Serpihan Hati

Serpihan Hati
Maaf 2


__ADS_3

" Terkadang wanita tak hanya membutuhkan sebuah materi tapi wanita juga membutuhkan sosok laki laki yang memperhatikannya dari segi hal sekecil apapun. Wanita itu bahagianya simpel kadang tak perlu mewah agar dia tersenyum penuh kebahagian, di cintai oleh pasangan dengan tulus dan di berikan perhatian kecil saja saya yakin wanita akan bahagia..." Amar terpanah dengan apa yang di katakan oleh Bella, dia tak menyangka bahwa wanita yang di kenal dirinya baru sebentar kini bisa membuat hatinya tenang, dia tak menyangka bahwa wanita itu bisa menjelaskan apa yang tidak dia ketahui tentang olehnya tentang wanita.


" Mungkin benar yang kau katakan, tapi saya belum pernah menemukan wanita yang kau katakan dan saya rasa hanya ada beberapa di dunia yang sangat beruntung menemukan wanita seperti itu."


" Dan aku berdoa kau bisa menemukan wanita seperti itu agar apa yang nilai kepada wanita bisa hilang."


Amar hanya bisa tersenyum mendengar doa kecil yang penuh harapan itu. Amar kini seakan memiliki tujuan hidup ketika ada seorang wanita yang dengan rela berdoa untuk dirinya.


Kini meja itu menjadi sunyi tak ada percakapan di antara mereka hanya ada pikiran yang mereka pikirannya tentang mereka sendiri.


Sedangkan dari kejauhan Bara kini mengedarkan pandangan mencari sosok istrinya yang meninggalkan dirinya di dalam kamar. Matanya menangkap sosok istrinya yang sedang duduk dengan seorang laki laki yang dia teliti dari kejauhan. Bara kini melangkah dengan cepat menyembunyikan rasa yang bergemuruh di dadanya sedari tadi.


" Sayang kau di sini?, aku mencari mu di mana pun..." Bara kini langsung mencium pipi istri nya di tempat umum dan bahkan Amar melihatnya hanya bisa tersenyum.


" Kau sudah selesai mandi?" Jawabnya dengan biasa.


" Tuan kita bertemu lagi, selamat malam..." Bara kini mengahlikan kepada laki laki yang diam.


" Ah Tuan selamat malam, saya tadi kebetulan melihat Bella sedang mencari meja untuk makan dan kebetulan di sini kosong jadi saya mengajaknya untuk makan malam bersama..." Amar kini dengan cepat menjelaskan agar tak ada kejadian kesalahpahaman antara sepasang suami istri.


" Bella?, jadi kalian sudah saling mengenal rupanya?" Bara kini melirik istrinya yang bersikap tenang dan tak memperdulikan apa yang di katakan oleh dirinya. " Perkenalkan saya Bara Valentino suami dari Bella..." Bara kini langsung memperkenalkan dirinya dengan cepat ketika rasa cemburu itu hadir di tengah tengah mereka.


" Tuan Bara Valentino senang bertemu dengan anda!! selama ini saya hanya melihat wajah anda di majalah bisnis dan sekarang akhirnya saya bisa bertemu dengan anda secara langsung. Nama saya Amar..." Perkenalan yang di dasar rasa cemburu itu kini membaur begitu saja.

__ADS_1


Tatapan mereka yang berbeda kini membuat rasa canggung itu hampir mencekik leher mereka semua.


" Duduklah makanan kita sebentar lagi pasti akan datang, aku tadi juga sudah memesankan makanan untuk mu juga..." Ujarnya dengan tersenyum. Bella tak ingin memperlihatkan masalah rumah tangga nya di semua orang, biarkan masalah rumah tangga nya menjadi rahasia yang hanya dan suaminya yang tahu.


" Terima kasih sayang..." Bara bahkan kini kembali mendaratkan ciuman itu di depan Amar. Senyuman licik itu kini menghiasi bibir Bara, dia ingin tahu agar wanita yang di sebelahnya adalah istrinya dan mereka saling mencintai.


