Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary
53. Permintaan Rendy


__ADS_3

Rendy mulai menggerakkan lagi tangannya. Kali ini pergerakannya disadari oleh Ary. Ary yang melihat ada tanda-tanda Rendy mulai sadar langsung menghapuskan air matanya.


"Rend, kamu sudah bangun? Kamu sadar?" tanya Ary pada Rendy.


Kemudian Ary kembali memeriksa keadaan Rendy secara menyeluruh. Rendy merasa ada yang menyentuhnya mulai membuka matanya dengan perlahan.


"Kamu sudah bangun, gimana? Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Ary bersemangat, dia tidak bisa menutupi rasa bahagianya.


"Gue mimpiin loe lagi! Loe datang kesini kenapa, jangan di mimpi gue mulu loe datangnya! Gue jadi gak bisa tidur. Takut kalau gue terbangun loe gak ada di samping gue!" kata Rendy lirih.


Ary yang mendengar perkataan Rendy langsung mencubit tangan Rendy.


"Aww... Sakit tau! Loe kasar banget jadi cewek! Untung gue cinta!" gerutu Rendy sambil mengusap tangannya.


"Ehhhh... sakit, berarti gue gak mimpi dong!" monolog Rendy.


"Kamu minum dulu, biar sadar!" kata Ary sambil mendekatkan gelas ke arah Rendy. Sebelumnya Ary memasang pipet agar Rendy mudah minum.


"Gue dimana ini, kok tangan gue kebas berasa ada yang ngikat?" tanya Rendy.


"Jangan banyak bicara dan bergerak dulu! Kamu masih lemah!" kata Ary.


"Ini beneran Loe kan, kamu Ary sayangnya aku kan?" tanya Rendy.


"Salah! Aku dokter Ary! Aku dokter spesialis paru yang merawat kamu beberapa bulan yang lalu." jawab Ary.


"Iya, kamu itu Ary ku!" tegas Rendy.


Saat kedua orang itu, pasien dan dokter berantem, masuklah mama Rendy. Padahal kondisi pasien masih labil, tapi kok berantem mulu sih🤦! Herman jadinya!( kata othor nih)


"Anak mama sudah sadar?" tanya ibu Hotmaida.


Ary dan Rendy langsung menoleh ke arah suara yang tiba-tiba mengganggu perdebatan mereka.


"Saya akan memerintahkan perawat untuk menyiapkan kamar kamu!" kata Ary pada Rendy.


"Ibu, silahkan! Tapi jangan lama-lama diajak ngobrol ya. Masih belum stabil soalnya!" pesan Ary pada mama Rendy.


(Padahal tadi pasien ma dokter asik berdebat kan, giliran emaknya kagak boleh ngobrol ma anaknya🤦. Othor bingung jadinya.)

__ADS_1


Ary keluar meninggalkan anak dan emaknya. Dia menghubungi perawat untuk menyiapkan kamar VIP untuk Rendy.


"Gimana Dok, Rendy sudah sadar?" tanya Brandon begitu Ary keluar dari ruang ICU.


"Alhamdulillah sudah! Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat inap kok. Nanti kalian bisa ngobrol disana, tapi tidak boleh lama!" jawab Ary.


"Alhamdulillah kalau sudah sadar." kata kedua bersahabat itu.


Tidak berapa lama kemudian, Rendy sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Setelah Rendy dipindahkan ke ruang rawat inap, Ary hendak berpamitan kembali ke Kulonprogo.


"Rend, aku pamit dulu ya. Sudah mendekati Maghrib, takutnya sampai sana tengah malam. Lagian besok masih harus kerja lagi." pamit Ary.


"Ngapain loe datang kalau pergi lagi?!" kata Rendy ketus.


"Lha kan aku kesini tiap bulan buat nyerahin laporan aku! Tadi kebetulan aku pas kesini makanya bisa tangani kamu!" jawab Ary.


"Gue pikir loe kesini buat gue! Gue pikir loe juga punya perasaan yang sama ke gue!" kata Rendy tersengal-sengal karena dia melepas selang oksigennya.


Ary mendekati Rendy, kemudian memasangkan kembali selang oksigen pada hidung Rendy.


Mama Rendy yang melihat tingkah pasien dan dokter itu merasa terharu.


"Mulai lagi deh,. drama cinta antara pasien dengan dokter!" celetuk Rommy.


Ary yang mendengar perkataan orang yang berada di ruang itu, akhirnya pamitan pulang. Tapi dicegah lagi oleh Rendy.


"Kamu boleh pergi, tapi kamu harus janji dulu sama aku!" kata Rendy


"Janji apa?" tanya Ary penasaran.


