Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary
24. Acara Syukuran Bayu


__ADS_3

"Sudah yang ini aja, No! Bagus ini, cocok sama kulit Loe." kata Ary sambil menunjukkan gaun mini dress berwarna peach pada Eno.


"Mosok awan awan nganggo dress! Pakai kaos oblong sama celana jeans kan enak gak ribet." gerutu Eno.


(Masak siang hari pakai dress!)


"Kagak ada akhlak!" kata Ary sambil menoyor kepala Eno.


"Jangan pakai kaos oblong sama celana jeans kenapa? Kalau pun mau pakai celana jeans, jangan pakai kaos oblong pakai atasan yang lain. Atau pakai rok aja, gimana? Biar kelihatan lebih elegan gitu." saran Ary.


Eno pun mempertimbangkan saran dari Ary. Eno melanjutkan membongkar isi lemari pakaiannya.


"Iya deh. Bantuin gue lagi dong, masih belum dapat yang sreg nih!" kata Eno sambil memilih baju yang akan dipakai untuk acara Bayu nanti.


"Pakai baju yang ini aja, cocok deh sama kulitmu. Untuk bawahannya pakai rok aja, biar kelihatan lebih feminim dan cantik mempesona sepanjang masa seperti katamu tadi" kata Ary sambil menunjukkan baju atasan berlengan pendek berenda berwarna soft pink.


"Gue gak suka itu, baju itu sudah lama banget gak pernah gue pakai. Cari yang lain!" jawab Eno.


"Ini kan bagus lho, masih baru lagi."


"Gue gak suka modelnya, kuno!" Eno beralasan.


"Terserah Loe aja deh, loe yang pakai gue kan cuma kasih saran aja." Ary mengedikkan bahunya, tanda dia menyerah memilih baju untuk Eno.


"Lho kok ngambek sih? Ya udah deh, gue pakai baju ini aja. Terus bawahannya pakai rok jeans yang selutut. Yang ini, gimana?" tanya Eno sambil menunjukkan rok warna abu-abu yang panjangnya selutut.


"Nah, gitu kan cantik mempesona sepanjang masa." kata Ary sambil tertawa. Eno pun ikut tertawa melihat Ary.


***


Keesokan harinya di parkiran sekolah Ary.


"No, besok gue sepertinya gak bisa deh berangkat bareng ke acara kak Bayu. Nanti malam ada acara di rumah budheku, acaranya besok siang baru kelar. Kemungkinan besar kami menginap di rumah budheku." kata Ary begitu bertemu Eno di tempat parkir murid.


Mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka.


"Ya udah, besok kita ketemuan di TKP aja." jawab Eno.


"Gue besok agak telat datangnya. Karena belum ketahuan jam berapa kelar acara di rumah budhe. Jadi belum tahu juga jam berapa dari rumah budhe." jelas Ary panjang lebar.


"It's OK. Santuuuy" jawab Eno.


"Tapi loe bawa kendaraan sendiri ya, gue mau nebeng pulangnya." kata Ary sambil cengengesan.


"Siiip!" Eno mengacungkan jempolnya ke arah Ary.


"Asiikk... dapat tebengan gue" kata Ary sambil tepuk tangan.

__ADS_1


"Lebay Loe! Kayak anak kecil aja tingkah loe! kata Eno sambil mendorong bahu Ary.


"Yee... sudah lama gue kagak nebeng sama loe. Kapan lagi gue bisa nebeng ma loe, loe kan tiap hari sibuk pacaran aja ma Ronal!" jawab Ary tak mau kalah.


"Iya, tapi gak usah segitunya kalee kayak anak kecil. Bikin malu aja Loe" sungut Eno.


***


Bayu berjalan mondar-mandir di depan restoran milik orang tuanya. Dia menunggu kedatangan Ary. Bayu merasa gelisah karena semua tamu undangan sudah datang, hanya Ary yang belum datang.


"Wes tho Le, ayo mlebu sik! Kae lho konco-koncomu wes podho luwe. Diajak mangan sik kono! Ben ibu wae sing ngenteni Ary ning kene." kata Bu Marinah mendekati Bayu kemudian mengusap bahu Bayu.


(Sudah nak, ayo masuk dulu! Itu teman-teman kamu sudah lapar semua. Diajak makan duluan sana! Biar ibu yang menunggu Ary disini.)


"Tapi Bu..."


"Wes kono, gek ndang diwiwiti acarane! Selak keluwen anake wong." ibu Marinah menyela perkataan Bayu.


