Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary
36. Bacalah Bukan Balaslah


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa toel dulu gambar jempol di bawah ya. Makasih 🙏🙏🙏


Happy Reading 🤗🤗🤗


"Ndon, lihat si bos lagi galau tuh!" kata Rommy.


"Hmm, biarin aja! Nggak usah ikut campur urusan pribadi dia. Bentar ngamuk lagi dia, kek nggak tahu dia aja gimana!" jawab Brandon.


"Bos, apa kabar dokter cantik itu?" Rommy iseng tanya tentang dokter yang merawat Rendy.


Sebelumnya Rendy pernah cerita kalau sekarang dokter yang merawatnya ganti. Gantinya seorang dokter tapi masih koas (Rendy belum tahu kalau Ary seorang dokter spesialis penyakit dalam).


"Dia libur!" jawab Rendy singkat.


"Libur kenapa? Memang ada ya libur sampai berhari-hari?!' tanya Rommy lagi.


"Wah, bakalan kangen berat nih!" celetuk Rommy.


"Kenapa harus kangen? Emangnya dia siapa gue?" tanya Rendy.


"Tapi dia sabar lho, ngadepin loe bukannya gampang! Loe kan banyak maunya, pakai acara mogok minum obat lah. Nggak mau pakai oksigen lah, jarum infus yang dicopot lah! Kebanyakan drama loe!" Rommy sebutkan satu persatu kelakuan Rendy untuk menyita perhatian dokter Ary.


"Sekarang dokter itu libur, alasan apalagi yang loe buat biar dia datang kesini?" tanya Brandon.


"Gue chat dia berulang kali, tapi satupun gak ada yang dibalas." gerutu Rendy.


"Hahaha" Rommy dan Brandon tertawa mendengar gerutuan Rendy.


"Rasain loe! Nggak semua cewek itu mau bertekuk lutut sama loe!" jawab Brandon.


"Dia itu cuma koas tapi sombongnya minta ampun deh, selangit!" kata Rendy.


"Lihat saja nanti, dia pasti nengok ke gue! Dia pasti lihat gue yang penuh pesona ini, habis itu gue buang. Biar tahu rasa dia, jadi cewek jangan jual mahal! Sombong!!" lanjut Rendy dengan yakin.


Saat ini trio eMBeR sedang berkumpul di ruang rawat inap dimana Rendy sedang dirawat. Trio eMBeR diambil dari huruf pertama nama depan mereka bertiga.


eM diambil dari nama Rommy yang bernama asli Muhammad Romadhon. B diambil dari nama Brandon Saputra, sedangkan eR dari Renaldy Pratama.


"Bos, loe gak tahu ya wahyu pertama yang turun pada Rasul?" tanya Rommy, diantara mereka bertiga Rommy lebih baik.


"Apaan? Emang loe tahu?" tanya Brandon penasaran.


"Iqro', artinya bacalah. Pantes dan wajar kalau pesan loe cuma dibaca nggak dibalas." kata Rommy sambil senyum-senyum.


Brandon dan Rendy masih terdiam karena belum paham arah pembicaraan Rommy. Tiba-tiba tawa mereka bertiga pun pecah.

__ADS_1


"Hahaha"


"Hahaha, loe bisa aja ya Rom!" kata Brandon di sela tawanya.


"Anjirr!!!' teriak Rendy.


"Tapi betul juga kata-kata Loe, Rom!" kata Rendy.


Mereka terus tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut. Disaat mereka tertawa, datang seorang cewek cantik dan seksi.


"Beb, kamu nggak apa-apa kan sayang. Kenapa nggak kasih kabar kalau sakit sih. Aku cari kamu di toko nggak ada. Aku kangen banget sama kamu tahu!" kata cewek itu dengan manja.


Cewek itu berjalan mendekati Rendy kemudian memeluk Rendy dan tanpa tahu malu mencium bibir Rendy.


Brandon dan Rommy yang berada diantara mereka pun akhirnya meninggalkan tempat itu. Mereka berdua tidak mau menjadi nyamuk.


"Gue udah baikan kok, loe tahu gue disini dari siapa?" kata Rendy.


"Kamu jahat! Jahat!!!" kata cewek itu sambil memukuli dada Rendy.


"Jahat gimana?" tanya Rendy tenang masih sambil sebelah tangannya memeluk pinggang cewek itu.


"Kamu jahat, nggak mau kasih tahu aku kalau kamu dirawat disini." jawab Vero, cewek cantik dan seksi itu bernama Veronica Rahayu.


Veronica Rahayu biasa dipanggil Vero, dia pacar Rendy yang diakui di hadapan orang banyak. Vero sudah enam bulan terakhir menjadi pacar Rendy.


"Kan, gue sayang sama loe. Gue nggak mau loe sedih. Jangan ngambek ya! Ya?!!" bujuk Rendy.


