Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary
5. Menginap


__ADS_3

"Nyanyi kak? Aku gak bisa kak, nafasku pendek. Kalo nyanyi ntar suaraku kayak kucing kecekik" jelas Ary.


"Kalo gitu, kamu pegang mic aku yang nyanyi sambil main gitar. Gimana?" tanya Bayu.


Ary menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.


"Ehemmm... " Bayu berdehem untuk mengambil nafas. Sambil memetik dawai gitar Bayu pun mulai bernyanyi.


🎵 Cantik...


Ingin rasa hati berbisik


Untuk melepas keresahan


dirimu...


oo cantik...


bukan ku ingin mengganggumu


tapi apa arti merindu


selalu...


ooo...


walau mentari terbit di utara


hatiku hanya untukmu...


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


tentu saja kan ku balas seisi jiwa


tiada lagi


tiada lagi yang ganggu kita


ini kesungguhan


sungguh aku sayang kamu ooo...🎵


 


Sebenarnya lagu ini disiapkan Bayu untuk nembak Ary. Tapi karena insiden tadi, Bayu mengurungkan niatnya untuk nembak Ary. Karena Bayu tau, Ary pasti menolaknya. Dia akan bernasib sama dengan si pengirim surat kaleng tadi karena Ary belum ingin pacaran.


"Lagu ini bukan untuk nembak kamu, hanya untuk having fun aja. Jangan diambil hati!" bisik Bayu di telinga Ary. Ary tersenyum mendengar kata-kata Bayu.


Melihat kedekatan antara Bayu dan Ary, banyak yang menyalahartikannya. Alex yang melihat mereka pun seperti orang kebakaran jenggot. Dia pun tidak mau kalah, Alex mendekati Ary dan Bayu. Loe pikir loe aja yang bisa nyanyi, gue juga bisa.


"Pinjam gitarnya! Gue juga mau persembahkan lagu buat Ary." kata Alex sambil merebut gitar dari tangan Bayu. Kemudian Alex berdiri di depan Ary, sambil memetik gitar dia mulai menyanyikan sebuah lagu.


🎵 Mungkin ini memang jalan takdirku


mengagumi tanpa dicintai


tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


dalam hidupmu, dalam hidupmu


Telah lama ku pendam perasaan itu

__ADS_1


menunggu hatimu menyambut diriku


tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku


Kuingin kau tahu


diriku disini menanti dirimu


meski kutunggu hingga ujung waktuku


dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


dan ijinkan aku


memeluk dirimu kali ini saja


tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja🎵


 


Alex berpikir kalau Bayu menyanyikan lagu dari Kahitna tadi untuk mengambil hati Ary agar Ary mau menerima cinta Bayu. Jadi dia pun ikut menyatakan isi hatinya pada Ary dengan lagunya.


Karena pernah ditolak Ary dan masih menyimpan rasa untuk Ary, maka Alex menyanyikan lagu dari ungu dan berharap Ary dapat mengerti perasaannya.


Ary terdiam mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Alex, dia merasa tidak enak hati dengan lagu yang memojokkan dirinya.


Setelah Alex selesai menyanyikan lagu tadi, acara pun berakhir dan ditutup dengan do'a. Karena acara sudah berakhir sebagian siswa ada yang langsung menuju tempat istirahat masing-masing sesuai dengan ketentuan dari pihak panitia.


Sebagian siswa ada yang langsung pulang ke rumahnya karena dijemput keluarganya. Selain keluarga tidak diijinkan untuk menjemput siswa pada malam itu.


***


"No! Bangun! No...No!!!" panggil Ary.


Ary suka memanggil Enno dengan No, karena itu panggilan sayang Ary untuk Enno. Kalau selain Ary yang memanggilnya No, maka dia akan marah tak terkecuali Candra


"Woy... bangun... bangun!" teriak Ary lagi sambil mengguncang badan Enno.


Enno pun terbangun sambil marah-marah, karena telinganya sakit mendengar teriakan Ary yang cukup keras tadi.


"Apa sih, ganggu orang aja! Orang lagi enak tidur juga, masih ngantuk tau!"


Ary tidak menanggapi Enno, dia malah mulai membangunkan Candra.


"Can, Candra bangun! Udah subuh nih!" kata Ary sambil diguncangnya badan Candra.


Candra pun mulai menggeliat dan meregangkan tubuhnya.


"Apa sih? Masih ngantuk nih!" kata Candra sambil menguap dengan suara khas bangun tidur.


