Serpihan Hati

Serpihan Hati
Pagi Yang Hangat


__ADS_3

Warning 21+ ingat bab ini masih ada adegan dewasa nya yang bocil harap skip karena jika kalian kepengen ingat ya gak ada lawannya 🤣🤣


Happy Reading 🤗


.


.


.


" Selamat pagi sayang..." Bella menggeliat ketika sapaan selamat pagi dari suami nya tepat di telinga nya.


" Selamat pagi! kau sudah bangun?" Katanya dengan semakin menyembunyikan wajah nya ke dada bidang suaminya.


Bara hanya tersenyum melihat istrinya yang menyembunyikan wajah nya dengan rasa gemasnya dia mengecup berulang kali kening istrinya dengan gemas. Rasa cinta dan rasa sayang kini semakin tumbuh seiring nya waktu berjalan.


" Hari ini adalah hari libur bagaimana jika kita liburan ke pantai?"


" Aku malas keluar aku ingin kita di sini saja, makan bersama nonton bersama tidur bersama mandi bersama..." Jawabnya dengan malas.


" Apa kau sakit sayang?"


" Tidak! tapi aku hanya ingin di dalam rumah saja hari ini..." Katanya lagi.


" Baiklah kalau begitu."


Bella menatap suaminya yang juga menatap dirinya, dia merambat ke suaminya, Bara mencium kening istrinya begitu dalam, menurunkan bibir nya kedua mata ku, kedua pipi, serta hidung nya kini mencium bibir nya dengan lembut, melu*mat nya dengan pelan.

__ADS_1


Ciuma* hangat pagi hari membuat kedua insan itu semakin terbuai dengan ciuman yang lembut dia berikan, tangannya naik ke tengkuk Bella sedangkan tangan satu menggapai pinggang istrinya, memeluk tubuh nya dengan erat, ciuman yang kedua lebih dekat karena dia memiringkan kepalanya.


Mereka saling memejamkan mata nya menikmati setiap sentuhan yang dia berikan, bernafas di dalam ciuman nya adalah hal yang menyenangkan, wangi tubuh nya akan selalu mereka rindukan setelah ini setiap harinya.


Cinta dan gaira* tak bisa di pisahkan dari mereka, cinta dan gaira* kini membaur menjadi satu di dalam tubuh mereka. Desiran darah pagi hari sungguh membuat mereka merasakan seperti tersengat listrik.



Tangan nya mere*as benda keny*l yang menempel di dada nya, dia segera mendorong tubuh istrinya ke arah samping dia kini berada di atas tubuh istrinya dengan mereka tetap saling berciuma* dengan penuh kenikmata* di pagi hari.


Pikiran mereka membeku ketika ciuma* mereka kini begitu liar tak terkendali oleh gaira* yang sudah menguasai mereka. Bella hanya bisa merem*s ketika sebuah kulu*an menyentuh sebuah gundukan yang sudah telanjang dari semalam.


Tangan nya segera meraba benda tumpul yang ada di antara kedua paha, menggenggam nya, memainkan benda tumpul yang sudah mengeras dari tadi. Bara yang sudah menguasai tubuh istrinya, memasukan benda tumpul tersebut dengan perlahan, Bella hanya mampu meremas lengan nya ketika dia mencoba paksa memasukan benda tersebut.


" Arg.. Sayang." Desa*han itu tak terkontrol ketika pinggul nya sudah bergoyang penuh dengan irama. Bara yang ada di atas tubuh istrinya kini memompa pinggulnya dengan pelan.


" Argh.. Bara.." Bibir Bella tak bisa untuk tak mendesah ketika dirinya mulai memasuki tubuh nya kembali dengan cara memasukan dari arah belakang. " Honey.. Faster.." Racau nya ketika hentakan pinggul nya membuat dirinya merasakan kenikmatan.


" Sayang aku mencintai mu.." Ungkapan cinta nya juga di barengi oleh denyutan yang Bella keluarkan, di susul dengan denyutan milik nya yang juga mengeluarkan cair*an cinta kami.


