
Adegan Dewasa Skip kali ya 🤭 Ketemu di Wa Mince nanti setelah tarawih 😁😁
Setelah semua urusan sudah selesai kini mereka berdua keluar dari kamar hotelnya, Bara yang terus mengapit pinggang istrinya memperlihatkan bahwa wanita yang ada di sampingnya adalah miliknya. Sedangkan Bella kini hanya memasang wajah senyumnya dia merasa dunianya begitu sempurna, di cintai oleh orang dengan setulus hati.
Meskipun belum sepenuhnya mereka merasakan cinta tapi mereka berdua sama sama berusaha untuk menumbuhkan benih benih cinta yang besar untuk mereka. Janji dan sumpah di saksikan di depan banyak orang bukanlah hal yang main main di lakukan maka dari itu pernikahan adalah hal yang tidak akan pernah di buat bahan bercandaan semata.
" Sayang kau ingin kita kemana?" Tanyanya ketika mereka masuk ke dalam lift.
" Entahlah terserah kemana saja boleh tapi sebaiknya kita makan dulu, kita belum makan dari tadi."
Bara yang masuk di dalam lift tadi memeluk istrinya dari belakang kini menggigi* telinga istrinya dengan gemas.
" Makan kamu saja boleh gak?" Godanya lagu membuat Bella merasakan geli.
Bara memukul pelan lengan suaminya ketika dia melakukan hal seperti itu di tempat umum, meskipun di dalam lift ini tak ada siapapun hanya ada mereka berdua. Bara yang selalu tidak tahan kini membalikan tubuh istrinya, menyandarkan punggung istrinya di dinding lift dengan dia yang menutupi wajah kepala mereka dengan jaket yang dia kenakan.
Bara menempelkan bibir itu dengan segera meluma* nya dengan lembut. Bella yang awalnya tak menyangka sang suami bisa melakukan hal ini kini sedikit memberontak, tapi sayangnya Bara terlalu kuat untuk menggoda tubuh istrinya. Bara meluma* nya dengan menekan tubuhnya, menyesa* kedua bibir yang terkunci itu. Bella yang awalnya memberontak kini membalasnya dengan kaku, mungkin ini hal yang pertama tapi Bara tidak masalah jika Bella mau belajar semuanya.
Bara tidak menyia-nyiakan kesempatannya dia langsung menarik lida* itu menyesa* dengan lembut hingga suara desaha* tertahan kembali di dengar oleh Bara.
Ting!! Suara lift yang terbuka membuat kedua insan itu melepaskan ciuman yang sedikit saja bisa membangkitkan jiwa yang ada di tubuhnya.
" Kita kembali ke kamar saja boleh gak?"
" Sayang aku lapar!! astaga..." Bella memasang wajah cemberutnya ketika sang suami selalu bersikap mesum kepada dirinya. Sejak semalam seakan sang suami tidak mengizinkan dia beristirahat sejenak, apalagi mengizinkan dirinya menikmati bulan madu mereka berdua.
" Baiklah habis kita jalan jalan kita lakukan yang tertunda di lift tadi..." Bella hanya menggelengkan kepala nya ketika sang suami selalu bersikap seperti itu.
" Kenapa kau jadi mesum Tuan Bara?"
__ADS_1
" Aku mesum dengan istri ku..." Bella tak bisa menjawabnya dia hanya bisa tersenyum ketika mendengar jawaban dari suaminya.
Kini mereka berdua memasuki restoran dari hotel berbintang tersebut kini mereka juga segera duduk di sana dan segera memesan apa yang ingin mereka makan. Bara dari tadi tak melepaskan tangan nya dari tangan istrinya, bahkan masih terus menciumi punggung tangan istrinya dengan gemas.
" Bara malu di lihat banyak orang..." Protesnya.
" Kamu istri ku kenapa harus malu..." Jawabnya dengan tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh istrinya.
Bella hanya tersenyum senang menanggapi perlakukan manis dari suaminya. Wanita mana yang tidak akan senyum senyum sendiri ketika mendapatkan perlakukan manis dari suaminya, di tambah mereka pengantin baru yang kata orang masih anget anget nya.
" Buka mulut mu?" Bella hanya menghela nafasnya ketika ada ada saja perlakuan manis yang di berikan oleh dirinya.
Akal Bara nampaknya tidak ada habisnya membuat sang istri salah tingkah di sana. Setelah makanan mereka datang pun Bara sepertinya tidak membiarkan Bella menikmati makanan yang ada di depannya.
" Sayang kamu makan punya mu dan aku makan punya ku oke..." Bella berkata dengan lembut.
