
" Astaga kenapa kalian berdua sangat lama? Mama dan Laura sudah menunggu kalian. Kita sangat lapar..." Mama Andin nampaknya protes karena menunggu pasangan ini keluar dari kamarnya yang begitu lama.
" Maafkan kita Ma..." Ujarnya Bella dengan tersenyum.
" Ya sudah ayo duduk segera makan sarapan kalian berdua..." Bella mengangguk dengan tersenyum ketika kursi miliknya di dorong oleh suaminya.
Sikap romantis yang sederhana itu bisa membuat seorang menatapnya dengan rasa tak suka nya. Laura menahan rasa yang bergejolak marah di dada nya. Rasa itu bergejolak tak karuan, tatapan matanya begitu tak suka melihat keromantisan dari pasangan tersebut.
" Ehemm... Bara maafkan aku tapi aku hari sudah siap untuk bekerja..." Laura menatap Bara ketika dia sudah pandai menguasai dirinya yang dari tadi menahan amarahnya.
" Hmm aku tahu..." Jawabnya begitu acuh. " Sayang buka mulut mu, makan ini!" Bara yang tadi acuh kepada wanita lain kini malah bersikap romantis dan hangat kepada istrinya.
Laura yang merasa di acuhkan merasa di abaikan merasa sangat marah ketika dia malah melihat keromantisan tersebut. Laura lagi lagi memasang wajah cemberutnya menahan rasa amarahnya yang begitu sangat terlihat jelas di mata Bella.
Bella meliriknya dengan senyum sinis, kali ini dia sudah menunjukan siapa wanita dari Bara. Dia bersikap lembut dan hangat hanya kepada istrinya tapi bersikap acuh kepada wanita lain.
" Sayang apa kamu nanti malam ada acara?" Bella sengaja bersikap manja ketika melihat suaminya yang sudah selesai dengan sarapannya.
" Seperti nya tidak! aku juga tak ada pekerjaan penting hari ini. Hanya akan ada pertemuan dengan satu klien siang ini."
" Bisakah kamu segera pulang!"
" Bara sepertinya Istri mu ingin segera memberikan Mama Cucu jadi dia ingin kamu segera pulang..." Goda Mama Andin menambah amarah wanita yang duduk di sebelahnya semakin tak bisa terkendali.
__ADS_1
" Mama kau tahu kita pagi ini selesai melakukan olahraga!" Ucapnya Bara membuat Bella memukul pelan tangan Suaminya yang bicara terus terang kepada Mama nya.
" Jadi kalian lama turun karena kalian sedang sarapan pagi di atas? astaga! harusnya tadi aku dan Laura sarapan dahulu. Benarkan Laura?"
" Ah iya Tante..." Ujarnya dengan pura pura tersenyum.
Tapi Bella tahu senyum itu adalah senyum palsu yang terpaksa di pasang oleh Laura di depan mereka semua. Sedangkan mata Laura dan mata Bella seakan menabuh genderang perang di meja makan. Bella dengan senang hati meladeni wanita yang ingin merusak kebahagiaan nya dengan keluarga kecilnya.
" Selamat pagi Tuan, Nyonya Bella dan Nyonya Andin..." Suara yang begitu sangat familiar di telinga semua orang langsung membuat semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah nya.
" Selamat pagi juga David..." Laura yang menimpali nya dengan juga menatap ke arah asisten Bara tersebut.
David tak menjawabnya hanya diam dengan tetap berdiri di sana dengan menunggu bos nya.
Sial dia tak menganggap aku ada, dia pikir aku hantu yang duduk di sini. Lihat saja jika aku menjadi istri bos mu, orang pertama yang akan ku pecat adalah kamu. Lihat saja kau David. Batinnya Laura dengan rasa kesal nya yang merasa di abaikan oleh seorang yang hanya menjadi asisten dari Bara laki laki yang di cintai.
