
Happy reading.
"De," tiba-tiba pintu ruang Dea terbuka.
Sontak saja membuat Dea dan Kenan menoleh, melihat Angga yang tiba-tiba masuk dan menatap keduanya dengan kening yang mengkerut.
Angga menatap Dea intens, membuat gadis itu merasa tidak nyaman.
"Angga, ada apa?" tanya Dea memperbaiki penampilannya. Sebenarnya tidak berantakan karena memang dia dan Kenan tidak melakukan apa-apa.
Dea hanya mengobati luka di wajah Kenan dan berbincang dengan sedikit menguras emosi.
Itu hanya sikap reflek yang Dea lakukan saat dia baru saja berbicara cukup lama bersama Kenan.
"Maaf, saya memang mengira ada orang didalam karena terdengar suara orang ngobrol dari luar, eh ternyata memang ada orang," jawab Angga nyengir.
Sesaat kemudian Angga melihat Kenan dan terkejut seketika, "jadi anda sedang ada pasien, bukankah waktu kerja anda sudah selesai, dok?" tanya Angga yang ditunjukkan pada Dea.
Tentu saja masih dengan bahasa formal karena mereka masih dirumah sakit, apalagi ada seorang pasien diantara mereka.
"Iya, tadi kita ketemu didepan dan pak Kenan ini adalah teman saya," jawab Dea melirik Kenan.
Kenan bisa melihat jika dokter yang bernama Angga ini memberikan tatapan yang berbeda pada Dea.
"Oh, oke," Angga masih betah berdiri di depan pintu tanpa ada tanda-tanda mau meninggalkan ruangan Dea.
Hal itu tentu membuat Dea semakin canggung, apalagi tatapan mata Kenan yang tak lepas dari wajah Angga.
"Kalau begitu saya permisi pulang dulu, silahkan pak Kenan," Dea mempersilahkan Kenan untuk keluar dari ruangan nya.
Kenan mengangguk dan mengikuti Dea dibelakang.
"Apakah anda akan pulang juga?" tanya Kenan saat melihat Angga yang berjalan disampingnya.
__ADS_1
"Eh," sepertinya Angga baru menyadari jika dia mengikuti langkah Dea. "Sebenarnya saya hanya keluar menemui satpam," Angga menggaruk belakang kepalanya.
"Oh," jawab Kenan.
Dea tidak memperdulikan dua orang yang mengobrol dibelakangnya, wanita itu langsung berjalan ke arah mobilnya dan membuka pintu kemudi.
Kenan bahkan belum sempat berbicara lagi dengan Dea karena Angga mengekorinya sejak tadi.
"Saya ke pos satpam dulu Pak, permisi!" ucap Angga saat melihat Kenan yang menatapnya dengan tatapan tajam.
Sebenarnya pria itu sangat kesal karena merasa jika dokter itu memang sengaja menggangunya.
Kenan membuka pintu mobil dan menutup nya dengan sedikit keras, rasanya dia belum benar-benar selesai berbicara dengan Dea, tapi sudah hadir si pengganggu.
Drrrttt!!
Kenan merasa ponselku di saku bergetar, kemudian dia mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilan dari orangnya.
"Ya, bagaimana?"
"Bagus, selesaikan semua segera, lebih cepat lebih baik, aku tidak ingin setelah ini hari-hari ku terganggu dengan semua itu, ku serahkan semua padamu!"
"Baik Pak!"
Tut!!
Setelah selesai Kenan memasukkan kembali ponselnya dan segera menghidupkan mesin mobil. Setelah ini dia harus menjalankan rencananya untuk masa depan.
'Aku tidak ingin ada orang di masa lalu yang akan mengganggu perjuangan ku untuk mendapatkan cintamu kembali!'
****
Dea memeluk guling nya erat, setelah mandi dan makan malam secara delivery, Dea langsung meluncur ke atas ranjang empuknya yang begitu nyaman ini.
__ADS_1
Rasanya tubuh dan pikirannya sungguh lelah, seharian ini ada banyak masalah yang tiba-tiba datang. Sesungguhnya Dea tidak menginginkan hal itu, tetapi entah kenapa setelah dia bertemu dengan Kenan kembali, rasanya Dea tidak akan bisa hidup tenang lagi.
'Ah, sudahlah, aku juga tidak peduli!' Dea berusaha memejamkan matanya.
'Aku cinta sama kamu, De! sejak 10 tahun lalu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, tapi aku terlalu bodoh hingga tidak menyadarinya!'
'Pliss, kasih gue kesempatan sekali lagi buat ngejar kamu, gue mau bikin lo jatuh cinta lagi sama gue!'
"Aaggkk!! kenapa ucapan itu terngiang-ngiang sih!!" Dea mendorong selimut nya dengan kaki hingga terjatuh.
Dia begitu kesal karena sejak tadi ucapan Kenan yang meminta kesempatan untuk mengejarnya selalu hadir dipikirannya.
Dea melihat jam diatas nakas, pukul 8 malam.
"Masih terlalu sore untuk tidur, tapi gue capek!" gumam gadis itu.
Ting tong!!
Ting tong!!
Bel apartemen tiba-tiba berbunyi, Dea menghela nafas. Siapa yang malam-malam begini bertamu. Dea jarang sekali mendapatkan tamu. Dea juga tidak memesan makanan lewat kurir karena sore tadi sudah pesan dan masih tersisa satu porsi yang dia letakkan didalam kulkas.
Ting tong!!
"Siapa sih! ganggu banget!" gerutu Dea hingga akhirnya wanita itu terpaksa bangun dari ranjang dan melepaskan guling kesayangannya.
Dea mengambil jaket yang tersampir di kursi rias dan memakainya. Saat ini Dea sudah memakai piyama satin bertali spaghetti tanpa bra. Tentu saja dia harus memakai jaket agar tonjolan dadanya tidak kelihatan.
Ceklek!!
Dea membuka pintu tanpa melihat siapa yang bertamu, karena dia berpikir bahwa mungkin hanya tetangga saja.
"Malam, De! ini buat lo!" Dea melotot sempurna ketika melihat Kenan datang sambil memberikan dua es krim korneto jumbo kesukaan nya.
__ADS_1
"Kenan? kok lo tau tempat tinggal gue?"
Bersambung.