
Aira selesai melakukan proses wawancara bersama HRD, membuat plong rasa di hatinya dengan melewati tahap tersebut, sehingga dirinya merasa tidak ada tanggungan lagi, setelah dirinya keluar dari ruang test dirinya mulai cemas dan takut hasil dari test hari ini.
Dengan percaya Aira melakukan dengan baik dan lancar, bahkan dirinya merasa sudah memberikan jawaban yang terbaik versi dirinya.
Aira dengan memegang dadanya rasa degdegan mulai normal berdetak dengan normal tanpa ada tekanan yang sangat kencang.
HRD melihat jawaban dan cara menjawab Aira merasa senang, dan merasa tercuri oleh Aira.
Aira yang menunggu di ruang lobi untuk mengetahui hasil seleksi penerimaan karyawan baru itu.
" Alhamdulillah, aku melewati tahap wawancara, sekarang aku harus siap untuk mengetahui apa hasil dari test tadi, semoga harapan saya saya bisa diterima si perusahaan sini, dan bekerja secara baik," Ucap Aira sambil berjalan menuju bangku yang kosong sambil menunggu hasil keluar
Mama Hani yang menunggu waktu istirahat tiba untuk bersiap menemui Aira untuk bertanya dan mengajak makan siang dulu, tak lama kemudian Mama Hani bertemu dengan Larisa yang sudah n mereka rencana untuk tempat bertemu serta makan siang di sekitar perusahaan.
" Alhamdulillah waktunya istirahat tiba, aku segera menemui Aira, sambil mengajaknya makan siang, " Ucap mama Hani
Rio yang masih dirumah Eyang Sari tersadar dengan adanya foto Marisa yang berada di sebuah meja hias di dekatnya, sontak Rio kaget bahkan pikirnya langsung mengarah ke dalam Marisa.
" Apa...? Jadi Marisa adalah cucu dari Eyang Sari, mungkin apakah ini rencana Eyang untuk mendekatkan diriku bersama Marisa, " Batin Rio
" Mungkin bisa jadi, kalau begitu aku segera pulang dari sini sebelum dia datang, aku sangat tidak suka terhadap dirinya," Batin Rio
" Kalau begitu aku harus segera mengajak Manuel untuk cepat pergi dari sini, sebelum dirinya datang," Batin Rio
" Ya sudah Eyang saya maun pamit dulu karena banyak kerjaan yang belum di kerjakan, jadi kami berdua izin untuk undur diri," Ucap Rio
" Lho kok buru-buru, tapi ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan," Jawab Eyang Sari
" Iya Eyang, ya sudah kamu pamit, mari Eyang," Ucap Rio
" Iya, salamkan kepada Eyang Sukma ya," Jawab Eyang Sari
" Iya Eyang, nanti saya sampai," Ucap Rio
Akhirnya Rio segera berdiri serta mengajak Manuel untuk segera memasuki mobil. Untuk menghindari sesuatu yang Rio tidak sukai.
" Ayo Manuel, buruan kita masuk," Ucap Rio
" Baik Tuan, silahkan," Jawab Manuel
" Kenapa Tuan merasa buru-buru untuk pergi dari rumah Eyang Sari, pasti ada sesuatu, ya sudahlah," Batin Manuel
__ADS_1
Manuel dengan membatin sikap aneh Rio saat itu sambil melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Rio untuk segera jalan meninggalkan dari rumah Eyang Sari.
Manuel mengikuti alam yang disarankan dan dikatakan oleh Rio.
" Sudah Tuan, " Ucap Manuel
" Sudah, segera Manuel, " Jawab Rio
" Iya Tuan, segera laksanakan," Ucap Manuel
Akhirnya Manuel mengendari mobil dan melaju dengan cepat.
" Mama, ayo kita istirahat kan, kita langsung cari Aira sambil ajak makan siang bersama Ma," Ucap Larisa
" Kebetulan juga ya sudah kita cari ke rumah lobi, jika bertemu dengan Aira kita ajak makan di luar," Jawab Mama Hani
Mereka berjalan menuju lobi kantor tak lama dirinya melihat Aira yang sedang duduk di lobi, tak lama mereka menghampiri dan mengajak untuk keluar makan siang bersama.
