
Sinar Mentari kini menyunggingkan senyum nya, sinar Mentari masuk ke dalam ruangan dengan cahaya yang begitu semangat. Cuaca saat ini begitu indah, suara burung berkicau seperti nyanyian yang begitu indah di dengar oleh setiap telinga semua orang.
Langit begitu biru indah seakan langit mendukung semua kegiatan setiap insan yang ada di muka bumi. Udara pun tidak terasa dingin meskipun hembusan angin kencang.
Daun yang berguguran kini sedikit berterbangan karena hembusan angin. Udara sejuk pagi ini membuat semua orang segar menghirup udara pagi ini.
Mentari yang indah seperti hati kedua insan yang juga merasakan kebahagian yang tiada tanding hari ini. Hari yang di tunggu kini telah tiba, hari di mana pernikahan kedua insan yang penuh dengan lika liku kehidupan. Pernikahan yang awalnya di jodohkan oleh sang asisten kini terjadi, pernikahan yang kini tidak mendapatkan restu pun juga terjadi hari ini.
Bara hanya menatap dirinya di cermin dia begitu gugup melihat dirinya yang sudah rapi dengan setelan Jas berwarna putih. Untuk kedua kalinya dia merasakan gugup dan untuk kedua kalinya juga dia merasakan ada sesuatu yang ingin meledak karena bahagia.
Bara menatap foto mendiang mantan tunangan nya yang sudah meninggal karena kecelakaan beberapa tahun lalu. Hatinya merasakan kesedihan yang begitu dalam ketika melihat foto mendiang tunangan nya yang tersenyum.
" Cristin aku menemukan sosok wanita yang seperti dirimu, dia bernama Bella. Wanita yang baik hatinya, dia memiliki kemiripan dengan mu, dia wanita kedua yang mampu membuat hati ku bergetar tak karuan hanya melihat senyumannya..." Tangan nya menyentuh kaca sebuah foto yang ada di tangan nya.
__ADS_1
" Maafkan aku karena aku tidak menepati janji kepada mu!! tapi aku juga tidak bisa membohongi hati ku karena aku merasakan jatuh cinta kembali dan memiliki hidup kembali saat aku bersama Bella. Aku tidak akan melupakan mu, kamu tetap berada di hati tapi mungkin kamu berada di hati ku yang berbeda. Sekarang Bella yang menjadi wanita kesayangan ku, aku sungguh mencintai nya dari dasar hati ku. Aku harap kamu terima keputusan ku di surga sana, aku yakin kamu juga akan merasakan kebahagian melihat aku bahagia. Nanti setelah aku menikah aku akan datang ke sana dengan membawa istri ku..." Bara sedikit meneteskan air matanya bukan karena dia masih mencintainya wanita yang sudah meninggal tapi dia masih merasakan rasa bersalahnya.
Dialah penyebab kecelakaan di mana tunangan nya itu meninggal dan dia koma untuk beberapa hari. Yang menjadi penyesalan terakhirnya adalah dia tidak bisa memberikan penghormatan terakhir kalinya, ketika dia bangun dari koma nya dia sudah mendapati tunangannya di kubur di dalam tanah.
Hancur hati laki laki yang begitu menyayanginya, tapi dia tetap tak bisa berbuat apa apa kecuali menyesali semua yang terjadi. Andai waktu itu tidak ada pertengkaran di stara mereka malam itu tidak mungkin ada sebuah kecelakaan yang menewaskan wanita tersebut.
Tapi semuanya sudah menjadi takdir, takdir yang memisahkan mereka dan kini takdir pula yang mempertemukan dengan wanita yang akan dia nikahi. Bella Amora wanita cantik yang begitu dia cintai saat ini. Demi Bella dia berusaha untuk bangun dari lumpuh nya, demi Bella dia bangkit dari rasa terpuruknya, dan demi Bella dia berusaha membuka hatinya dan berusaha melupakan tunangan nya yang sudah meninggal.
" Astaga Nona cantik sekali..." Puji salah satu dari mereka.
" Anda terlalu memuji..." Bella begitu malu ketika dirinya mendapatkan pujian dari orang orang orang yang membantunya. " Tanpa kalian semua aku tidak akan seperti ini..." Sambungnya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Astaga lihatlah calon istri dari Tuan Bara Valentino dia begitu memiliki hati yang rendah hati, pantas saja Tuan Bara begitu mencintainya..." Bella hanya tersenyum menanggapi apa yang di bicarakan oleh mereka semua.
" Baiklah Nona kita sudah selesai, kami tinggal dulu kami akan melihat Tuan Bara apa dia sudah selesai apa belum. Anda jangan kemana mana..." Bella hanya mengangguk pelan tak luput dia memberikan senyuman seperti biasanya yang menghiasi wajah ayu nya.
Senyum Bella dapat menutupi kesedihan di hatinya, tak ada yang tahu bahwa hati wanita cantik yang terlihat bahagia itu sebenarnya merasakan luka yang begitu mendalam. Nyatanya Serpihan yang berantakan itu tak sanggup dia tata ulang. Permintaan maaf sang Ayah tak sanggup mengubah apapun yang dia rasakan selama ini.
Pernikahan yang dia harapkan nyatanya kini tiada sanggup dia lakukan karena pernikahan ini tidak mendapatkan restu dari keluarganya, bahkan yang menjadi wali pernikahan dirinya bukanlah Ayah kandung dirinya melainkan Paman nya kakak dari mendiang ibunya.
Bayangan sang Ibu yang tiba tiba melintas membuat dia menoleh ke arah belakang dengan tatapan sendunya, dia tak menyangka bawa ibunya kini secara tiba tiba seperti hadir di belakang nya dengan tersenyum yang bahagia. Mata Bella kini berkaca kaca dia tak tahu apa keputusan menikah tanpa restu itu adalah keputusan yang terbaik atau hanya akan menambah masalah di depannya tapi yang dia yakini adalah dia berusaha mencari kebahagian di atas Serpihan yang hancur berkeping keping.
" Ayah aku sungguh menginginkan dirimu menjadi Wali pernikahan ku, tapi apa boleh buat jika kau hanya akan membuat masalah di sini. Aku tak tahu kenapa kau begitu membenci ku hingga kau tidak ingin merestui pernikahan ini. Kau yang mendorong ku untuk masuk ke dalam keluarga baru ku ini, di saat aku sudah nyaman dengan mereka kau tiba tiba datang untuk meminta maaf kepada ku..." Dialog nya sendiri dengan menunduk.
" Bertahun tahun aku mengharapkan dirimu hadir dan memeluk ku tapi nyatanya harapan hanyalah harapan. Di saat aku sudah mendapatkan keluarga yang menginginkan mu kau datang dengan menggores luka ini kembali. Apa Ayah tidak pernah memikirkan hati ku yang begitu terluka karena sikap mu selama ini?, apa Ayah sungguh tidak ingin melihat aku bahagia?, benci itu kah Ayah dengan ku?" Sambungnya lagi dengan tetap menunduk.
__ADS_1
Hawa hangat tiba tiba menyelimuti tubuhnya rasa ada seseorang yang memeluknya begitu erat membuat wanita yang kembali rapuh itu kini menegakan tubuhnya.
" Jangan menangis semua nya akan segera berakhir. Kamu adalah putri ku yang kuat dan semua penderitaan mu akan berakhir nak. Jangan rusak hari kebahagian mu dengan air mata yang sia sia, tak ada gunanya kau menangisi Ayah mu yang tidak memiliki hati tersebut..." Seorang wanita tua yang tiba tiba datang dan memeluknya membuat dia juga membalas pelukan hangat tersebut.