" Tapi kamu yang nanti masih lapar, berhubungan badan juga harus membutuhkan tenaga bukan?" Bella akhirnya harus mengatakan hal tersebut agar suaminya berhenti bersikap manis seperti itu. Dia ingin menikmati makanan dia sendiri.
Kini mereka berdua menikmati makanan yang ada di depan nya masing masing, tak ada pembicaraan di sela sela mereka makan. Mereka masih saja fokus dengan makanan yang ada di meja besarnya.
" Bara kau kah itu?" Suara wanita tua yang tiba tiba menghampirinya dari arah belakang kini membuat Bara membeku pasalnya dia tahu betul suara siapa itu.
Deg!! jantungnya seakan terhenti ketika suara langkahnya mendekat ke arahnya. Wajah yang dari senang kini berubah menjadi tegang. Bella menangkap perubahan di dalam wajah suaminya tersebut.
" Kamu tidak kenapa kenapa?" Tanyanya dengan menyentuh tangan suaminya.
" Bara menantu ku, benarkah itu kamu?" Sebelum Bara menjawab pertanyaan dari istrinya wanita tua itu sudah berdiri di sebelah Bara. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangan dia tak menyangka bisa melihat calon menantunya yang ternyata benar ada di sana duduk sedang menikmati sarapannya.
" Bara kau di sini, Ibu merindukan mu nak..." Wanita itu kini langsung memeluk Bara dengan meneteskan air mata. Bella kini di buat bingung mendapati wanita tua yang mengatakan suaminya adalah calon menantunya.
__ADS_1
" Ibu aku juga merindukan mu..." Katanya dengan menatap ke arah Bella, dia takut jika istrinya akan marah.
" kau bisa berjalan saat ini, astaga Ibu tidak menyangka kau bisa sembuh dari lumpuh mu itu. Kenapa kau tidak mengunjungi Ibu tua mu ini?, apa kau sudah melupakan Ibu dan Putri Ibu?" Mereka saling melepaskan pelukan itu saling menatap dengan kerinduan serta rasa sedih kehilangan di mata wanita tua itu sangat terlihat jelas.
" Ibu aku-"
" Ini siapa Bara?, apa dia klien mu atau sahabat mu?" Sebelum Bara mengatakan apapun sang Ibu itu nampaknya sadar bahwa ada wanita cantik yang duduk di sana.
" Saya-"
" Dia Bella bu teman ku..." Bella melotot tak menyangka bahwa dia perkenalkan sebagai teman oleh suaminya, tapi nampaknya Bara tidak memiliki pilihan lain kecuali berbohong saat ini. Dia tidak ingin melukai hati wanita tua yang ada di depannya tapi dia juga sudah terlanjur melukai hati istrinya.
" Teman?, baiklah, kau harus ingat Bara janji mu untuk tidak mengantikan Putri ku dengan wanita lain, dia akan merasa sangat sedih di surga sana."
" Tidak akan, Ibu tahu sendiri bukan bahwa aku sangat mencintai mendiang putri mu, tidak ada wanita yang bisa menggantikan nya di hati ini bu."
Deg!! dada Bella bergemuruh marah serta kecewa apa yang di dengar dari mulut suaminya sungguh menyakiti hati nya. Dia tak menyangka bahwa suaminya tidak pernah mencintai dirinya.
" Tuan Bara kalau begitu saya permisi nampaknya anda ada Ibu mertua anda, tidak enak jika saya menganggu."
" Tunggu kita belum selesa-"
Bella tak peduli dia yang sudah berdiri langsung meninggalkan meja di mana semuanya berantakan.
" Ibu maafkan aku, tapi saya belum selesai dengan teman aku. Bolehkah nanti kita sambung lagi, aku akan menghubungi Ibu."
" Baiklah pergilah..." Bara mencium pipi wanita tua yang memiliki rambut putih itu.
Bara kini dengan cepat berlari mengejar istrinya tapi nyatanya dia tak mampu mengejar istrinya yang entah kemana perginya.
Adegan dewasa di skip karena puasa ya 🤭 tapi nanti Mince kirim Lewat Wa chat pribadi jika ingin ada yang ingin membaca nya 😁 kuncinya dengan mengatakan 'Ingin Serpihan Hati Nya Bella dan Bara di Bab Pernikahan 1 atau Pengantin Baru 2'.
__ADS_1
Ini Nomer Mince sudah di buka kembali dari kemarin untuk kalian yang ingin Wa oke 081324594302 🤭 adegannya Mince kirim kayak di Wanita Nakal juga Kirim Lewat Chat Pribadi 😁😁