
Bara yang membawa mobil sendiri dengan istrinya yang duduk di sebelahnya dengan menatap ke depan. Mereka kini hanya saling tersenyum menggambarkan jelas bahwa mereka tengah bahagia. Pernikahan yang memang awalnya di landasi oleh perjodohan oleh sang asisten David kini menjadi pernikahan yang membahagiakan bagi Bella.
Bara menemukan sosok wanita yang begitu lembut, tak ada wanita yang selembut dia. Bara menatap istrinya dengan tersenyum. Getaran cinta itu tak pernah hilang dari dasar hati nya. Bara kini untuk ke dua kalinya merasakan cinta yang benar benar besar untuk istrinya.
Dia pernah merasakan cinta itu tapi tidak seperti sekarang. Sekarang dia merasakan bahwa cinta itu benar benar besar dan benar benar tulus untuk mereka berdua.
Bara kini mengelus paha Bella yang memang sedikit terbuka ketika dia duduk. Bara hanya bisa menahan hasra* nya yang tak bisa di lampiaskan.
" Sayang singkirkan tangan mu..." Bella merasa kesal karena suaminya malah menggoda dirinya.
" Kalau aku tidak mau."
" Astaga, kau menggoda ku sayang..." Bella kini sedikit tak bisa tenang jika tangan suaminya terus seperti ini.
Bara kini menghentikan mobilnya tepat dengan lampu merah di depan. Bara menarik tangan istri dengan pelan, menggapai bibir istrinya dengan segera. Meluma* nya dengan cepat.
Bella tentu saja membalas apa yang di lakukan oleh suaminya, mereka saling berciuma* di pemberhentian lampu merah. Bella kini malah merambat ke tubuh suaminya dia kini malah duduk di atas pangkuan suaminya, mereka saling berhadapan dengan tetap saling bercumb* dengan mesra.
Mereka saling melepaskan ciuman itu saling tersenyum dengan menahan sesuatu yang tak bisa di katakan. Bara melajukan mobilnya dengan pelan meskipun istrinya terus mencumb* nya dengan mesra.
Sesuatu bangkit di bawah sana membuat Bella melenguh ketika merasakan ada yang menyentuhnya di bagian bawah miliknya.
" Sayang.. Ugh..." Lenguhan Bella kini kembali lolos ketika bagian sana seakan menekan tepat di tubuh bawahnya.
" Honey kau memancing ku..." Erangnya Bara ketika istrinya mencumb* leher nya, menggigi* meninggalkan banyak bekas di sana.
__ADS_1
" Kamu yang menggoda ku dulu sayang."
" Pelan kan gerakan mu jangan sampai ada curigai honey..." Perintahnya ketika Bella bergerak pelan.
Mereka sang masih menggunakan pakaian lengkapnya kini masih saling menggoda di bagian bawah sana.
" Sayang angkat sebentar..." Bella mengangkat sebenta* panta* nya ketika suaminya membuka sedikit celananya dan mengeluarkan benda yang sudah berdiri dengan sempurna.
Bella juga kini menurunkan celananya dala* nya dengan cepat, dengan segera kembali kepada pangkuan suaminya, dengan cepat memasukan benda itu.
" Ugh..." Lenguhan Bella kini membuat Bara tak fokus kepada jalan yang ada di depannya. Bella kini melambatkan mobilnya ketika istrinya kini bergerak pelan.
" Sayang kau harus pelan pelan oke..." Bella kini bergerak dengan irama yang pelan. Desaha* dan geram*n membuat mereka lupa akan segalanya.
Bara kini pasrah ketika miliknya di adu-adu oleh milik istrinya yang begitu nikmat. Bella kini menaik turunkan tubuhnya membuat Bara mengeram tak tahan oleh gaira* tersebut.
Bara dengan cepat melaha* nya tanpa sisa, Bara menikmati semua yang ada di tubuhnya.
" Ah.. Honey.. kau membuat gila..." Geramnya yang tertahan kembali.
