
Setelah Aira bersedih dirinya langsung menuju ke kamar dan menangis di kamarnya karena merasa dirinya membuat sang Ibu serta Abahnya kecewa, Aira sangat terpukul melihat kelakuan Rio yang tidak sopan itu. Aira sangat merasa mulai benci melihat lelaki kota itu.
Tak lama kemudian sangat Abahmendatangi Aira dan bahwa dirinya ingin memberikan hiburan kepada sang Puterinya, Abahnya pun sangat percaya kepada sang Puteri bahwa dirinya tidak yang dipikir saat itu.
Tok.. Tok... Tok...
" Permisi, sayang...," Ucap Abah
Aira sedang menangis berbaring tengkurap di kasurnya sambil menghapus air matanya.
" Sayang sudah Abah datang kesini mau memberikan hiburan kekamu, bahwa Abah sangat percaya kepadamu bahwa Puteri Ayah tidak melakukan itu, dan Abah memiliki sedikit tabungan untuk membayarkan kepada lelaki kemarin, sekarang sayang berhenti bersedih, " Ucap halus Abah
" Abah, Terima kasih sudah percaya kepada Aira, tetapi tidak perlu Abah karena apa yang Abah katakan benar aku tidak melakukan apa-apa jadi tabungan Abah bawa lagi, biar Aira yang akan menyelesaikan masalah Aira sendiri," Jawab Aira terbangun memeluk Abah
" Kalau begituu sudah, hapus air matamu, dan aku yakin Ibu mu akan memaafkan dirimu, dia akan percaya kepadamu berikan waktu Ibumu untuk bersedih, " Jawab Abah sambil balas dengan elusan manja
" Iya Abah, Terima kasih sudah membuat hati Aira dan menghibur Aira, aku sayang Abah, " Ucap Aira
" Sama-sama sayang, kalau begitu hapus air matamu, dah mulai tersenyum, seperti itu..., Abah mau keluar dulu melihat masakan Ibu tadi," Jawab Abah
" Iya Abah," Ucap Aira
Rio yang kembali ke jurang senggani dengan senyum senang karena dirinya bisa membuat dirinya malu.
" Tuan yakin dengan cara tadi dapat menyelesaikan masalah, bukannya tadi tadi tidak berlebihan," Tanya Manuel
" Tidak aku lebih suka seperti ini, pasti akan menyelesaikan masalah lebih cepat, jadi tidak usah di pikirkan, " Jawab Rio
" Ya sudah Tuan, maaf jika saya lancang bertanya," Ucap Manuel
" Tidak apa ya sudah kita kembali ke sana," Jawab Rio
" Baik Tuan, " Ucap Manuel
Abah yang menunggu masakah untuk makan siang pun terjaga, bahkan Ibu mulai menuju ke dapur untuk melihatnya, dengan sedikit mulai menerima nampak jelas di raut mukanya.
" Abah sudah matang apa belum, oh iya Aira mana belum keluar," Tanya Ibu
__ADS_1
" Dia dikamar sedang sering juga, maaf Abah bukan mendukung dan menutup kesalahan orang lain tetapi aku merasa Puteri kita tidak bersalah emang anak kota aja berani main dan mau main seenak kepada kita saja, jadi Ibu percaya mana Puteri kita atau lelaki itu, sekarang tergantung Ibu," Jawab Abah
" Iya Abah harus aku tidak gegabah, dan harus tanya apa alasan dan bagaimana kejadian, kalau begitu aku akan menemui Aira untuk meminta maaf dan mengajaknya ke sini," Ucap Ibu
" Silahkan, apa yang Ibu lakukan itu benar," Jawab Abah
Akhirnya Ibu menuju ke kamar untuk melihat dan meminta maaf kepada sang puterinya.
" Sayang maaf Ibu, aku salah paham dan aku percaya kepada Aira, jadi sekarang Aira harus senyum tidak boleh sedih, " Ucap Ibu
" Ibu..., percaya kepada Aira, maaf Aira Ibu Aira berkumpul bisa bercerita karena Aira ingin mencari waktu yang tepat untuk bercerita tetapi malah terjadi seperti ini, Aira sangat takut jika bercerita langsung," Jawab Aira
" Sudahlah lupakan, sekarang Aira harus senyum hapus air matanya, ayo kita ke dapur untuk masak acara siang nanti, jangan kurung diri disini tidak baik," Jawab Ibu
" Iya Ibu, Terima kasih," Jawab Aira
Aira akhirnya melupakan dan membantu Ibunya di dapur mereka saling menerima dan apa yang terjadi di jalanin bersama.
