
" Sayang kalian sudah pulang?" Andin kini segera menyambut putra dan menantunya yang kini baru kembali. " Kenapa cepat sekali?" Sambungnya dengan memeluk mereka secara bergantian.
Bara dan Bella hanya saling bertatapan ketika melihat siapa yang datang ke rumah itu. Mama Andin kini hanya diam tak membuka suaranya.
" Bella sayang perkenalkan mereka tamu Mama mereka keluarga dari mantan tunangan Bara Cristien. Kamu tau bukan sayang bahwa Cristien sudah meninggal jadi mereka sengaja datang kesini karena mendengar Bara sudah menikah jadi seluruh keluarganya ingin mengkonfirmasi kabar tersebut…" Andin menekan kata katanya dia sebenarnya juga tak terlalu suka dengan tamu yang datang kali ini.
" Ibu jadi tak percaya dengan apa yang aku katakan, kenapa Ibu tak menghubungi ku dulu jika ingin ke sini?"
" Maksud mu kau sudah mengatakan bahwa kalian sudah menikah?"
" Kami bertemu di hotel Ma dan ada sedikit kekacauan yang terjadi…" Bella menjelaskan sedikit apa yang terjadi.
" Mama…" Panggil Bara ketika dia tau bahwa Mama nya pasti akan membuat ulah.
" Baiklah Mama tau…" Andin kini hanya bisa mencegah apa yang ingin di katakan.
" Sayang kau masuk saja dulu, aku akan bicara dulu dengan mereka…" Bella hanya mengangguk pelan dia lebih baik masuk dari pada harus ada pertengkaran seperti terjadi di hotel. Bara kini memeluk rambut samping istrinya di depan semua orang yang ada di sana.
Andin kini tersenyum puas karena mereka begitu romantis di depan mereka sedangkan satu keluarga itu kini merasa geram. Harusnya itu terjadi kepada putrinya bukan kepada orang lain.
" Ibu ada apa datang kemari?" Bara kini langsung duduk di sebelah wanita yang kini menatapnya dengan geram.
__ADS_1
" Tak perlu basa basi dengan nya Bu?, Laki laki seperti dia memang tak akan tahan jika dirinya sendiri…" Nada tinggi dari kakak Cristien kini membuat suasana menjadi tegang.
Bara hanya menghela nafasnya dengan kasar, kejadian inilah yang membuat dirinya tak ingin mengakui bahwa dirinya sudah menikah. Tapi semuanya sudah terjadi dan tak ada yang bisa di ubah dia juga tak menyesal mengambil keputusan dirinya yang sudah menikahi wanita yang di cintai.
" Kami datang kemari karena ingin mengembalikan semua mobil yang kau berikan kepada kami, bahkan mobil yang Cristien dulu juga kau yang memberikan. Kami tak ingin mengantung lagi dengan mu, Ibu sadar kau sudah memiliki isri dan aku yakin istrimu pasti akan sangat keberatan jika tau kau masih menyokong hidup kami…" Sang Ibu itu seakan kini menjelakan Bella dengan secara tidak langsung.
" Ibu jangan seperti ini?, Bella tak melarang ku jika aku masih ingin mengantikan Cristien yang membantu kalian."
" Dia sekarang tak keberatan bagaimana dengan selanjutnya?, Apa kau bisa jamin bahwa istri mu itu mau menerima kita?" Timpal sang adiknya.
" Apa yang mereka katakan benar Bara, tak selamanya istri mu akan menerima kita semua. Tak ada hati wanita yang sebaik itu aku rasa…" Jawab dengan ketus.
" Tapi maaf Bu, istri ku berhati baik dan tulus dia mengizinkan aku tetap membantu kalian tanpa mendebat ku, jadi please jangan memojokan istri ku…" Bara yang membela istrinya dengan terang terangan kini malah membuat semua orang merasa geram.
