Serpihan Hati

Serpihan Hati
Marah 1


__ADS_3

Bara yang tadi mengejar istrinya kini tak dapat menjangkau langkah sang istri, terbukti dari dia yang tidak melihat sang istri berada di sana. Bara kini membuang nafasnya dengan kasar ketika berjalan dengan cepat mencari keberadaan sang istri.


Bara kini mengatur nafasnya ketika berdiri di depan kamarnya yang tertutup rapat. Bara membuka pintunya dengan langkah cepat dia masuk ke dalam sana. Matanya mengedarkan pandangannya dan mencari sosok istrinya tapi nyatanya dia tidak menemukan siapapun di dalam kamarnya.


" Sayang... Bella..." Bara berteriak mencari ke sekelilingnya kamar hotel tersebut tapi nampaknya istrinya tak ada sama sekali di sana. " Di mana dia?, pasti dia marah?" Katanya dengan menggerutu kebodohannya sendiri.


Bara kini kembali keluar dari kamarnya dia dengan segera mencari lagi kemana sang istri pergi. Dengan sedikit berlari dia mencari di sekeliling hotel tersebut. Bara yakin Bella masih ada di sana tapi dia sedang menenangkan emosinya.



Sedangkan Bella kini berdiri di depan kolam renang dia berjalan di pinggir kolam renang yang terlihat sepi. Matanya menatap datar ke arah air yang jernih dan tenang. Dadanya terasa sesak ketika lagi lagi dia tak di akui oleh orang dekatnya.


Dia cukup menderita karena tak di akui oleh keluarganya dan saat ini hal yang sama terjadi, dia juga tak di akui oleh suaminya sendiri padahal mereka baru saja menikah dan ini masih di hari pertama mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


Bella menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika rasa sesak tak ingin pergi dari hatinya. Rasa kecewa yang begitu besar nampaknya masih betah di sana. Serpihan yang ingin dia bangun kini hancur sebelum Serpihan itu jadi.


Byur!! suara seorang terjatuh ke kolam renang kini membuat beberapa orang yang ada di sana melihat ke arah air yang langsung bergelombang. Suara teriakan minta tolong kini terdengar dari dalam kolam renang.


" Tolong.. Tolong.. aku gak bisa berenang..." Teriaknya dengan melambaikan tangannya.


" Astaga..." Seorang yang kini langsung masuk ke dalam kolam renang juga menjadi pusat perhatian banyak orang yang ada di sana.


Kolam renang yang sepi kini menjadi heboh karena ada seorang yang terjatuh masuk ke kolam renang dengan dia yang tidak bisa berenang.


Orang yang tercebur itu pun kini segera di rangkul oleh orang yang tadi dengan cepat masuk ke dalam kolam renang dan membantunya mengeluarkan tubuhnya dari air.


" Ada apa kenapa kok ramai sekali?" Bara yang tadi melihat banyak kerumunan orang di kolom renang kini segera menghampirinya dan bertanya ke salah satu dari mereka.

__ADS_1


" Ada orang yang tercebur tapi dia tak bisa berenang..." Jawab salah satu dari mereka.


Bara kini tak ingin melihat siapa yang ada di sana pikirannya kini mencari sosok istrinya yang entah kemana, dia yang sudah mengeliling hotel tersebut masih belum bisa menemukan sang istri yang masih bersembunyi dari dirinya.


" Anda tak apa?, apa pergi saya bawah ke rumah sakit?"


Uhuk!! uhuk!! suara batukan dari orang yang di kenal Bara membuat langkahnya terhenti seketika. " Tidak apa apa saya baik baik saja..." Jawabnya dengan menghirup udara banyak banyak.


" Tante maafkan saya karena saya Tante terjatuh..." Seorang anak kecil yang begitu imut kini tiba tiba menghampirinya dan meminta maaf kepada orang yang terjatuh tersebut.