Mereka sama sama terkapar dengan masih mengatur nafas nya, Bella merasakan bahwa Bara tengah mencabut milik nya dengan pelan dan aku memejamkan mata ku.


" Aku harap cair*an cinta kita akan menjadi benih di sana.." Bella tersenyum dan apa yang di katakan oleh sang suami membuat dirinya juga berharap ada sesuatu yang tumbuh di dalam perutnya. Ada hasil dari kerja keras cinta mereka berdua.


" Aku juga berharap ada sosok kecil yang segera tumbuh di sini juga..." Jawabnya ketika nafas nya sudah kembali normal. Mata mereka kembali beradu ketika mereka kini saling tidur bersampingan.


Dengan rambut yang masih acak acakan serta keringat yang keluar memenuhi kening mereka sebuah harapan yang telah di ucapkan dan berharap Tuhan mengabulkan permintaan besar mereka kali ini.

__ADS_1


" Apa kau juga menginginkan seorang bayi Bella?" Tanyanya dengan lembut.


" Sebuah pernikahan yang di cari selain kebahagian juga sebuah keturunan, aku berharap ada bayi kecil yang segera tumbuh di sini sayang. Aku sangat menginginkan bayi ini tumbuh dengan segera di sini..." Jawabnya dengan tersenyum bahagia.


" Sebentar lagi Tuhan akan mengabulkan doa kita, doa baik pasti akan segera di dengar oleh Tuhan."


" Amien..." Jawabnya dengan kembali masuk ke dalam dekapan sang suami.


Dekapan ternyaman adalah dekapan orang yang tersayang. Semuanya terasa nyaman dan aman, semua beban yang ada di pundak terasa hilang seketika.


" Sayang andaikan aku tak bisa memberi mu anak apa kau akan tetap bersama ku?" Bara yang dari dulu selalu ingin menanyakan hal tersebut kini pada akhirnya menanyakan hal yang sangat serius. Semenjak dia kecelakaan semuanya bisa saja terjadi.


" Jika aku yang tak bisa mengandung anak mu apa yang akan ku lakukan?" Tanyanya balik.


Bara mengerutkan kening ketika pertanyaan itu malah di lempar balik ke arah dirinya. Bara membuang nafasnya dengan lembut.


" Aku akan tetap bersama mu karena sebuah pernikahan meskipun tak memiliki sosok anak pun kita masih bisa bahagia dengan cara lain...." Jawabnya.


" Aku juga tak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi, meskipun kamu atau aku tak bisa saling memberikan keturunan kita masih bisa bahagia dengan cara lain. Pernikahan tak hanya sosok anak yang kita cari bukan? mungkin benar tak hanya kebahagian yang kita cari tapi sosok malaikat kecil juga sangat kita cari di sebuah pernikahan tapi apa yang harus kita lakukan jika Tuhan tak mempercayai kita sebagai orang tua. Aku tahu mungkin akan sangat menyakitkan bagi kita tapi kita bisa memiliki anak dengan cara mengadopsi sosok malaikat kecil, tak hanya kita yang akan mengadopsi tapi di dunia ini sangat banyak orang yang juga melakukan hal yang sama."


" Bella kau tahu setiap hari kau selalu membuat cinta ku semakin tumbuh semakin besar, apa yang tak bisa aku pikirkan nyata nya kau bisa menemukan cara nya. Aku dan kamu sekarang adalah kita yang menjadi satu yang saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain."


" Aku mencintai mu Bara, apapun yang terjadi nanti kita akan tetap bersama melawan semuanya. Jangan pernah berpikir sendirian, setiap masalah yang di hadapi berdua akan terasa ringan."


Mereka saling berpelukan dengan erat dengan senyum mereka yang nampak jelas kebahagiannya.


Apapun yang kita rencanakan hanya Tuhan yang bisa memutuskan nya, karena kita adalah boneka Tuhan yang akan menjalankan Takdir sesuai perintahnya. Percayalah kepada Tuhan karena Tuhan tak pernah menjerumuskan dalam kejahatan ataupun kegagalan.

__ADS_1


__ADS_2