Serpihan Hati

Serpihan Hati
Drama 2


__ADS_3

Jangan pernah izin tamu lain masuk ke dalam rumah mu jika tamu itu membawa dampak buruk.


Jangan pernah membuka pintu kepada orang yang salah.


Jangan menyalahkan keadaan jika ada orang lain yang masuk, Tapi sadarlah siapa yang mengizinkan Tamu itu masuk menganggu.


Karena seorang Tamu tak akan pernah masuk jika Tuan nya tak membuka pintu dengan tangan terbuka.


___________


Bella kini yang untuk pertama kalinya menginjakan kakinya datang ke perusahan suaminya kini membuat semua staf yang ada di sana menatap kagum ke arah wanita cantik yang saat ini berjalan masuk.


David yang dari tadi memang menunggu Nona Muda nya kini langsung menghampiri nya dengan sedikit memberikan hormat dengan menunduk.


" Selamat datang Nona..." Bella hanya tersenyum menanggapi David yang menyapanya.


Bella selalu memasang senyumannya dia tak pernah bersikap dingin, semua orang yang menatapnya kini begitu mengagumi Bella yabg begitu cantik serta anggun.



" Jaga mata kalian, nanti aku bisa congkel mata kalian agar keluar dari tempatnya..." Ancamannya David kini membuat para orang yang ada di sana menunduk seketika.


Mereka ketakutan bukan main, tak hanya Bos nya yang membuat mereka takut tapi David juga mampu membuat para staf mereka takut.


" Mari Nona saya antar."


Kini mereka berjalan menuju ke arah lift yang akan membawa mereka keruangan Bara.


" Nanti aku akan mencoba bicara dengan mereka, tapi aku tak janji untuk merubah pikiran mereka dengan cepat..." Laura yang masih duduk di sana dengan santai.


" Baiklah, tapi sepertinya tak perlu repot repot Laura, biarkan saja mereka seperti itu, nanti pasti mereka akan sadar sendiri."


" Tak masalah Bara aku bisa mengatasinya."


Laura tersenyum, dia kali ini akan mengambil hatinya Bara lagi dengan membantunya dengan kebaikan. Bara hanya tersenyum tipis di bibirnya dan itu membuat jantung Laura tak karuan di sana.

__ADS_1


Jika aku tak bisa mendapatkan dengan cara ku maka aku bisa mendapatkan perhatian nya dengan bersikap baik kepada dirinya dan keluarga Cristin. Batin Laura yang tersenyum licik.


" Bara ini sudah waktunya makan siang, kau makan siang di mana?, ayo aku temani aku juga mau makan siang..." Ajaknya dengan semangat.


" Makan siang ya?, kamu saja Laura, aku belum lapar..." Tolaknya dengan hati hati.


Laura yang tadi nya bersemangat kini langsung terdiam dengan kecewa. Sewaktu dengan Cristin saja Bara tak pernah menolaknya jika dirinya mengajak makan, tapi sepertinya pengaruh istrinya begitu kuat.


" Tapi-"


Ceklek!! suara pintu terbuka dengan segera mata mereka kini langsung menatap ke arah pintu yang terbuka.


" Sayang...." Suara Bella yang membuat Bara terkejut.


Bara langsung tersenyum ketika melihat sosok yang kini sedang di rindukan ada di depan matanya.


" Bella kau ke sini?, kenapa tidak mengatakan apapun?" Bella yang tadi berjalan menghampiri suaminya, dan Bara pun juga langsung menghampiri suaminya.


Kini mereka saling berpelukan dengan sedikit mendaratkan ciuman di bibirnya, membuat wanita yang duduk di sana dengan tenang tadi nampak gusar dengan menahan rasa marah yang ingin di lampiaskan.


" Tentu boleh Sayang..." Jawabnya dengan tetap merangkul pinggang wanita itu dengan erat.


Mata Bella kini melirik ke arah wanita yang ada di sana dan tak menyapa dirinya. Bella yakin wanita itu sedang menahan rasa sakit pada hatinya.


