Serpihan Hati

Serpihan Hati
Kebahagian 2


__ADS_3

Pagi ini semua orang sudah bangun dari tidur nyenyak nya, semuanya kini bergegas untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat. Begitu juga dengan Laura wanita yang dari semalam seakan menunggu pagi hari begitu lama kini dengan cepat menyelesaikan urusan kamarnya.


Laura mengoles make up kepada wajahnya menggunakan pakaian yang seksi untuk menemui Bara, dia tak sabar melihat laki laki itu yang sudah tak memiliki siapapun di sisinya.


Laura tersenyum melihat dirinya di pantulan kaca kamarnya, dia selalu membanggakan aset yang ada pada tubuhnya. Kecantikan wajahnya, tubuhnya yang berisi membuat dirinya seakan hampir sempurna. Laura selalu bangga dengan apa yang ada di tubuhnya.


" Sempurna…" Gumamnya dengan tersenyum. " Aku yakin Bara pasti akan mudah aku dapatkan kali ini…" Katanya dengan bangga.


" Lihatlah aku sudah cantik, seksi dan lebih dari mantan tunangannya itu, yang jelas Bara akan tergoda dengan tubuh ku ini…" Ucapnya dengan merabah tubuhnya sendiri. Nyatanya membayangkan Bara saja bisa membuat sesuatu basah dibawah sana.


" Sial.. hanya membayangkan dia memelukku saja sudah membuat yang bawah sana berdenyut…" Umpatnya dengan kesal. Dia yang sudah cantik itu kini tak mungkin jika menyelesaikan apa yang di bawah sana minta di tuntaskan.


Laura yang ingin keluar dari kamarnya kini bimbang, antara dia harus keluar atau menyelesaikan urusannya dengan tubuh bawahnya. " Fuc*k…" Dia benar benar kesal dengan tubuhnya yang selalu merespon setiap dirinya membayangkan Bara, bagian tubuhnya pasti akan berdenyu* tak karuan.


Laura kini memilih untuk masuk kembali ke dalam kamarnya, dia mengunci pintu kamar itu, dengan segera melepaskan semua kain yang ada di tubuhnya. Kini dia sudah polo* tak memakai apapun. Kini dia merebahkan tubuhnya di ranjang.


Laura tak lupa untuk mengambil alat, Vib*rato* yang ada di kopernya, Laura selalu membawanya kemana dia pergi. Laura kini menggoda tubuhnya dengan tangan nya sendiri, merema* benda keny*l yang begitu besar di dadanya. Desah* kecil hanya mampu dikeluarkan oleh bibirnya.


Sedangkan tangan yang satunya kini memainkan klitor*s miliknya sendiri, kedua kakinya sedikit terangkat ketika tangannya bermain main di bawah sana dengan tangan yang satunya bermain di dadanya dengan sendiri.


" Agh…" Lenguhan itu kini terdengar begitu pelan ketika benda itu mulai bergetar di bawah sana. Getaran yang di hasil kan oleh benda itu kini mampu membuat Laura menggeliat tak karuan di sana.


Matanya membayangkan seakan Bara yang melakukan hal itu kepadanya, dia tak sabar ingin merasakan benda Bara yang begitu menggoda untuknya. Laura kini bermain di bawah sana menggunakan alat tersebut, menggodanya dengan cepat, tubuhnya menggeliat, kedua kakinya seakan terangkat, panta* nya kini terangkat merasakan sensasi geli dan nikmat tersendiri yang dirasakan oleh tubuhnya. 

__ADS_1


Tubuhnya merespon lebih cepat dari biasanya, dia yang membayangkan Bara membuat tubuh bawahnya menggeliat tak karuan. 


" Argh.. Ugh….." Tubuhnya menegang kuat ketika sesuatu telah keluar di bawah sana. Benda yang hanya bergetar itu kini mampu membuat pertahanan wanita itu roboh. Kini dia mengatur nafasnya yang memburu itu.


Matanya terpejam dengan menikmati sisa pelepasan yang mereka capai. Dia mematikan alat itu, meletakan di sebelahnya, dia masih terlentang di sana dengan mengatur nafasnya yang memburu. Bibirnya tersenyum tipis ketika merasakan denyuta* itu masih ada di bawah sana.


" Membayangkan saja bisa membuat ku melupakannya, bagaimana jika aku benar benar melakukannya bersama Bara, pasti aku tak akan mau untuk menyudahi ini semua…" Tawanya dengan senang karena dia tak sabar untuk segera merasakan sesuatu dengan Bara, laki laki yang dicintai oleh dirinya.Laura kini dengan segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi dengan cepat.


