
Aira sedang mencari cara untuk mengeluarkan Rio dari lubang tersebut, Aira tak lama kembali mengambil tali kuat untuk menarik Rio dari bawah untuk keatas.
Aira sangat panik dan tanpa berpikir panjang, dirinya dengan cekatan mengambil.
" Alhamdulillah ada orang yang membantuku, aku sangat bersyukur, Terima kasih sudah memberikan sesorang untuk mengetahui diriku," Ucap Rio
Dengan menunggu Rio menyiapkan tenaga dan menjaga energi untuk dirinya bisa keluar dari lubangan tersebut.
" Aduh dimana ya Abah menaruh tali besar itu, kok tidak ada di sini, apa di pindah oleh Abah, coba aku lihat disana," Ucap Aira sambil menuju ke tempat yang Aira ingat
" Alhamdulillah, ternyata disini aku segera kesana kasihan dirinya," Ucap Aira sambil membawa di punggung tangannya
Aira tak lama lagi ia berjalan untuk kembali ke tempat tadi, dan membawa tali yang siap untuk membantu Rio.
" Hello kamu masih baik-baik saja, " Ucap Aira
" Iya masih baik-baik saja, " Jawab Rio
" Aku sudah bawa tali ayo kamu lilitkan di tangan kamu dan pegang yang kuat aku bantu dari kamu juga merayap ya, ini talinya aku jatuhkan, pegang, " Ucap Aira
" Iya sebentar," Jawab Rio sambil melilitkan tali dan memegang dengan erat
" Sudah, jika sudah ayo siap-siap aku akan membantu menarikmu, ini juga akun sudah talikan ke pohon jadi kuat, " Jawab ucap Aira
" Sudah, siap ayo," Jawab Rio
Dengan kuat Aira menarik Rio walaupun terasa berat dan sakit kekuatan wanita yang beda dengan seorang laki-laki, Aira sangat bisa menandinginya karena dirinya sosok wanita yang kuat dan terbiasa dalam hal berat.
" Hih ayo terus, terus.... Sedikit lagi ayo...," Ucap Aira
Rio dengan usaha juga merangkak bahkan dan menarik dan harus fokus tali.
" Iya ini sudah hampir sampai, tolong tanganku," Ucap Aira
" Sudah," Jawab Rio
" Ah...," Ucap Aira
Mereka terjatuh kebelakang bersama saling keras dan kuatnya ia menarik dan melawan. Suara ngos-ngosan bahkan suara nafas yanv tidak teratur terdengar dan terlihat sangat kasihan. Perasan lega Aira dan bahkan Rio merasa selamat dari masalah yang belum pernah terjadi padanya.
__ADS_1
Rio sangat bersalah kepada Aira, tenyata wanita yang lakukan seperti itu masih baik kepadanya, dan membuat Rio salut dan ingin berkenalan dengannya, tapi Aira masih sangat benci dan ingin jauh dari dirinya, bahkan dirinya membantu hanya seolah kewajiban ke setiap siapapun.
" Ternyata wanita ini baik sekali, dia membantuku bahkan seperti ada ikatan bahwa aku perlu bantuannya kenapa aku malah membuat seenaknya terhadap wanita ini," Batin Rio
" Terima kasih atas bantuannya, sekali akun lega dan kita bisa melewati ini, oh iya kalau boleh tau siapa namamu, " Tanya Rio sambil memandang tidur
" Sama-sama itu sudah menajdi kewajiban setiap orang untuk saling menolong dan membantu siapapun yang membutuhkan bantuan, tidak perlu tau nama aku, sekarang bapak kembali ke jurang senggani pasti pihak perusahaan sedang mencari dan binggung tentang keadaan bapak," Jawab Aira
" Ini serius saya ingin tau siapa namamu," Ucap Rio
" Nama aku Aira bapak, sudah puas bapak kalau sudah silahkan bapak kembali pasti sudah di tunggu, " Jawab Aira
" Aku Rio kamu tidak usah panggil bapak saya masih muda jadi panggil akun Rio saja, " Ucap Rio
" Ya sudah udah malam aku mau pulang," Ucap Aira
Ah... Teriak Rio dan terjatuh lemah
" Bapak tidak papa, kayaknya bapak masih sakit dan lemas, ya sudah sekarang kita menuju ke rumah bambu saja karena jika ke jurang senggani sedikit jauh kerumah saya aja dekat, mari Bapak saya panggil tangan bapak permisi," Jawab Aira
Rio yang menatap Aira saat menaruh tangannya di pundaknya dan mengaguminya, Rio mulai menurunkan rasa marah kepada Aira, dan tumbuh rasa suka terhadap Aira.
