Senggani

Senggani
BAB 22 RASA BENCI


__ADS_3

Rio menikmati sarapan pagi sambil melihat dari jauh dengan sinis Aira, Aira hanya memalingkan muka darinya, Aira tumbuh rasa muak sedikit karena kelakuan dirinya terhadapnya.


Bahkan dirinya takut apa yang akan terjadi jika keluarganya tau soal itu pasti Aira sangat malu dan kasihan terhadap Kondisi kebutuhan dan kehidupannya.


Aira saat itu sedikit mengalamun saat Ibu bertanya kepada dirinya yang membuat tanya Ibu kepada Aira.


" Sayang ayo segera di isi lauknya sudah hampir habis, Aira... Aira...," Ucap Ibu sambil memegang pundaknya


" Hem iya Ibu, ada apa, " Jawab Aira dengan kaget


" Waktunya menambah lauknya sudah hampir mau habis, ayo, kenapa sih seperti ada sesuatu yang Kamu tutup-tutupi, ada masalah cerita ke Ibu," Ucap Ibu


" Oh tidak ada Ibu tadi Aira hanya sedikit terbayang untuk barang dagangan di pasar saja jadi Aira sedikit mengalamun, ya sudah mari kita mulai menambahkan Ibu," Jawab Aira


" Ya sudah ayo buruan, karena masih banyak yang berdatangan untuk sarapan oagi," Ucap Ibu


" Untuk Ibu tidak bertanya lebih jauh lagi, maaf Ibu aku belum bisa bicara kepada Ibu soal ini, tapi secepatnya pasti aku akan kasih tau Ibu," Batin Aira


Rio tak tak jika keluarga Aira sangat sederhana dan kurang dari kata kaya, Rio melihatnya terasa ingin marah dan ingin memberikan pelajaran kepadanya.


" Rio Ayah mau kesana dulu, nanti jika sudah bisa temu Ayah untuk menyanyakan soal agenda diskusi proyek di pasar," Ucap Ayah Hadi


" Baik Yah, saya nanti akan segera menemui Ayah," Jawab Rio


" Manuel saya ada tugas buat kamu," Tanya Rio


" Tugas apa Tuan kalau boleh tau," Jawab Manuel


" Tugas satu ini sangat mudah, kamu cari tau rumah wanita itu, penjaga makanan prasmanan, aku ada masalah dengan dia, jika dia main-main aku bisa langsung ke rumahnya sebelum kita pulang ke rumah," Ucap Rio


" Baik jika nanti dirinya pulang saya akan mengikuti dan mencari taunya, segera saya laporkan kepada Tuan," Jawab


Rio mencari tau tentang tempat kediaman Aira agar mengetahui dan dirinya akan kerumah langsung jika Aira lama tidak memberikan apa yang diberikan kepada Rio.


" Ingat jika kamu main-main dan tidak segera memberi apa yang kamu lakukan kepada ku, aku akan mencarimu, " Ucap lirih Rio di telinga Aira


" Baik bapak, saya akan usahakan," Jawab Aira dengan menunduk


" Ihhh orang satu ini lagi, berani-beraninya mengancam aku," Batin Aira


" Ya sudah ayo Manuel, kita menuju kesana," Ucap Rio


" Mari Tuan," Jawab Manuel


Akhirnya selesai sarapan para perusahaan, dan Aira dan Ibunya bersiap diri untuk membersihkan dan untuk membawa barang yang kosong kembali untuk bersiap diri memasak untuk makan siang dan malam.


" Sayang kita segera pulang saja kita istirahat sejenak dan kita mulai menyiapkan lagi untuk makan siang dan malam," Ucap Ibu


" Iya Bu mari kita pulang, dan kita bersiap untuk istirahat sejenak," Jawab Aira

__ADS_1


" Aira begitu cantik, sudah nanti aku mau ngantar dokumen ini dulu," Ucap Afra dri jauh sambil mengantarkan dokumen ke atasan


" Mas Arief aku pulang dulu mau bersihkan dulu dan mau siap untuk nanti jangan lupa ya nanti seperti biasa ambil dan ajak crew lagi, " Ucap Aira


" Siap Aira, Hati-hati," Jawab Arief


" Iya sama-sama," Ucap Aira


" Ayo sayang, mari," Sahut Ibu


" Mari Bu, " Ucap Arief


Akhirnya Aira pulang bersama Ibu dengan jalan kaki, membawa barang yang begtu banyak.


" Lihat di sudah berjalan, segera cari tau tentang dirinya," Ucap Manuel


" Siap Bos," Jawab Mata-mata


" Jika sudah kamu kasih tau kesana secepatnya," Ucap Manuel


" Siap akan segera di lakukan," Jawab Mata-mata


Akhirnya Manuel menyuruh anak buah untuk mengikuti Aira di belakang. Tak ada angin lewat Aira seperti merasa ada yang mengikuti, Aira seketika melihat ke belakang dan akhirnya Mata-mata itu pintar dan dan Aira tidak tau bahwa yang dia pikirkan benar adanya.