" Ya kami yakin, karena aku tak mau menerima nya lagi kami tak pantas dan aku tak ingin suatu hari nanti di ambil paksa oleh istri mu. Sekarang mungkin dia setuju tentang semuanya tapi kita tak tau selanjutnya seperti apa. Istri mu itu hanya pura pura baik…" Bisiknya sang Ibu yang ingin mempengaruhi Bara dengan kata kata yang menyudutkan Bella.
" Maaf saya yang lebih mengenal Istri saya. Dia tidak memilih hati yang kotor seperti kalian tuduhkan…" Bara kini langsung berdiri dari duduknya membuat keluarga itu terkejut.
" Saya sudah mengatakan bahwa kalian tak perlu mengembalikan barang ini semua, tapi jika kalian memaksa tak masalah bagi saya. Saya bisa menjualnya kembali."
" Kau seperti orang asing bagi kami sekarang…" Wanita itu sedikit tak menyangka bahwa laki laki yang dulu baik kini bicara secara asing di depan mereka.
__ADS_1
" Saya akan menjadi asing ketika ada orang yang menghina istri saya. Saya cukup untuk mendengar kalian menudu istri saya yang bukan bukan. Jika kalian ingin mengembalikannya maka saya akan menerima nya dan letakan di atas meja. Saya harus masuk karena istri saya sedang menunggu…" Bara kini bersikap tegas dengan menerima semua apa yang mereka kembalikan.
Dia cukup diam sedari kemarin mereka membuat ulah dan kali ini Bara tak akan diam lagi jika ada yang menghina dan memojokan istrinya.
" Bara kau lihat saja apa yang akan kami lakukan untuk membalas penghinaan ini…" Nada tinggi dari kakak Cristien itu menghentikan langkahnya dan langsung menatap ke arah dia.
" Lakukan apa yang kau bisa lakukan, aku tak peduli. Tapi ingat satu hal semua yang kau punya selama ini adalah pemberian ku, bahkan uang yang ada di dompet mu juga pemberian ku, maka aku juga akan mengambilnya. Maka kita lihat apa yang kau lakukan tanpa uang dari ku…" Bara kini terang terangan menghinanya tatapan mata Bara kini begitu tajam.
Bara yang selasai mengatakan hal itu kini langsung pergi meninggalkan mereka yang masih tak percaya bahwa rencananya akan berantakan seperti ini. Wanita itu sebenarnya hanya pura pura mengembalikan semuanya agar laki laki itu memohon kepadanya. Tapi nyatanya dia malah menerima nya dan tak ada permohonan seperti yang mereka bayangkan.
Andin kini yang keluar ketika melihat putra nya masuk dengan wajah yang marah.
" Kalian belum pergi?, Aku pikir kalian sudah pergi…" Andin memang dari dulu tak pernah suka dengan keluarga ini. Keluarga yang selalu memanfaatkan kebaikan dari putranya.
" Kami akan pergi sekarang."
" Eh tunggu bukan kah kalian datang kemari ingin mengembalikan semua mobil?, Maka letakkan semua kuncinya."
Mereka kini terpaksa meletakkan semua kunci mobil di atas meja, dia hanya membawa satu mobil yang biasa di pakai Cristien.
Andin tersenyum puas ketika tadi mendengar putranya yang bersikap tegas kepada mereka. Kini mereka pulang dengan rasa penyesalan karena mereka batal menyusun rencana.
__ADS_1
Sedangakan Bara yang tadi masuk ke dalam kamarnya kini memeluk istrinya dari belakang ketika melihat istrinya berdiri di balkon kamarnya. Mereka hanya diam tak ada pembicaraan di antara mereka. Bara dan Bella bisa melihat mereka hanya membawa satu mobil dari mendiang Cristien.
Kata kata maaf seakan tersemat di hati Bara tapi dia juga tak terima jika ada orang yang memojokan istrinya padahal Bella tak tau apapun masalah ini.