Mereka berjalan menuju rumah Aira sesampai di sana mereka berusaha untuk naik rumah bambu dan membersihkan dengan mengusap dengan air dan mengobati luka kecil bahkan dirinya juga memberikan cemilan terhadap Rio yang belum ia rasakan saat jamuan malam itu.
" Sudah Bapak tunggu di atas sini, Aira mau ambilkan air buat bersih mas, ambil obat dan membuatkan minuman hangat serta cemilan buat Bapak," Ucap Aira
Rio hanya melihat dan menahan sakit luka yang terdapat pada dirinya.
" Permisi Bapak saya bersihkan dulu dan aku akan mengobati luka Bapak, " Ucap Aira
" Au... Sakit, " Teriak Rio sambil kesakitan
" Iya maaf sakit ya Bapak, ini udah hampir selesai tahan ya, biar lekas sembuh dan tidak menjadi infeksi," Ucap Aira
" Sungguh baik sekali, dan dirinya sangat sederhana, apakah mungkin dia jodohku, kenapa hatiku sekarang berubah seperti ini, terasa gemetar saat didekatnya," Batin Rio
" Sudah selesai, gimana tidak sakit kan, " Ucap Aira
" Terima kasih sudah baik padaku, " Jawab Rio
__ADS_1
" Oh iya silahkan rasa cemilan ini buat mengisi perut Mas Rio, dan minum air hangat untuk menghangatkan tubuh mas, ayo, " Ucap Aira
" Iya aku minum ya," Ucap Rio
" Silahkan Mas jangan lupa dimakan cemilannya," Jawab Aira
Rio meminum minuman hangat yang dibuatkan oleh Aira, dan Rio mulai ingin merasakan cemilan yang telah di suguhkan kepadanya.
Rio mengambil cemilan itu ketika ia merasakan teringat seperti buatan sangat Mama Yasmin ketika sebelum berangkat ke jurang senggani.
Rio menjadi binggung dan penasaran soal cemilan yang ia rasakan sama seperti cemilan buatan Mama Yasmin.
" Hem enak sekali, rasanya aku tidak asing dengan cemilan ini, Mama Yasmin pernah memberikan cemilan ini sebelum aku berangkat ke jurang senggani, kok bisa ya, mungkin ciri khas sini sama desa Mama Yasmin sama jadi wajar deh, tapi ini lebih enak dan lebih asli sangat suka," Batin Rio
" Gimana Mas Rio suka dengan cemilannya," Jawab Aira
" Hem suka banget sangat enak dan unik, kalau boleh tau ini dari mana," Tanya Rio
" Ya dari sinilah Mas, ini cemilan khas desa sini, bahanya ketela dan ubi, kita menanam sendiri di kebun pengunungan, dan diolah seperti itu, ini yang masak aku sendiri, maaf jika masih kurang enak," Jawab Aira
" Ini enak sekali betul dan ini jadi kesukaan aku saat ini, " Ucap Rio
" Masak Mas, serius, " Jawab Air
" Iya serius, " Jawab Rio
" Syukurlah kalau Mas suka makanan disini, oh iya Mas asli mana itu acara apa Mas rombongan Mas, " Tanya Aira
" Itu acara perusahaan dan agenda beda tahun ini kita mencari cara untuk beda dari yang lain jadi kita adakan rapat di jurang senggani sambil refresing," Jawab Rio
" Bagus banget aku sangat suka kepada Bos pemilik perusahaan itu pasti orang baik dan peduli terhadap karyawannya tentang kesenangan," Ucap Aira
" Aku adalah anak pemilik perusahaan itu, kamu belum, tapi aku salut lagi kepadamu sangat perhatian kepada setiap orang bahkan dia belum tentu memikirkan mu, wanita baik hati yang ku temukan hari ini, " Batin Rio mengagumi
" Ya sudah mas sudah larut malam, mas istirahat di atas rumah bambu ini saja untuk tempat tidur udah Aira siapkan dan ini selimutnya, besok jika sudah enakan mas bisa kembali ke jurang senggani, Aira mau kedalam dulu mau istirahat, " Ucap Aira
" Iya Terima kasih banyak," Jawab Rio
Aira memasuki rumahnya dan Rio memandang dengan penuh suka ria, dan senang bahkan dirinya mengedekan kepalanya kagum dan salut terhadap Aira.
__ADS_1