
Saat itu Isabella meminta untuk menuju ke sebuah tempat yang dimana mereka dan Rio untuk bersama saling menghabiskan waktu berdua, yaitu tempat dimana mereka kenal dan menjalin cinta.
Tempat itu membuat kenangan Rio kembali hubungan Rio sontak Rio membayangkan perjalanan, kisah, kenangan bahkan setiap kali berjalan dan menghabiskan waktunya di tempat itu.
Niat Isabella dengan mengajak Rio ke tempat mereka yang penuh dengan kenanang mereka agar Rio memberikan cinta dan kesempatan terhadap Isabella.
Entah senang apa sontak Rio mulai teringat bahwa dirinya sudah berniat untuk melepaskan Isabella, rasa cintanya sudah mulai hilang bahkan diri tidak ada rasa sedikitpun lagi.
Rio saat itu mulai sakit dan menahan sesak ketika kejadian itu, sehingga Rio untuk menghilangkan pikiran tentang kenangan mereka berdua. Isabella yang tetap memaksakan tidak mampu membuat Rio untuk menerimanya kembali.
Perilaku Isabella yang saat itu semena-mena dengan meninggalkan seenak tanpa ada kata dan ucapan kepada Rio, yang membuat Rio merasa putus cinta yang sangat menyiksa dirinya.
Manuel bertanya kepada Rio soal tempat yang akan dituju, tak lama Isabella menyelah pembicaraan mereka.
" Tuan kita mau pergi kemana kalau Manuel boleh tau," Tanya Manuel
" Kita pergi ke sebuah wisata saja," Jawab Rio
" Tidak kita akan pergi ke tempat yang sangat indah, di sebuah bukit dan tempat untuk melepaskan kejenuan, sekarang ikuti rute saja, kamu bisa lihat layar di mobil aku sudah kirim rute kesana," Sahut Isabella
" Bagaimana Tuan, kita pergi ke rute Tuan atau ke Nona Isabella," Ucap Manuel
" Jika aku menolaknya pasti, Isabella akan mengadu kepada Eyang maka akan berabe," Batin Rio
" Ya sudah kita ikuti kata Isabella saja, " Jawab Rio
" Baik Tuan, " Jawab Manuel
__ADS_1
Manuel akhirnya mengikuti arah rute dari Isabella.
Manuel dengan cepat mengendarai mobil agar cepat sampai ke tempat itu.
Aira yang sedang sibuk kerja di Kantor, dengan serius bahkan kerja keras yang di lakukan oleh Aira demi untuk kesembuhan Sang ayah.
" Aku harus lebih giat dan aktif lagi agar diriku baik dalam kerja, bahkan jika kerja aku baik pasti aku akan naik jabatan, akan dapat gaji tambahan, untuk pengobatan Abah dirumah, semangat Aira," Ucap Aira
Rio yang sontak teringat dengan Aira yang sedang berkerja di kantor, Rio dengan senyum sendiri dengan membayangkan kejadian kemarin yang telah terjadi.
Isabella yang tidak suka dengan senyum Rio, yang memikirkan wanita itu sontak Isabella mengajak bicara Rio agar melupakan bayang si wanita kampung itu.
" Pasti Rio memikirkan wanita kampung itu, sampai-sampai tersenyum seperti itu, tidak boleh aku biarkan wanita itu mencuri hati hati Rio, " Batin Isabella
" Mas Rio, Isabella mau berbicara kepada Mas Rio, " Tanya Isabella
" Silahkan mau bicara apa, " Jawab Rio
" Kalau untuk semua boleh, dari manapun kantor yang mau kerjasama silahkan, harus mengirimkan dokumen agar di chek oleh bagian admin untuk kejelasan kamu atur sendiri," Jawab Rio
" Dengan omong yang serius tentang kantor pasti, Mas Rio akan melupakan wanita itu," Batin Isabella
" Ya sudah mas kalau begitu, Isabella akan coba nanti, Terima kasih atas informasinya," Jawab Isabella
Tak lama kemudian mobil telah sampai titik rute, melihat tempat itu Rio tidak merasakan asing barunya, sontak dirinya mengingat bahkan dirinya sangat ingat sekali, mereka turun dari mobil.
