
Pernikahan bukanlah hal yang mudah di putuskan,
Pernikahan bukanlah hal yang mudah untuk di ambil dengan gegabah,
Pernikahan itu tak hanya untuk sebentar, melainkan untuk selamanya,
Pikirkan dengan matang ketika sebuah lamaran datang menghampiri mu,
Jangan ambil keputusan karena sebuah Ego yang menguasai mu,
Karena pernikahan untuk selama nya bukan untuk sekedar permainan.
___________
" Bella kenapa kau diam?, kau belum siap menikah?" Sang paman kini malah menatap sungguh sungguh ke arah keponakan yang dia sayangi.
" Bella..." Sentuhan pada pundak nya mengejutkan dirinya dari lamunan.
" Kau menikah karena terpaksa bukan sayang?, kau tak bisa memilih pernikahan untuk lari dari sebuah masalah nak..." Kini sang Paman malah yakin bahwa pernikahan keponakan itu menikah karena faktor keterpaksaan. " Jangan memaksa keponakan ku menikah dengan mu Tuan, dia tak ingin menikah dengan mu. Kau lihat sendiri bukan?"
Bara kini malah mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka bahwa kekasihnya kini malah diam seribu bahasa, dia tidak membela dirinya sama sekali.
" Paman Hans maafkan saya, tapi di sini aku tak memaksa Bella untuk menikah dengan saya. Jika pun Bella keberatan saya pasti siap menunggu Bella. Tapi selama ini Bella tidak mengatakan keberatannya, dan saya pikir Bella siap menikah dengan saya..." Bara kini tentu saja sedikit kecewa ketika Bella tidak membuka suaranya sama sekalinya. Bella kini masih menunduk dengan pemikiran nya sendiri.
" Tapi kau lihat sendiri Bella bahkan hanya menunduk, tidak mengatakan apapun. Harusnya kau sadar bahwa dia tak ingin menikah. Pernikahan itu tak bisa kalian ambil secara terburu buru, kalian harus memikirkan ulang pernikahan ini."
__ADS_1
" Paman tapi persiapan pernikahan ini sudah setengah persen, dan tinggal menunggu restu anda, jika saya membatalkan nya maka keluarga kami yang mendapatkan rasa malu."
" Dengar Tuan Bara, tapi keponakan saya tidak ingin menikah dengan mu...." Bentaknya dengan kencang.
" Paman aku siap menikah dengan Bara. Tak ada yang memaksa di pernikahan ini..." Bella akhirnya kini membuka suaranya.
Kedua mata laki laki itu kini menatap ke arah Bella yang tiba tiba membuka suaranya dengan lantang. Sang paman kini menatap keponakannya dengan tatapan tanda tanya.
" Paman aku siap menikah dengan Bara, tak ada yang memaksa aku menikahinya. Kami menikah karena kami saling mencintai..." Bella kini menatap sang paman dengan tatapan serius nya, wajah cantik nya kini tak ada bercandaan sama sekali.
" Kau yakin nak?, pernikahan bukan untuk dua hari atau satu bulan Bella, tapi untuk selamanya. Dan pernikahan ini adalah sakral, jangan pernah main main dengan pernikahan..." Sang paman nampaknya masih tak percaya bahwa keponakannya itu ingin menikah dengan laki laki yang di ada di sebelahnya itu.
Bella kini tersenyum menanggapi rasa khawatir sang paman kepadanya, dia tahu sang paman sangat mengkhawatirkan dirinya.
" Aku tahu pernikahan adalah hal yang begitu sakral Paman, tapi aku sudah menentukan pilihan untuk menikah dengan Bara. Dia adalah laki laki yang menjadi pilihan hati mu Paman, aku mendapatkan keluarga di keluarganya, aku mendapatkan kasih sayang dari keluarganya yang tidak aku dapatkan sama sekali, aku bisa mendapatkan sosok ibu yang selalu aku inginkan dari kecil. Mereka semua menghargai ku Paman, mereka menganggap aku ada Paman, mereka yang mengulurkan tangan di saat aku terjatuh..." Matanya kini berkaca kaca, dia mengatakan kesungguhan yang selama ini dia rasakan selama tinggal di rumah Bara.