" Ah ada tamu..." Mata Bella kini pura pura menatap ke arah wanita itu. " Bukankah dia teman mu yang ada di rumah?"


Bella kini pura pura terkejut ketika melihat tanu yang ada duduk di sana, nyatanya dia sudah tau siapa wanita yang sedang menemui suaminya itu.


" Halo Kakak Ipar, saya Laura..." Wanita itu langsung memperkenalkan dirinya kepada Bella yang masih berdiri dengan suaminya.


Bella memang sengaja tak melepaskan tangannya yang ada di lengan suaminya.


" Saya Bella istri dari Bara Valentino..." Bella menekan kata kata nya dengan tersenyum.


Laura hanya menahan emosinya yang seakan ingin meledak tapi dia berusaha untuk tetap tenang di sana.

__ADS_1


" Maafkan saya tadi tak sempat menyapa anda karena kalian sendiri baru selesai dengan mandinya dan selamat untuk pernikahan kalian berdua, aku bahagia mendengar kabar bahagia dari kalian."


Wanita yang cukup pintar bersandiwara. Batin Bella.


" Terima kasih Nona Laura..." Jawabnya dengan tersenyum dan mereka saling tersenyum.


Bella tau seperti apa rasa sakit wanita itu tapi Laura yang pintar menutupi dirinya kini tetap berusaha tenang dengan tersenyum getir.


" Sayang aku ingin makan siang bersama mu, apa kamu sudah makan siang?" Bella kini seakan bersikap manjanya karena dia memang sengaja bersikap seperti itu agar wanita yang ada di depannya itu tau bahwa Bara adalah miliknya.


" Kebetulan belum, kamu mau makan siang di mana?"


Bella sedikit berfikir sebentar dengan melirik wanita yang ada di depannya itu. " Laura maafkan aku tapi aku tak bisa mengajak mu makan bersama, karena tadi aku sudah pesan restoran untuk berdua, saya minta maaf karena aku memang tak tau jika kamu ada di sini."


" Tak masalah Kakak Ipar, aku bisa makan siang sendiri."


" Ayo Sayang aku sudah pesan makan siang kita di restoran, ada kejutan kecil untuk mu."


" Benarkah?" Bella mengangguk pelan dengan tersenyum. " Laura maafkan aku tapi aku harus pergi dulu, istri ku sudah membuat kejutan kecil untuk ku."


" Baiklah pergi saja jangan hiraukan aku, selamat bersenang senang..." Ucapnya dengan pura pura tersenyum.


Kini mereka berdua meninggalkan ruangan Bara yang masih ada Laura di sana. Mata nya yang tadi baik baik saja kini tiba tiba berubah menjadi merah, wajahnya yang tadi penuh dengan senyuman kini berubah menjadi wajah yang dingin dan datar.


Kau sengaja melakukan ini kepada ku bukan?, kau mengajak ku perang Kakak Ipar dan kau lihat saja, siapa yang pada akhirnya akan berada di samping Bara, aku atau kamu. Batin Laura yang menatap tajam ke arah pintu.


Sedangkan Bella yang tadi sempat melihat wanita itu keluar terburu buru kini sempat penasaran dan dugaan nya adalah dia datang ke perusahan suaminya.


Bella yang tak mau rumah tangga nya di rusak oleh orang lain berusaha mengatakan kepada David tentang semuanya dan tak berselang lama pun David mengatakan bahwa Laura memang dan ke sana.


David dan Bella menyusun rencana agar Bella bisa datang ke sana dan rencana itu berhasil, Bella kali ini bisa membawa pergi suaminya dari wanita itu tapi tidak tau untuk besok.


Tapi Bella berjanji akan selalu bisa merebut apa yang sudah menjadi miliknya dia tak mau diam saja dan hanya menangis, kali ini dia akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya dan akan menghalangi siapa saja yang akan menganggu miliknya.


__ADS_1


__ADS_2