Rio yang melihat suasana sekitar yang berbeda dan melihat kenangan yang lama terbangun di tempat itu membuat diri bahagia sekilas tanpa tak disadari.
__ADS_1
Rio sontak tersenyum dan membalas Isabella dengan senyum karena teringat masa indah bersamanya.
Mereka turun dari mobil. Rio merasa sangat bahagia dengan suasana dan kenangan yang pernah Rio rasakan dalam masa dahulu yang sempat mengisi kehidupan yang sangat indah itu.
Isabella melihat Rio yang tersenyum merasa senang dan berhasil untuk mengingatkan dan mendekatkan hubungan mereka kembali.
Manuel yang merasakan juga berapa istimewanya tempat ini untuk Tuan Muda yang dilihat dari tatapan dan rasa bahagia. Manuel merasakan rasa yang dirasakan oleh Manuel.
Mama Yasmin yang sangat bangga terhadap Rio yang melakukan segala sesuatu untuk melindungi Mama tercintanya, walaupun Sang Mama tidak suka jika sang Putera dikekang, kekuasaan rumah masih sangat ketat sebagai kekuasaan Eyang, apa yang harus di lakukan sesuai dengan ucapan sang Eyang.
Eyang yang super keras, barang bahkan berani untuk berulah, siapa yang melawannya pasti akan di lawannya, Eyang yang tidak mengenal untuk lemah dan lever rendah darinya.
Eyang sangat tidak suka dengan kasta rendah yang akan membuat titel keluarga menjadi tendah di penilaian bos-bos besar di perusahaan lain.
" Mas Rio pasti akan mengingat apa yang terjadi pada saat itu, jadi usaha aku tidak akan sia-sia untuk datang kesini, semoga kamu bisa membuka hati untukku lagi, hahaha," Batik Isabella
" Sungguh indah dan penuh kenangan, aku bisa kembali dan menikmati tempat ini, masih seperti dahulu, dan semakin baik dan lebih baik dari sebelumnya, kenangan yang sangat penuh dengan kenangan yang tidak dapat aku lupakan bersama wanita yang aku kenal pertama kali," Batin Rio
" Sungguh bahagianya Tuan dengan tempat ini, aku merasakan bahwa tempat ini menyimpan kenangan yang sangat baik, aku merasakan Tuan sangat mengenangn masa-masa itu, aku bisa melihat dari rogat dan raut mukanya yang bagitu bahagia," Batin Manuel
Rio berjalan dan terus berjalan sampai ditempat pertama kali dirinya bertemu dengan cinta pertamanya Isabella di bukit itu, sontak Isabella mengikutinya dan Rio tidak sadar memeluk Isabella, balasan Isabella juga saat bahagia serta senyum mereka mengingatkan kenangan mereka berdua.
" Aku biarkan Tuan untuk menikmati dan mengenang masa indahnya ditempat ini aku kan tunggu di mobil saja," Ucap Manuel
" Pasti Mas Rio sedang mengingat ketikan awal kita memutuskan untuk menjadi kekasih di bukit ini," Batin Isabella
Rio memeluk Isabella dan sebaliknya, mereka terdiam sejenak berdua sambil membayangkan apa yang terjadi pada waktu itu, dengan suasana yang indah dan sejuk membuat mereka nyaman satu sama lain, sampai mereka melupakan segara kejadian yang membuat dirinya sakit dan bahkan sikap Isabella yang meninggalkan Rio dengan orang lain.
__ADS_1
Kebahagiaan itu menjadi sedih ketika, Rio mulai sadar bahwa kenangan itu sekarang menjadi kenangan yang sakit ketika Isabella menodai kenangan yang mereka bangun berdua di bukit itu.
Sontak Rio melepaskan pelukan dan langsung menuju ke tempat duduk mengingat sikap yang di lakukan oleh Isabella saat itu, membuat Rio menjadi sedih bahkan diri merasa sakit dan sesak saat merasakan semuanya, Rio mencoba menahannya.