Serpihan Hati

Serpihan Hati
Hempaskan Pelakor 2


__ADS_3

Warning 21+ ya mak 🤭


Pagi ini semuanya telah siap dengan aktifitas mereka masing masing. Bella yang juga sudah menyiapkan semuanya kini menjadi lebih bersemangat karena pagi ini adalah pagi yang telah di tunggu tunggu dari semalam.


Senyumnya tak lutut dari wajah ayu nya bahkan dari tadi dia masih memasang wajah tenang nya. Bara sang suami yang melihat nya hanya menyunggingkan senyumnya dari tadi karena melihat istrinya yang ceria.


" Sayang kau senang sekali hari ini! ada apa?" Bara memeluk tubuh istrinya dari belakang menyandarkan punggungnya ke pundak istrinya.


" Tidak ada apa apa! mungkin hanya perasaan mu saja..." Elaknya tapi memang dia saat ini bahagia. Satu langkah lagi dia berhasil menyingkirkan pelakor yang dari kemarin berkeliaran di rumahnya.


" Benarkah? tapi mata mu tak mengatakan seperti itu. Kau lihat di cermin wajahmu sungguh berseri."


Bella menatap dirinya dari pantulan kaca yang ada di depannya dia menatap dirinya dengan sang suami yang memeluk tubuhnya dengan mesra.


" Aku bahagia karena ada kamu di sini Sayang. Kamu adalah sumber kebahagian ku saat ini..." Ujarnya dengan tersenyum.


Bara membalikan tubuh istrinya menatap wajah istrinya dengan sungguh sungguh. Matanya beradu pandang dengan saling menyelami mata mereka masing masing.


" Kamu adalah kebahagian ku juga. Kau tau aku adalah jiwa ku saat ini Bella, tetaplah di sini apapun yang terjadi. Pertengkaran dan salah paham dalam sebuah hubungan sangatlah wajar tapi berjanjilah untuk tidak saling meninggalkan satu sama lain."


Bella menyentuh tangan Bara menggenggamnya dengan erat lalu meletakkan di bibirnya, menciumnya dengan pelan lalu meletakkan di pipinya.


" Aku di sini untuk mu Sayang. Apapun yang terjadi percayalah kita akan menghadapi dunia ini bersama sama. Kita bisa bertengkar saling berteriak satu sama lain,tapi jangan pernah mengatakan untuk pergi dari sisi ini. Aku mencintai mu..." Senyumnya bertambah lebar ketika dia mengatakan semuanya dengan rasa leganya seperti tak ada beban di hatinya.


Deg!! deg!! deg!! jantung Bara saat ini tak karuan, darahnya mengalir cepat, jantungnya memompa tak seperti biasanya. Dia yang mendengar ungkapan cinta dari istrinya malah membuat dirinya tak karuan. Wajah tampannya kini memerah seakan dirinya merasakan cinta seperti anak remaja.


Bara yang gagah serta selalu bersikap dingin kini luluh dengan sebuah pengakuan cinta istrinya. Dirinya seakan melambung tinggi, seakan ada ribuan kupu kupu yang menari di atas kepalanya. Kebahagian hanya itulah yang dia rasakan saat ini.


" Bisa aku mendengar sekali lagi Sayang?" Suaranya gugup dia ingin mendengar ungkapan cinta itu sekali lagi. Dia takut telinga nya salah mendengar sebuah ungkapan cinta yang begitu menyenangkan hatinya.

__ADS_1


" Aku mencintai mu Tuan Bara Valentino."


Bara kini dengan langsung menyambar bibir istrinya, menciu*nya dengan rakus, meluma* nya dengan cepat. Cium*n itu mewakili bahwa dia bahagia karena rasa cinta ini.


Bella yang terkejut seakan sulit mengimbangi ciuma* yang dadakan tersebut. Tapi Bara yang awalnya meluma* nya dengan liar kini tiba tiba meluma* nya dengan pelan hingga membuat Bella bisa mengimbangi ciuma* itu.


Bara yang menarik pinggang istrinya menempelkan dirinya dengan sempurna, mengikis jarak di antara mereka berdua. Tangan Bella kini juga berada di tengkuk suaminya, merema* pelan rambut suaminya.


