
Akhirnya waktu istirahat pun selesai Aira meneruskan kerjaannya, dan Aira dengan semangat agar dirinya tidak membebani temannya karena diri ingin izin libur kerja untuk menjenguk Kedua orang tua di kampung halamannya.
Aira yang tidak sabar untuk segera sampai di kampungnya ingin segera memeluk ibu dan melihat keadaan abahnya.
Rio yang melihat kerendahan dan kebaikan Aira semakin yakin dengan Aira bahwa Aira adalah cocok untuk menjadi pasangan hidupnya nanti. Rio melihat Aira wanita yang sangat berbeda dengan wanita yang mendekati dirinya bahkan Aira sosok wanita yang sangat sederhana dan apa adanya.
Rio sangat mantap dan yakin bahwa Aira adalah orang yang tepat untuk dirinya, apalagi mendengar dengan kejelasan dirinya dengan lelaki yang Rio temu di jurang senggani yang dianggap kekasih Aira ternyata hanya orang yang dianggap sebagai kakak yang paling dekat dengannya.
Hari semakin larut dan menunjukan waktu sore tiba, semua bersiap untuk membersihkan tempat kerjanya dan waktunya untuk pulang.
Aira menemui Rio untuk meminta izin libur untuk pulang kampung untuk melihat kondisi kedua orang tuanya yang ada di kampung.
Tak lama Aira melihat Rio yang berjalan kelaur untuk pulang Aira memanggilnya.
" Tuan muda," Teriak Aira
Rio sontak berhenti mendengar teriakan Aira yang sedang memanggilnya, Rio dan Manuel sontak menengok kebelakang.
" Tuan sepertinya ada yang memanggil Tuan," Ucap Manuel
" Iya, oh ternyata Aira," Jawab Rio
" Oh iya ada apa Aira," Jawab Rio
Aira segera jalan menuju kearah Rio dan menyampaikan apa yang mencari tujuan untuk memberhentikan Rio.
" Oh iya mohon maaf Tuan, jika Aira lancang menghalangi waktu Tuan," Ucap Aira
" Tidak apa, mau bicara apa, ya sudah ayo kita duduk di lobi sebentar untuk bicara," Jawab Rio
" Ya sudah Manuel tunggu di luar serta saya siapkan mobil ya Tuan," Sahut Manuel
" Iya sana,aku akan segera menyusul, " Jawab Rio
Manuel keluar dari dalam kantor untuk menyiapkan mobil untuk mengantar Rio untuk pulang. Mantel menunggu didalam mobil.
" Silahkan duduk Aira, kalau boleh tau apa yang kau Aira katakan kepadaku," Tanya Rio
" Sebelum Aira minta maaf Tuan, Aira mau izin tidak masuk kerja mau pulang kampung, apakah Tuan mengizinkan," Jawab Aira
__ADS_1
" Aira mau pulang kampung, emang ada apa pulang kampung," Tanya Rio
"Aira sudah lama dan belum sama sekali memberikan kabar kepada kedua orang tua Aira Tuan, dan Aira susah rindu terhadap kedua orang tua Aira, juga Aira mau memberikan hasil kerja Aira kepada Ibu," Jawab Aira
" Begitu rindu dan kangennya Aira terhadap keluarganya aku melihat Aira begitu ingin bertemu dengan keluarga, aku bisa merasakannya, " Batin Rio
" Untuk itu Aku izinkan, nanti untuksoal surat perizinan saya buatkan dan saya sampai kepada pihak pimpinan bagian kerja," Jawab Rio
" Untuk waktunya bagaimana Tuan," Tanya Aira
" Untuk waktu kalau bisa secepatnya kembali, paling panjang jangkau seminggu," Jawab Rio
" Siap Tuan kalau begitu Aira Terima kasih kepada Tuan, kalau begitu Aira pamit, mau pulang," Ucap Aira
"Ya sudah hati-hati salahkan saya kepada ibu dikampung, " Ucap Rio
" Iya nanti saya sampai kepada ibu Tuan, kalau begitu Aira Terima kasih atas izinnya, pamisi," Jawab Aira
" Sebentar Aira," Ucap Rio
" Iya bagaimana Tuan, " Jawab Aira
" Tidak usah Tuan nanti repotin Tuan, jadi Aira jadi tidak enak kepada Tuan," Jawab Aira
" Tidak usah begitu karena aku sekali mau mampir di tempat temanku yang jalannya searah dengan rumah temanmu, jadi sekalian saja," Ucap Rio
Aira awalnya menolak semua pemberian dari Tuan Muda karena sudah banyak membantu Aira, bahkan Aira merasa sangat bahagia bahwa dirinya bertemu orang baik yang membantu dirinya selama ini, sehingga Aira akhirnya menerima agar membuat Rio bahagia dan tidak
kecewa atas penawarannya.
