Serpihan Hati

Serpihan Hati
Malam Yang Hangat 1


__ADS_3

Warning 21+ yang bocil di harap melipir sebentar ya 🤭 karena ini adegan yang bahaya jika di bayangkan 😂 untuk yang suaminya jauh awas ya jangan pada bingung narik tetangga atau beli teron* karena teron* lagi mahal di pasar 😂😂


Jangan lupa tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar


Happy reading 🤗


Pov Author


Bella yang malam ini yang merasa hawa panas, segera merendam tubuhnya untuk menyegarkan tubuhnya kembali. Tak butuh waktu lama membuat Bella berendam di dalam air yang menyegarkan tubuhnya.


Bella yang masih berdiri di depan lemari bajunya yang masih memakai handuk putih melilit di tubuh putihnya serta rambutnya juga terpakai handuk yang juga menutupi rambut basahnya tersebut.



" Astaga kau mengejutkan ku Sayang..." Bella yang malam ini mandi larut malam, tak menyadari bahwa suaminya nya menunggu nya begitu lama di ranjang kasurnya. Bella benar benar terkejut ketika ada sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang ketika tubuhnya masih di belit handuk putih.


" Kau dari mana hem, kenapa mandi di saat jam malam seperti ini..." Bella hanya menghela nafas yang masih berada di dalam pelukan suaminya dari belakang.


" Aku tak dari mana mana sayang, aku merasa malam ini sangat panas dan sepertinya mandi adalah pilihan yang tepat untuk menyegarkan tubuh ku..." Bella menghadap ke arah suaminya nya dan menyandarkan punggung nya ke lemari baju milik mereka


" Kau yakin hanya itu sayang?, tak ada yang kau tutupi dari aku?"


" Ayolah sayang kau mencurigai bahwa aku keluar malam ini! kau bisa bertanya kepada para penjaga bahwa aku memang tak kemana mana."

__ADS_1


" Kamu pergi pun tak masalah bagi ku sayang asal kau mengatakannya..." Bella tak menjawabnya melainkan menarik baju laki laki itu hingga tubuh mereka begitu dekat, dan wanita itu mendaratkan ciuman nya yang begitu lembut, meluma* bibir Suaminya yang dari tadi siang menghantui pikirannya.


Bara yang awal nya hanya membiarkan sang istrinya menc1umnya dan tak ada niatan untuk membalas nya kini pertahanannya goyah ketika tangan nya membawa tangan dirinya untuk merema* sesuatu yang sudah di buka oleh tangan nya Bella. Desaha* itu lolos begitu saja ketika Bara membalas setiap sentuhan yang dia berikan.


" Jangan menggoda ku sayang, kau tahu aku tak akan berhenti jika aku tergoda."


"Sayang aku merindukan mu, apa kau tak merindukan ku?


" Benarkah kau merindukan ku hem?" Bisiknya dengan menggigi* telinga istrinya, memberikan godaan yang nyata lagi.


" Bara please..." Erangnya ketika lida* itu menyapu telinga nya membuat bibir wanita itu tak berhenti mendesa*.


Bara yang juga tak tahan oleh godaan ini, akhirnya mengendong tubuh istrinya nya yang sudah polos, membawa nya keluar dari kamar mandi, meletakan di bed nya dengan mereka tetap saling menyesa*. Bella dengan cepat membatu suaminya melepaskan kain yang ada di tubuhnya. Desaha* Bella ini kini semakin terdengar keras ketika bibir laki laki itu menjelajahi seluruh tubuh indah nya, semakin kebawa dan semakin turun hingga dia berhenti di sebuah tempat yang selalu membuat nya ketagihan. Aroma khas dari nya membuatnya mabuk kepayang akan api gaira* bercinta.


" Sayang.. ah..." Desaha* dan remasa* pada rambut suaminya semakin kencang ketika geraka* lida* itu juga cepat menerobos di bawa sana.


" Yes sayang, kau menyukai nya..." Kata nya ketika sebentar menatap istrinya yang dari bawah, dia membuat pertahanan istrinya jebol, dia tak sanggup jika tak di dorong di pelepasan ketika sapuan lida* itu begitu masuk ke dalam. Tubuh Bella menengang, tangan nya meremas serta jepitan di kepalanya membuat sang suami tahu bahwa wanita nya sedang melepaskan sesuatu yang dia ingin capai. Bara tanpa ragu menghisa* caira* itu tanpa ada aja jijik sama sekali, bahkan dia begitu menikmat* minuman barunya itu. Bella mengatur nafas nya, perlahan remasa* pada rambutnya berkurang, dia lemas tak berdaya kali ini dia tak berdaya oleh kekuatan yang selalu bisa membuat dirinya tak bisa bertahan lama jika godaan demi godaan selalu di berikan oleh suaminya.


" Kau terlalu cepat keluar sayang..." Godanya dengan merambat ke tubuh istrinya.


" Apa kau tak menginginkan ku heh?" Bella mendorong tubuh suaminya ke samping agar suaminya terlentang di sana.


" Apa kau tak bisa merasakan milik ku telah siap bertempur malam ini dan aku tak akan berhenti sampai kau merasa kelelahan malam ini."

__ADS_1


" Benarkah maka aku akan siap sayang."


Bella menggapai bibir suaminya meluma* nya dengan lembut, sang suami tentu saja membalasnya dengan juga lembut. Gaira* cinta tak akan muda hilang ketika godaan demi godaan saling menyerang mereka satu sama lain.


Bibir itu kini turun menggoda leher suaminya, menggunakan lida* nya untuk menggoda leher suaminya, lida* itu juga semakin turun ke dada suaminya bermain main di sana dengan lembut.


" Argh.. Sayang kau belajar di mana hem?" Tanyanya dengan sedikit mengeram ketika lida* itu semakin tak terkendali di dada nya.


Bella tak menjawabnya dia hanya terdiam dengan tetap melanjutkan kegiatannya yang menggoda dada suaminya menggunakan lida* nya.


Lida* semakin turun kebawah, semakin kebawah hingga di berhenti di benda tumpu* yang sudah tegang dari tadi. Lida* itu awalnya hanya menggoda nya dengan lembut.


" Argh.. jangan bermain main di sana sayang, kau bisa ketagihan dengan rasanya..." Katanya dengan memejamkan matanya.


Bella lagi lagi tak menjawabnya dia malah memasukan nya ke dalam mulu* nya mengulu* nya dengan pelan. Bara yang menikmatinya kini hanya bisa memejamkan matanya, merasakan miliknya berada di dalam benda hangat yang juga menggoda menggunakan lida* nya tersebut.


" Uhmm..." Desaha* dari Bella juga terdengar di sana, mulutnya yang penuh masih bisa mendesa* ketika dia merasakan apa yang telah nikma* dia rasakan.


" Argh.. Bella sayang kau-" Erangnya tak tahan ketika kuluma* itu semakin cepat, gerakan kepalanya begitu liar tak terkendali kali ini.


Bara tak berdaya kali ini, dia hanya bisa memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan tersebut bahkan dia hanya bisa pasrah ketika miliknya telah memenuhi mulut istrinya.


" Sayang hentikan..." Bara tak akan sanggup jika lama lama seperti ini, dia bisa saja mengeluarkan apa yang belum dia mulai.

__ADS_1


Pertahannya bahkan goyah dan sesuatu akan bisa keluar ketika ini tak terhentikan. Bara tak akan membiarkan ini berakhir karena ulah istrinya yang semakin pandai dalam hal percintaan di atas ranjang miliknya.


__ADS_2