
Bara kini melepaskan penyatuhan tersebut membalik tubuh istrinya dengan segera memasuki nya lagi. Bara kini kembali memompa pinggul itu dengan cepat hentakan demi hentakan kini terus berpacu tak ada hentinya.
Bella hanya bisa merema* sprei yang kini berantakan kembali, Bella kini mengatur posisinya yang sedikit tengkurap menempelkan kepalanya di kasur sedangkan bagian tubuhnya tak mengenai kasurnya.
" Ugh.. lebih cepat Honey..." Erangnya Bara ketika sang istri kini mulai ikut bergerak tangan Bara kini berada di pinggulnya mengatur ritme sesuai keinginannya.
Bella kini merema* benda miliknya yang bergerak cepat. Dia hanya bisa mendesa* di oleh pergerakan yang di berikan oleh mereka berdua. Bara kini kembali melepaskannya dan dia mengubah posisi nya lagi.
Bella kini terbaring miring dengan Bara yang memasuki tubuh istrinya dengan miring juga. Bara kini menggoyangkan pinggulnya tak ada henti hentinya mereka mendesa*, mengera* kenikmatan oleh perbuatan mereka yang begitu nikmat untuk mereka berdua.
" Faster Baby..." Perintahnya untuk kesekian kalinya. Bara tak ada hentinya bergerak cepat dan liar di atas tubuh istrinya.
Bella merasakan ada sensasi baru ketika suaminya bergerak cepat di atas tubuhnya. Merasakan hawa panas seakan langsung mengalir cepat ketika suaminya bergerak begitu liar. Keringat mereka kini kembali menjadi satu ketika mereka belum selesai melakukan adegan panas tersebut.
Kini mereka kembali mengubah posisi dengan Bara yang terlentang dan Bella yang berada di atas tubuhnya. Bella kini dengan cepat memasukan benda itu tapi mereka tak saling berhadapan, Bella memunggungi tubuh suaminya.
Bella kini bergerak dengan pelan dia menyesuaikan benda itu yang masuk ke dalam tubuhnya. Bella kini dengan segera bergerak liar di atas tubuh suaminya. Bara hanya bisa memejamkan matanya menikmati pergerakan istrinya yang begitu liar di atas tubuhnya.
" Faster Honey..." Bella bergerak cepat dia juga sedikit menyandarkan punggungnya di tubuh suaminya dan dia juga kembali bergerak.
Kini mereka kembali bergerak secara bersamaan, tak ada ritme yang teratur mereka berdua sama sama bergerak cepat. Bella kini menghentikan pergerakannya di masih berada di atas tubuh suaminya kini Bara yang kembali bergerak. Hentakan demi hentakan kini kembali membuat Bella mendesa* tak karuan di atas tubuh suaminya.
" Fuc* baby..." Bella kini juga kembali bergerak di atas tubuh suaminya dia tak bisa untuk tak segera bergerak di atas sana.
Bella kini melepaskan penyatuhan itu kembali memasukan nya dengan mereka saling berhadapan satu sama lain. Hasra* itu kini semakin hampir menemukan titik di mana mereka ingin mencapai sesuatu yang mereka cari.
__ADS_1
" Ugh.. Bara..." Erangnya ketika dia sendiri yang bergerak cepat. Bara kini sedikit memukul benda yang juga ikut bergerak di depan matanya.
Kadang mengulu* nya dengan kasar dan kadang memukulnya dengan kencang menggunakan tangannya sendiri.
" Ugh.. aku tiba Bara."
" Fu*k aku juga tiba Honey, hmm.. Argh..." Desaha* tertahan serta mereka yang saling meluma* begitu liar membuat sesuatu di bawah sana meledak seketika.
Rasa hangat kini langsung mengenai mereka di bawah sana. Rasa hangat kini membuat mereka terdiam menikmati pengeluaran cairan* yang begitu mereka cari sedari tadi. Pergulatan mereka yang berganti posisi tadi membuat mereka merasakan sensasi baru untuk mereka lakukan.
Kini mereka saling melepaskan ciuma* itu saling menempelkan kening mereka dengan mereka yang masih memejamkan matanya menikmati sisa denyuta* yang masih terasa nyata di bawah sana.