Mereka saling meluma* saling menghisa* saling memiringkan kepala mereka untuk memperdalam ciuma* mereka.


" Ugh...." Lenguhan Bella kini terdengar ketika tangan Bara tak berhenti untuk tak menjelajahi tubuh nya. Bara merema* panta* yang menonjol kebelakang, ciuma* itu juga tak ada hentinya.


Mereka saling melepaskan ciuma* itu, saling mengambil udara dan kemudian menggapai bibir nya kembali untuk mereka nikmati. Ciuman yang tadi lembut kini menjadi ciuma* yang begitu liar mereka nikmati.


Mereka berjalan pelan menuju Bed mereka yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Bara mendorong pelan tubuh Bella hingga mereka benar benar terbaring di atas kasur mereka. Ciuma* itu kini menuntut hal yang sekedar hanya ciuma*.


Menggigitnya dengan pelan, meninggalkan bekas merah yang ada di sana. Bara membuka pelan baju yang di kenakan oleh istrinya, menyibakan nya di atas memperlihatkan benda kesukaan dirinya yang begitu indah di lihat oleh matanya.


" Sayang kau akan bekerja?" Suaranya telah berubah menjadi serak. Ada gaira* yang tersimpan di sana.


" Sebentar saja Sayang."


" Aku tak yakin kau akan sebentar Sayang."


" Aku janji aku akan sebentar!"


Bella tersenyum ketika melihat suaminya yang sudah bersiap siap melepaskan kain yang ada di tubuhnya. Dengan segera Bara melapaskan semuanya hingga membuat sesuatu yang sudah berdiri dari tadi terlepas dari sangkarnya.


" Aku akan main cepat Sayang."

__ADS_1


Bella juga melepaskan kain yang menempel di tubuhnya dengan cepat Bella bersiap dengan posisi. Dengan beberapa hentakan benda itu tertanam di luban* kenikmatan yang telah nyata di depannya.


" Argh..." Cengkraman dan desaha* sakit itu membuat Bara yakin bahwa suaminya telah merasakan sakit.


" Maaf..." Ucapnya dengan mencium kening istrinya yang ada di bawah tubuh nya.


Bara bergerak pelan menguasai tubuh istrinya yang ada di bawah. Bara memompa begitu cepat, dengan yang bawah bergerak, Bara juga tak luput mencumb* buah dad* milik istrinya yang juga bergerak.


" Agh.. Sayang.. ini masih sempi*.. agh..." Gerama* dari Bara membuat suara itu saling bersautan dengan mesra. Kamar yang sepi kini menjadi kamar yang ramai oleh desaha* mereka berdua yang menikmati hubungan percintaan mereka di pagi ini.


Bella kini membalikan posisinya berada di atas tubuh suaminya. Bella bergerak liar di atas tubuhnya, Bella menaik turunkan tubuhnya dengan cepat, membuat sang suami malah tak karuan tak di buat olehnya.


" Argh.. Sayang.. Seperti itu..." Pintahnya ketika kuluma* itu malah di nikmati oleh Bella sendiri.


Bara dengan senang hati melakukan apa yang di minta oleh istrinya. kedua benda itu yang ikut bergerak liar kini di santap habis oleh suaminya yang seperti haus kenikmata* di sana.


" Sayang seperti itu.. Aku hampir tiba..." Katanya dengan nada yang begitu seksi di telinga suaminya.


" Ah.. Lebih cepat Sayang.. aku juga hampir tiba."


" Kita keluar bersama."


" Hmm..."


Bella lebih cepat bergerak di atas tubuh suaminya, bergerak cepat tak karuan di atas sana. Gerakan yang liar tak terkendali itu membuat sesuatu berdenyut di bawah sana secara bersamaan. ******** dan geraman yang tertahan membuat sesuatu yang hangat keluar begitu saja dari arah bawah sana.


Bella ambruk di atas tubuh suaminya dengan lemas, keringat yang keluar menandakan hawa panas yang mereka ciptakan nyatanya tak sia sia mereka lakukan. Dengan nafas yang begitu memburu membuat kedua pasangan itu mengaturnya dengan pelan.


Senam pagi yang menyenangkan adalah senam bersama pasangan tercinta nya.

__ADS_1


__ADS_2