(Sudah sana, cepat dimulai acaranya! Keburu kelaparan anak orang.)


"Inggih Bu." jawab Bayu dengan patuh.


(Iya Bu)


Bayu kemudian meninggalkan ibunya, tapi begitu sampai di pintu dia berbalik lagi.


"Nanti kalau Ary sudah datang panggil Bayu, ya Bu!" kata Bayu.


"Terima kasih, Bu. Ibu memang terbaik!" kata Bayu sambil mengacungkan jempolnya.


Bayu langsung bergegas masuk ke restorannya sambil mengembangkan senyum cerahnya. Ibu Marinah yang melihat anaknya seperti itu pun ikut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Tidak lama setelah Bayu masuk, datang sebuah mobil memasuki halaman restoran. Restoran milik keluarga Bayu memiliki halaman yang luas untuk lahan parkir.


Ary turun dari mobil dengan tergesa-gesa, karena dia sudah terlambat datang. Karena tergesa-gesa, Ary tidak menyadari kalau tasnya tertinggal di mobil.


"Ary! Tas kamu gak dibawa?" tanya bunda Widya sambil keluar dari mobil dan berjalan mendekati Ary.


"Jangan buru-buru, lihat tas kamu ketinggalan! Tadi juga belum salim kan sama Ayah dan Bunda?" Widya, bunda Ary.


"Maaf Bunda, Ary kelupaan karena terburu-buru. Ini sudah telat banget, Bun." jawab Ary.


Ary berjalan mendekati Bunda Widya, kemudian Ary menyalami tangan Bunda. Selain itu juga, dia menghampiri mobil akan menyalami tangan Ayah.


"Assalamualaikum, Ayah, Bunda!" Ary meninggalkan orang tuanya di halaman restoran tersebut.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh." jawab Ayah dan Bunda bersamaan.

__ADS_1


"Kami pulang dulu ya, sayang. Nanti telpon Ayah kalau minta jemput." kata Bunda.


"Siip! Inggih Bund." jawab Ary sambil acungkan jempolnya.


Ary berjalan mendekati pintu masuk restoran, dimana ibu Marinah berdiri. Ary menyalami tangan ibu Marinah.


"Assalamualaikum, Bu." Ary mengucapkan salam.


"Wa'alaikum salam, ayo masuk! Sudah ditunggu dari tadi lho." jawab Ibu Marinah.


"Inggih Bu, mari." balas Ary.


(Iya Bu)


Ary dan Bu Marinah masuk ke dalam restoran. Mereka berjalan beriringan mendekati meja Bayu. Begitu sampai di meja Bayu, ibu Marinah meninggalkan tempat itu.


"Silahkan Ary, ibu tinggal dulu ya." kata Bu Marinah.


"Iya Bu, makasih." jawab Ary.


"Maaf kak, Ary telat." kata Ary begitu dekat dengan Bayu.


"Gak apa-apa kok, yuk duduk." jawab Bayu sambil menarik kursi untuk diduduki Ary.


"Hmm... Kak, Ary duduk dekat Eno saja ya?" kata Ary.


"Di sini aja! Meja Eno kursinya sudah penuh tuh." kata Bayu sambil menunjuk ke arah meja Eno.


"Hmm... Ok! Gak ganggu kan, kalau Ary duduk di sini?" tanya Ary.


"Siapa juga yang terganggu, seneng malah duduk semeja sama bidadari surga turun dari kahyangan." jawab Wasis salah satu teman Bayu.


Ary yang mendengar gombalan receh dari Wasis hanya memutar bola matanya saja.


"Sudah duduk aja! Gak usah malu-malu, entar malah malu maluin tahu!" lanjut Wasis.


Akhirnya Ary duduk di sebelah kursi Bayu.


"Kamu mau minum apa, Dek?" tanya Bayu dengan lembut.


"Ehemmm..." terdengar suara deheman dari teman teman Bayu.


"Cuma Ary aja nih yang ditawari? Kita kita kagak?" celetuk Rina


"Kalian kan sudah pesan minuman tadi, Ary kan baru datang." jawab Bayu spontan.


"Kalau kalian mau pesan lagi juga nggak apa-apa. Sekalian pesannya, aku panggil dulu waitress nya." imbuh Bayu.

__ADS_1


"Boleh makan minum sepuasnya kan disini? Biar gue pesan lagi!" kata Wasis.


"Silahkan, gak usah malu-malu. Nanti malah malu maluin." jawab Bayu sambil tertawa, mengikuti kata yang diucapkan Wasis tadi.


__ADS_2