Mereka masih mengatur nafas mereka yang sama sama memburu karena ulah mereka berdua.
" Kau menyukai nya?"
" Tentu aku menyukainya Honey..." Bara kini kembali menggapai bibir istrinya, dengan pelan mereka saling membalas cumbuan tersebut.
Keringat mereka kini menjadi satu untuk kesekian kalinya, kamar hotel tersebut menjadikan saksi mereka kini kembali dengan suara desaha* yang tertahan. Bella kini memberanikan dirinya untuk mengimbangi permainan suaminya. Dia akan mengikat suaminya dengan permainan ranjangnya yang begitu liar di atas sana.
" Sayang kita gagal pulang hari ini..." Bara dan Bella kini masih saling mendekap dengan tubuh mereka yang masih polos hanya selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
" Besok atau nanti kita bisa pulang Honey. Rumah kita dekat dan ini juga kamar pribadi kita, jadi tak perlu khawatir..." Bella menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
Bukan masalah apa, dia akan betah di mana pun mereka tinggal tapi Bella seakan tak ingin membuat masalah jika mereka masih saja bertemu oleh wanita tua yang masih tak terima jika Bara menikahi dirinya.
__ADS_1
" Ada yang kau pikirkan?"
" Entahlah aku hanya takut atau cemas berlebihan. Tapi ya sudahlah jangan di pikirkan."
" Ada apa Honey?, bukankah kamu sendiri yang mengatakan jangan ada yang kita tutupi?, katakan ada apa?" Bara tau istrinya mungkin gelisah tapi dia tidak tau apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu.
" Aku hanya tak ingin bertemu dengan ibu dari tunangan mu itu!, maafkan bukannya aku tak sopan Sayang tapi aku tidak mau ada pertengkaran antara kalian berdua."
Bara membuang nafasnya dengan kasar dia tau istrinya memikirkan hal itu, dia sebenarnya juga merasa bersalah karena mengingkari janjinya tapi dari dalam hatinya dia juga tak mungkin harus tetap setia dengan orang yang sudah meninggal.
" Honey jangan pikirkan mereka, biarkan saja. Ibu hanya marah sesaat nanti aku akan datang untuk bicara dengan nya. Aku akan mencoba bicara seperti dia ibu ku."
" Kau yakin bisa bicara dengannya?, aku melihat ada pancaran kekecewaan yang mendalam dari matanya ketika kamu mengatakan kamu sudah menikah. Dia memiliki harapan yang tinggi untuk menjadikan kamu menantunya, jadi aku rasa akan sangat sulit kamu bicara."
Bara hanya diam dia mencerna kata kata istrinya, apa yang di katakan istrinya itu benar jika Ibu dari Cristin kecewa dan berharap lebih kepadanya. Tapi semuanya sudah terjadi dan tak ada kata kata penyesalan untuk keputusan dia menikahi Bella.
" Apa kamu melakukan suatu hal yang membuat mereka masih tetap menginginkan kamu menjadi bagian keluarga mereka?"
" Aku membiayai hidup keluarga mereka dari dulu, mungkin jika aku menikah mereka merasa terancam. Honey apa kamu keberatan jika aku masih membiayai mereka?, aku tau kami sudah tidak memiliki hubungan apapun sekarang tapi aku merasa itu tanggung jawab ku karena aku mengambil tulang punggung mereka. Bukan karena aku masih mencintai Cristin tapi aku hanya merasa aku harus mengantikan tulang punggung mereka."
" Apa kebaikan mu tak di salah artikan oleh mereka?, maksud ku bukan aku melarang mu untuk berbuat baik kepada mereka tapi kadang manusia selalu memanfaatkan kebaikan orang lain."
" Honey percayalah bahwa semuanya akan baik baik saja..." Bara kini terus mendekap tubuh Bella dengan erat rasa nyaman dan rasa hangat kini yang mereka temukan.
Tahan Nafas 🤣 jangan baca yang ini dulu puasa 🤣🤣 takut batal 🤪 tinggalkan jejak dulu kenapa 😁
__ADS_1