Serpihan Hati

Serpihan Hati
Hempaskan Pelakor 4


__ADS_3

Laura yang tadi senang kini tiba tiba menjadi murung dengan tatapan yang berbeda dia tak menyangka bahwa Bara akan memberikan jabatan itu tapi tidak di dekatnya.


" Tapi Bara aku sendiri melihat kau membutuhkan sekretaris..." Bantahnya.


" Kau terlambat Laura. David sudah menerima orang lain sebagai sekretaris itu, lagi pula aku juga tak mau sekretaris wanita aku ingin laki laki yang menemani ku kemana aku pergi."


Kini giliran Bella yang tersenyum penuh kemenangan pada akhirnya Laura tahu posisi nya yang tak akan bisa mengubah apapun di sini.


" Kalau begitu kau bisa memberikan jabatan apapun yang kosong asal jangan kau kirim aku ke cabang..." Kata nya dengan memohon.


" Ada pekerjaan yang kosong adalah cleaning service Nona, jika anda ingin saya akan menghubungi HRD..." Jawab David dengan dingin.


" Laura kau ini kenapa sebenarnya? di letakkan di cabang perusahan Bara apa masalahnya? yang penting adalah kau bisa bekerja di bawah naungan kami..." Mama Andin kini memberikan komentarnya menyentuh pundak wanita itu.


" Tapi Tante ini di cabang nya yang harus kembali ke Negara aku. Aku ingin bekerja di sini agar bisa merasakan mandiri dan saya di sana tak memiliki siapapun. Jadi aku putuskan untuk datang kemari..." Elaknya. Alasannya bukan itu, alasannya adalah untuk mendekati Bara agar menjadikan dirinya adalah Suaminya.


" Laura sayang tapi maafkan aku! di sini tak akan bisa menampung mu terlalu lama! buka karena Tante tak suka kau ada di sini, tapi lihatlah Bara sudah menikah dan aku tak ingin ada kesalahpahaman nanti ketika ada dua wanita di satu atap yang sama dengan satu pria."


" Apa maksud Tante?, Tante mengusir ku secara halus?"


" Bukan mengusir Laura, Bara dan Tante menganggap mu keluarga tapi kamu juga harus mandiri dalam segala hal. Tak selamanya kami membantu mu, kamu harus berdiri sendiri dengan kaki mu. Bara yang memberikan pekerjaan di kantor cabang sana agar kau lebih muda jika ingin datang ke tempat orang tua mu. Jadi jangan salah artikan kebaikan kami..." Mama Andin sebenarnya setuju jika Laura bekerja di perusahan putranya tapi dia tak setuju jika wanita yang sudah di anggap putri nya itu akan merusak kebahagian putra dan istrinya.


Andin tentu saja lebih menyayangi putra dan menantunya di banding dengan putri sahabatnya itu. Demi kebaikan semua orang dia lebih memiliki mengusir halus sumber masalah yang kapan pun akan meledak di dalam rumah yang sudah tenang ini.

__ADS_1


" Laura di sana dan di sini kan sama saja. Asal kau bisa bekerja dan tetap ada di naungan nama besar ku. Aku sudah mengatakan kepada CEO yang ada di sana bahwa sepupu ku akan mengisi sekretaris tersebut...." Ucap Bara dengan lembut.


" Maafkan saya Nona Laura jika anda memang keberatan untuk ke perusahan cabang saya akan memberi tahu HRD saya agar membuka kembali lowongan tersebut..." Timpal David.


Laura menghela nafasnya dengan kasar dia tak tahu lagi harus bagaimana tapi tak ada jalan lain selain mengikuti apa yang sudah mereka berikan kepada nya.


" Aku terima pekerjaan ini..." Laura dengan cepat mendatangani surat kontrak yang ada di tangan nya.


Meskipun dengan terpaksa dia tetap harus mengikuti semuanya jika tidak dia maka semua orang akan mencurigai maksud nya datang kemari.