"Setelah kamu selesai dinas di luar kota, kita nikah! Dan selama kamu di luar kota, setiap hari harus menghubungi aku! Gimana?" kata Rendy.


Semua orang yang berada di ruangan itu kaget mendengar kata-kata Rendy. Ary sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


"Busyet!!! Kagak ada romantis-romantisnya lamaran Loe!" celetuk Brandon.


"Itu ancaman atau lamaran?" tanya Mama Rendy.


Lain halnya dengan Rommy, Rommy yang mendengar perkataan Rendy tadi malah tertawa terbahak-bahak. Menurut dia ini merupakan ada tontonan gratis.

__ADS_1


Ary sebagai dokter tahu bagaimana keadaan Rendy saat ini. Kecewa sedikit saja, pasti akan sangat mempengaruhi kondisinya yang belum stabil. Karena kerinduan dan cinta Rendy pada Ary lah yang membuat Rendy bertahan. Rendy bertahan karena kedatangan Ary. Kalau Ary tidak datang tadi akan lain kemungkinannya.


Karena Ary juga merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan perasaannya terhadap Rendy, Ary pun menerima lamaran Rendy. Ary juga berharap dengan menerima lamaran Rendy, maka Rendy akan segera sembuh dari penyakitnya, bronkitis kronik.


"Iya, aku janji! Tapi alangkah baiknya, setelah kamu sembuh. Kamu menemui orang tuaku, meminta baik-baik pada mereka." jawab Ary.


Ini keputusan terbesar dan terberat yang harus Ary ambil. Karena menyangkut masa depannya. Sebelumnya Ary selama di daerah Kulonprogo, sudah melakukan sholat malam setiap malamnya. Setiap selesai sholat, bayangan Rendy yang selalu hadir dalam mimpinya.


Mama Rendy yang mendengar perkataan Ary, merasa bahagia karena akhirnya ada seseorang yang membuat anaknya semangat menjalani sisa hidupnya. Rendy pun tak kalah bahagianya. Dia hendak bangkit, tapi badannya masih sangat lemas. Jadi Rendy hanya bisa mengembangkan senyum cerahnya.


"Yess!!! I love you" ucap Rendy sambil memandangi wajah Ary.


Ary hanya diam tersipu malu mendengar perkataan Rendy. Dia tidak menyangka sama sekali, kalau kedatangannya ke sini akan menjadi momen penting dalam hidupnya.


"Aku pamit dulu ya, sudah Maghrib. Harus cepat jalan, biar gak kemalaman di jalan!" pamit Ary.


"Kita makan malam bersama dulu, biar perut tidak kosong di jalan!" kata Mama Rendy.


"Kalau menunggu pesan makan di luar, apa nggak kelamaan, Ma?" tanya Rendy. " Kan kasihan kalau lama nunggu makannya datang!" lanjut Rendy.


"Brandon! Tadi kamu sudah jadi pesan makan malam kita kan?" tanya ma Rendy.


"Sudah, Tan! Biar Brandon ambil sekarang, pasti sudah dibungkus!" jawab Brandon.


Tadi saat sebelum memasuki ruang rawat inap Rendy, mama Rendy meminta Brandon untuk membeli makan malam untuk mereka.


"Cepetan ambil sana, keburu kemalaman! Kasihan sayangnya aku nanti, tengah malam baru nyampai." perintah Rendy.


"Iya, gue jalan! Dasar tukang perintah!" gerutu Brandon.


Brandon menarik tangan Rommy, sebagai kode minta ditemani mengambil nasi bungkus pesanannya tadi. Brandon memesan nasi uduk L*mong*n yang jualan di depan rumah sakit. Brandon sengaja membeli makan disana karena dekat jaraknya. Selain itu juga terjangkau oleh isi dompetnya.


Padahal tadi Mama Rendy sudah memberinya dua lembar uang kertas berwarna merah pada Brandon. Tapi karena memiliki jiwa pengusaha, jadi dia pun mengambil sedikit untung.(Tidak boleh ditiru ya genks!)


Beberapa saat kemudian, Brandon dan Rommy sudah kembali lagi membawa beberapa nasi uduk ke ruangan Rendy. Akhirnya mereka makan bersama di ruangan itu.


Karena Rendy belum dibolehkan makan nasi, dia makan bubur yang disediakan oleh rumah sakit. Rendy makan disuapi Ary. Ary dengan sabar dan telaten menyuapi Rendy. Setelah selesai makan malam bersama dan sholat Isya'. Ary berangkat menuju tempat dinasnya lagi di daerah terpencil.


***Up dua episode genks! Jangan lupa like, komen dan vote ya!

__ADS_1


Terima gajeehhhhh!!!🙏🙏🙏***


__ADS_2