Mereka akhirnya meneruskan kegiatannya, memasak dan menyiapkan untuk makan siangnya, Aira sangat seneng bahwa Ibu sudah tau dan percaya kepadanya. Tak lama kemudian semua sudah siap, pihak kurang sudah datang untuk mengambil bahan makan siangnya.
"Arief ini nasinya dan itu untuk lauknya, dan yang lain bisa bawa yang itu, pilih saja, nanti yang ini di bawa Ibu," Ucap Aira
" Mas Afra tidak ikut kah hari ini," Ucap Aira
" Kenapa harus tanya dia," Batin Arief
" Tidak kesini sibuk disana orangnya," Jawab Arief
" Ya sudah ayo buruan kesana jangan lama-lama, sudah hampir mau waktu makan siang tiba," Ucap Ibu
Mereka berjalan dan membawa dengan bagian masing-masing. Aira saat itu tidak ikut dan Ibu berangkat sendiri, Ibu sangat menerima keputusan bahwa Aira agar melupakan masalahnya sejenak.
" Ibu sudah siap, ayo ada sayang kita ke sana, " Ucap Ibu
" Maaf Bu, boleh Aira hari ini tidak ikut dulu karena jika Aira ikut pasti akan tau lelaki kemarin aku sangat tidak mau mengingat dulu, biarkan aku untuk menenangkan diri terlebih dahulu," Jawab Aira
" Ya sudah kalau begitu kamu dirumah aja, tenangkan dirimu, kalau begitu Ibu berangkat dulu ya, " Ucap Ibu
__ADS_1
" Hati-hati Ibu maaf Aira belum bisa bantu Ibu," Jawab Aira
" Iya tidak apa-apa, ya sudah sayang," Ucap Ibu
Ibu berjalan untuk segera menuju ke jurang senggani, karena sudah waktu makan siang akan tiba, sesampainya di sana pengelola membantu untuk mengeluarkan bahkan membantu untuk menatanya.
" Aira tidak ikut ya Bu," Tanya Afra
" Tidak dia lagi di rumah tadi katanya mau ada acara jadi izin tidak ikut, ada apa Afra mencari Aira," Ucap Ibu
" Tidak apa Bu hanya tanya saja," Jawab Afra
" Kenapa dia tanya ke Ibu segala, aku harus membuat percakapannya tidak terlalu panjang," Batin Arief
" Aku bantu Ibu karena banyak sekali ini menu, dan waktu makan siang sudah hampir tiba, ayo Afra bisa di bantu sebentar," Sahut Arief
" Arief ini kenapa sih tumben sih dia semangat gini, ah entahlan kenapa harus pemikiran negatif ke dia," Batin Afra
" Iya ini aku bantu," Jawab Afra
" Terima kasih semua sudah membantu Ibu, oh iya kerupuknya taruh disana, karena itu bikin baru jadi agak mudah rusak," Ucap Ibu
Panitia dari perusahaan telah bersiap memberikan intruksi bahwa makan siang sudah siap, dan siap untuk menikmati. Mereka saling berbondong-bondong untuk segera menuju ke ruang makan yang sudha di siapkan.
" Manuel kenapa wanita itu tidak ikut, mengapa hanya ibunya," Tanya Rio
" Mohon maaf Tuan saya juga tidak tau soal itu, mungkin apa yang harus aku lakukan," Jawab Manuel
" Tidak usah, aku akan tanya sendiri ke Ibunya, ayo kita kesana," Jawab Rio
" Baik Tuan," Ucap Manuel
" Ibu mau tanya tumben Ibu sendiri, emang yang membantu kemana," Tanya Rio
" Iya, oh orangnya lagi ada acara dengan temannya tadi jadi tidak ikut, oh iya silahkan untuk di nikmati untuk makanan siangnya, " Jawab Ibu
" Oh begitu ya Ibu, maaf saya tanya," Jawab Rio
__ADS_1
" Jika dia jahat kenapa di tanyakan sesuatu tentang Aira, tapi ahh tidak atau.., " Batin Ibu
Rio meninggalkan rumah prasmanan, dan segera duduk menikmati makan.