" Sudah Sir. Bahkan saya sudah menyiapkan semuanya, kontrak nya pun juga saya bawah hari ini..." Jawabnya.
Tangan Bara meminta surat kontrak yang di maksud oleh David. Sedangkan ketiga wanita tersebut tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh kedua laki laki tersebut.
David segera mendekati bos nya dan memberikan surat kontrak yang sudah di buat oleh dirinya dari semalam. David yang semalam mendengarkan rencana bos nya dengan cepat membuat surat kontrak nya.
David adalah asisten yang bisa di andalkan dalam segala hal. Dia yang selalu mengutamakan kebahagian bos nya lebih cepat menyingkirkan semua ancaman yang ada di sekitar bos nya.
__ADS_1
Bara mengangguk membaca semua poin poin yang ada di berkas tersebut. Di segera memberikan tanda tangan di atas dokumen yang sudah di baca oleh nya dengan teliti.
" Laura ini adalah surat kontrak yang harus kau baca! kau baca semua poin yang ada di sini dan segera tanda tangan jika kau setuju dengan semua poin tersebut..." Bara mengulurkan dokumen tersebut.
Laura dengan senyum yang mengembang dia menerima surat kontrak yang ada di depannya. Dia masih sempat melirik Bella yang duduk dengan dengan tenang bahkan tangan nya masih berada di pelukan hangat lengan suaminya.
*Setelah aku tanda tangani kontrak ini, tak akan ku biarkan suami mu bersama mu lagi Nyonya Bella yang malang. Nikmati saja masa masa kesenangan mu sebentar lagi kau akan menderita karena suami mu akan lebih sibuk di kantor dari pada di rumah. Batinnya dengan melirik Bella wanita yang di kira merebut Bara dari nya.
Senyum mu akan luntur setelah melihat itu Nona Laura, jangan berbangga dulu, nanti kau yang akan kecewa dengan membaca surat yang ada di depan mu. Jangan merasa menang sebelum perang dengan lawan mu. Batin Bella yang tahu dari arti lirikan mata lawannya kali ini*.
" Laura ayo baca surat mu, kenapa malah tersenyum seperti orang gila..." Mama Andin juga melihat senyum buruk yang di berikan kepada menantunya.
" Ah iya Tante, aku terlalu senang pada akhirnya aku bisa bekerja di perusahan Bara..." Elaknya dengan cepat.
Mama Andin hanya menggeleng melihat sikap putri dari sahabatnya ini. Jika bukan karena mereka adalah sahabat baik dapat di pastikan Mama Andin tak akan memberikan kesempatan untuk wanita lain tinggal satu atap di sini.
Laura dengan segera membuka nya, dengan raut wajah yang begitu gembira dia membaca seluruh poin poin yang ada di dokumen tersebut. Semuanya tak ada yang membuatnya merasa di rugikan semua poin nya menguntungkan dirinya karena bisa berdekatan dengan Bara. Tapi tunggu wajah yang senang tadi langsung berubah menjadi gelap, wajahnya langsung berubah menjadi sedikit memerah.
" Bara seperti nya ada kesalahan di surat kontrak ini?" Ucapnya dengan menatap Bara.
" Saya tadi membaca nya tidak ada kesalahan sama sekali, semuanya benar dan David tidak mungkin salah membuat nya."
__ADS_1
" Tidak ini ada yang salah! coba kamu lihat nama perusahan yang ada di sini! kenapa bukan nama perusahan mu malah perusahan orang lain."
" Itu tidak salah Laura! itu memang nama perusahan ku yang satu nya, kamu memang saya letakkan di perusahan cabang ku. Maafkan aku tapi memang kamu berhak ada di sana sebagai sekretarisnya CEO di sana. Di perusahan ku jabatan yang kau ajukan sudah ada yang menempati jadi aku sengaja meletakkan mu di sana karena kebetulan mereka membutuhkan yang kau ajukan itu."