Serpihan Hati

Serpihan Hati
Pengantin Baru 1


__ADS_3

Pernikahan bukan hanya menikahi sang mempelai pria dan wanita,


Tapi juga menikahkan kedua keluarga yang belum saling mengenal,


Pernikahan juga bukan untuk hanya sekedar Nafsu semata,


Tapi juga di butuhkan Cinta dari dasar hati yang saling mencintai serta saling menyayangi dengan Tulus,


Pernikahan juga bukan hanya sekedar mencari untuk mendapatkan sosok anak,


Tapi pernikahan juga butuh di perjuangkan dengan sungguh dan saling memahami satu sama lain.


____________


Suara kicauan burung nampaknya tak berpengaruh kepada kedua insan yang sedang tertidur pulas di kamar hotel nya. Kedua insan yang baru saja selesai merajut cinta dan melepaskan masa lajang nya kini masih setia di bawah selimut tebal kamar hotel tempat mereka di mana untuk istirahat saat ini.


Mentari pagi pun yang sudah menyingsing tak dapat mengubah mata yang terpejam membuka mata dengan segera. Nampaknya rasa lelah karena pernikahan mereka dan rasa lelah setelah pertempuran semalam juga membuat kedua insan itu kini hanya saling untuk menutupi tubuh polosnya.


Suasana kamar yang sunyi kini menjadi tenang tidak seperti semalam kamar yang di penuhi dengan suara desaha* dan suara geraman daru mereka berdua yang bermadu cinta semalam. Pengantin baru itu nampaknya baru saja tertidur karena mereka baru menyelesaikan urusannya yang begitu di nantikan oleh Bara dari lama.


Bella kini yang merasakan ingin membuang air kecilnya kini sedikit menggeliat dalam pelukan suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Bella kini membuka matanya menatap sekeliling nya dan masih dengan suasana yang sedikit gelap. Bella kini sedikit bangun dari tidur dia yang ingin turun dari ranjangnya kini meringis kesakitan ketika merasakan ada yang menahan nya perih di bawah sana.


" Sayang kau kenapa?" Bara yang sebenarnya tadi juga ikut terbangun karena merasakan pergerakan dari istrinya kini langsung terbangun ketika mendengar suara rintihan dari istri.


" Bara kau sudah bangun?, aku membangunkan mu?" Katanya dengan menatap suaminya yang memandang dirinya dengan panik.


" Tidak apa apa sayang, kamu kenapa?, apa ada yang sakit?"

__ADS_1


" Tidak apa apa Bara, hanya terasa perih di bawah sana..." Bella kini merasakan malu jika mengigat adegan semalam.


Bella merasakan malu yang begitu mendalam karena semalam dirinya yang begitu kacau di bawah kungkungan tangan suaminya.


" Kenapa dengan wajah mu yang tiba tiba memerah?" Bara sungguh tak tahu bawah istrinya saat ini sungguh sedang menahan rasa malunya.


" Jangan menggoda ku Bara!! kau ini..." Bara yang melihat wajah istri nya begitu kesal kini malah membuat dirinya tertawa.


" Baiklah ayo aku bantu ke kamar mandi."


Bara kini langsung turun dari ranjangnya menggendong tubuh polos istrinya dan mereka masuk ke dalam kamar mandi. Bara meletakkan istrinya di kloset.


" Keluarlah aku ingin berendam dulu..." Usirnya dengan cepat.


" Kau tidak ingin mengulangi yang semalam?" Godanya lagi.


" Baiklah kamu mandi saja dulu, aku tunggu di luar..." Bella mengangguk dan secepat kilat Bara langsung keluar dari kamar mandi.


Bara yang keluar kini langsung mengambil pakaian untuk dirinya, dan mengambil ponselnya yang dari kemarin tak dia lihat sama sekali. Beberapa panggilan dari nomer yang tak di kenal menghubunginya, bahkan dari David pun juga tak luput menghubunginya.