" Itu Aira kita samperin Ma, " Ucap Larisa
" Ya sudah ayo, buruan, " Jawab Mama Hani
" Aira..., " Teriak dari jauh Larisa
" Ya sudah ayo kita keluar sebentar cari makan siang sambil menunggu hasilnya kita bisa berbincang dengan santai," Sahut Mama Hani
" Ya sudah ayo, Aira juga sangat lapar sekali, menunggu dari tadi ternyata kalian juga belum makan siang sekali biar ada temannya," Ucap Aira
" Ya sudah ayo, " Sahut Larisa
Mereka berjalan untuk menuju warung makan dekat perusahaan. Mareka untuk memesan makanan dan minuman untuk makan siang hari itu juga.
Mobil Rio sudah melewati rumah Eyang Sari hati Rio berasa plong dan dirinya baru tau bahwa Eyang Sari adalah Eyang dari Marisa seorang perempuan yang dijodohkan oleh Eyang Sukma untuknya.
Rio tidak menyukai sikap Marisa karena dirinya sangat suka main dan belanja dengan harga yang mahal, memang anak orang kaya gant suka berfoya-foya.
" Tuan sekarang kita kemana, " Tanya Manuel
" Kita kembali ke kantor Manuel, karena kerjaan dan urusan belum selesai, sebelum kesana kita mampir di rumah makan biasa kita makan siang disana," Jawab Rio
" Baik Tuan," Ucap Manuel
__ADS_1
Akhirnya mereka berhenti sejenak di rumah makan untuk makan siang sebelum mereka kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugasnya.
Rio yang sudah lapar ingin segera menikmati makan siang yang menjadi favoritnya di sana.
Pesanan sudah siap dan di sajikan, Aira, Larisa dan Mama Hani memakan pesanannya.
" Ayo makan, sambil bicara segara selesai, kita akan segara masuk kerja, Aira juga menunggu hasil test tadi," Ucap Mama Hani
" Iya Ma, ini sudah sambil makan, oh iya bagaimana tadi lancarkah Aira kamu dalam proses wawancaranya," Jawab Larisa
" Alhamdulillah lancar, ya begitu akun jawab apa adanya dan dengan cara Aira sendiri, awalnya ya terasa berat, takut dan bisa atau enggak, terus aku mulai percaya diri aja jadinya lancar aja, semoga hasil terbaik saja," Sahut Aira
" Semoga terbaik doa aku juga terbaik buat Aira," Ucap Larisa
" Tetap semangat apapun hasilnya terbaik untuk kamu Aira, " Sahut Mama Hani
" Iya tante, Terima kasih atas suport kalian, " Ucap Aira
Rio sampai di rumah makan dan langsung memesannya serta makan siang bersama Manuel dengan cepat mereka menikmati makan siangnya, agar dirinya segera sampai ke kantor dengan tepat waktu masuk jam siang lagi.
" Terima kasih, jangan lupa aku juga pesen air jeruk hangatnya," Ucap Rio
" Baik bapak, mohon di tunggu," Jawab pelayan
" Ya sudah Manuel sekarang makan di nikmati dengan sepuasnya, setelah itu kita langsung kembali ke kantor, " Ucap Rio
" Iya Tuan, " Jawab Manuel
Akhirnya mereka menikmati makan siangnya, dengan seksama. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju Kantor.
Ayah Hadi yang sedang rapat dengan bos besar sudah mendapat hasil, pertemuan Tuan besar itu memiliki kerjasama yang sangat erat untuk saling mengembangkan bisnis mereka.
" Aira jika nanti diterima Aira harus bersungguh-sungguh kerja di perusahaan ini karena sangat ketat dan dituntut untuk bisa bahkan dituntun untuk mengembangkan perusahaan lebih baik lagi, " Ucap Larisa
" Pastinya Larisa aku akan belajar untuk bisa dan aku akan membuat perusahaan lebih baik senang caraku," Jawab Aira
" Bagus, yang penting Aira harus semangat dalam kerja dan belajar," Sahut Mama Hani
" Ya sudah kita segera kembali kesana, nanti takut ketinggian pengumuman serta kita harus kembali kedalam kerjaan kita Larisa," Ucap Mama Hani
" Iya Ma, ya sudah ayo kita kesana, Mama dan Aira sambil jalan, aku mah bayar dulu, sebentar," Jawab Larisa
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ke kantor, tak lama kemudian Papan pengumuman mulai diisi oleh panitia tak disangka Aira yang menanti dan langsung dan baru datang dari rumah makan dirinya merasa bahagia bahwa namanya terdapat di dalam papan tersebut dengan kata diterima, perasaan Aira sangat bahagia.