Bara kini menerobos orang yang bergerombol di sana dan benar saja wanita yang dia cari kini duduk di pinggir kolam dengan seluruh tubuhnya yang basah dan sedikit menggigil karena air yang mungkin dingin.


" Tidak apa sayang, lain kali kamu hati hati oke..." Bella menyentuh pipi anak kecil itu.


" Jangan ulangi lagi ya, karena itu bisa membuat seseorang dalam bahaya."


" Mari saya bantu untuk berdiri."


" Sayang kamu kenapa?" Bara yang melihat ada seorang laki laki yang ingin menyentuh istrinya kini dengan sigap dia menghalangi laki laki itu.


Sedangkan laki laki itu kini dengan langsung menghindar ketika ada laki laki yang memanggil wanita yang di tolong dengan sebutan mesranya.



" Bara, aku tidak apa apa. Hanya kecebur..." Jawabnya dengan berdiri yang di rangkul oleh Bara.


Bara dengan cepat meminta sebuah handuk kepada pelayan hotel tersebut. Sedangkan pelayan yang melihat bosnya sedang menatap penuh ketajaman dengan segera mengambil apa yang di minta. Bara langsung menutupi tubuh istrinya bagian atas ketika semua seluruh tubuhnya basah bagian atas lah yang terlihat orang lain.

__ADS_1


" Dia yang menolong ku, Tuan sekali lagi terima kasih..." Bella kini tersenyum dengan memeluk tubuhnya sendiri yang merasa dingin.


" Saya sebagai suami dari wanita yang anda tolong saya mengucapkan terima kasih karena sudah menolong istri saya..." Bara menekan kata katanya ketika dia memperkenalkan siapa dirinya di depan laki laki tersebut.


" Sama sama Nyonya dan Tuan. Saya pasti akan melakukan hal yang sama ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan..." Laki laki itu kini tersenyum tipis.


" Kalau boleh tahu anda menginap di sini atau hanya bertemu dengan klien?"


" Saya menginap dan hari ini juga baru cek in, ada pertemuan dengan beberapa klien di negara ini..." Jawabnya.


" Baiklah biarkan nanti staf saya yang memberikan gratis anda menginap di sini, ini bentuk ucapan saya karena anda sudah menolong istri saya."


" Tapi-"


" Tidak ada tapi tapian Tuan, kalau begitu terima kasih kami permisi..." Bara sedikit tersenyum dan langsung merangkul istrinya mengajaknya untuk kembali ke kamarnya.


Bella yang tadi juga mengangguk dan tersenyum kepada laki laki itu kini hanya bisa diam ketika di ajak masuk ke dalam kamar nya. Di dalam perjalanan tak ada pembicaraan di sana hanya Bella yang tubuhnya menggigil karena merasakan dingin. Bara dengan setia mendekapnya dengan erat supaya tubuh istrinya merasakan kehangatan.


" Lepaskan aku jangan sentuh teman mu ini..." Bella langsung mendorong tubuh Bara ketika mereka sudah masuk ke dalam kamarnya.


Bara hanya menghela nafasnya beras ketika istrinya langsung meluapkan emosinya yang mungkin tertahan.


" Kamu mandi dulu, nanti kita bicara."


" Jangan perhatian dengan teman mu..." Bara hanya menutup matanya sebentar ketika mendengar suara istrinya yang sinis.


Bella kini tak peduli dengan apa yang di katakan oleh suaminya dia dengan cepat mengambil bajunya yang tadi sempat di belikan oleh suaminya sebelum mereka keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Bara kini duduk di sisi ranjang dengan menunggu istrinya keluar dari kamarnya, Baru harus segera menjelaskan siapa wanita tua tadi sebelum masalah ini berkepanjangan dan melebar kemana mana. Dia ingin menggapai kebahagian bukan malah pertengkaran meskipun dia sendiri yang membuat ada pertengkaran di antara mereka.


__ADS_2