"Ayo kita ke mushola, sholat subuh dulu!" ajak Ary.


Mereka bertiga pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian mengambil air wudhu. Setelah itu baru menuju mushola SMU Negeri Pembina, nama sekolah mereka.


"Kita pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Ary ketika mereka keluar dari mushola.


"Jalan-jalan bentar yuk" ajak Enno.


"Aku gak bisa ikut jalan-jalan, soalnya nyokap mau jemput gue setengah jam lagi. Sorry ya!" kata Candra.

__ADS_1


"Iya gak pa-pa kok, kita maklum loe kan anak mami!" jawab Ary tapi mengolok-olok Candra.


"Emang loe anak mami kok, makanya gak dikasih jauh dari nyokap loe!" tegas Enno.


Saat mereka mulai membereskan barang yang mereka bawa untuk menginap, datang jemputan untuk Candra.


"Can! Itu nyokap loe bukan?" tanya Ary.


"Mana?"


"Motor Mio warna ijo!" jawab Ary.


"Eh, iya. Gue duluan ya, daaahhh!" kata Candra sambil meninggalkan Ary dan Enno.


"Joging bentar yuk, dilapangkan belakang sekolah aja. Sepi." ajak Ary.


"Ayoklah!" jawab Enno. "Loe udah jadian ya ma kak Bayu?" tanya Enno tiba-tiba.


"Hah? Hahaha..." Ary tertawa mendengar pertanyaan dari Enno.


"Gak lah! Gue anggap dia cuma sebagai kakak aja, gak lebih. Kalaupun lebih ya cuma sebatas sahabat atau teman." Ary menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka.


"Kirain! Kan kasihan Alex, kalo loe beneran jadian ma kak Bayu. Secara dia udah bolak-balik menyatakan cintanya ma loe!"


"Gue belum pengen pacaran, lagian perasaan gue ke mereka masih abu-abu. Gue suka aja berteman ma mereka, Alex ma kak Bayu." Ary menghela nafasnya.


"Mereka berdua baik ma gue, gue nyaman temenan ma mereka. Udah itu aja!"


"Loe tau gak kira-kira siapa yang ngirim surat kaleng ke loe? tanya Enno lagi.


"Gak tau. Gak ada gambaran sama sekali!" jawab Ary.


"Loe curiga gak ma mereka berdua? Apalagi kak Bayu, apa coba maksudnya nyanyi lagu itu? Masak loe gak curiga gitu, secara dia kan panitia. Kan bisa aja dia nyelipin satu pesawat kertas diantara sekian banyaknya pesawat kertas itu." si Enno makin kepo.


"Iya juga sih, tapi itu bukan tulisan dia. Aku pernah kok liat tulisannya."


Disaat mereka berdua asyik berdebat tentang siapa pengirim surat kaleng tadi malam, tampak seseorang mulai mendekati mereka.


"Assalamualaikum, selamat pagi!" sapanya.


"Wa'alaikum salam!" jawab Enno dan Ary serempak.


"Kak Bayu masih disini? Kok belum pulang sih kak. Nungguin siapa hayo?" tanya Ary basa basi.


"Ya nunggu kamu lah! Siapa lagi?"


"Cie cie... yang mo diantar pulang lagi..." kata Enno menggoda Ary.


Wajah Ary memerah karena malu digoda terus menerus. Bayu yang melihat wajah Ary sudah memerah mulai menengahi. Karena terlalu sayang dan cinta pada Ary, Bayu selalu berusaha membuat perasaan Ary senyaman mungkin.


"Gak kok dek, bercanda. Ini kakak mau pergi ke masjid raya, ada pengajian akbar disana. Kalo mo ikut ayo." kata Bayu.


"Pulang dari situ, kakak ke GOR mo latihan walet putih. Jadi gak bisa nganter adek pulang."


"Gak kak, makasih. Ary pulang ma Enno aja. Ini juga mo pulang kok." kata Ary.


"Kita duluan ya kak, daaahhh..." Enno.


"Assalamualaikum" kata Bayu.


"Wa'alaikum salam" jawab Ary dan Enno kompak. Lalu mereka pun berpisah.

__ADS_1


NB : lagu disesuaikan dengan setting waktu dalam cerita.


Ini novel pertama penulis, jadi mohon saran dan dukungan dari pembaca tersayang. Mohon maaf bila masih banyak typo.


__ADS_2