" Ya sudah Aira mau menerima tawaran dari Tuan," Jawab Aira
" Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat," Ucap
Akhirnya Aira mengikuti Rio yang sedang ingin pergi kerumah temannya, walaupun sebetulnya Rio hanya berbohong untuk mengantarkan Aira untuk pulang ke rumah temannya itu.Aira tidak mengetahui sama sekali bahwa Rio hanya berbohong untuknya, daripada Aira pulang sendiri.
Mama Hani dan Larisa yang dimana mereka pulang terlebih dahulu karena kerjaannya sudha selesai dari awal yang dimana Mereka berdua tidak sempat memberitahukan kepada Aira. Disaat melihat Aira yang begitu sangat sibuk saat itu.
Mereka berdua sesampai dirumah bersih diri dan bersiap menyiapkan makan malam nanti dan menunggu Aira datang sampai dirumah.
__ADS_1
" Ma ya sudah kalau begitu kita bersih dulu, dan setelah itu kita memasak bersama, sambil menunggu Aira sampai di rumah, bagaimana," Ucap Larisa
" Ya sayang begitu saja, kalau begitu Mama ke kamar terlebih dahulu nanti kita langsung ke dapur saja dan segar memasak apa yang ingin kita masak berdua," Jawab Mama Hani
" Oke Ma, ya sudah aku juga, " Ucap Larisa
Akhirnya mereka berdua menuju ke kamar mereka masing-masing, dan sibuk dengan sendirinya.
" Tuan, silahkan masuk, " Ucap Manuel
" Baik Manuel, Ayo Aira kamu bisa masuk ke mobil segera, " Sahut Rio
" Baik Tuan," Jawab Aira
Manuel menutup pintunya.
" Tuan kita mau kemana, biasa kita kerumah Aira mengantarnya terlebih dahulu setelah itu kita langsung menuju kerumah temanku, " Ucap Rio
" Siap laksanakan Tuan, " Jawab Manuel
Didalam mobil mereka saling berdiam diri tanpa ada yang dibicarakan sama sekali, bahkan seolah merasa sepi t7ka ada topik untuk di bahas.
Mama Hani dan Larisa yang sibuk dengan aktivitas, mereka sibuk di dapur, Larisa yang menyiapkan nasi dan Mama Hani yang menyiapkan hidangan lauk yang di santap untuk malam nanti.
Tanpa lama mereka berdua selesai dan mereka menunggu Aira di ruang tamu sambil membaca buku dan menonton televisi menikmati hiburan yang ada di televisi.
Waktu itu sangatlan menjadi waktu yang paling senggang untuk mereka berdua dikarenakan waktu pulang yang masih merasa lebih awal dari sebelumnya yang hampir malam dan tengah malam.
Tak lama Aira sampai di jalan gag masuk ke rumah, Aira meminta untuk sampai disitu saja, karena situasi yang masih aman belum malam ataupun petang, Rio mengikuti apa yang Aira katakan kepadanya.
" Mas kalau begitu sampai disini saja, saya akan masuk kedalam. Sendiri saja, toh waktunya masih sedikit senja jadi mas gak usah khawatir, " Ucap Aira
" Ya sudah kalau begitu, Hati-hati perjalanan pulang kampungmu, semoga waktu yang segitu kamu bisa memanfaatkan sebaik mungkin, jika sudah selesai kangen segera pulang ke sini, karena kerjaan sudah menunggu," Ucap Rio
" Baik Mas Rio, kalau begitu aku pamit, Terima kasih," Jawab Aira sambil membuka pintu
" Iya sama-sama," Jawab Rio
Aira keluar dari mobil dan Aira langsung berjalan untuk meninggalkan mobil Rio, sesampainya di tengah dan tak mungkin untuk melihat mobil Rio, Rio putar balik untuk segera menuju ke rumahnya.
__ADS_1