
Pov Bara
Orang yang baik akan mendapatkan orang yang baik pula,
Aku pernah mendengar pribahasa dari seorang teman tapi harusnya aku tak pantas mendapatkan wanita yang baiknya seperti istriku yang sekarang.
Dia wanita yang cantik dan luar biasa, bagaimana dia bisa bertahan di dalam keluarga yang sangat membencinya, bahkan hinaan yang selalu dia dapatkan. Tapi dengan kebaikannya dia tetap berada di sana bertahun tahun.
Aku terkadang tak sanggup berpikir jika aku yang berada di dalam lingkungan yang sangat membenci ku dan tak ada uluran tangan yang ingin membantu ku, mungkin aku akan mencoba untuk mengakhiri hidupku atau memilih kabur dari rumah.
Tapi istri ku, yang memiliki hati bagaikan bidadari dia tetap bertahan di sana dengan alasan yang mungkin akan hanya ada di dalam pikirannya.
" Sayang bertahun tahun kau ada di rumah itu, mereka menyiksa mu, menghina mu tapi kau masih bertahan di sana dengan tetap tegar. Untuk apa semua itu?"
Aku selalu penasaran dengan apa yang ada pikirannya, terkadang kita para laki laki tak akan sanggup memikirkan semuanya dengan apa yang di pikirkan oleh seorang wanita ini.
Dia hanya tersenyum manis di depan ku dengan wajah yang tetap tenang. Wajah yang tenang tetap akan menyimpan luka yang tak pernah kita ketahui.
" Aku di sana berharap ayah ku bisa membuka hatinya bisa menerima ku dengan tangan terbuka, aku berusaha meluluhkan hatinya bertahun tahun agar dia tahu bahwa aku putrinya. Aku menerima semua hinaan itu agar dia sadar bahwa putrinya tetap berada di sisi nya sampai kapan pun."
" Tapi buktinya ayah mu tetap tak luluh hatinya."
__ADS_1
" Aku tahu! aku tahu rencana ku gagal. Sekuat apapun aku ada di sana, bertahan dalam kondisi apapun nyatanya aku tetap tak berhasil meluluhkan hati mereka. Tapi aku tak pernah menyesal ada di sana karena setidaknya aku masih bisa berbakti kepada mereka meskipun mereka tak pernah menganggap ku ada selama ini."
Matanya tak pernah memancarkan kesedihan tapi aku melihat ada rasa kecewa yang begitu besar yang di rasakan oleh istri ku. Kecewa pada akhirnya keluar nya tetap tak ingin menerima nya dengan tangan terbuka.
Wanita yang selalu dianggap menjadi wanita rapuh nyatanya adalah wanita kuat. Dia adalah wanita yang paling kuat, jika aku yang berada di sana aku tak akan mungkin bisa ada di titik sekarang.
" Tapi ayah mu sekarang datang dan sudah menganggap mu sebagai putrinya. Kenapa kamu tak mau menerima nya?"
" Aku bahagia jika dia memang menganggap aku sebagai putrinya jika dia tulus menganggapnya. Tapi di matanya tak pernah ada ketulusan untuk menganggap aku sebagai putrinya. Aku tahu dia melakukan ini hanya untuk kepentingan nya agar apa yang aku rasakan selama ini tak di ketahui publik."
Aku merasakan ada getaran yang sangat besar ketika istri ku mengatakan semuanya. Getaran kecewa serta getaran amarah menjadi satu.
" Aku tahu ayah ku tak akan mudah mau menerima ku begitu saja. Bertahun tahun aku ada di sana berusaha meluluhkan hati nya nyatanya tak berhasil sama sekali, aku yang beberapa hari keluar dari rumah secara tiba tiba langsung menerima ku, hal yang sangat mustahil jika hal itu terjadi begitu saja sayang."
Dia hanya tersenyum ketika aku memeluknya dengan erat, mengusap punggungnya dengan pelan. Aku tahu tak muda melewati semuanya ini dengan seorang diri. Aku juga tahu bahwa apa yang di rasakan oleh istri ku juga bukanlah hal yang susah di lupakan tapi sekarang dia di sini, bersama ku tak akan ku biarkan satu orang menyakitinya walau hanya sedikit saja.
" Aku beruntung berada di lingkaran keluarga kelian yang begitu menyanyangi ku dan menganggap aku."
" Bukan kamu yang beruntung tapi kami yang beruntung mendapatkan wanita sebaik dan secantik dirimu. Bagi kami kamu adalah bidadari yang menerangi rumah ini sayang, jadi jangan pernah bersedih tentang semuanya, sekarang kamu tak sendiri, ada aku dan mama yang akan ada di sebelah mu."
Aku dan mama adalah orang yang paling beruntung bisa menjadikan dia milik kami selamanya, dia adalah malaikat yang di kirimkan oleh Tuhan untuk keluarga kami. Sampai kapan pun kami akan tetap menjaga nya dan akan hanya maut yang bisa memisahkan cinta kami berdua.
Wanita yang dulu polos kini menjadi wanita dewasa yang telah memiliki keluarga, Bella setiap hari menyiapkan segala sesuatunya dengan sendiri, menyiapkan makanan untuk kami seperti hal itu adalah sudah biasa di lakukan dirinya.
__ADS_1
Dia tak pernah mengelu apapun, tak pernah mengatakan keberatan apa yang telah dia kerjakan selama ini. Apa yang telah dia lakukan seperti semuanya terasa ringan di tangannya, seperti tak ada beban di pundaknya.
Meskipun terkadang aku tahu dia masih sangat merindukan sang ayah nya tapi dia tak pernah mengatakan sepatah kata pun di bibirnya. Dia terlalu pandai menyimpan rasa itu secara rapi hingga tak ada yang tahu jika dia merindukan ayah nya atau dia menangis tengah malam.
Terkadang aku merasakan bahwa ayah mertua ku tak berhak mendapatkan putri yang memiliki hati baik bagaikan bidadari ini. Tapi aku juga tak bisa berbuat apapun bagaimana pun dia adalah ayah mertua ku yang harus aku hormati.
" Sayang jangan bersedih lagi biarkan semuanya pada tempat nya."
" Aku sedih melihat ayah seperti ini, kenapa dia tak pernah membiarkan aku tenang. Kau tahu bertahun tahun aku di sana berharap dia memeluk ku tapi hari itu tak pernah kunjung ada, sekarang di saat aku sudah menerima dia datang dengan membawa luka yang begitu besar lagi. Sampai kapan ayah akan tetap seperti ini kepada ku."
Malam itu ayah mertua ku datang dengan mengatakan bahwa dia menerima istri ku sebagai putrinya, tapi istri ku dengan enggan menolak bukan tanpa alasan dia tahu bahwa ayah nya tak berniat sungguh sungguh ingin menerima nya.
" Bella sayang ayah mohon maafkan ayah, ayah tahu ayah salah, maafkan semua yang ayah telah lakukan kepada mu. Sekarang ayah sadar apa yang ayah lakukan adalah kesalahan dan sekarang ayah telah menyesal."
" Menyesal?, bertahun tahun aku ada di sana berharap anda menerima ku dengan tangan terbuka tapi nyatanya tangan itu tak pernah ada untuk ku. Di saat aku berada di sini dengan keluarga baru anda datang dengan segala cara untuk menerima ku."
" Maafkan aku nak, maafkan aku."
" Anda menyesal atau anda takut aib anda aku katakan ke publik bahwa anda begitu kejam menyiksa anda kandung anda?"
Deg
Nah loe sambung besok 🤣🤣
__ADS_1