Serpihan Hati

Serpihan Hati
Kekacauan 1


__ADS_3

Bella dan Bara pagi ini harus siap siap untuk kembali pulang ke rumahnya. Kemarin yang rencananya ingin kembali harus tertunda karena ulah mereka yang melepaskan hasrat mereka yang begitu tinggi.


" Honey tak usah berkemas biarkan semuanya tetap di situ!, ini kamar pribadi ku yang ada di hotel jadi biarkan saja di sini..." Bara memeluk tubuh istrinya dari belakang mendaratkan ciuman yang bertubi tubi di punggung istrinya.


" Aku hanya mengambil beberapa yang penting Sayang..." Tangannya kini malah seakan ikut memeluk tubuh suaminya.


" Baiklah ayo kita pulang, Mama pasti sudah menunggu kita..." Bella membalikan tubuhnya menatap wajah suaminya yang begitu tampan hari ini.


Wajah mereka kini sedikit terkena cahaya matahari yang sedikit terik membuat wajah mereka berseri. Seulas senyum tak pernah luntur dari wajah mereka berdua.


" Apapun yang terjadi nanti kita harus hadapi berdua..." Bara seakan memiliki firasat tak enek hari ini, entah kenapa firasat nya begitu jelek.


" Apa yang akan terjadi Sayang?"


" Entahlah tapi kita harus menyiapkan diri dari segala hal Honey..." Bara menghela nafasnya dengan berat. " Ayah mu tak menyetujui hubungan ini, Ibu dari Cristin juga sepertinya menjadikan kamu ancaman. Aku takut saja mereka membuat ulah di rumah, jadi kita harus siapkan segala hal yang terjadi."


" Asal kamu ada di samping ku semuanya aku serahkan pada mu Sayang, aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan semuanya."


Bara membawa istrinya masuk ke dalam pelukannya, memeluk istrinya dengan erat.


Sedangkan di rumah lain Johan kini mengamuk membanting semua barang barang nya, dia mengamuk karena ini ketiga harinya dia tak bisa bertemu putrinya.


Prank!! Prank!! suara bantingan benda kaca itu begitu keras di dengar, semua orang kini hanya bisa diam tak ada yang berani mengatakan apapun, bahkan mereka menyembunyikan dirinya tak ada yang berani munculkan wajah mereka.


" Johan apa yang kau lakukan?" Santi yang mendengar semuanya kini langsung berlari menghampiri sumber suara tersebut.


Matanya terkejut melihat rumah yang berantakan tak karuan di sana. Suaminya kini mengamuk tak karuan, dia membanting semua yang ada di depan nya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan Ha?" Santi kini membentak nya dengan kencang.


" Diam kau jalan*..." Johan kini mencengkram kedua pipi wanita itu yang membentaknya.


Santi kini mendorong tubuh suaminya dengan kasar hingga mereka saling berjauhan. Tatapan mereka sama sama tajamnya.


" Kau pikir aku budak mu yang bisa kau siksa seperti ini ha?, aku istrimu, apa kau lupa..." Santi kini meninggikan suaranya dia tak menyangka suaminya kini mulai bersikap kasar kepadanya.


" Istri kau bilang?, istri di atas kertas..." Ujarnya dengan ketus.


" Di atas kertas kau bilang?, apa kau lupa siapa aku?, kau pikir ini semua salah ku heh?, ini juga salah mu yang tak dari dulu membuka hati mu untuk putri mu itu."


Johan menatap istrinya dengan tajam. " Kenapa kau tak suka dengan kata kata ku?, pukul aku?, atau kau ingin membunuh ku?" Tantang Santi yang juga menatap tajam.


" Dengar Johan, di sini bukan hanya aku yang salah tapi kau juga salah jadi stop menyalahkan aku atas semuanya. Properti ini adalah milik ku jadi jangan sekali kali lagi kau menghancurkan nya, sekali lagi kau menghancurkannya aku pastikan kau akan mendekam di penjara..." Santi yang kini malah mengancam Suaminya membuat Johan malah murka.


