
Bella kini langsung berlari menuju ke arah kolam renang yang sudah menyuguhkan pemandangan yang begitu indah. Kolam renang yang tertutup membuat semua orang yang ingin memasukan tubuhnya bisa bebas tanpa peduli mereka memakai baju apa.
Bella yang hanya memakai ****** ***** kini langsung melompat masuk ke dalam air yang berwarna biru tersebut. Dingin nya air kini langsung menempel di kulit mulusnya. Rambutnya yang panjang kini langsung basah seketika.
Bara yang bersandar di sisi ranjang kini tersenyum menatap istrinya seakan menemukan kehidupan baru yang bahagia. Tawanya kini adalah hal utama yang ingin dia lihat setiap hari, air matanya adalah ke brengseka* nya yang tak ingin dia ulangi lagi.
Bara kini menggeleng pelan ketika istrinya menyuruhnya untuk datang ke sana membaur bersama air yang dingin.
" Tidak, aku rasa airnya dingin..."Tolak Bara dengan cepat.
" Baiklah kalau begitu, padahal aku ingin mandi bersama mu..." Bella tersenyum geli ketika mendengar apa yang dia katakan sendiri, dia masih ingin menggoda suaminya itu.
" Baiklah kau yang memaksa ku Honey..." Bara yang mendengar permintaan istrinya itu kini tak peduli jika udara dan air dingin mengenai kulitnya. Bukankah menolak permintaan sang istri adalah dosa besar?, dan Bara tak ingin mendapatkan dosa tersebut.
Bella tersenyum penuh kemenangan di saat Bara berjalan mendekati kolam renang, Bella kini berenang menjauhi Bara ketika suaminya kini memasukan dirinya ke dalam air yang dingin.
Bella kini berenang dari ujung kolam renang hingga berhenti di ujung kolam renang. Bara yang menyaksikan itu merasakan gairahnya kembali memuncak ketika punggung itu terlihat.
" Fuc*k..." Umpatnya dengan menahan miliknya yang tiba tiba bangun kembali.
" Sayang kemari lah..." Teriak Bella dengan kencang hingga menyadarkan dirinya dari dia yang sedang menahan hasra* nya sendiri.
Bella yang kini masih berada di sana kini membuat Bara dengan cepat berenang menuju ke arah istrinya. Air dingin itu menerpa tubuhnya tapi sayang air dingin kali ini tak mampu meluluhkan api gairahnya dan tak mampu membuat miliknya tertidur.
Bella yang berdiri di ujung kolom renang kini di susul oleh Bara yang tiba tiba muncul dari bawah. Bara kini langsung menggapai bibir itu sedikit meluma* nya dengan lembut. Bella tau suami sedang menahan sesuatu yang tak bisa dia kendalikan. Tangan Bella kini menyentuh bagian tubuh bawah Bara, mengenggamnya dengan memainkan nya dengan pelan.
__ADS_1
Bara kini semakin di buat tegang, tubuhnya meremang seketika. Hanya sebuah sentuhan dan balasan ciuman kini membuat laki laki yang dulu di cap sebagai penakluk wanita kini bertekuk lutut di depan istrinya. Hanya sekedar sentuhan saja itu mampu membuat dirinya merasakan sesak di bawah sana.
Bara kini menurunkan cumbuan tersebut, dia menggigi* leher Bella hingga meninggalkan beberapa bekas tanda merah yang terlihat jelas, bayangan Amar semalam kini membuat Bara ingin memenuhi leher istrinya dengan tanda KissMark agar semua orang tau bahwa wanita itu adalah milik ku selamanya.
" Ugh... Sayang..." Lenguhan dari Bella kini membuat Bara semakin hilang kendali, tanpa dia sadari ****** ******** kini dia lepas pelan oleh suaminya yang kini sudah mengangkat nya agar dia duduk di atas kolam renang.