" Sayang ada apa, " Ucap Ibu


Mata-mata itu langsung menjatuhkan kebalik semak dan berdiam diri. Menahan Aira tidak melihatnya lagi


" Tidak ada siapa-siapa, ya sudah," Batin Aira


" Ya sudah ayo Ibu kota cepat pulang," Jawab Aira


" Iya sayang, " Ucap Ibu


Mata-mata pun mengikuti dari samping semak dan melihat Aira sampai di rumah dan mendapatkan rute dan alamat rumah Aira dimana tinggal. Mata-mata itu langsung memberikan tahukan Manuel tentang dimana wanita itu tinggal.


" Rupanya wanita itu tinggal di sini, tidak jauh dari jurang senggani, jadi tidak perlu waktu lama untuk akses ke sini, aku akan segera memberi tahukan ini kepada Bos, " Ucap Mata-mata sambil mundur meninggalkan tempat mata-matanya


" Tadi siapa ya seperti ada yang mengikuti tetapi aku lihat tidak ada sosok yang mengikuti ku, ah... Paling cuma imajinasiku saja yang halu, ya sudahkah aku mau istirahat sebentar," Ucap Aira menuju ke kamar


Mata-mata menghampiri Manuel.


" Bagaimana hasilnya sudah tau tentang wanita itu," Tanya Manuel


" Saya sudah mendapatkan Informasi, bahwa dirinya tinggal dekat jurang senggani, hanya saja kita jalan naik itu belok kiri dan rumah ada rumah bambu dibelakangnya rumah wanita itu," Jawab Mata-mata


" Baik, bagus kerja kamu untuk uang sudah aku kirim ke rekening kamu, dan kamu tetap disini dan kemana kita ketempatmu jika aku butuh kamu aku akan segera menghubungi mu, " Ucap Manuel


" Baik Bos, Terima kasih," Jawab Mata-mata

__ADS_1


" Tuan saya sudah mengetahui, rumah wanita itu tidak jauh dari tempat sini, itu ada rumah bambu di depannya itu rumah wanita itu," Ucap Manuel


" Bagus, kalau begitu setelah ini kita kesana," Jawab Rio


" Baik Tuan," Ucap Rio


" Tunggu aku, aku akan membuat kekacauan di rumah kamu karena kamu sudah lama tidak kesini untuk memberi denda, " Batin Rio


Acara dengan sang Ayah sudah selesai untuk dibahas nanti, akhirnya Rio pun datang untuk menagih janjinya ke rumah Aira secara langsung.


" Wanita desa, kampung keluar kamu akun di sini," Ucap Rio


" Aduh anak muda itu kesini, aku harus keluar sebelum Abah dan Ibu dengan karena dia sedang istirahat," Ucap Aira menuju keluar


" Benar kenapa di kesini, teriak -teriak lagi, malu didengar tetangga," Batin Aira


" Iya bapak ada apa, tolong jangan teriak-teriak nanti Abah dan ibu aku tau soal ini, juga malu didengar warga sekitar," Ucap halus Aira


" Biar tau kalau kamu tidak menempati janji, biar tau keluarga kamu," Ucap Rio


" Aku tau aku apa yang aku harus lakukan, tapi aku tidak tau harus gimana, kemarin itu yang salah kamu sendiri, " Jawab Aira


" Oh... Masih mengelak, " Ucap Rio


Tak lama Ibu keluar dan Abah juga mengikutinya.


" Sayang, maaf bapak kenapa datang kemarin ada yang bisa saya bantu, apa soal makan atau apa, " Tanya Ibu


" Iya silahkan masuk dulu," Sahut Abah


" Tanyakan kepada Puteri dan wanita satu ini apa yang dia lakukan, dan dia belum bayar denda ke saya 10 juta dan tambahan hukuman, pak aah dia tidak bilang kepadamu," Ucap Rio


" Maaf bapak jika Puteri saya ada salah, apa yang kalau lakukan, Ibu kecewa kamu tidak memberi tahukan kepada Ibu dan Abah," Tangisan Ibu


" Sudah Ibu kita masuk dulu, " Sahut Abah


" Maaf Ibu Abah bukan maksud Aira untuk menutupi semua ini, Aira hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk cerita kepada kalian berdua," Tangis Aira


" Ibu... Tunggu, maaf," Ucap Aira dengan air mata


" Sudah puas bapak lakukan kepada ku, harusnya kamu tau apa yang harus kamu lakukan, sebagai orang yang kaya terpandang harus memiliki jiwa asih kepada siapapun, terutama kepada orang yang biasa di bawah kita, sekarang Bapak pergi saya akan segera carikan uang, agar bapak puas, " Ucap Aira menagis dan menantang menatap


Rio hanya tersenyum dan tak merasa bersalah.


" Sudahlah ayo kita kembali, dasar emang anak kampung," Ucap Rio


" Mari Tuan," Jawab Manuel


Rio meninggalkan rumah dan menuju ke jurang senggani.

__ADS_1


__ADS_2