" Aku bahagia mendapatkan keluarga seperti mereka Paman, sangat bahagia. Mereka adalah keluarga ku sekarang Paman. Jadi aku mohon restui pernikahan ini, hanya Paman yang aku punya saat ini..." Air mata itu kini menetes dengan pelan, dia tidak bisa untuk tidak meneteskan air matanya ketika dia mengatakan semuanya.
Sang Paman yang tahu semuanya tentang keponakannya itu, kini mengelus punggung keponakannya yang kini meneteskan air matanya.
" Paman tahu apa yang terjadi pada mu nak, jika kau bahagia dan dia adalah laki laki yang pilih maka Paman tak bisa berkata apa apun kecuali merestui hubungan kalian..." Bella kini langsung memeluk sang Paman. Mereka berdua akhirnya mengantongi restu itu.
" Paman terima kasih..." Ujar Bara yang kini juga tersenyum. Dia yang hampir tengang tadi kini merasa lega ketika kekasihnya membuka suaranya di tambah sang Paman merestui hubungan mereka berdua. Sang paman hanya memejamkan matanya sebagai tanda mengiyakan perkataan dari laki laki tampan itu.
" Paman boleh kah aku meminta satu hal sebagai kado di pernikahan ku?" Bella kini melepaskan pelukannya dan menatap sang Paman kembali.
__ADS_1
" Dasar gadis licik, kau itu dari dulu selalu bisa menjadikan alasan kado jika kau ingin meminta satu hal kepada Paman..." Bella kini hanya tersenyum karena memang dari dulu jika dirinya meminta sesuatu pasti seperti ini. " Pernikahan mu masih belum tapi kau sudah meminta kado kepada Paman mu he?"
" Ayolah Paman..." Bujuknya lagi dengan merengek.
" Kalian ingin apa dari Paman?"
" Datanglah di pernikahan kami sebagai wali ku?"
Deg!! Sang Paman kini malah terkejut dengan apa yang di minta keponakannya itu. Wali pernikahan yang harus di lakukan oleh ayah kandungnya kini malah di serahkan kepadanya.
" Bella jangan bilang kalau Ayah mu masih tak menginginkan dirimu?, bahkan hanya sekedar jadi wali pernikahan mu saja dia tak mau?" Sang Paman kini sedikit meninggikan nada suaranya.
" Tapi sayangnya tidak Paman, bahkan aku sudah memberikan satu saham ku hanya untuk dia datang menjadi wali Bella, tapi sepertinya Tuan Johan menolaknya untuk datang..." Kini Bara yang menjawabnya karena melihat kekasihnya hanya diam.
" Bahkan Mama Santi pernah datang membawa surat perjanjian pernikahan dengan poin poin yang memalukan untuk ku Paman. Aku menolak surat perjanjian itu dan membuat semuanya kacau sampai sekarang..." Timpal Bella.
" Mereka benar benar keterlaluan. Apa dia gak mikir bahwa kau adalah putri kadung dari Johan, kenapa dia tetap tak ingin menjadi wali mu?, ini tak bisa di biarkan. Amora sudah lama meninggal tapi dia tetap tak ingin menerima mu karena dia mengira kau penyebab ibu mu meninggal, padahal-" Sang Paman kini diam dia hampir keceplosan.
" Padahal?" Bella kini mengulanginya dengan menatap sang paman. " Paman tahu sesuatu yang tidak aku ketahui?" Tanyanya dengan bingung.
" Padahal meninggalkan nya adik Paman adalah Takdir dari Tuhan nak. Kau ini mikir apa, jangan membebani pikiran mu yang tidak tidak sayang..." Sang Paman sedikit gugup ketika Keponakannya itu sedikit tak percaya dengan apa yang di katakan oleh dirinya.
" Paman pasti tahu yang tidak aku ketahui bukan?" Cecar nya lagi.
" Tidak nak. Meninggalnya Ibu mu memang Takdir Tuhan, hanya saja dia meninggal tepat melahirkan dirimu."
__ADS_1