Bara kini langsung menghubungi David kembali dan pada deringan kedua panggilan itu pun di jawab oleh sang asisten.


" Ada apa?"


" Tuan maafkan saya yang menganggu tapi saya hanya ingin memberi kabar bahwa Tuan Johan mengamuk di rumah anda, dia berteriak teriak memangil Nona Bella..." David memberikan laporan apa yang terjadi.


Bara hanya menghela nafasnya ketika mendengar laporan dari asistennya itu. Masalah Ayah mertuanya nampaknya tidak akan selesai dengan muda. Sepertinya Ayah mertua itu belum mau menerima pernikahan yang sudah terjadi.

__ADS_1


" Bahkan kemarin di Gereja Tuan Johan juga sempat datang tapi tidak saya izinkan masuk Tuan karena penampilan yang kacau dan aroma alkohol yang begitu menyengat. Tadi pun ketika datang kemari Tuan Johan juga sama dengan pakaian yang kemarin dengan aroma alkohol yang begitu menusuk hidung."


" Apa yang dia mau?, kenapa dia mengusik kehidupan putrinya yang sudah bahagia. Di mana sekarang Tuan Johan?"


" Dia masih di depan rumah anda dengan berteriak memanggil Nona serta membawa minuman. Kami ingin melaporkan hal ini kepada para polisi tapi sepertinya akan membaut masalah baru nantinya, kami harus berbuat apa Tuan?" David yang tidak ingin seluruh media tahu masalah ini akhirnya memilih untuk membiarkan orang tua itu berteriak teriak dengan membawa minumannya.


" Bawah dia ke tempat biasa. Tapi tunggu kau hubungi Paman Hans, aku yakin Paman mau membantu kita."


" Baik Tuan."


" Jika Paman Hans masih tetap tidak bisa membawa dia pergi, maka bawah paksa dia ke tempat biasa saja. Aku lelah jika dia yang menjadi pengganggu di dalama rumah tangga ku. Aku yakin Bella akan merasakan sakit yang bertubi tubi jika Ayah nya seperti ini."


" Baik Tuan..." Panggilan itu pun terputus begitu saja.


Bella yang sudah selesai dengan urusan mandinya kini langsung mengambil bajunya, matanya melotot tak percaya bahwa baju yang ada di lemari tidak ada yang benar sama sekali.


" Ada apa sayang?" Bara yang melihat istrinya hanya terbengong kini memeluk istrinya dari belakang. Aroma shampo dan sabun kini langsung tercium oleh hidung Bara.


" Kau lihat baju baju ku, bagaimana mungkin aku bisa keluar dengan pakaian seperti itu..." Protesnya dia tak menyangka semua pakaian yang ada di lemari hanya pakaian tidur yang begitu menggoda.


" Tidak perlu keluar, kita di sini saja..." Bara semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Bella, mencium leher jenjang istrinya.


" Bara aku juga ingin kita berjalan jalan berdua bukan hanya akan di dalam kamar saja. Aku juga tidak ingin menghabiskan waktu seharian penuh di dalam kamar..." Bella kini yakin jika dirinya berada di dalam kamar saja dia tidak akan bisa berjalan.


" Kau merasakannya?" Bisiknya tepat di telinga nya.


" Bara..." Bella tak menyangka ada sesuatu yang menyentuh bagian belakangnya, Bara yang dari tadi menahan hasra* nya kini sengaja biar sang istri juga merasakan ada sesuatu yang bangkit di bawah sana.

__ADS_1


" Aku menginginkan mu lagi sayang..." Suaranya kini tertahan ketika hasra* nya sudah tidak bisa dia tahan. Aroma tubuh istrinya kini membangkitkan jiwa kelakian nya yang lama mati, tapi sekarang hanya mencium aroma tubuh sang istri yang bawah sana sudah berteriak meminta lolos dari celananya.


__ADS_2