"Iya, tapi jangan diulangi lagi ya. Kalau kamu kasih tahu kan aku bisa rawat kamu disini. Bisa jagain kamu." kata Vero manja.


"Iya deh iyaaa" jawab Rendy.


Sementara itu si Brandon dan Rommy pergi ke kantin rumah sakit.


"Ndon, loe pernah nggak sih ketemu dokter yang merawat Rendy?" tanya Rommy.


"Dokter Fadli? Kan kita sering ketemu kalau pas nemenin dia. Gimana sih Loe?!" jawab Brandon.


"Bukan, dokter cewek yangng gantiin dokter Fadli. Sudah seminggu dia merawat Rendy." kata Rommy.


"Pasti dokter itu masih muda, kalau sudah tua nggak mungkin si bos tertarik sama tuh dokter." lanjut Rommy.


"Sok tahu loe! Masak selera Rendy berubah? Kalau dokter itu seksi bisa jadi sih, tergoda dia." kata Brandon.


"Namanya juga lagi sakit! Siapa tahu aja karena sudah lama nggak dapat jatah dari Vero, jadi dia tertarik ma tu dokter." kata Rommy sambil menyeruput minumannya.

__ADS_1


***


"Woi kalian dimana?" teriak Rendy. Saat ini Rendy sedang menelepon Brandon.


"Cepet kemari loe!" kata Rendy langsung mengakhiri panggilannya.


Setelah Vero meninggalkan ruangan itu, Rendy langsung menghubungi Brandon. Di luar ruangan itu nampak seorang ibu mencari ruang rawat inap anaknya.


"Abang!!! Mama kangen, gimana keadaan kamu, Mang?" kata seorang ibu yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu. Ibu itu tidak lain adalah Mama Rendy, wanita keturunan Batak dan Melayu.


Renaldy Pratama berdarah Cina Jawa Batak Melayu. Ayahnya berdarah Cina dan Jawa, sedangkan Mamanya berdarah Batak dan Melayu. Jadi tidak heran walaupun Rendy berasal dari Medan, dia tidak memiliki marga.


"Ah, hai Ma!" jawab Rendy dengan santainya. Padahal sang Mama sudah nangis sambil memeluknya.


"Jam berapa tadi Mama sampai Jogja?" tanya Rendy basa-basi.


"Barusan aja, Mama langsung kemari. Sudah nggak sabar pengen lihat gantengnya Mama." jawab Mama.


"Gita nggak ikut Ma?" tanya Rendy basa-basi.


"Nggak, Mama berangkat dari Padang Sidempuan. Mama kebetulan disana, ngecek kebun yang disana. Kan sekarang lagi panen, kalau nggak diawasi mereka seenaknya sendiri kerja." jawab Mama.


"Kalau Mama yang kesana, ayah kemana?" tanya Rendy.


"Ayah mau beli lahan lagi di daerah Labura, katanya menjanjikan untuk kedepannya." jawab Mama.


"Oh, iya gimana keadaan kamu sekarang? Masih sesak?!" tanya Mama.


Mama terus mengusap kepala Rendy, mama memperlakukan seperti anak kecil. Walaupun mama sibuk, dia selalu berusaha meluangkan waktunya sebentar untuk anak-anaknya.


"Masih sesak, tapi tidak seperti sebelumnya. Sudah enakan kok, Ma. Palingan dua hari lagi sudah boleh pulang." jawab Rendy.


Rendy begitu menyayangi mamanya, tapi tidak ayahnya. Rendy sudah terlanjur ilfeel, karena selama ini ayahnya hanya mengejar materi saja. Alasan kerja tidak membuat Rendy percaya begitu saja. Karena Rendy pernah melihat dengan mata kepala sendiri kalau ayahnya pergi dengan seorang wanita. Sejak saat itu, Rendy memilih menjauh dari ayahnya.


"Syukurlah kalau sudah mendingan, semoga cepat sembuh ya sayangnya mama." kata Mama sambil mencium kepala Rendy.


"Ah, mama! Rendy kan bukan anak kecil lagi!" protes Rendy ketika mama mencium puncak kepalanya seperti anak bayi.


Saat sedang protes pada Mamanya, datanglah Brandon dan Rommy dari kantin rumah sakit.


"Lama banget! Kalian kemana saja? Gue sendirian tahu?" kata Rendy begitu melihat kedua sahabatnya baru datang.


"Cari angin boss, masak kita mau jadi nyamuk disini! Nungguin orang lagi pacaran." jawab Brandon.


"Gue nggak pacaran, tadi si Vero cuma sebentar doang disini." jawab Rendy.

__ADS_1


***Maaf kalau garing, othor kurang tidur jadi kurang dapat feel-nya.🙏🙏🙏***


__ADS_2