" Ah.. Ugh.. Bara..." Bella kini menggeliat ketika sebuah sapaan hangat serta sapaan air yabg mengenai miliknya di bawah sana. Bara yang tadi langsung menyapa milik istrinya dengan hembusan hangatnya kini membuat wanita itu tak karuan di sana.
Bara tak peduli dengan suara keras yang di keluarkan oleh istrinya dia masih menikmati bagian tubuh istrinya yang ada di bawah. Lida* nya kini bermain main di sana dengan liar bahkan mulutnya terkadang seakan penuh.
" Ugh.. argh.. Sayang.. Henti-" Bella tak bisa menolak setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu. Kenikmatan ini sayang sekali jika di tolak.
Hawa hangat serta hawa dingin yang mereka dapatkan kini masih mampu membuat api gairah mereka bertahan di sana. Tanpa sadar Bella juga mulai bergerak, dia bergerak dengan hebat membuat Bara hanya bisa tersenyum dalam hatinya.
" Fuc***k.. bergeraklah terus Honey.. Yes seperti itu..." Bella yang mendengarkannya kini semakin bergerak tak karuan. Pergerakan yang liar kini membuat sesuatu yang menekan kepalanya dan sesuatu hangat mengenai lida* nya dengan cepat.
Bella kini dengan cepat melepaskan celana milik suaminya membuat matanya langsung mendapatkan benda itu berdiri tegak di sana. Bella kini dengan cepat memasukannya ke dalam mulutnya, bermain main di sana cukup liar membuat Bara hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan yang di berikan oleh istrinya.
" Fuc**k..." Umpatnya membuat Bella segera di dorong ketika Bara sudah tak tahan oleh permainan lida* istrinya.
Bara kini juga kembali berjongkok memasukan benda miliknya dengan pelan. Lenguhan yang pelan kini kembali terdengar sebuah gelombang kenikmatan kini menerpa tubuh mereka berdua. Bara kini memompa pinggulnya dengan pelan dia ingin bermain main pelan tak ingin menyudahi permainan yang di mulai.
" Lebih cepat sayang.. ah..." Bara kini tersenyum penuh kemenangan ketika istrinya tak bisa bertahan dengan godaan ini.
__ADS_1
" Sesuai perintah mu Honey..." Bara kini berpacu dengan cepat serta liar membuat tubuh istrinya kini terguncang hebat di bawah kungkungan nya. Bara kini dengan cepat memompa terus hingga membuat dia juga hilang kendali.
Bara kini mengubah posisinya dengan sang istri memunggunginya. Bara yang tak segera memasukannya malah dia mencumbu punggung istrinya dengan pelan.
" Sayang ayo masukin aku menginginkan dirimu..." Desaha* nya tertahan ketika cumbuan itu mengenai punggungnya.
" Yes Honey..." Bara kini semakin bergair*h ketika perintah perintah nakal selalu dia dapatkan dari istrinya.
Kini mereka kembali bergerak secara bersamaan dengan tempo yang begitu cepat dan liar. Bella kini juga mengimbangi pergerakan dari suaminya yang juga cepat.
" Seperti itu sayang jangan berhenti. Ugh..." Bara kini kembali dengan cepat memaju pinggulnya bahkan tak ada niatan untuk berhenti.
Bella benar benar di buat tak berdaya ketika setiap serangan liar membuatnya harus mengatakan hal hal nakal yang membuat suaminya kini malah bertambah.
" Sayang aku tiba-"
" Honey tunggu aku tiba..." Desaha* panjang mereka yang bersamaan membuat mereka sama sama merasakan pelepasan secara bersamaan yang begitu nikmati.
Mereka kini hanya bisa memejamkan matanya menikmati pelepasan untuk ke dua kalinya.
" Ini benar benar nikmat Sayang..." Ujarnya dengan masih mengatur nafasnya.
" Kau menyukai permainan ini?"
" Sangat..." Jawabnya dengan pelan ambruk tengkurap di atas sofa.
__ADS_1
Lolos gak sih bab ini 🤭 coba dulu deh 🙏