" Jika sudah berkemas lah. David akan mengantarkan mu ke bandara hari ini juga."


Bara seperti nya memang ingin segera menyingkirkan Laura dengan cepat. Dia tak ingin menunda nya terlalu lama. Lebih cepat lebih baik.


Pagi yang harusnya menyenangkan bagi nya kini malah menjadi pagi yang menyedihkan karena dia harus segera berpisah kembali dengan laki laki yang dia cintai. Rasa rindu itu saja belum bisa di obati tapi dia sudah di tendang keluar dari rumah ini.


Laura mengeluarkan kopernya dengan wajah masamnya, dia segera berkemas dengan raut wajah yang sungguh tak enak di pandang. Dia terpaksa mengikuti ini semua, dia juga tak menyangka bahwa Bara bisa berubah mengirimnya ke kantor cabangnya.



Ceklek!! suara pintu yang terbuka membaut Laura langsung menatapnya. Senyumnya hilang seketika ketika dia yang tadi berpikir yang menghampirinya adalah Bara tapi nyatanya yang datang bukanlah sesuai pikirannya.


" Untuk apa kau datang kemari?" Ucapnya dengan sinis.

__ADS_1


" Tentu saja membantu mu berkemas untuk apa lagi Laura..." Jawabnya dengan membantu wanita itu mengeluarkan baju baju yang ada di lemari.


" Kau sengaja mengatakan kepada Bara untuk memberikan aku pekerjaan yang jauh bukan? ini semua rencana licik mu kan?" Laura melipatkan tangan nya di dada menatap ke arah Bella dengan tatapan tajamnya.


" Kau menuduh ku tanpa bukti Nona! kau bisa aku laporkan dengan tuduhkan tindakan tidak menyenangkan..." Jawabnya dengan tenang dan senyum mengejek.


" Jangan sok tak berbuat apa apa Bella aku tahu kau sudah merencanakan ini semua."


" Aku tak mengatakan apapun kepada Suami ku. Aku hanya mengatakan jika aku tidak nyaman kau ada di sini apalagi kau akan berkerja di perusahan Suami dan akan mencari kesempatan. Jadi karena Suami ku sangat menyanyangi ku dan mencintai ku dia lebih memilih untuk mengirimkan mu di kantor cabang nya."


Laura menatapnya dengan rasa tak suka nya, tatapannya begitu tajam bahkan sangat menusuk. " Kau takut Bara jatuh ke pelukan ku bukan? maka dari itu kau menjauhkan aku dari hidupnya."


Bella kini malah tertawa keras di hadapan Laura yang membuatnya mengerutkan keningnya tak mengerti kenapa Bella malah tertawa.


" Bukannya aku takut Suami ku jatuh ke pelukan mu tapi aku hanya ingin mengusir hama yang belum sempat merusak tanaman rumah ku."


" Kau..." Laura menunjuk Bella dengan tatapan tajamnya.


" Dengar Laura sebenarnya hari ini aku sudah menunjukan posisi mu yang tak ada apa apa dengan aku yang lebih berkuasa dengan Suami ku. Kau hanya orang asing di sini dan aku Istri sah dari Bara lebih unggul di banding dengan mu. Kau kemarin mengajak ku perang untuk melihat seberapa kuasa nya dirimu. Tapi sebelum kau perang aku sudah membuang mu jauh dari sini. Jadi berpikirlah dua kali jika kau masih ingin mengajak ku perang di sini. Kau hanya seorang diri sedangkan aku ada tiga orang yang akan mendukung ku menyingkirkan hama seperti mu itu."


Bella menatap tajam ke arah Laura yang semakin marah kepadanya. " Jadi sekarang aku harap kau segera berkemas dan pergi dari sini karena aku tak suka hama tinggal lebih lama di sini..." Bella yang sudah mengatakan hal itu segera meninggalkan kamar tersebut.


" Argh...." Teriaknya Laura dengan melempar semua pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2