Tak berselang lama makanan pun tiba dan kini mereka bertiga menikmati makanan malam dengan terkadang obrolan ringan. Obrolan itu kini mengalir saja tentang bisnis yang mereka kerjaan saat ini. Meskipun dadanya bergemuruh marah kini dia berusaha menutupi apa yang terjadi di dadanya, dia tetap bersikap baik kepada laki laki yang ada di depannya itu. Bella hanya bersikap acuh dia lebih banyak diam di banding dia membuka suaranya.



" Saya merasa terhormat bisa makan malam bersama anda Tuan..." Amar seakan masih tak percaya bahwa laki laki yang ada di depannya adalah pebisnis yang begitu terkenal di dunia bisnis.


" Terima kasih tapi saya juga merasa terhormat bisa makan malam dengan anda Tuan Amar..." Basa-basi yang di utarakan oleh Bara seakan dapat di baca oleh istrinya.


Tak berselang lama ada seorang wanita yang menyentuh pundak Bara membuat Bara langsung terkejut dan langsung menatapnya dengan rasa bingung dengan menelan ludahnya dengan kasar.


" Kamu di sini nak..." Suara yang masih di kenali oleh Bella kini langsung membuat Bella menatapnya. Tatapannya kini sinis serta tersenyum kecut ketika melihat suaminya yang bersikap terkejut. " Kau sedang makan malam bersama teman mu?"


" Ibu mau makan malam juga?, bersama siapa?"


" Ibu memang di sini menginap di kamar Cristin, ibu merindukan Cristin jadi ibu menginap beberapa hari di sini."


Bara kembali menelan ludahnya dengan kasar ketika matanya melirik mata istrinya yang seakan tak bisa di ajak untuk di tatap saat ini.

__ADS_1


" Makanlah di meja Ibu, kita harus mengobrol banyak untuk mengenang masa lalu dengan Cristin. Apa kau tak merindukan tunangan mu itu?"


" Ibu aku masih ingin makan bersama mereka tidak sopan jika aku tiba tiba pergi makan bersama Ibu..." Elaknya dengan cepat.


" Pergilah jika kau ingin pergi dengan ibu mertua mu, kami akan makan berdua..." Ujar sinis dari Bella kini malah membuat merinding Bara.


" Kau dengar bukan teman mu ingin kita pergi, pasti mereka tidak ingin di ganggu Bara. Mereka pasti ingin berdua, kau ini seperti tidak pernah merasakan jatuh cinta..." Wanita tua itu kini malah beranggapan mereka berdua adalah sepasang kekasih.


" Ibu jangan seperti itu..." Jawabnya dengan gugup.


" Ayo Bara biarkan mereka berdua makan malam mereka tidak ingin di ganggu oleh mu, biarkan sepasang kekasih ini menikmati makan malam romantis..." Wanita tua itu kini sedikit menarik tangan Bara dan Bara sama sekali tak berkutik dia tetap berdiri di sana.


" Maafkan saya bu, saya tidak bisa meninggalkan mereka berdua..." Bara kini tidak ingin meninggalkan istrinya tentu saja dia tidak akan mau meninggalkan istrinya.


" Bara astaga mereka adalah sepasang kekasih-"


" Dia adalah istri ku bu, aku dan dia sudah menikah kemarin dan dia bukan kekasih dari laki laki ini..." Apa yang di katakan Bara kini membuat wanita tua itu kini tertegun, dia yang mendengarnya kini terkejut dan tak menyangka bahwa laki laki yang di anggap menantunya kini malah menikahi wanita lain.


" Kau mengatakan apa?" Wanita itu kini gugup dia takut salah mendengarnya apa yang di ucapkan oleh menantunya.


" Dia adalah istri ku bu, kami sudah menikah dan kami saling mencintai..." Bella yang di ajak berdiri oleh Bara kini terkejut dia menatap suaminya dengan sungguh sungguh, dia tak menyangka bahwa suaminya membongkar ini begitu cepat.


Wanita tua itu masih tertegun dengan rasa tak percaya apa yang di dengar itu adalah kejujuran.

__ADS_1


Bara harus cemburu dulu ya 🤣


__ADS_2