Sedangkan Bara dan Bella kini mereka yang mandi bersama berdiri di bawah guyuran air shower membuat mereka saling memunggungi, mereka yang tadi sepakat hanya mandi bersama tanpa melakukan apapun nyatanya tak bisa. Mata mereka saling melirik dengan penuh harapan.


Bara tak tahan kini dia membalikan tubuh istri, menarik tengkuk istrinya, meluma* nya dengan liar. Bella hanya bisa tersenyum ketika merasakan bahwa suaminya tak bisa untuk menahan hasra* nya.


Cumbua* itu kini semakin tak terkendali ketika Bara sudah menggoda area sensitif istrinya, ciuman itu kini turun hingga ke lehernya, mencumb*nya dengan mesra. Tangan mereka kini sudah tak terkendali, tangan mereka sudah mencapai sesuatu yang bangkit di bawah sana.


Tangan nya kini merema* rambut suaminya dengan pelan, menyisipkan jemari jemari itu kepada rambut suaminya. Bara kini kembali menggapai bibir istrinya yang meracau tak karuan dari tadi.


Meluma* nya dengan liar, mereka seakan saling membalas dengan ciuman yang begitu liar. Mereka membalas setiap sentuhan yang diberikan. Bara menempelkan tubuh istrinya di dinding menekan nya tubuh bagian bawahnya. 


Bara mengangkat satu kaki istrinya, menggapai titik kelemahan istrinya dengan memasuka* nya dengan pelan. Dengan beberapa hentakan benda itu kini masuk dengan sempurna di dalam sana.


" Arg…" Lenguhan Bella kini kembali terdengar ketika Bara memasuki tubuhnya dengan lembut.


Bara memompa pinggulnya dengan cepat dan tak terkendali, pinggulnya kini bergerak liar tak karuan di sana hingga membuat Bella bergerak liar.

__ADS_1


" Sayang.. ah…" Gerama* Bara kini juga mulai terdengar ketika sentuhan demi sentuhan kini juga menyasar dirinya. 


Bella tak hanya mendesa* tapi dia juga menggoda suaminya dengan meluma* rakus bibi* suaminya, membelitkan lida* mereka. 


Desaha* serta gerakan itu kini membuat kedua insan yang sedang jatuh cinta itu seakan di buat mabuk kepayang oleh kenikmatan yang di berikan oleh mereka sendiri. Mereka saling berpandangan saling menyelami mata mereka masing masing sebuah hasra* dan cinta kini terpancar jelas dari kedua mata mereka berdua.


" Sayang lakukan seperti itu aku mohon lebih cepat lagi…" Pintahnya dengan terus meracau tak karuan saat ini.


Bara semakin cepat memompa pinggulnya, bergerak liar tak terkendali di sana. Menusu* begitu dalam area tersebut, hingga membuat istrinya melenguh tak karuan. 


" Argh…" Bella kini mengerang panjang tubuhnya menggeliat di pelukan suaminya, dia menegang dan sesuatu terasa olehnya.


" Oh shi*..." Bara mengumpat ketika denyuta* itu kini dirasakan begitu nikmat. Seakan miliknya kini tergigi* oleh milik istrinya yang membuat Bara tak bertahan lama.


" Agh…." Bara kini mengerang panjang dengan dirinya yang menekan tubuh istrinya hingga membuat Bella mendesa* pelan ketika benda itu seakan masuk lebih dalam ke tubuhnya.


Mereka sama sama mengatur nafasnya yang memburu dan saling menempelkan kening mereka, kini air shower itu masih terus menyentuh kulit mereka dengan begitu saja. Kini mereka melanjutkan acara mandi mereka yang tertunda.


Sedangkan Laura dengan gaya lanjangnya dia masuk ke dalam kamar Bara ketika sang pembantu tadi meletakkan baju yang diminta oleh Bella tadi.


Ceklek!! Laura dengan rasa senangnya langsung menatap ke arah pintu terbuka, senyumnya yang mengembang sedari tadi kini luntur seketika melihat ada wanita lain yang juga keluar dari kamar mandi bersama laki laki yang dicintai.


bisa bantu subsc*ribe* di cha*nel you*tub*e Coretan tinta biru Forget Love 🤗🤗 Mince juga ada di sana loe makasih 😍😍😍

__ADS_1


Vibrato*r tak hanya sekarang saja tapi pada jaman yunani kuno sudah ada dengan bentuk yang berbeda beda ya mak 🤭 hanya saja sekarang lebih terkenal dan lebih muda di bawa kemana mana 🤣🤣 bentuknya yang sama hampir mirip mampu memberikan kepuas*an tersendiri untuk yang memakai.


__ADS_2