Bella kini memaju mundu*r kan gerakannya dengan sedikit cepat dengan dirinya yang kembali menyesa* lida* suaminya. Lampu merah kali ini seakan mengerti tentang mereka yang sedang bercumbu, terbukti angka di lampu merah saja begitu lambat untuk menuju ke lampu hijau.
" Agrh.. Sayang.. aku akan tiba."
" Bergeraklah cepat honey, aku juga akan tiba..." Bara dan Bella kini hampir tiba di ujung pelepasan dan lampu hijau pun menyala dengan segera. Bara dengan cepat melajukan mobilnya ketika pergerakan istrinya kini mulai cepat dan tak karuan.
__ADS_1
Bella kini kembali menyesa* telinga* suaminya dengan lembut, dan desaha* panjang itu kini terdengar begitu merdu di telinga Bara. Bara yang merasakan denyuta* itu kini juga menyemburkan caira* nya yang begitu banyak di dalam rahim istrinya. Mereka saling melenguh saling mendesa* satu sama lain, saling menyebutkan nama mereka dan mengungkap cinta untuk mereka.Kini mereka mengatur nafasnya ketika selesai dengan pelepasan yang begitu nikmat.
" Ini gila.. kau gila sayang..." Bella yang kini sudah bisa menguasai nafas nya kini berbicara seakan tak percaya dengan apa yang mereka lakukan tadi.
" Kita gila berdua honey. Kau tau aku tak bisa untuk tak menyentuh mu. Aroma tubuhmu ini membuat ku ketagihan dalam hal gila..." Jawabnya dengan tenang, kini mereka masih dengan posisi yang seperti tadi. " Kita beruntung bawah kaca mobil ini gelap dan tak ada yang bisa melihat adegan kita tadi."
" Ini semua salah mu Sayang, andai kau tak menggoda ku heh?"
" Dan kau tergoda Honey..." Mereka saling tersenyum dengan Bella yang menyembunyikan wajahnya di leher suaminya.
Jika kejadian tadi ada yang melihatnya dapat di pastikan mereka pasti akan sangat malu. Mereka kini saling menikmati masa masa indah yang belum pernah mereka rasakan. Masa masa pernikahan yang begitu membahagiakan bagi mereka berdua. Saat ini biarkan mereka menikmati masa masa indah ini. Karena tak ada yang pernah tau apa yang sedang menunggu mereka berdua di depan sana.
Bella kini segera turun dari pangkuan suaminya ketika mereka hampir tiba di rumah, Bella membenarkan seluruh pakaian nya dan rambutnya yang berantakan.
" Jangan pakai celana* mu honey..." Bella kini melotot tak percaya bahwa suaminya malah melarangnya untuk memakai kembali celan* nya. " Karena aku masih ingin melakukannya kembali."
" Kau ini mesum sekali Bara..." Bella tak peduli dengan apa yang di katakan oleh Suaminya dia tetap memakai celan* dala* nya. Sedangkan Bara hanya bisa tersenyum menanggapi wajah istrinya yang sedikit terkejut.
Bara kini mengerutkan keningnya ketika melihat ada beberapa mobil juga ada di halaman rumah nya. Bara kini menghela nafasnya dengan kasar ketika tau mobil siapa yang ada di sana. Bara tentu hafal betul mobil siapa itu.
" Apa Mama ada tamu?, kenapa banyak sekali mobilnya..." Bella tak tau siapa yang ada di dalam rumahnya dia yang bertanya kepada suaminya kini tidak mendapatkan jawaban.
" Honey kau ingat bukan janji mu pada ku?" Bara yang sudah menghentikan mobilnya kini langsung mengingatkan istrinya tentang janji janji mereka.
Bella mengangguk pelan dia tak mengerti kenapa suaminya malah mengingatkan dirinya tentang janji. " Ada apa?"
__ADS_1
" Kita turun agar kamu tau siapa yang ada di dalam..." Perasaan mereka kini tak tenang.
Tapi mereka kini tetap keluar dari mobilnya dan melihat siapa yang datang dengan rombongan yang begitu banyak mobil yang terparkir di sana.