" Kau ingin melaporkan akan atas kasus perusakan para properti ku sendiri heh?, siapa kamu memiliki properti ini?, semua ini milih dari mendiang istri ku Amora dan putri ku Bella, kau bukan siapa siapa di sini. Kau dengar itu..." Johan melepaskan rambut itu dengan keras hingga membuat wanita itu hampir tersungkur di lantai.


Johan yang langsung meninggalkan wanita yang kini menatapnya dengan rasa sakitnya. Istri mana yang tak terluka dengan penghinaan yang jelas di lontarkan suaminya untuk dirinya tersebut.


" Kau akan membayar semuanya Johan, kau akan membayar setiap siksaan yang kau berikan kepada ku..." Gumamnya dengan menatap punggung suaminya yang pergi dari sana.


Sedangkan Bara dan Bella kini bergandengan tangan ketika mereka keluar dari kamar nya. Senyum mereka tak luntur sedikit pun.


" Sayang hotel mu cukup ramai juga ternyata..." Bisik Bella ketika melihat para tamu keluar masuk dengan bergantian.


" Hotel ini banyak fasilitas yang membuat mereka nyaman dan senang di sini Honey. Aku juga menyediakan lapangan Golf di belakang sana, ada aula pertemuan meeting beberapa yang cukup luas untuk para pebisnis yang ingin mengadakan meeting dan di atas juga ada sebuah klub malam, di sebelahnya lagi juga ada ruangan bilyard, ruangan Gym, di sini lengkap tinggal mau pilih masuk ke mana..." Bara menjelaskan semua fasilitas yang ada di hotel miliknya itu.

__ADS_1


" Tak heran jika banyak yang datang ke mari Sayang."


" Kesuksesan kami juga di dukung oleh orang orang yang profesional Honey, pemasaran di sini juga dari perusahan ku tapi aku juga bekerja sama dengan salah satu klien yang memiliki bisnis yang menggurita di dunia. Mereka membawa model model cantik untuk memasarkan hotel ini hingga hotel ini terkenal seperti sekarang."


" Siapa model cantik itu Sayang?, aku menyukai salah satu model cantik tapi sayangnya sekarang dia tak menjadi model dia mundur semenjak dia menikah."


" Nona Valarie Octavia, dia model yang dulu membuat nama hotel ini meroket Honey."


" Kau mengenalnya Sayang?" Bella menatap suaminya yang mengatakan nama model tersebut. " Jangan bilang dia model idola mu Honey?"


" Astaga aku ingin bertemu dengan nya Sayang, please temukan aku dengan nya, aku sungguh mengidolakannya..." Bella dari dulu yang selalu mengidolakan model Valarie yang memiliki tubuh sempurna wajah yang begitu cantik seakan hidupnya sempurna tak ada cacat sama sekali.


" Honey aku tak tau harus bilang apa kepada mu, tapi aku gak tau apa suaminya mengizinkan kita bertemu istrinya."


" Kau mengenal suaminya juga?" Bara mengangguk pelan. " Suaminya adalah klien bisnis ku!, aku dan Tuan Zac bekerja sama mengelola hotel hotel ini. Dan arsitek ini juga aku dapatkan dari rekomendasi dari Tuan Zac."


" Jadi yang kau katakan pebisnis yang menggurita di dunia adalah suami dari Nona Valarie?" Bara mengangguk. " Pantas saja kalau Nona Valarie mundur dari dunia modelnya, tapi please aku ingin bertemu dengan nya Sayang, aku sangat lama mengidolakan dia..." Ujarnya dengan penuh permohonan.


" Nanti aku tanyakan kepada suaminya sayang, tapi jika suaminya melarang aku tak bisa memaksa."


" Tak masalah asal kau mau berusaha dulu untuk bertanya kepada nya..." Bara yang mengangguk kini di balas oleh ciuman singkat di pipinya.


Kini mereka berdua yang tadi menunggu di loby kini segera keluar ketika mobil mereka ada di depannya.



Minta kopinya dulu boleh kali ya 🤭 Hot Hubby minta di temenin minum kopinya 🤭

__ADS_1


__ADS_2