteranya untuk memastikan bahwa hari ini dirinya jadwal pulang ke kota. Dengan lantang Rio menjawab bahwa benar apa adanya bahwa hari pulang.


Ketika kejadian suara di samping rumah itu Bahwa Aira dan Ibunya melihat bahwa sang Ayah jatuh dari tangga saat mencari suatu untuk bersih rumahnya, yang baru di ketahui sang Anak dan istrinya.


Abah yang saat itu hanya dapat menahan sakit bahkan tidak bisa bergerak karena ototnya ada yang patah, Aira dan Ibu sangat kaget dan cemas, Aira memanggil dokter setempat untuk mengechek kondisi sang Abahnya.


" Abah ya Ampun ternyata Abah, apa yang terjadi pada Abah, Aira tolong Ibu, " Teriakan Ibu


" Ibu sedang menanggilku, ada apa aku akan segera kesana, " Ucap Aira sambil menuju sumber suara Ibunya


Aira berjalan dengan cepat untuk sampai di sana, tak lama melihat Abah yang tidak bisa bergerak hanya menangis dan menahan rasa sakit membuat Aira dan Ibunya membawa ke tempat kamarnya berdua saja.


Aira berjalan dengan cepatnya untuk datang memanggil dokter setempat.


" Ya Ampun Abah, Ibu apa yang terjadi pada Abah," Ucap teriak Aira


" Ibu sudah tidak tau, Ibu kesini sudah seperti ini, ini bagaimana," Jawab Ibu


" Yadin suara tadi jadi Abah sedang jatuh dan kita sibuk dengan kerjaan tadi, Abah maaf kita baru kesini, Ibu kita bawa ke kamar Abah, dan aku akan bergegas untuk memanggil dokter terdekat," Ucap Aira


" Sabar ya Abah," Ucap Aira


Berdua dengan kerjasama membawa Abah ke dalam kamarnya, Aira bergegas untuk keluar memanggil dokter, di tengah jalan Rio melihat Aira sedang berjalan buru-buru.


" Abah sabar ya Aira sedang memanggilkan dokter buat Abah," Ucap Ini sambil menangis


Ibu sambil membersihkan dengan mengusap air ke bagian tubuh Abah.


" Aku harus segera bertemu dokter, Abah butuh penanganan aku tidak mau terjadi apa-apa kepada Abah, " Ucap Aira sambil berjalan cepat serta panik


" Itu seperti Aira sedang berjalan, kenapa dirinya merasa buru-buru dan sangat panik seperti itu, aku harus coba menghampiri," Ucap Rio


" Rio, sini ayo kita bawa barang ke bus, cepet ayah sudah siap," Sahut Ayah Hadi

__ADS_1


" Aduh Ayah memanggilku, ya udahlah paling dirinya hanya sekedar pergi kepentingannya, semoga nanti bisa bertemu sebelum berangkat," Batin Rio


" Iya Yah, sebentar, " Jawab Rio sambil berjalan menujunya


Bus yang ditunggu barusan sampai dan sedang menata untuk kearah kembali, aba-aba dari kernet pun telah sampai di mereka semua.


Semua peserta berbondong-bondong berjalan lagi menuju tempat pemberhentian bus dan membawa barang-barang mereka dengan sedikit berat. Jalan untuk ke sana sedikit tidak menguras tenaga karena medan yang tidak naik turun dan sekarang sebaliknya.


Rio yang membawa barangnya dengan semangat, beribu barang telah di bawah bahkan barang yang masih bisa di pakai untuk di berikan kepada pengelola untuk kenangan bahkan untuk yang lain membutuhkan.


Aira sampai di puskesmas pembantu terdekat di desanya, Aira sangat panik, Aira sangat memohon untuk bisa ikut untuk memeriksa kondisi sang Abah di rumahnya.


Usaha Aira tidak lepas, Aira terus memohon dan Akhirnya Dokter ikut dengan Aira, saat itu penolakan sang dokter bukan karena jauh atau berjalan kaki karena saat itu ada banyak pasien yang telah menunggunya.


" Permisi dokter tolong bantu saya, ini sangat darurat, Abah saya dalam keadaan sakit, tolong ikutlah untuk memeriksanya," Ucap Aira


" Mbak aku mau tapi banyak orang yang sedang menunggu," Jawab dokter


" Ibu tolong sebentar saja, aku tau pasien dokter banyak dia sedang sakit juga tapi dia masih bisa Bertahan dan belum parah masih bisa berjalan sendiri, tapi ini beda dengan kondisi ayah saya yang sangat butuh, aku mohon," Ucap Aira


" Ya sudah ayo, mari kita segera lihat kondisi ayah kamu," Jawab Dokter


" Terima kasih, mari," Ucap Aira


Mereka berjalan untuk menuju rumah Aira. Aira berjalan dengan dokter dengan cepat untuk segera samoai dirumah.


" Ibu Aira datang, mari dokter kita masuk," Ucap Aira


Dokter sedang mengechek kondisi sang Ayah Aira. Aira dan Ibu sangat khawatir dengan serius. Setelah mendengar penjelasan dari dokter membuat dirinya sendikit tidak cemas tapi dirinya berjuang untuk pengobatan sang Ayahnya.


" Alhamdulillah keadaan baik saja, sebentar lagi dia akan bisa normal untuk berbicara karena dirinya lama tidak ter bantu jadinya seperti ini, tetapi di bagian otot nya terdapat otot yang patas sehingga harus dilakukan operasi untuk biaya cukup mahal harus di bawah kerumah kota, dengan operasi itu Ayah Kamu bisa kembali normal, untuk saya ini dia harus menjaga jika belum di operasi dia akan semakin parah dan akan semakin melebar jika banyak gerak, " Ucap dokter


" Terima kasih dokter, mari saya antar," Jawab Aira


" Mari, semoga cepat sembuh, mari Ibu, aku yakin kamu bisa," Ucap Dokter

__ADS_1


" Terima kasih dokter, aku pasti akan mengusahakan," Jawab Aira


Rio yang berharap bisa berpamitan dengan Aira ternyata tidak, karena Aira saat itu sedang di landa masalah sehingga dirinya tidak ada waktu untuk menemuinya, Rio yang saat itu berharap dan merasa kecewa tidak bisa bertemu Aira saat dirinya pulang ke kota.


__ADS_2